Deru Hujan dan Ancaman Sajam, Siswa SMKN 1 Karawang Nyaris Jadi Korban Begal, Motor Kesayangan Hadiah dari Ibu Raib

​KARAWANG, Infokeadilan.com — Perjalanan menuju sekolah yang semestinya berjalan tenang berubah menjadi detik-detik yang menegangkan bagi Muhammad Abdul Zadar, siswa kelas 10 SMKN 1 Karawang. Selasa (27/10/2026) pagi kemarin, ia hampir menjadi korban kebiadaban aksi pembegalan.

​Di tengah guyuran hujan, Zadar yang menepi sejenak untuk mengenakan jas hujan justru dikejutkan oleh kemunculan tiga orang laki-laki tak dikenal. Salah satu pelaku bahkan sempat mengacungkan senjata tajam ke arahnya sebelum berupaya merampas sepeda motor yang dikendarainya.

​Beruntung, insting dan refleks cepat menyelamatkan nyawa Zadar. Ia langsung berlari menjauh sambil berteriak meminta pertolongan. Meskipun kondisi jalanan saat itu terbilang sepi, rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan beberapa pengendara sempat melintas tatkala insiden itu berlangsung.

Masih dalam pengaruh syok, Zadar lantas menghubungi sang ayah untuk meminta penjemputan. Ia kemudian kembali ke kediamannya di wilayah Rawamerta sebelum akhirnya secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

​Namun, di balik kelegaan karena berhasil lolos dari maut, tersimpan kepedihan mendalam di hati remaja tersebut. Sepeda motor yang digondol para pelaku bukanlah kendaraan biasa; melainkan hadiah istimewa dari sang ibunda yang belum genap setahun ia gunakan.

​Alih-alih meratapi nasib kendaraannya yang hilang, menurutnya ia justru seakan diliputi rasa bersalah yang mendalam lantaran merasa belum mampu menjaga pemberian berharga dari ibunya.

​“Ya kayak merasa bersalah aja sama mamah, nggak bisa jagain motor,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di sekolahnya pada Rabu (28/10/2026) sore.

Foto : Aksi pelaku yang terekam video cctv warga

​Kini, Zadar menaruh harapan besar agar pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan meringkus para pelaku. Ia masih menyimpan asa kendaraan yang memiliki nilai emosional tinggi tersebut dapat kembali ke tangannya.

​Kendati demikian, ia menyadari sepenuhnya bahwa keselamatan jiwa jauh di atas segalanya. Di tengah kesedihan atas kehilangan aset berharga itu, Zadar tetap memetik rasa syukur karena masih diberi keselamatan untuk kembali ke rumah.

​Untuk sementara waktu, rutinitas sekolahnya pun harus dilalui dengan cara yang tidak biasa. Jika sebelumnya ia dapat meluncur mandiri dengan motor pemberian sang ibu, kini Zadar terpaksa menumpang kendaraan teman untuk pulang dan pergi menuntut ilmu.**

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI