Berita  

Disnakertrans Karawang Akan Tindak Lanjut Perihal Kepulangan Dede Asiah Ke Tanah Air

KARAWANG | INFOKEADILAN.COM | Polemik Dede Asiah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Karawang yang di duga jadi korban Human Traficking dan sempat viral di media sosial yang berharap ingin segera pulang ke tanah kelahiran dan sempat menjadi sorotan publik dari berbagai kalangan mendapat tanggapan serius pihak terkait, Jum’at (5/5/2023)

Yongki Hamidun suami dari Dede Asiah tersebut beberapa waktu lalu sudah melaporkan apa yang di alami oleh istrinya ke pihak Disnaker dan Polres Karawang yang di dampingi oleh PERBUMIKA dan KP FSP MSI yang kemudian secara langsung mendatangi kantor Kemenlu di Jakarta, namun hingga kini belum ada kejelasan.

Hj. Rosmalia Dewi SH.MH. selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang ketika di minta keterangan oleh awak media selesai rapat terkait kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang Dede Asiah menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak – pihak terkait dan akan terus berupaya untuk menindaklanjut terkait kasus tersebut.

“Kami selaku dari pihak Disnakertrans Kabupaten Karawang akan memgambil langkah – langkah untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan koordinasi dengan pihak KBRI Suriah dan pihak Kemenlu demi kepulangan saudara kita yaitu Dede Asiah”,Ucapnya.

Lebih lanjut Hj. Rosmalia menjelaskan terkait dengan langkah – langlah yang akan di ambil oleh pihak Disnakertrans Karawang.

“Alhamdulilah, dari hasil rapat kita kali ini kami dari pihak Disnakertrans menyimpulkan akan berkoordinasi dengan pihak KBRI Suriah dan Kemenlu pada minggu depan, terkait dengan harus adanya uang tebusan, itu nanti akan kita bahas juga bagaimana cara dan teknis yang sebenarnya, apakah tetap harus ada uang tebusan ataukah dengan cara lain, yang jelas minggu depan kita akan berkoordinasi dengan pihak KBRI Suriah dan Kemenlu”, Jelasnya.

Di tempat yang sama Kasatreskrim Polres Karawang AKP Arif Bastomy saat di konfirmasi tentang bagaimana tindakan dan langkah – langkah hukum yang akan di lakukan mengatakan, menurutnya bahwa “pihak Kepolisian Polres Karawang saat ini sedang melakukan proses penyidikan dan meminta keterangan kepada beberapa saksi – saksi terkait peristiwa ini, akan tetapi saat ini kami fokus untuk melakukan pendampingan kepada pihak terkait untuk proses pemulangan Dede Asiah tersebut”, terangnya.

Ketika di singgung perihal bagaimana tindakan dan langkah hukum yang akan di tempuh terhadap pihak sponsor dan agency yang beberapa kali tidak hadir dalam pemanggilan, Arif Bastomy menyatakan, “bahwa pihaknya sudah melakukan klarifikasi dan meminta keterangan kepada yang bersangkutan dengan langsung mendatangi ke rumah kediamanya”, pungkasnya.

Sementara itu Fahri SH. selaku kuasa hukum dari pihak Dede Asiah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal karawang yang di duga menjadi korban Human Traficking mengatakan, “kami selaku kuasa hukum dari pihak keluarga Dede Asiah sangat mengapresiasi pihak Pemkab Karawang melalui Polres Karawang dalam melakukan upaya – upaya dan langkah – langkah penegakan hukum terkait pemulangan Dede Asiah ini. Dan juga kami sangat mengapresiasi kepada pihak Disnakertrans Karawang yang terus berusaha melakukan tindakan – tindakan demi kepulangan ibu Dede Asiah ini, yang jelas pihak Kepolisian Polres Karawang dan Disnakertrans Karawang akan terus melakukan pendampingan dan sebagaimana hasil dari rapat kali ini bahwa minggu depan pihak Disnakertrans Karawang akan berkoordinasi dengan pihak KBRI Suriah dan Kemenlu untuk kepulangan ibu Dede Asiah ini”, paparnya.

“Karena pada prinsipnya hal ini pasti akan ada syarat – syaratnya untuk kepulangan ibu Dede Asiah, apa sajakah syarat – syaratnya yang harus di persiapkan, jangan sampai usaha dan upaya kita hari ini menjadi sia – sia nanti, yang pasti kami percaya kepada pihak Kepolisian Polres Karawang dan Disnakertrans Karawang, terima kasih”, tutupnya.

(D’Sukarya/Ltf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *