Beranda blog Halaman 110

Gebyar Paten Karawang Barat, Layanan Publik Lebih Didekatkan, UMKM Didukung

KARAWANG |infokeadilan.com – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu (Paten) yang digelar di Kecamatan Karawang Barat pada Kamis (6/11/2025). Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Wabup Maslani menyampaikan bahwa Gebyar Paten adalah program jemput bola rutin dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Tujuannya adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan aksesibilitas pelayanan bagi masyarakat. Camat memiliki tanggung jawab untuk memastikan semua pelayanan di kecamatan berjalan setiap hari,” tegasnya.

Maslani menambahkan, kegiatan yang disinergikan dengan rapat minggon kecamatan ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, khususnya bagi warga Kecamatan Karawang Barat.

“Kami berharap pelayanan ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kecamatan Karawang Barat memiliki potensi besar yang dapat dikolaborasikan untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Selain layanan administrasi, Gebyar Paten juga menghadirkan stan UMKM dari berbagai kelurahan di Karawang Barat. Hal ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami menyediakan dan melayani semua kebutuhan masyarakat. Saya sangat mengapresiasi UMKM unggulan dari kelurahan-kelurahan. Ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutupnya.

 

•Her/U.S.

Dugaan Korupsi Proyek SDA Karawang: Asep Agustian Desak APH Investigasi

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Pengamat kebijakan pemerintahan, Asep Agustian, kembali menyoroti implementasi konsep ‘Pentahelix’ di Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang.

Asep Agustian mengkritik proyek pembangunan drainase di Jalan Puri Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, yang menelan anggaran APBD Karawang sekitar Rp1,4 miliar dan dikerjakan oleh CV Trisula Wijaya. Menurutnya, ada indikasi kuat bahwa proyek ini dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK). Diduga, pengerjaan tetap dilanjutkan meskipun lokasi proyek masih tergenang air.

“Coba tanyakan kepada Kepala Bidang (Kabid) yang bertanggung jawab atas Pentahelix, karena dialah yang pertama kali menggembar-gemborkan konsep ini. Ironisnya, yang bersangkutan mengklaim di media bahwa Bidang SDA di bawah kepemimpinannya bersih. Namun, ‘bersih’ di sini bisa jadi bermakna lain,” ujar Askun, sapaan akrabnya, dengan nada sindiran, Kamis (6/11/2025).

“Pada akhirnya, klaim tersebut bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri,” tambahnya.

Askun menekankan bahwa sebaiknya penilaian ‘bersih’ itu datang dari pihak lain, bukan dari pernyataan sendiri.

“Jika memang merasa bersih, biarkan orang lain yang menilai. Faktanya, proyek drainase di Puri dikerjakan saat banjir, dan keberadaan material pasir di lokasi proyek juga dipertanyakan,” ungkapnya.

Selain itu, Askun juga menyoroti proyek sabuk pantai yang berjalan lambat dan terindikasi tidak akan selesai pada akhir tahun 2025, dengan anggaran hampir mencapai Rp1 miliar. Ia mempertanyakan relevansi konsep pentahelix dalam proyek-proyek tersebut.

“Dulu, ketika ditanya soal lingkaran setan, dijawab dengan pentahelix. Sekarang, di mana unsur-unsur pentahelix itu? Saya akan terus mengkritisi klaim bersih dan implementasi pentahelix ini, meskipun yang bersangkutan merasa lebih pintar dan hebat,” tegas Askun, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Peradi Karawang.

Dengan adanya dugaan masalah dalam proyek sabuk pantai dan proyek drainase di pusat kota, Askun meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana konsep pentahelix diimplementasikan di lapangan, serta menguji klaim ‘bersih’ dari Kabid yang bersangkutan, meskipun yang bersangkutan memiliki latar belakang pendidikan tinggi dari luar negeri.

“APH harus mengungkap kebenaran dalam proyek-proyek ini. Jika ada penyimpangan, harus diungkap di mana letak penyimpangannya. Jika proyek itu benar, harus dijelaskan di mana letak kebenarannya. Jika APH tidak melakukan penyelidikan, patut dipertanyakan ada hubungan apa antara APH dengan Kabid Pentahelix. Kabid Pentahelix harus mempertanggungjawabkan ucapannya. Saya tidak akan diam, dan akan terus mencari informasi sampai ke manapun,” pungkasnya.

 

•A.Sofyan/U.S

SMAN 5 Karawang Gelar Acara Pisah Sambut Kepala Sekolah Dari Atang Suardi S.Pd Kepada Dr. Epul Saepul

0

KARAWANG |infokeadilan.com – SMAN 5 Karawang menggelar acara pisah sambut Kepala Sekolah SMAN 5 Karawang dari Plt Atang Suardi S.Pd., kepada  Dr. Epul Saepul, S.Pd., M.Pd. Acara berlangsung meriah di aula sekolah dan dihadiri oleh jajaran pengawas KCD Wilayah IV Jawa Barat, para guru, staf, dab dewan guru, komite sekolah dan para siswa, Kamis (6/11/2025).

Dalam sambutannya, Dr. Epul Saepul menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin SMAN 5 Karawang. Beliau juga mengapresiasi atas dedikasi Bapak Atang Suardi selama menjabat sebagai Plt Kepala Sekolah. Dr. Epul Saepul juga mengungkapkan visinya untuk menjadikan SMAN 5 Karawang sebagai sekolah unggulan yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya sangat bangga dan terharu bisa menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 5 Karawang. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Atang Suardi atas segala kontribusinya selama ini. Saya berharap, dengan dukungan dari seluruh warga sekolah, kita bisa bersama-sama mewujudkan SMAN 5 Karawang yang lebih baik,” ujar Dr. Epul Saepul.

Dr. Epul Saepul juga menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi para siswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat dan berakhlak mulia.

“Saya ingin SMAN 5 Karawang menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh siswa untuk belajar dan mengembangkan diri. Kita harus menciptakan lingkungan yang positif dan suportif, sehingga siswa dapat meraih potensi terbaiknya,” tambahnya.

Selain itu, Dr. Epul Saepul juga mengajak seluruh warga sekolah untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia berharap, SMAN 5 Karawang dapat menjadi pelopor dalam penerapan teknologi dan metode pembelajaran yang modern.

Sementara itu Atang Suardi, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Dr. Epul Saepul atas penugasannya sebagai Kepala SMAN 5 Karawang.

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga sekolah atas dukungan dan kerjasamanya selama menjabat sebagai Plt Kepala Sekolah.

Acara pisah sambut ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penampilan seni dari siswa, pemberian cenderamata kepada Bapak Atang Suardi, serta ramah tamah. Suasana keakraban dan semangat kebersamaan sangat terasa dalam acara tersebut.

Dengan hadirnya Dr. Epul Saepul sebagai kepala sekolah yang baru, diharapkan SMAN 5 Karawang dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Karawang.

Pesan dan Kesan

Dikesempatan yang sama, salah seorang murid perwakilan siswa, menyampaikan pesan dan kesan atas kehadiran kepala sekolah baru dan juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Atang Suardi.

“Kami sangat senang dan bersemangat menyambut Bapak Dr. Epul Saepul sebagai kepala sekolah kami. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Atang Suardi atas bimbingan dan dedikasinya selama ini. Kami berharap, Bapak Dr. Epul Saepul dapat membawa SMAN 5 Karawang menjadi sekolah yang lebih maju dan berprestasi,” ujarnya.

•Her/Red

Camat Karawang Barat Monitoring Posyandu Cempaka 11 dan 12, Tekankan Pentingnya Kesehatan Ibu dan Anak

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Camat Karawang Barat, Agus Somantri, bersama istri melakukan monitoring ke Posyandu di Kampung Iplik Cempaka 11 dan 12, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak berjalan dengan baik dan optimal, Rabu (5/11/2025)

Dalam kegiatan monitoring ini, hadir pula Lurah Mekarjati Ekky Gilang Pamungkas, Ketua LPM K. Karsum, perwakilan Puskesos Mekarjati, para Ketua RT dan RW, kader posyandu, serta bidan pembantu Kelurahan Mekarjati.

Agus Somantri menyampaikan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan di Kecamatan Karawang Barat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras para kader posyandu dan bidan yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Posyandu adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus Somantri juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung program-program kesehatan yang ada di posyandu.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengikuti kegiatan posyandu dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, kita dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Karawang Barat,” tambahnya.

Istri Camat Karawang Barat juga turut memberikan semangat kepada para kader posyandu dan ibu-ibu yang hadir.

“Semoga dengan adanya posyandu ini, kesehatan ibu dan anak di wilayah kita semakin meningkat. Mari kita jaga kesehatan diri dan keluarga kita,” ujarnya.

Lurah Mekarjati Ekky Gilang Pamungkas juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Camat Karawang Barat beserta istri terhadap kegiatan posyandu di wilayahnya.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan posyandu agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” Paparnya.

Kegiatan monitoring ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas posyandu dan pemberian motivasi kepada para kader posyandu.

 

•Ko

BPBD Karawang Imbau Masyarakat Waspada Potensi Bahaya Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mengimbau seluruh masyarakat Karawang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya angin kencang dan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda wilayah Karawang dalam beberapa waktu ke depan.

Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriyatna, menyampaikan bahwa imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko dampak buruk akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Karawang untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh angin kencang dan cuaca ekstrem. Beberapa potensi bahaya yang perlu diwaspadai antara lain pohon tumbang (terutama yang rimbun dan tua), papan reklame dan tiang yang tidak kokoh, bangunan non-permanen di kawasan pantai yang mudah roboh diterpa angin, serta gesekan antar kapal yang bersandar terlalu rapat di pelabuhan,” jelas Usep Supriyatna, Rabu (5/11/2025).

Langkah Antisipasi yang Dianjurkan:

Usep juga memberikan beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi cuaca ekstrem:

1. Hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat cuaca berangin.

2. Perkuat bangunan sementara atau non-permanen di area pantai.

3. Atur jarak sandar kapal dengan aman untuk menghindari kerusakan akibat saling bergesekan.

4. Ikuti informasi terkini dari BMKG terkait tinggi gelombang dan prakiraan cuaca laut.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini dari BMKG terkait perkembangan cuaca dan segera mengambil tindakan yang diperlukan jika terjadi kondisi darurat. Jangan ragu untuk menghubungi BPBD Kabupaten Karawang jika membutuhkan bantuan,” terangnya.

Kesiapan BPBD Karawang:

“Untuk peralatan kebencanaan dan bantuan logistik sudah kami siapkan. Mudah-mudahan tidak ada bencana di Kabupaten Karawang…Amiin,” harapnya.

“Kalaupun ada bencana, mudah-mudahan bisa diminimalisir kerugian akibat bencana dengan mitigasi, kontingensi, peningkatan kapasitas SDM, dan sumber daya lainnya secara pentahelik dalam penanggulangan bencana,” pungkasnya.

Pencegahan dan Kesiapsiagaan:

Sebelum terjadi bencana, Usep berpesan agar dilakukan pencegahan dan kesiapsiagaan untuk mengurangi potensi bencana, misalnya:

1. Normalisasi saluran air dari sampah dan pendangkalan.

2. Jaga dan pertahankan daerah resapan air, terutama di daerah hulu, DAS.

3. Kurangi pembangunan yang kedap air, sesuaikan dengan tata ruang.

4. Reboisasi dan reklamasi daerah yang diduga mengalami penurunan kualitas lingkungan hidup untuk menambah resapan dan cadangan air.

BPBD Kabupaten Karawang akan terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat Karawang.

•Her

Polres Karawang Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Menghadapi Masa Pancaroba

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Polres Karawang bersama unsur Pemda, TNI, BPBD, dan instansi terkait menggelar apel kesiapan tanggap bencana dalam menghadapi masa pancaroba. Apel dilaksanakan di Lapangan Mapolres Karawang, Rabu (5/11/2025).

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud komitmen bersama untuk melindungi masyarakat dari potensi bencana.

“Melalui apel ini, kita memastikan bahwa personel, peralatan, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap. Dengan demikian, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, kita dapat bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Kapolres.

Beliau juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di masa pancaroba yang berpotensi memicu banjir dan longsor. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dari sumber terpercaya dan mengikuti arahan dari petugas terkait.

“Perkuat koordinasi, pastikan informasi dan peringatan dini tersampaikan cepat dan tepat. Tingkatkan kemampuan personel serta berikan edukasi kepada masyarakat agar mereka siap menghadapi bencana,” tambahnya.

Apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah proaktif Polres Karawang dan instansi terkait dalam mengantisipasi dampak buruk dari perubahan cuaca ekstrem. Diharapkan, dengan kesiapan yang matang, risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

•Red

H. Asep Dana ASDAN Maju Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Cikampek Utara dengan Visi Jujur, Adil dan Bijaksana

0

KARAWANG |infokeadilan.com – H. Asep Dana, yang dikenal dengan sebutan ASDAN, secara resmi mengumumkan pencalonannya sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) untuk Desa Cikampek Utara Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang. Dengan mengusung slogan “Jujur, Adil & Bijaksana,” H. Asep Dana siap membawa perubahan positif dan kemajuan bagi desa.

Dalam pernyataannya, H. Asep Dana menyampaikan visi dan misinya untuk Desa Cikampek Utara:

Visi:
“Mewujudkan Desa Cikampek Utara yang maju, mandiri, dan sejahtera, dengan tata kelola pemerintahan yang jujur, adil, dan bijaksana.”

Misi:

1. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik:
– “Saya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di segala bidang, mulai dari administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur. Pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan akan menjadi prioritas utama.”

2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat:
– “Saya akan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, dan pengembangan potensi lokal. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dan sejahtera.”

3. Pengembangan Infrastruktur Desa:
– “Saya akan fokus pada pengembangan infrastruktur desa, seperti perbaikan jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya. Infrastruktur yang memadai akan mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.”

4. Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan:
– “Saya akan berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan melalui peningkatan sarana dan prasarana, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kesehatan. Generasi muda yang cerdas dan sehat adalah investasi masa depan desa.”

5. Pelestarian Lingkungan Hidup:
– “Saya akan menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui program penghijauan, pengelolaan sampah yang baik, dan pelestarian sumber daya alam. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.”

6. Penguatan Nilai-Nilai Agama dan Budaya:
– “Saya akan memperkuat nilai-nilai agama dan budaya sebagai landasan moral dan spiritual masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat hidup harmonis, toleran, dan saling menghormati.”

H. Asep Dana menambahkan, “Saya berharap dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Cikampek Utara untuk mewujudkan visi dan misi ini. Bersama, kita bisa membangun desa yang lebih baik, maju, dan sejahtera.”

Dengan pengalaman dan komitmen yang kuat, H. Asep Dana (ASDAN) siap memimpin Desa Cikampek Utara menuju perubahan yang lebih baik.

•Edi

Fasilitas SDN Citarik II Memprihatinkan, Penggunaan Dana BOS Dipertanyakan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Kondisi fasilitas SDN Citarik II di Kampung Babakan Cikampek, Desa Citarik, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, dinilai kurang memadai. Keluhan utama meliputi pagar sekolah yang masih terbuat dari bambu dan halaman sekolah yang belum diperbaiki dengan emplasemen. Ironisnya, kondisi ini seolah dibiarkan tanpa perawatan yang memadai, padahal sekolah tersebut berada tepat di pinggir jalan umum yang ramai.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang telah diterima sekolah dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah fasilitas sekolah terkesan dibiarkan tanpa perawatan dan pemeliharaan.

“Fasilitas ruang kelas maha terlihat cukup memadai untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, sangat disayangkan melihat kondisi pagar bambu yang sudah lama digunakan dan ini dirasa berpotensi membahayakan siswa. Halaman yang belum di-emplasemen juga membuat lingkungan belajar kurang nyaman,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan bahwa keluhan tersebut bukan tanpa dasar. Beberapa bagian atap plafon dan pagar sekolah terlihat belum mengalami perubahan signifikan. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa perbaikan dan pemeliharaan fasilitas sekolah kurang menjadi prioritas.

“Kami berharap pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, segera turun tangan untuk mengevaluasi penggunaan dana BOS di SDN Citarik II. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar.” Ujarnya seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

“Kemudian apakah hal itu sudah di ajukan untuk dibangun ke dinas terkait atau tidak ?.” tambahnya, Selasa (4/11/2025).

Menyikapi hal tersebut, awak media mencoba menggali informasi dengan menanyakan langsung kepada Yanto selaku Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang untuk mendapatkan keterangan dan penjelasan lebih akurat mengenai alokasi dana bantuan yang disalurkan ke sekolah tersebut. Awak media juga meminta agar pihak terkait dapat turun langsung ke SDN Citarik II.

“Waalaikum salam. Insyaallah, saya atau tim nanti ke lokasi,” jawabnya singkat.

Sampai berita ini ditayangkan pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan ini. Awak media masih berupaya mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari kepala sekolah dan pihak terkait lainnya.

•Red

Peresmian Masjid Nurul Iman di Citarik Dihadiri Donatur Asal Riyadh

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Suasana syukur meliputi Dusun Babakan Citarik, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, seiring dengan peresmian Masjid Nurul Iman yang megah dan modern. Acara peresmian ini dihadiri oleh donatur asal Timur Tengah, Kepala Desa Citarik, aparat desa, tokoh masyarakat, Ketua MUI Kecamatan Tirtamulya, tokoh agama, serta jamaah masjid. Peresmian berlangsung pada hari Selasa, (4/11/2025).

Peresmian masjid ini dilakukan langsung oleh donatur asal Timur Tengah, Hamad Salem (Abu Saud). Prosesi peresmian dilakukan secara simbolis dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Melalui juru bahasanya, Angga Andriawan, Hamad Salem menyampaikan bahwa peresmian Masjid Nurul Iman di Babakan Citarik berjalan lancar dan disaksikan oleh ratusan masyarakat yang antusias. Pembangunan masjid ini memakan waktu sekitar 7-8 bulan dan didanai oleh Hamad Salem secara pribadi, tanpa melibatkan yayasan atau partai politik.

“Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari kegiatan sosial yang rutin kami lakukan. Selain di Citarik, kami juga telah membangun beberapa masjid di wilayah Cikampek dan sekitarnya, seperti di Jomin dan Dawuan Timur,” ujar Angga Andriawan.

Hamad Salem juga rutin membagikan sembako dan memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa setiap bulan Ramadhan, serta membangun rumah anak yatim dan madrasah.

Hamad Salem berharap, kegiatan ini dapat menjadi amal baik bagi semua pihak, khususnya bagi masyarakat Citarik.

Kepala Desa Citarik menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah SWT atas bantuan yang diberikan oleh Hamad Salem dalam pembangunan Masjid Nurul Iman. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergitas dan kebersamaan seluruh pihak yang terlibat, serta memohon maaf apabila ada kekurangan dalam penerimaan dan jamuan kepada donatur beserta rombongan.

 

•Edi

Pentahelix Cuma Mimpi : Proyek Sabuk Pantai Karawang Jadi Bukti, Askun Minta Kabid SDA Dicopot

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Konsep pentahelix yang digaungkan Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Aries Purwanto, terkait kolaborasi antara pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, dan media, kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, sejumlah proyek di Dinas PUPR Karawang, khususnya di Bidang SDA, dinilai berkualitas rendah dan tidak sesuai kerangka acuan kerja.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan sabuk pantai atau penahan abrasi di Muara Pakisjaya, Kecamatan Pakisjaya. Proyek yang dimulai sejak September 2025 ini diduga mengalami keterlambatan signifikan.

Asep Agustian, pengamat kebijakan pemerintah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap konsep pentahelix yang dianggap hanya bagus di atas kertas. “Inilah produk pentahelix, produk mimpi. Dia (Aries) yang membangga-banggakan pentahelix, proyek itu dia yang memilih. Ini sama saja dengan berangan-angan bahwa di Karawang ada pentahelix, tetapi nyatanya menempatkan perusahaan atau pelaksana yang tidak baik,” ujar Askun, sapaan akrabnya, Rabu (5/11/2025).

Askun menyoroti latar belakang Aries sebagai akademisi yang dinilai kurang kelimpungan dalam menangani hal-hal teknis. “Anda itu akademisi, bukan teknisi. Ini (proyek) sudah masuk ke teknis. Dengan waktu tersisa dua bulan lagi, jika proyek itu bisa selesai sama saja dengan Sangkuriang, jangan bermimpi,” tegasnya.

Ia juga menyindir Aries sebagai “Kabid Pentahelix” dan meminta agar Aries bisa mewujudkan mimpinya menyelesaikan proyek sabuk pantai dalam waktu dua bulan. “Aries ini sudah tidak layak dan tidak pantas lagi untuk duduk sebagai Kabid SDA. Maka saya minta kepada Bupati Karawang untuk lepaskan dia, mutasikan dia untuk tidak lagi di Bidang SDA,” pungkasnya.

Proyek sabuk pantai Pakisjaya dikerjakan oleh CV Mazel Arnawama Indonesia (MAI) dengan nilai kontrak sebesar Rp903.480.500 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025.

Sebelumnya, Aries Purwanto membenarkan adanya keterlambatan dalam pelaksanaan proyek tersebut. “Kami sudah memanggil pelaksananya. Memang ada kelambanan karena kendala dari supplier material,” ujarnya.

Pihaknya telah memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada kontraktor. Jika dalam waktu satu pekan ke depan progres fisik proyek masih di bawah 10 persen, maka kontrak dengan CV MAI akan segera diputus. “Kita pantau dalam satu pekan ke depan. Kalau memang masih di minus 10 persen, kemungkinan besar akan kita putus kontraknya,” tegas Aries.

 

•Red/A.Sofyan