Berita  

Merasa Tak Di Hargai, Tim Pemenangan Caleg Dapil II Dari Partai PDI Perjuangan Akan Laporkan Tindakan Sentimen Oknum Yang Tidak Bertanggungjawab

KARAWANG | INFOKEADILAN.COM | Pesta demokrasi sebentar lagi di mulai dari pemilihan presiden legislatif sampai eksekutif yang menarik simpati masyarakat dan khalayak luas akan kembali di gelar. Namun sangat di sayangkan di era demokrasi ini yang semestinya harus bisa saling menjaga persaudaraan dan kebersamaan dengan azas kekeluargaan antar sesama kandidat seakan ternodai oleh segelintir oknum pendukung yang tidak bertanggung jawab sehingga sampai melakukan langkah yang di anggap sentimen dalam berpolitik.

Hal itu terjadi dan di alami oleh salah satu Calon Legislatif Dapil II H. Yaya Sunarya atau yang akrab di sapa kang Rion, dimana pihaknya mengalami kejadian yang tidak mengenakan, yakni bahwa spanduk dan bendera partai PDI Perjuangan ada yang menurunkan bahkan di duga hilang di tiga wilayah salah satunya di wilayah desa Mekarjaya Kecamatan Rawamerta, Rabu (6/12/2023)

Dedi salah satu team sukses H. Yaya atau yang biasa akrab di sapa Kang Rion kepada media ini membeberkan kronologis sabotase yang di lakukan oleh pihak-pihak  yang tidak bertanggung jawab.

Dikatakannya, kejadian tersebut kemarin pada malam tanggal 5 Desember 2023 sekitar pukul 11 : 30 WIB, pihaknya menerima laporan dari pihak (D) bahwasannya spanduk H. Yaya dan bendera partai PDI Perjuangan ada yang menurunkan dan di duga hilang.

“Kejadiannya sekitar pukul setengah dua belas kemaren malam. Saya menerima laporan dari pihak (D) bahwa spanduk dan bendera PDI Perjuangan H. Yaya ada yang menurunkan atau di sabotase.

Dengan adanya kejadian tersebut secara pribadi kami selaku team pemenangan H. Yaya Sunarya tidak terima dan akan melaporkan kejadian ini.” Ucapnya.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan bahwa, “Sebenarnya kejadian ini bukan pertama kali saja, dulu pada awal-awal kita gak permasalahkan, tapi untuk kali ini sudah tidak dapat di tolerir lagi. Saya dan kawan-kawan yang lain sepakat akan mengadukan permasalahan ini ke pihak hukum dan pihak Panwas Kecamatan, karena ini di nilai sudah menciderai makna demokrasi yang sudah berjalan sekitar 24 tahun dan saya meyakini di sini ada unsur sentimentil politik pada dukungan kami yaitu H. Yaya.” Tandasnya

“Kalau merasa tidak senang dengan beliau kenapa harus spanduknya, kalau punya nyali datang saja langsung kerumahnya, datang dengan baik-baik, jangan spanduk dan baliho yang jadi sasaran.” Tegasnya dengan nada kesal.

Sementara itu di tempat terpisah salah satu Pemdes desa Mekarjaya Kecamatan Rawamerta inisial AE saat di hubungi via WhatsApp oleh awak media guna mempertanyakan perihal kebenaran ada atau tidaknya tindakan sabotase yang di alami oleh salah satu calon dewan dari partai PDI perjuangan tersebut yang di duga spanduk serta bendera nya di curi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab mengatakan,

“Saya tidak mengetahuinya, kalaupun itu benar adanya kenapa pada saat itu tidak di tegur, itukan tidak boleh.” Ujarnya.

“Selain itu menurut AE ini kan masih dalam masa kampanye. Sebagai pihak Pemdes saya selalu terbuka ko, dan gak masalah dengan siapapun itu partainya, toh masyarakat di era jaman sekarang sudah pandai menilai untuk memilih mana yang terbaik bagi mereka.

Misalnya benar itu adanya silahkan laporkan kejadian ini ke pihak Panwas Kecamatan atau ke pihak aparatur penegak hukum untuk menindak lanjuti hal tersebut.” Pungkasnya

“Saya berharap semoga hal ini tidak berlarut, alangkah lebih baiknya jika permasalahan ini di selesaikan dengan kekeluargaan, karena walau bagaimanapun kita semua saudara guna menjalankan aturan Pemilu yang damai sebagaimana yang sudah di beritahukan oleh pemerintah.” Tutupnya

 

(D’Soekarya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *