Langkah Nyata Tim Kemenangan Ombi Bin Anden, Respons Dugaan Intimidasi Pilkades, Bedah Rumah Lansia di Pasirtanjung

CIKARANG PUSAT, Infokeadilan.com — Beda pilihan politik dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) memicu dugaan aksi intimidasi terhadap warga lanjut usia di Kabupaten Bekasi.

Menyikapi situasi tersebut, Tim Kemenangan Ombi Bin Anden bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan berupa pembongkaran dan pembangunan kembali rumah milik Ibu Anah, seorang warga lansia di Kampung Paparean, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat.

​Dugaan intimidasi ini mengemuka setelah Amung, putra dari Ibu Anah, mengungkapkan adanya tekanan dari pihak yang disinyalir merupakan tim sukses pasangan calon lain.

​Amung membeberkan bukti pesan singkat via WhatsApp yang berbunyi, “Lamun embung dibongkar bayar ka Haji.” Menurutnya, pesan tersebut memicu ketakutan dan tekanan mental bagi keluarganya. Ia menegaskan bahwa perbedaan preferensi politik dalam pesta demokrasi sejatinya tidak boleh mengintimidasi warga, sebab setiap individu memiliki hak konstitusional untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani.

​Merespons kabar penekanan tersebut, Aep selaku ketua relawan bersama jajaran relawan Tim Kemenangan Ombi Bin Anden langsung turun ke lokasi. Tanpa menunda waktu lama, tim dan para relawan secara bergotong royong melakukan pembongkaran pada bagian bangunan yang bermasalah dan memugar kembali rumah Ibu Anah.

​Pengerjaan pemugaran hunian tersebut terus dipacu hingga malam hari guna memastikan Ibu Anah dan keluarganya segera mendapatkan tempat tinggal yang aman, layak, dan nyaman.

​Atas aksi solidaritas cepat tanggap ini, pihak keluarga Ibu Anah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh relawan yang telah mencurahkan waktu, tenaga, serta pikiran mereka.

​“Terima kasih kepada rekan-rekan relawan yang sudah berjuang dan membantu rumah Ibu Anah. Semoga semua kebaikan ini mendapat balasan yang setimpal,” ungkap pihak keluarga, Minggu (13/9/2026)

​Insiden ini menjadi ikhtiar dan pengingat bersama bahwa dinamika demokrasi seyogianya disikapi dengan kedewasaan, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan tanpa harus mengorbankan ketenteraman warga.**

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI