KARAWANG |Infokeadilan.com – Kabupaten Karawang resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) Serentak. Kegiatan strategis ini diinisiasi langsung oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI.
Acara yang berlangsung di Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, pada Selasa (21/4/2026) ini, merupakan bagian dari upaya nasional yang dilaksanakan secara masif di 10 provinsi utama penghasil padi, 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, serta mencakup 30 kecamatan di lingkungan Kabupaten Karawang.
Dalam sambutannya, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, menekankan bahwa pengendalian hama merupakan faktor penentu utama keberhasilan panen.
“Kita berikhtiar mulai dari persemaian agar panen berhasil dengan baik. Mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan,” ujarnya.
Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri, didampingi secara berkelanjutan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman, menyampaikan capaian gemilang pada tahun 2025. Realisasi produksi padi di Karawang tercatat mencapai 1,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini berhasil melampaui target awal sebesar 1,41 juta ton GKG, atau terdapat kelebihan produksi sebanyak 53 ribu ton (0,39%).
Lebih lanjut, ia menegaskan makna penting dari kegiatan ini.
“Gerdal hari ini bukanlah sekadar seremonial. Ini adalah respons cepat dan upaya nyata kita memutus siklus hidup hama. Kami mohon untuk para petani, kalau tanam padi bisa serentak, kalau dilihat dari hari ini kan masing-masing, jadi kupu-kupu (hama) akan berpindah-pindah apabila tidak serentak,” jelasnya.
Dengan pelaksanaan yang serentak ini, diharapkan ancaman hama dapat ditekan secara maksimal sejak dini, sehingga target swasembada pangan dapat terwujud dengan optimal.
•AS

