Berita  

Nah Loh Retak ! Diduga Akibat Lemahnya Pengawasan, Proyek Pembangunan Jaling Di Desa Cipayung Belum Lama Selesai Dipertanyakan

BEKASI | INFOKEADILAN.COM | Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui dinas terkait saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah yang ada di Kabupaten Bekasi, Minggu (19/11/2023)

Seperti di ketahui pada pembangunan Jalan Lingkungan (Jaling) yang berlokasi di Kampung Bendungan RT 02/06 tepatnya di Gang Onay Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi yang di kerjakan oleh CV Prabu Tanu yang belum lama selesai di kerjakan di duga tidak sesuai spesifikasi dan terindikasi ada kecurangan yaitu dengan mengurangi volume, pasalnya terlihat jelas dari hasil pekerjaan pembangunan Jaling tersebut sudah mengalami keretakan, bahkan cenderung patah sehingga hal tersebut menimbulkan pertanyaan publik.

Banyaknya kegiatan proyek milik Pemerintah kabupaten Bekasi yang di duga minim pengawasan dan terkesan amburadul yang dikerjakan oleh pihak pemenang tender di duga banyak yang asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi sebagaimana yang tertuang di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yaitu tentang perhitungan banyaknya biaya yang dibutuhkan, baik upah maupun bahan dalam sebuah pekerjaan proyek konstruksi.

Terkait dengan hal tersebut, di duga akibat lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, proyek pembangunan Jaling di Gang Onay Desa Cipayung Cikarang Timur tersebut di sinyalir berkualitas buruk dan dapat berpotensi merugikan keuangan daerah akibat ulah para oknum kontraktor.

Foto : Pembangunan Jaling yang terlihat retak

Seperti yang dikatakan oleh salah satu warga sekitar, A menjelaskan perihal buruknya kualitas pekerjaan tersebut, yang di duga lantaran adanya pengurangan volume pekerjaan yang berdampak pada kualitas hasil pekerjaan.

Menurutnya, selain mengurangi ketebalan beton, pada pembangunan Jaling tersebut juga terindikasi ada pengurangan terhadap Lapisan Pondasi Atas (LPA) agregat kelas A, namun digunakan Agregat kasar seperti makadam, dan dapat diprediksi volumenya pun dikurangi.” Ungkapnya

Di tempat terpisah R yang merupakan salah satu anggota BPD Cipayung ketika di konfirmasi awak media mengatakan, saya akan minta Kepala Desa agar mengirimkan surat ke dinas Perkimtan sebagai bentuk teguran, tujuanya agar kegiatan tersebut dapat segera di perbaiki, karena menurut saya ini gagal kontruksi, sehingga mengakibatkan timbulnya retak dan ngebul parah, selain itu saya juga akan meminta agar kegiatan tersebut bisa di potong pada saat pencairan.” Pungkasnya.

Sementara itu Konsultan atau pihak kontraktor selaku pemenang tender serta pengawas kegiatan saat di konfirmasi oleh awak media via seluler tidak ada tanggapan, dan seakan-akan tutup mata.

 

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *