Baru Setahun, Jalan Rengasdengklok–Sungaibuntu Sudah Rusak, Warga Dan Pengguna Jalan Keluhkan Kualitas Proyek

KARAWANG |infokeadilan.com
Pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Karawang menuai sorotan. Proyek peningkatan Jalan Rengasdengklok–Sungaibuntu di Kecamatan Kutawaluya yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang, kini mendapat keluhan dari warga dan para pengguna jalan. Pasalnya, kondisi jalan yang baru rampung pada tahun lalu sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Jalan Rengasdengklok–Sungaibuntu merupakan akses vital yang menghubungkan berbagai wilayah, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen masyarakat setempat. Namun, harapan masyarakat untuk menikmati infrastruktur yang layak tampaknya belum terpenuhi.

Berdasarkan informasi dari papan proyek yang terpasang di lokasi, peningkatan jalan sepanjang 3.040 meter dengan lebar 7 meter tersebut dimulai pada 9 Juli 2024, dengan masa pelaksanaan selama 170 hari kalender. Proyek senilai Rp6,32 miliar ini digarap oleh PT. Karina Prima Utama, dengan sumber anggaran berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2024.

Namun, hanya dalam waktu sekitar satu tahun setelah penyelesaian, kondisi jalan mulai mengalami kerusakan. Hal ini memicu kekhawatiran dan kekecewaan dari masyarakat dan pengguna jalan.

“Kalau nggak salah pembangunan jalan ini baru setahun, tapi sekarang sudah terlihat ada titik jalurnya yang rusak dan berlubang, padahal jalan Rengasdengklok–Sungaibuntu merupakan jalur vital penghubung antarwilayah, terutama untuk akses pertanian dan distribusi hasil panen serta aktivitas lain. Seharusnya menurut kami kondisi jalan ini harus bagus,” Ujar salah satu pengguna jalan yang rutin melintasi jalur tersebut, pada Jumat (8/8/2025).

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan lubang pada badan jalan sangat berisiko, khususnya saat musim hujan.

“Kami sangat menantikan perbaikan jalan ini. Tapi, jalan yang sudah selesai dibangun ini sudah mengalami kerusakan dan adanya lubang yang dapat membahayakan warga terutama saat musim hujan. Harapan kami, pemerintah dan pihak terkait benar-benar serius mengawal proyek ini agar hasilnya maksimal,” Tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh warga lainnya, AS. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dari dinas terkait, agar kualitas pekerjaan tetap sesuai dengan standar dan spesifikasi teknis.

“Kami berharap Dinas PUPR Karawang terus melakukan pengawasan ketat di lapangan agar kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis. Transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan juga menjadi hal penting untuk memastikan proyek berjalan efektif dan efisien,” Ujarnya.

AS juga menggarisbawahi bahwa kualitas infrastruktur yang baik akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah utara Karawang.

“Dengan efektivitas pekerjaan, maka mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di wilayah Karawang bagian utara dapat meningkat,” Pungkasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak Dinas PUPR Karawang belum memberikan penjelasan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut.

•Tim/Red

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI