KARAWANG, Infokeadilan.com – Momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Karawang diwarnai dengan komitmen menciptakan kontestasi politik yang sejuk. Calon Kepala Desa Cikampek Timur nomor urut 5, Bina Sandra Noviana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan merawat keharmonisan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.
Seruan kedamaian tersebut disampaikan Bina usai menghadiri Upacara Hari Sumpah Pemuda yang dirangkaikan dengan Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026 di Plaza Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Rabu (28/10/2026).
Dalam keterangannya, Bina menekankan pentingnya kesadaran dan kedewasaan politik masyarakat. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi demokrasi adalah hal yang lumrah dan harus disikapi secara bijak tanpa merusak tali silaturahmi maupun keharmonisan sosial yang telah terjalin.
“Walaupun kita beda pilihan, saya berharap kepada seluruh masyarakat Desa Cikampek Timur kita tetap bersama-sama. Kita berpolitik sehat, kita berdemokrasi dengan baik, sehingga kita menjadi warga negara yang baik juga,” ujar Bina.
Selain menyerukan iklim politik yang sejuk, Bina secara khusus mengimbau warga agar cerdas dan kritis dalam memilah informasi selama proses Pilkades berlangsung. Ia menilai, maraknya berita bohong (hoaks), fitnah, serta narasi adu domba berpotensi merusak kondusivitas lingkungan.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk selalu mengedepankan verifikasi dan menyaring setiap informasi sebelum dipercayai atau disebarluaskan.
“Jangan sampai ada yang terprovokasi dengan berita-berita hoaks. Itu perlu kita saring terlebih dahulu kebenarannya,” tegasnya.
Bina berharap komunikasi yang baik antarwarga dapat terus terjalin. Baginya, indikator keberhasilan Pilkades tidak hanya diukur dari lancarnya proses pemungutan suara, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu menjaga stabilitas, keamanan, dan tali persaudaraan sepanjang pesta demokrasi berlangsung.
Menanggapi substansi deklarasi damai, Bina menegaskan bahwa kesiapan mental menerima hasil akhir merupakan perwujudan nyata dari jiwa kepemimpinan. Kontestasi politik, lanjutnya, selalu membawa konsekuensi dua sisi yaitu kemenangan atau kekalahan.
Sebab itu, seluruh kandidat beserta para pendukungnya diharapkan dapat menyikapi hasil pemungutan suara dengan lapang dada dan menjunjung tinggi kesepakatan yang ada.
“Yang namanya pertarungan atau pertandingan, ada menang dan ada kalah. Jadi, harus siap menang dan harus siap kalah juga,” ungkapnya.
Bina meyakini, kebesaran jiwa para calon kepala desa dalam meredam potensi ketegangan di tingkat akar rumput menjadi kunci utama terciptanya Pilkades yang aman, tertib, dan bermartabat.
Di samping itu, Bina meyakini bahwa kelima calon Kepala Desa Cikampek Timur yang bertarung memiliki niat mulia yang sama, yaitu membawa kemajuan bagi desa. Perbedaan visi dan strategi hendaknya dilandasi oleh semangat pengabdian kepada warga, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Saya yakin dari kelima calon ini kita sama-sama punya tujuan yang baik, yaitu tujuan untuk memajukan desa kita, Desa Cikampek Timur,” katanya.
Pernyataan ini menggarisbawahi pesan bahwa dinamika Pilkades tidak boleh memecah belah warga. Siapa pun yang nantinya menerima amanah rakyat diharapkan mampu memimpin secara inklusif demi kemaslahatan bersama.
Mengakhiri keterangannya, Bina mengungkapkan bahwa langkahnya maju dalam bursa Pilkades didasari oleh niat tulus untuk mengabdi dan membawa manfaat nyata bagi warga Cikampek Timur.
“Harapan saya, mudah-mudahan ke depan saya bisa mengemban tugas dengan baik, karena memang sebelumnya saya punya niat yang baik juga untuk pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Pesan yang digaungkan Bina dalam momentum Sumpah Pemuda dan Deklarasi Damai ini menjadi pengingat berharga: Pilkades bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan, melainkan ikhtiar kebersamaan untuk membangun desa. Berbeda pilihan adalah hak, namun menjaga persaudaraan dan keutuhan warga Cikampek Timur tetap menjadi prioritas utama.
•Edi Bahar

