KARAWANG |Infokeadilan.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri siap calonkan diri maju di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Karawang yang akan digelar bulan November mendatang.
Di ketahui Acep Jamhuri bakal bersaing dengan calon petahana Aep Syaepuloh Bupati Karawang
Acep Jamhuri atau yang akrab biasa disapa Ajam, telah mengikuti proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Karawang dengan mengantongi surat tugas dari dua partai sekaligus yaitu partai Demokrat dan partai Golkar.
Usai menerima surat tugas dari Partai Golkar, Acep mengaku pihaknya telah menyiapkan dengan matang pencalonan dirinya untuk maju menjadi calon kepala daerah Kabupaten Karawang, termasuk mengurus proses administrasi pengunduran dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara.
“Saya sendiri telah mengajukan surat pengunduran diri, untuk pensiun dini sekitar satu minggu yang lalu. Dan sekarang saya berproses sebagai pejabat formal menjadi tokoh non-formal.” Ucapnya, Senin (10/6/2024)
“Dengan sendirinya jika saya sudah resmi mengundurkan diri sebagai ASN maka jabatan sekretaris daerah pun sudah tidak akan disandang lagi.” Jelasnya.
Ia menandaskan saat ini pihaknya sedang terus berproses dengan mendaftarkan dirinya ke beberapa Partai Politik selain Golkar dan Demokrat.
“Alhamdulillah, setelah kemarin dapat surat tugas dari Demokrat, sekarang dari Partai Golkar. Tinggal nanti pasangan calonnya nunggu keputusan DPP,” ungkap Acep Jamhuri.
“Dan kita juga mendaftar ke PDIP, PAN juga PKS. Kita daftar ke semua partai. Dan terkait hasilnya biar Allah yang menata.” Paparnya.
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Karawang Mulyono mengungkapkan kedatangan Acep Jamhuri ke kantornya adalah untuk menerima surat tugas sebagai calon bupati Karawang dari DPD I Partai Golkar Jawa Barat.
“Tadi beliau menyampaikan visi dan misinya kepada para pengurus, juga para ketua Hasta Karya,” Ujar Mulyono.
“Nanti surat rekomendasinya dibulan Juli. Sementara itu, surat tugas ini adalah bagian dari proses. Survey pertama sudah dilaksanakan, dan sekarang masuk survey kedua, lalu rapat teknis baru kemudian diputuskan oleh DPP,” Pungkasnya.
•Red

