KARAWANG |Infokeadilan.com – Dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi dikabarkan masih marak terjadi di wilayah hukum Polres Karawang, Polda Jawa Barat. Lokasi yang diduga menjadi pusat kegiatan tersebut berada di kawasan keluar pintu tol Kalihurip, Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.
Berdasarkan pantauan langsung awak media Infokeadilan.com pada hari Sabtu, 29 Mei 2026, sekitar pukul 12.42 WIB, di sepanjang jalan menuju pintu tol Kalihurip dari arah Kecamatan Cikampek, terlihat sejumlah kendaraan truk besar yang terparkir di bahu jalan. Dari pengamatan tersebut, didapati indikasi adanya dugaan pengambilan atau penyaluran BBM secara tidak wajar dari kendaraan-kendaraan tersebut.
Setelah menemukan fakta di lapangan, pihak media segera menghubungi jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karawang untuk menyampaikan laporan tersebut. Pada saat itu, pihak kepolisian menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi yang diterima.
Namun, hingga berita ini diturunkan, penindakan tersebut belum juga dilaksanakan, dan bahkan berdasarkan keterangan dari warga sekitar berinisial B menyebutkan bahwa dugaan aktivitas penimbunan BBM subsidi di lokasi tersebut masih terus berlangsung.
“Masih ada sampai sekarang juga itu mah, tapi ga tau pak kalau udah ditutup atau ga mah.” ujarnya singkat.
Penyelidikan awal yang dilakukan awak media juga mengungkap adanya informasi dari kalangan masyarakat yang menyebutkan keterlibatan oknum aparat TNI yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Purwakarta dalam praktik tersebut.
Hal ini memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat, antara lain apakah Polres Karawang selaku pihak yang memiliki kewenangan di wilayah tersebut menemui kendala dalam melakukan penindakan, atau terdapat dugaan kepentingan lain yang melatarbelakangi berlanjutnya peredaran solar subsidi secara tidak teratur tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas yang diduga merupakan penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah hukum Polres Karawang tersebut masih dilaporkan berlangsung dan belum terlihat adanya tindakan tegas yang menghentikan praktik tersebut.
•Agus Sofyan

