Aksi Solidaritas Mahasiswa Karawang Tuntut Kasus Dede Asiah Segera Di Tuntaskan

KARAWANG | INFOKEADILAN.COM | Munculnya voice note dengan nada ancaman bahwa akan dilaporkannya kembali keluarga korban ke pihak Kepolisian Polda Jabar yang dilontarkan melalui pesan suara whatsapp yang secara dikirim langsung kepada suami korban yakni Yongki pada Rabu (05/03/2023) mengundang simpatik dari berbagai kalangan masyarakat bahkan hingga ke pejabat pemerintahan.

Hingga akhirnya, puluhan mahasiswa di Karawang menggelar aksi untuk menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang agar segera mempercepat proses kepulangan Dede Asiah tersebut.

Kami menuntut pemerintah agar segera memulangkan Dede Asiah sebagai korban dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), tegas Ketua DPC GMNI Karawang Muhammad Iqro kepada awak media, Senin (10/04/2023).

Aksi yang digelar di Bunderan Mall Ciplas Karawang tersebut juga mengecam keras tindakan pengancaman yang dilakukan oleh pihak pendamping sponsor.

“Dan terkait adanya pengancaman dari pihak sponsor ini tentunya kami meminta kepada Pemerintah Daerah agar dapat melindungi korban dan keluarganya”, pungkasnya.

Sementara itu Yongki saat dikonfirmasi awak media di kediamannya menjelaskan, untuk saat ini pihak pemerintah pun mensuport dan mendukung dirinya, dari Bupati Karawang dan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka M.Hum, ucapnya.

Yongki juga menambahkan, bahwa dirinya di beri kabar oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yaitu Rieke Diah Pitaloka, M.Hum sudah memohon dukungan atas kasus TPPO yang menimpa Dede Asiah yang saat ini sedang di advokasi oleh pihaknya, terangnya.

Lebih lanjut Yongki mengungkapkan, bahwa Dede Asiah telah diamankan dari rumah majikan dan sudah ditangani oleh pihak KBRI Damaskus. Namun, hingga hari ini tidak ada kepastian untuk bisa pulang ke tanah air.
‘Dari informasi yang disampaikan pihak KBRI, “exit permit” Dede Asiah belum diberikan Pemerintah Suriah karena pihak agency di Suriah dan penyalur  di Indonesia meminta ganti rugi senilai kurang lebih USD 7000,” pungkasnya.

 

(Luthfy/Bodong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *