KARAWANG |Infokeadilan.com – Persoalan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutawaluya yang tengah ramai diperbincangkan melalui berbagai media online dan platform Facebook, mendapatkan tanggapan serius dari pihak Karangtaruna Kecamatan.
Ketua Karangtaruna Kecamatan Kutawaluya, Dopling, angkat suara terkait dengan kondisi yang tengah ramai membuatnya merasa prihatin.
“Kami menyadari bahwa persoalan MBG saat ini banyak menarik perhatian publik dan membuat sebagian masyarakat merasa kecewa karena tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Dopling dalam keterangnya, Kamis (26/2/2026).
“Sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan saya mohon kepada tim SPPG untuk segera melakukan perbaikan terhadap menu makanan yang disajikan, yang sesuai dengan aturan standar gizi dan harapan masyarakat, sehingga program MBG di Kutawaluya bisa menjadikan contoh terbaik bagi daerah lain, bukan sebaliknya.” tandasnya.
Menurutnya, meskipun menu yang disajikan layak di konsumsi, namun kualitas dan variasi yang ada masih belum memenuhi standar gizi sebagaimana yang sudah ditentukan dalam aturannya.
“Menu-menu tersebut bukan tidak layak untuk dimakan, namun hanya sebatas yang pantas-pantas saja. Padahal anak-anak membutuhkan makanan dengan kualitas yang lebih baik untuk mendukung perkembangan fisik dan kecerdasan mereka,” jelas Dopling.
Untuk mengatasi hal ini, Dopling meminta agar pihak terkait segera melakukan tindakan sidak secara menyeluruh ke semua dapur MBG yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kutawaluya.
“Kami meminta kepada pihak terkait dalam hal ini pihak BGN agar dilakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan ketidaksesuaian menu yang disajikan dengan standar dan ketentuan yang telah ditetapkan. Bila ditemukan yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, kami menginginkan agar diberikan sanksi tegas sebagai bentuk pembelajaran agar hal serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa makanan yang baik, berkualitas, dan sesuai dengan standar gizi sangat penting bagi pertumbuhan anak-anak di berbagai jenjang pendidikan.
“Kami berharap program MBG di Kutawaluya ini baik untuk tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, maupun pesantren – dapat memberikan menu yang lebih pantas dan memenuhi standar gizi yang dibutuhkan. Dengan demikian, program ini benar-benar dapat memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak sebagai penerima manfaat,” pungkasnya.
•A.R/Jale

