KARAWANG |Infokeadilan.com – Nilai luhur berbagi dan rasa syukur atas keberhasilan usaha diwujudkan dalam ibadah kurban yang penuh makna oleh Hj. Ai Ratna Puri. Berkedudukan di Dusun Karajan Remaja, Desa Cikampek Kota, Kabupaten Karawang, ibu rumah tangga yang merupakan istri dari pengusaha ternama H. Haris Budianto ini berasal dari Jogyakarta, Jawa Tengah. Dengan niat yang tulus, ia menyalurkan sebagian hasil keuntungan dari usaha bidang properti yang digeluti keluarganya, untuk mewujudkan niat mulia berkurban sebanyak dua ekor sapi berkualitas tinggi.
Kedua hewan yang dikurbankan tersebut berjenis sapi Limosin, ras yang dikenal memiliki kualitas dan bobot unggul. Salah satunya bahkan memiliki berat mencapai 700 kilogram, menjadi bukti kesungguhan dan ketulusan hati dalam beribadah serta berbagi dengan sesama.
Menurut penuturan Hj. Ai Ratna Puri, langkah mulia ini bukan sekadar pelaksanaan kewajiban agama bagi umat Islam yang memiliki kemampuan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial. Lebih dari itu, pemberian ini dimaknai sebagai wujud rasa syukur, agar keberhasilan dan keuntungan yang diraih dari usaha dapat dirasakan manfaatnya secara luas, tidak hanya dinikmati oleh keluarga, tetapi juga menyebarkan kebaikan hingga ke tengah masyarakat sekitar.
“Saya menyisihkan sebagian rezeki dan memberikan daging kurban ini kepada warga dengan hati yang tulus dan ikhlas, semata-mata niat untuk beribadah dan berbuat baik bagi sesama,” ungkap Hj. Ai Ratna Puri saat ditemui, Rabu (27/05/2026).
Dari kedua hewan kurban yang disiapkan tahun ini, pembagiannya disasarkan menjangkau warga di wilayah sekitar. Salah satunya secara khusus disalurkan bagi warga lingkungan Perumahan Pondok Palem, Kecamatan Cikampek Barat.
Dijelaskannya pula, nilai kebermanfaatan ini merupakan buah dari ketekunan dan perencanaan yang matang. Dana pembelian hewan kurban dikumpulkan secara bertahap dari hasil keuntungan usaha yang disisihkan selama beberapa tahun lamanya. Tradisi mulia ini telah menjadi rutinitas tahunan, di mana setiap momen Hari Raya Idul Adha selalu ditunggu dan dipersiapkan dengan harapan agar niat suci berkurban senantiasa dapat terlaksana dan terpenuhi setiap waktunya.
Menutup perbincangan, Hj. Ai Ratna Puri mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meneladani semangat berbagi ini. Baginya, nilai pemberian tidak diukur dari besar atau kecilnya sesuatu yang disumbangkan, melainkan dari ketulusan hati dan manfaat yang dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan.
“Kepada saudara-saudara sekalian dan seluruh masyarakat, mari kita tanamkan rasa saling berbagi. Apapun yang kita berikan, baik besar maupun kecil, sejauh itu bermanfaat bagi orang lain, pastilah memiliki nilai luhur di sisi Tuhan dan membawa kebaikan bersama,” pesannya dengan penuh kehangatan.
Langkah yang dilakukan Hj. Ai Ratna Puri ini menjadi teladan indah: kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari harta yang terkumpul, melainkan seberapa luas keberkahan dan manfaat yang mampu disebarluaskan bagi lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
•Edi Bahar

