KARAWANG |Infokeadilan.com – Pemerintah Kecamatan Kotabaru menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Gizi Nasional (BGN) lintas sektoral guna memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi (MPBG) serta percepatan penurunan angka stunting. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kotabaru pada Rabu (12/02/2026) ini menghadirkan berbagai unsur terkait untuk memastikan program berjalan dengan optimal.
Rakor yang dipimpin oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) BGN Kotabaru menghadirkan peserta dari OPD terkait, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, serta sejumlah stakeholder lainnya. Di antara mereka adalah Camat Kotabaru Hj. Idah Hamidah, SE., Kapolsek Kotabaru Iptu Suherlan, perwakilan Danramil Kotabaru, Korcam BGN Kotabaru Arsad Fany Ibrahim, Korwil BGN Kotabaru Robi Semdri Adi, S.IP., Korwil BGN Kabupaten Karawang, para Kepala Desa se-Kecamatan Kotabaru, Kepala Puskesmas, unsur pendidikan, organisasi profesi, pengelola SPPG, dan tenaga ahli gizi.
Seluruh Desa di Kotabaru Sudah Miliki MPBG yang Beroperasi
Dalam kesempatan tersebut, Korcam BGN Kotabaru Arsad Fany Ibrahim menjelaskan bahwa tujuan utama rapat koordinasi ini adalah memperkuat kerja sama lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan program MPBG.
“Kegiatan hari ini kami adakan untuk menyatukan langkah bersama teman-teman dari berbagai instansi dan stakeholder. Tujuannya agar pelaksanaan MPBG bisa berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ucap Arsad.
Ia menambahkan bahwa realisasi program di Kecamatan Kotabaru telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Saat ini sudah ada 17 titik MPBG yang telah direalisasikan. Alhamdulillah, setiap desa di Kotabaru telah memiliki bangunan dapur yang telah beroperasi untuk mendukung program ini,” jelasnya.
Menurut Arsad, capaian ini menjadi dasar yang kuat dalam mendukung gerakan gizi nasional dan upaya penekanan angka stunting di wilayahnya.
Sinergi Jadi Kunci, Hindari Miskomunikasi
Camat Kotabaru Hj. Idah Hamidah menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara semua pihak pelaksana program.
“Kecamatan tidak dapat menjalankan program ini sendirian. Dibutuhkan koordinasi yang solid antara berbagai tingkat pemerintah, mulai dari pusat hingga desa, serta unsur kesehatan dan pihak terkait lainnya,” tegas Idah.
Ia juga mengingatkan agar seluruh elemen bekerja dengan pemahaman yang sama untuk menghindari kesalahpahaman di lapangan.
“Kita harus menjaga agar tidak terjadi miskomunikasi. Kepala desa, tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan semua pihak memiliki peran yang tak tergantikan. Semua kita memiliki tujuan yang sama: meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Menurut Camat, program gizi nasional bukan hanya urusan administrasi semata, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
TNI-Polri Siap Dukung Pengawalan
Kapolsek Kotabaru Iptu Suherlan menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pelaksanaan program ini. “Kami siap memberikan dukungan penuh dan mengawal jalannya program agar berlangsung dengan aman dan lancar. Sinergi antar instansi adalah kunci utama untuk mencapai keberhasilan yang diharapkan,” terangnya.
Rakor ini diharapkan mampu menyamakan persepsi dan langkah seluruh pihak terkait dalam menerapkan kebijakan dan implementasi program MPBG serta BGN di lapangan. Dengan 17 titik yang telah beroperasi di seluruh desa, Kecamatan Kotabaru beroptimisme bahwa program gizi nasional akan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya.
•Edi

