KARAWANG |Infokeadilan.com – Gelaran akbar Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda dan penyerahan Mahkota Binokasih yang digelar di kawasan Alun-Alun Karawang pada Sabtu (9/5/2026) malam, menjadi momentum bersejarah yang penuh makna mendalam. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, memberikan pandangan bahwa kehadiran pusaka peninggalan Kerajaan Sunda ini merupakan simbol kuat eratnya hubungan emosional antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah daerah, sekaligus wujud nyata kasih sayang para pemimpin terhadap masyarakatnya.
Menurut H. Endang Sodikin, makna filosofis dari nama “Binokasih” sendiri sangat identik dengan kasih sayang, yang mana nilai inilah yang harus senantiasa diwujudkan dan ditunjukkan oleh para pemimpin kepada rakyat yang dipimpinnya.
“Mahkota Binokasih ini pada hakikatnya adalah simbol kasih sayang. Seluruh kasih sayang itu harus senantiasa kita berikan, tumpahkan, dan kita wujudkan dalam setiap langkah pelayanan dan kebijakan yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat luas,” tegas H. Endang Sodikin saat memberikan keterangannya di lokasi acara.
Ia menambahkan, kegiatan besar ini merupakan gagasan dan inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang bertujuan utama untuk membangun kedekatan batin serta hubungan emosional yang semakin kuat antara pemerintah dengan masyarakat.
Selain itu, kirab ini juga menjadi sarana untuk mempererat ikatan persaudaraan, kerja sama, dan sinergitas yang kokoh antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Tatar Sunda.
Dalam perjalanan panjang kirab lintas daerah yang ditempuh pusaka ini, Kabupaten Karawang tercatat sebagai daerah ketujuh yang disinggahi sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah lainnya.
H. Endang Sodikin juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan masyarakat Karawang, yang rela berdatangan dan memadati kawasan Alun-Alun sejak sore hingga larut malam demi menyambut kedatangan warisan luhur leluhur tersebut.
Lebih jauh disampaikannya, rangkaian kegiatan ini bukan sekadar agenda pelestarian sejarah dan budaya semata. Kehadiran beragam pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan, yang melibatkan perwakilan dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, menjadi bukti nyata betapa kayanya kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jawa Barat.
“Kehadiran seni dan budaya dari berbagai daerah ini menegaskan dua hal penting. Pertama, betapa melimpahnya kekayaan warisan leluhur yang kita miliki. Kedua, bagaimana keberagaman seni dan budaya ini justru menjadi perekat dan bukti nyata kebersamaan yang begitu kuat di antara kita semua sebagai masyarakat Tatar Sunda yang satu,” ungkapnya.
Ia berharap, semangat persatuan, kebersamaan, serta nilai-nilai luhur kasih sayang yang terkandung dalam Mahkota Binokasih ini dapat terus dijaga, dirawat, dan dijadikan pondasi utama yang kokoh dalam membangun Kabupaten Karawang agar semakin maju, berbudaya, sejahtera, dan bermartabat di masa mendatang.
•AS

