KARAWANG |Infokeadilan.com – Sebuah insiden kesehatan yang diduga kuat sebagai kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Kecamatan Telagasari. Sebanyak 46 orang yang terdiri dari balita dan ibu menyusui dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan dari Dapur SPPG Telagasari, Talaga Mulya 2, Kamis (16/4/2026).
Para korban mengeluhkan gejala sakit perut dan gangguan buang air besar (BAB) setelah mengonsumsi menu yang disediakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan yang diterima sebagian besar tidak langsung disantap, melainkan dikonsumsi beberapa jam kemudian. Namun demikian, dampak yang dirasakan cukup signifikan.
Berdasarkan informasi tercatat total 46 orang mengalami keluhan. Dari jumlah tersebut, dua orang di antaranya, yakni Giri Maulana dan Zian, harus mendapatkan perawatan intensif. Giri Maulana menjalani perawatan di rumah dengan pemasangan infus, sementara Zian sedang dirawat di klinik setempat. Selain itu, dilaporkan juga ada dua orang yang mendapatkan penanganan medis di klinik Dr. Ida.
Mendapat laporan tersebut, aparat desa bersama unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas langsung turun tangan melakukan pendataan dan pengamanan. Berbagai langkah strategis segera diambil, mulai dari pendataan korban secara rinci, koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pengambilan sampel makanan, hingga pelaporan ke jenjang atasan.
Saat dikonfirmasi, Pembina Desa Cariumulya sekaligus Kader Posyandu yang berada di lokasi menyampaikan situasi terkini.
“Saya masih berada di Desa Cariumulya untuk menyusun laporan lengkap terkait kejadian ini. Situasi saat ini sedang kami pantau dan data sedang kami rapikan.” ujarnya singkat.
Sementara itu, perwakilan dari Puskesmas Telagasari juga membenarkan telah turun ke lokasi.
“Iya pa…ini saya sudah d lokasi,” ujarnya singkat memastikan tim medis sudah berada di lapangan.
Hingga berita ini ditayangkan, meskipun pihak pengelola telah menyatakan kesiapan bertanggung jawab, namun secara formal manajemen pengelola SPPG maupun pihak terkait lainnya belum dapat memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait penyebab pasti kejadian ini.
Masyarakat pun kini menanti hasil uji laboratorium dan penjelasan resmi guna memastikan keamanan program makan bergizi ini ke depannya.
•Tim

