KARAWANG |infokeadilan.com – Akibat kurangnya pengawasan dinas terkait, diduga Pekerjaan Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Kutamukti II Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditentukan. Pasalnya, terlihat dalam pelaksanaan pembangunan pada pemasangan kontruksi baja ringan diduga dikerjakan asal agar dapat cepat selesai.
Pantauan awak media di lokasi pekerjaan tersebut terlihat dari pemasangan dudukan kontruksi batang baja jaringan nampak terlalu jauh jaraknya, hal itu diduga sudah menyimpang dari ukuran pemasangan yang sudah di tentukan. Selain itu, terlihat pula di tengah tengah pemasangan kontruksi bajaringan menggunakan balok kayu, dan tidak menggunakan slup coran sebagai alas kontruksi bajaringan, namun hanya menggunakan kayu, sehingga hal tersebut di sinyalir pihak pelaksana pekerjaan pembangunan tersebut memperirit penggunaan bajaringan demi meraup keuntungan lebih besar.
Diketahui, pada papan informasi tertulis nama pekerjaan Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Kutamukti II dengan masa waktu pengerjaan selama 60 hari kalender, jenis kontrak, dengan besaran biaya sebesra Rp. 155.180.000 dan sebagai pelaksana proyek pembangunan tersebut adalah CV. Brawijaya.
Dikatakan salah seorang pekerja yang tidak menyebutkan namanya, menurutnya bahwa untuk pemasangan baja ringan dirinya mengerjakan sesuai RAB.
“Untuk dudukan baja ringan dalam RAB tidak ada, dan juga tidak menggunakan bajaringan bekas. Kami mengerjakan sesuai dengan apa yang ada di RAB saja,” Jawabnya singkat, Senin (14/10/2024)
“Dan untuk dinding ruang kelas hanya ditambal saja pak, untuk jendela tidak diganti karena tidak ada dalam RAB, menurut keterangan pekerja,” Timpal salah satu pekerja.
Sementara itu salah satu orangtua wali murid SE mengatakan, “saya tidak tahu mengenai RAB nya seperti apa, namun saya juga merasa heran, karena melihat ada sedikit perbedaan mengenai pemasangan kontruksi bajaringan seperti itu. Biasanya, sebelum baja ringan di pasang, terlebih dahulu dibuatkan slup coran untuk dudukan bajaringan tersebut, namun pada pelaksanaan di proyek ruang Kelas di SDN Kutamukti II ini kok beda, tidak di ada slup coran dulu,” Herannya.
“Selain pengerjaan atap ruang kelas yang berbeda, terlihat pada dinding bangunan pun banyak yang sudah retak, tapi hanya ditambal saja, dan kusen jendela yang rusak tidak ada perbaikan.” Pungkasnya.
Sampai berita ini di tayangkan mandor pelaksana dilapangan dan pihak pelaksana belum bisa diminta penjelasannya karena tidak ada di tempat.
•Red

