Berita  

Ketua DPC LSM LIDIK Karawang Sesalkan Proyek Pekerjaan Peningkatan Jalan Rengasdengklok Sungai Buntu Karawang

KARAWANG | INFOKEADILAN.COM | Menindak lanjuti perihal proyek pekerjaan peningkatan jalan Rengasdengklok – Sungai Buntu Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang yang di kerjakan oleh CV Ciputra Manggala Tunggal dengan Volume P : 378,00 M dan Lebar : 7,00 M, Nomor kontrak 027.2/096/10.2.01.08.2.151/KPA/JLN/PUPR/2022 yang bersumber dari APBD TA 2022 sebesar Rp. 800.331.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan terhitung sejak tanggal 21 Juli 2022 sampai dengan tanggal 17 Nopember 2022 yang hingga saat ini masih belum terselesaikan sepenuhnya mendapat sorotan serius dari Ketua DPC LSM LIDIK Karawang, Senin (6/6/2023)

Pelaksaan pekerjaan proyek peningkatan jalan Rengasdengklok – Sungai Buntu yang di kerjakan oleh CV Ciputra Manggala Tunggal yang sempat mandeg pada saat itu bahkan hingga saat ini masih belum terealisasi dengan baik. Secara teknis jelas hal tersebut merupakan salah satu tanggung jawab pihak terkait yakni Dinas PUPR Karawang bidang jalan.

Namun sangat di sayangkan proyek pekerjaan peningkatan jalan Rengasdengklok – Sungai Buntu Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang yang di menangkan oleh pihak CV Ciputra Manggala Tunggal pada tahun 2022 lalu hingga saat ini di pertengahan tahun 2023 belum terselesaikan sampai tuntas dan yang beberapa puluh persen sudah di kerjakan pun namun hasil kualitasnya tidak memenuhi standar dan seolah ada hal pembiaran tanpa ada tindak lanjut dari pihak dinas terkait dalam hal ini tentunya pihak Dinas PUPR Karawang. Sehingga hal tersebut mendapat sorotan serius dari Suhanta selaku Ketua DPC LSM LIDIK Karawang.

foto : Suhanta Ketua DPC LSM LIDIK Karawang

Saat di konfirmasi oleh awak media perihal bagaimana tindak lanjut proyek pekerjaan peningkatan jalan Rengasdengklok – Sungai Buntu tersebut mengatakan, menurutnya,”proyek pengerjaan peningkatan jalan Rengasdengklok – Sungai Buntu yang di laksanakan pada tahun 2022 melalui lelang dengan menelan biaya anggaran sebesar Rp. 800.331.000,00 terlihat jelas dari volume pengerjaanya kurang, dan di duga kualitasnya pun kurang maksimal sehingga saat ini kondisi jalan tersebut hancur”, terangnya.

Terlepas daripada itu pihaknya juga mempertanyakan terkait realisasi dari pekerjaan peningkatan jalan tersebut yang di duga seolah ada hal pembiaran.

“Kami sebagai lembaga kontrol sosial jelas mempertanyakan tentang kapan di realisasikanya pekerjaan itu, karena jelas itu merupakan salah satu pekerjaan dari APBD TA 2022 yang tertunda, namun hingga saat ini pekerjaan tersebut belum di realisasikan juga”, paparnya.

Lebih lanjut Ketua DPC LSM LIDIK Karawang menegaskan,” terkait dengan adanya hal tersebut maka dari hasil investigasi DPC LSM LIDIK Karawang di lokasi pekerjaan untuk selanjutnya akan melayangkan surat aduan ke BPKP perwakilan Jawa Barat”, pungkasnya.

Sementara itu Chris Priyanto selaku Kepala Bidang jalan dan jembatan Dinas PUPR Karawang saat di konfirmasi awak media melalui pesan Whatsap tidak merespon dan memilih diam.

(D’Sukarya/U.Spryd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *