KARAWANG |infokeadilan.com – Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan TK Islam milik Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda di Dusun Tamiang, RT 012/RW 004, Desa Sindang Mulya, Kecamatan Kutawaluya, kini benar-benar mengkhawatirkan. Bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar bagi sekitar 300 siswa itu nyaris roboh karena rangka kayu penyangganya sudah rapuh dan hanya ditunjang balok seadanya.
Pantauan di lapangan, sejumlah bagian atap terlihat bolong, sementara kayu kuda-kuda sudah lapuk dimakan usia. Beberapa ruang kelas bahkan disangga dengan balok kayu agar tidak ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Salah seorang warga setempat, Arifin, membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut.
“Memang benar di kampung ini hanya ada satu sekolah Islam, yaitu MI dan TK Islam milik Yayasan Nurul Huda. Tapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Plafonnya banyak yang bolong, kayu-kayu kuda-kudanya sudah rapuh, bahkan ada ruang yang ditunjang balok. Saya khawatir ambruk saat anak-anak lagi belajar,” ujar Arifin saat ditemui di kediamannya, Sabtu (25/10/2025).
Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda, Moh Zein Soperi, S.Ag. Ia tidak menampik bahwa kondisi bangunan sekolah sudah dalam tahap mengkhawatirkan dan berisiko membahayakan siswa maupun tenaga pengajar.
“Memang betul, sarana dan prasarana belajar di MI dan TK Islam ini kondisinya sudah banyak yang hancur. Bahkan ada ruang belajar yang ditunjang balok. Saya ngeri kalau sampai ambruk waktu anak-anak sedang belajar,” ungkap Zein saat ditemui di kantor yayasan.
Zein menuturkan, pihak yayasan sudah tiga kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan ke Kementerian Agama melalui Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, namun hingga kini belum juga mendapat respons.
“Kami sudah tiga kali ajukan ke Kementerian Agama lewat Depag Karawang, tapi belum ada tanggapan. Lewat Dewan Provinsi Jawa Barat juga sama, tidak ada respon sampai sekarang. Kami sangat berharap ada perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, untuk membantu perbaikan sarana pendidikan Islam di sini,” pungkas Zein.
Kondisi ini menjadi tamparan bagi pemerintah daerah, di tengah gencarnya program peningkatan mutu pendidikan. Bangunan madrasah yang nyaris ambruk dan di isi ratusan siswa semestinya segera menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak menunggu hingga terjadi hal yang tak di inginkan.
•Her/Red

