KARAWANG |infokeadilan.com – Dugaan Manipulasi data penyaluran bantuan PKH dan BPNT oleh oknum PSM Desa Medangasem Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang timbulkan pertanyaan publik.
Pasalnya, dari data jadwal penyaluran Bansos Sembako dan PKH TW1 2025 di Desa Medangasem Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang tersebut di ketahui sebanyak 874 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), akan tetapi realisasi yang di temukan awak media di lapangan justru jauh berbeda dengan data yang tercantum.
Menanggapi adanya hal tersebut, Dede Jalaludin salah satu tokoh pemuda Jayakerta angkat suara. Menurutnya, ia merasa kecewa dengan kinerja oknum PSM yang diduga tidak profesional.
“Dugaan perihal manipulasi data Penyaluran bantuan PKH Dan BPNT tersebut dirasa memang agak ganjil dari informasi yang di dalat di lapangan. Dan terkait hal itu bahkan ada seorang aparat desa Medangasem juga ngomong ke saya, bahwa penyaluran bantuan PKH Dan BPNT itu ada 600 KPM, sedangkan dari data yang saya terima penerima bantuan tersebut sebanyak 874 KPM, nah ini jelas ganjil dan menjadi pertanyaan Publik dong.” Ungkap kang Dede sapaan akrabnya kepada awak media, Rabu (26/2/2025)
Lebih lanjut kang Dede juga memaparkan tentang beredarnya sebuah postingan vidio yang beredar terkait pembagian bansos BPNT dan PKH yang tidak hadiri pihak PT Pos Indonesia di wilayah Desa Ciptamarga.
“Selain itu juga bahkan ada video yang beredar di Desa Ciptamarga. Di vidio tersebut memperlihatkan saat pembagian bansos yang tidak di hadiri pihak PT Pos Indonesia, dan ini jelas menjadi pertanyaan besar, ada apa dan kenapa, bisa tidak ada perwakilan dari kantor Pos tersebut.” Tandasnya dengan nada heran.
“Saya sangat kecewa dengan kinerja oknum PSM tersebut, seharusnya mereka bisa bekerja secara profesional. Transparansi itu wajib, karena ini uang negara, jadi publik harus tau.” Tegasnya.
Hingga berita ini di tayangkan belum ada pihak yang dapat di minta penjelasannya termasuk oknum PSM Desa Medangasem saat dikonfirmasi tidak menjawab dan lebih memilih diam.
•Red

