Invitasi Olahraga Tradisional Tirtajaya: Alih Tingkatkan Kesehatan, Justru Sejumlah Siswa Diduga Pingsan

KARAWANG |Infokeadilan.com – Penyelenggaraan Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Tirtajaya yang berlangsung di Lapang Bola Medankarya, Senin (12/5/2026), justru menyisakan catatan kelam dan sorotan tajam. Alih-alih menjadi ajang pembinaan fisik, kegiatan ini menuai kritik keras setelah sejumlah siswa peserta dilaporkan mengalami pingsan di tengah rangkaian acara. Insiden ini memicu kekecewaan mendalam dari kalangan pendidik maupun orang tua, yang menilai pihak panitia kurang sigap dan gagal mengantisipasi aspek keselamatan serta kesehatan para peserta didik.

Kojek, selaku Sekretariat DPC GMPI Tirtajaya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa yang dinilai sangat bertolak belakang dengan tujuan utama kegiatan olahraga. Ia menilai penyelenggara kurang peka dalam memerhatikan batas kesiapan fisik anak-anak, padahal kegiatan ini sejatinya bertujuan memelihara kesehatan.

“Seharusnya pihak panitia bekerja sama secara maksimal dengan pihak puskesmas sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini kegiatan olahraga yang identik dengan kesehatan, jadi ketika banyak siswa pingsan, tentu sangat bertolak belakang dengan tujuan kegiatan itu sendiri,” tegas Kojek.

Lebih lanjut ia menegaskan, kehadiran tim kesehatan yang bersiaga penuh sejak awal acara adalah kebutuhan mutlak, bukan sekadar formalitas administrasi atau koordinasi yang hanya tertuang di atas kertas semata. Ia pun menyoroti kelalaian panitia yang diduga tidak melakukan konfirmasi teknis ulang kepada pihak medis sebelum kegiatan dimulai, sehingga keberadaan petugas kesehatan di lokasi tidak terjamin.

Sementara itu, Ketua Korwilcambidik Tirtajaya menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah menjalin komunikasi dengan Puskesmas Tirtajaya terkait dukungan pelayanan kesehatan. Namun, dugaan tidak adanya konfirmasi teknis ulang dari panitia pelaksana pada hari pelaksanaan menjadi titik lemah yang menjadi sorotan utama dalam insiden ini.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pendidikan saat dimintai tanggapan mengaku belum mendapatkan gambaran rinci mengenai kejadian sesungguhnya.

“Ya mungkin masalah kegiatan sudah berkoordinasi dengan sekretariat, tapi saya belum tahu detailnya. Nanti saya coba koordinasi dulu dengan korwil,” ujarnya kepada awak media.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana belum memberikan keterangan maupun klarifikasi resmi terkait insiden yang menimpa para siswa tersebut. Keadaan ini memicu desakan transparansi dari masyarakat, khususnya para orang tua, agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem. Hal ini menjadi syarat mutlak demi menjamin keselamatan peserta jika kegiatan serupa akan digelar kembali di masa mendatang.

 

•Red

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI