KARAWANG, Infokeadilan.com — Aksi kejahatan jalanan berupa perampasan kendaraan bermotor (pembegalan) kembali meresahkan masyarakat. Sebuah rekaman video singkat yang memperlihatkan detik-detik mencekam aksi perampasan sepeda motor milik warga beredar luas dan mendadak viral di tengah masyarakat umum, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan rekaman yang beredar, peristiwa tersebut terjadi saat seorang warga tengah berhenti untuk berteduh di sebuah kios pinggir jalan. Korban yang saat itu masih mengenakan jas hujan dan bersiap melanjutkan aktivitasnya, tiba-tiba didatangi oleh tiga orang pria tak dikenal yang mengendarai satu unit sepeda motor secara berboncengan.
Tanpa membuang waktu, ketiga pelaku yang diduga berbekal senjata tajam (sajam) langsung mengancam korban. Di bawah intimidasi dan ancaman bahaya fisik, korban tak mampu berbuat banyak hingga para pelaku dengan cepat merampas dan membawa lari sepeda motor milik korban dari lokasi kejadian.
Guna memastikan kebenaran lokasi serta kronologi peristiwa tersebut, awak media mengonfirmasi Kepala Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta. Saat ditunjukkan bukti rekaman video yang beredar, ia menduga bahwa bentang lokasi dalam video tersebut berada di wilayah hukumnya.
”Kalau melihat dari videonya, benar ini Dusun Cilempuk,” ujar Kepala Desa Purwamekar singkat saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis WhatsApp.
Lokasi kejadian yang diduga di Dusun Cilempuk tersebut tidak jauh dari area kawasan Pondok Pesantren tentu menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi warga sekitar maupun para pengguna jalan yang biasa melintas di jalur tersebut, terutama pada jam-jam rawan dan situasi cuaca hujan.
Menanggapi insiden yang sangat meresahkan ini, warga masyarakat mengharapkan aparat kepolisian serta pihak-pihak terkait dapat lebih intensif dalam menggiatkan patroli keamanan rutin.
Langkah preventif seperti penyisiran di titik-titik rawan, penambahan penerangan jalan, hingga penindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan jalanan sangat diharapkan agar kondusivitas wilayah Kecamatan Rawamerta kembali terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang.**

