Beranda blog Halaman 116

Sorotan Pelayanan Publik DPRKP Karawang: Bidang PSU Dikeluhkan Lamban, Bupati Diminta Turun Tangan

0

KARAWANG |InfoKeadilan.com – Pelayanan publik di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan. Kali ini, keluhan datang dari kalangan kontraktor terkait lambannya proses administrasi di Bidang Prasarana dan Sarana Umum (PSU).

Mantan Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Karawang, H. Tatas Kusnaedi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Bidang PSU yang dinilai menghambat kelancaran proses administrasi bagi para rekanan.

“Selama ini, hanya di Bidang PSU DPRKP yang saya lihat lambat dalam merespons kebutuhan berkas administrasi kontraktor. Muncul pertanyaan, apakah pelayanan prima hanya diberikan kepada kontraktor tertentu yang ‘royal’?” ujar H. Tatas kepada awak media.

Menurutnya, masalah ini sudah berlangsung lama dan menjadi keluhan umum di kalangan kontraktor yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Proses pelayanan yang seharusnya efisien dan transparan justru terkesan berbelit-belit, sehingga menghambat pelaksanaan proyek.

H. Tatas berharap Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dapat mengambil tindakan tegas terhadap keluhan ini dan memberikan perhatian khusus pada kinerja pegawai di Bidang PSU DPRKP.

“Saya harap Pak Bupati tidak hanya fokus pada pemantauan proyek fisik di lapangan, tetapi juga menyoroti kinerja Bidang PSU DPRKP. Tegur oknum-oknum yang terbukti mempersulit pelayanan kepada masyarakat, terutama para kontraktor yang berkontribusi pada pembangunan daerah,” tegasnya, Selasa (28/10/2025).

Lebih lanjut, H. Tatas mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Karawang untuk meningkatkan transparansi dan responsivitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus menjadi prioritas utama. Semua OPD di Karawang harus membuka diri dan mempermudah akses bagi masyarakat, khususnya para kontraktor yang turut serta dalam membangun daerah ini,” pungkasnya.

Dengan adanya keluhan ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Karawang dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan publik, khususnya di lingkungan DPRKP, demi terciptanya pelayanan yang lebih baik dan profesional.

 

•Jek/Red

Polres Karawang Berhasil Gulung Pengedar Narkoba dalam Operasi Pemberantasan

KARAWANG |infokeadilan.com  – Satuan Narkoba Polres Karawang kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Mapolres Karawang pada Selasa (28/10/2025).

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, didampingi Kasat Narkoba, mengumumkan keberhasilan mereka dalam meringkus sejumlah pengedar narkoba.

“Kami berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti yang signifikan. Saat ini, pelaku sedang dalam penahanan dan menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.”

Dalam operasi terpisah, Satuan Reserse Narkoba Polres Karawang juga berhasil membongkar jaringan pengedar narkotika dan obat keras ilegal. Dari pengungkapan ini, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk puluhan gram sabu, ribuan butir obat keras jenis tramadol dan hexymer, serta perangkat komunikasi yang digunakan dalam transaksi haram tersebut.

“Pengungkapan kasus ini adalah bagian dari komitmen Polres Karawang untuk menekan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya. Kami tidak akan berhenti sampai narkoba benar-benar hilang dari Karawang,” tegas Kapolres.

Polres Karawang mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan sekitar.

Kedua kasus ini sedang dalam proses hukum lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan pasal yang sesuai dengan perbuatan mereka, dengan ancaman hukuman maksimal sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

•A.Sofyan/Red

Sepasang Kekasih di Karawang Tega Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Mulut Dilakban Hingga Meninggal Dunia

KARAWANG |infokeadilan.com – Kasus pembuangan bayi yang sempat menggemparkan warga Kampung Kalen Kupu, Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, akhirnya mulai terungkap. Upaya pelaku untuk melarikan diri kandas setelah berhasil diamankan aparat kepolisian, Minggu (26/10/2025).

Sebelumnya, warga dibuat geger dengan temuan jasad bayi laki-laki di pinggir jalan dekat area persawahan, Sabtu malam (25/10/2025). Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tubuh membiru, mulut dilakban, dan tali pusar masih menempel.

Motif dari tindakan keji ini adalah rasa malu karena hamil di luar nikah. Sepasang kekasih tersebut akhirnya membuang bayi tidak berdosa hasil hubungan gelap mereka dengan mulut dilakban hingga meninggal dunia.

Pelaku kini telah berhasil ditangkap Satreskrim Polres Karawang. Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Karawang pada Selasa (28/10/2025) Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengungkapkan kronologis tindakan keji dari pelaku:

 Pelaku mengakui telah merencanakan pembuangan bayi tersebut setelah bayi dilahirkan. Setelah bayi tersebut dilahirkan kemudian pelaku melakban mulut bayi tersebut hingga tidak bernapas. Karena merasa malu pelaku akhirnya membuang jasad bayi tersebut di area persawahan di pinggir jalan.

Barang bukti yang berhasil diamankan:

Satu buah tas untuk membungkus bayi, kain sarung yang digunakan untuk membungkus bayi, lakban yang digunakan untuk menutup mulut bayi. Pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan tindakan tersebut.

Adapun ncaman hukuman akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis sesuai hukum yang berlaku.

Tindakan pelaku sangat dikecam oleh masyarakat dan pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

•A. Sofyan/Red

Mobil Dinas Pegawai Kecamatan Klari Diduga Tak Digunakan, Biaya Operasional Mengalir Kemana ?

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Sebuah kabar tak sedap beredar di kalangan masyarakat Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Mobil dinas yang seharusnya menjadi kendaraan operasional yang diduga kendaraan dinas Sekretaris Camat Klari, diduga tidak dipergunakan selama seminggu terakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas penggunaan anggaran daerah yang dialokasikan untuk pemeliharaan kendaraan dinas tersebut.

Informasi tersebut awalnya tersebar di salah satu grup percakapan daring. Menurut narasi yang beredar, kondisi mobil dinas Kecamatan Klari dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.

Saat hendak dikonfirmasi mengenai kondisi mobil dinasnya, Sekcam Klari disebut sedang melakukan kunjungan ke Desa Curug. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang staf kecamatan yang enggan disebutkan namanya.

“Sekcam sedang keluar ke Desa Curug, ada kunjungan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Bendahara Kecamatan Klari, Nanang, memberikan keterangan yang berbeda. Ia menyebutkan bahwa Sekcam Klari lebih sering menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan tugasnya.

“Sekcam menggunakan mobil pribadi, sedangkan mobil dinasnya disimpan, enggak dipakai. Jadi bannya kempes,” ungkap Nanang.

Kondisi ini menuai kritik dari salah seorang aktivis pemuda di Klari yang biasa dikenal dengan inisial Dank. Ia mempertanyakan alokasi biaya operasional kendaraan dinas jika mobil tersebut tidak dipergunakan.

“Kalau mobil dinas dibiarkan tidak dipakai, terus biaya operasionalnya ke mobil pribadi dong ?” tanyanya dengan nada heran.

Menanggapi informasi ini, awak media mencoba menyampaikan informasi tersebut kepada salah satu jajaran kepegawaian Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang. Respon cepat diberikan oleh pihak kepegawaian.

“Terima kasih infonya. Nanti Sekcam-nya juga akan kami tegur,” tulis salah seorang perwakilan kepegawaian dalam pesan singkat.

“Siap, Om, bahan tindak lanjut,” tambahnya dengan tegas.

Kasus dugaan mangkraknya mobil dinas Sekcam Klari ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan serta pengelolaan aset daerah.

Masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Karawang dapat segera menindaklanjuti informasi ini dan memastikan agar kendaraan dinas dipergunakan secara optimal untuk kepentingan pelayanan publik.

 

•Her

Disnakertrans Karawang Diduga Plesiran ke Bali di Tengah Jeritan Buruh, Askun : Pelesiran Atau Tugas Pekerjaan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Di tengah gembar-gembor efisiensi anggaran yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Karawang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) justru membuat langkah kontroversial. Kunjungan kerja (kunker) ke Bali, yang lebih dikenal sebagai surga wisata, menuai kecaman pedas dari berbagai pihak. Ketua Peradi Karawang, Asep Agustian, menilai kunker ini sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap masalah ketenagakerjaan yang mendera Karawang.

“Dengan kunjungan kerja Disnakertrans ke Bali ini, apa tujuannya mereka ke sana? Apa yang akan didapat setelah pulang dari Bali? Memangnya di Karawang ini tidak ada tempat yang layak untuk studi atau pelatihan? Kalau tujuannya hanya untuk evaluasi kerja, di sini pun banyak lokasi yang bisa dimanfaatkan,” ujar Askun dengan nada geram saat dimintai tanggapan pada Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, alih-alih mencari solusi di Pulau Dewata, Disnakertrans seharusnya fokus menuntaskan masalah upah, PHK, dan konflik industrial yang masih menghantui pekerja Karawang.

“Masalah-masalah itu belum selesai. Banyak buruh yang mengadu, banyak perusahaan yang masih belum patuh terhadap aturan upah minimum, dan konflik industrial masih sering terjadi. Dalam situasi seperti ini, kok malah berangkat ke Bali? Ini kan ironis,” tegasnya.

Kritik pedas ini bukan tanpa alasan. Di saat buruh berjuang dengan upah yang tidak layak dan ancaman PHK, Disnakertrans justru asyik “plesiran” dengan dalih kunjungan kerja. Hal ini tentu melukai hati para pekerja yang merasa diabaikan oleh pemerintah. Masyarakat pun menuntut transparansi terkait tujuan, agenda, dan hasil dari kunker tersebut. Jangan sampai, kunjungan ini hanya menjadi ajang rekreasi berbalut tugas kedinasan yang tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Karawang.

“Kalau memang alasan kunjungan kerja adalah untuk meningkatkan kompetensi atau mencari referensi kebijakan, masyarakat berhak tahu hasilnya apa. Jangan sampai setelah kembali ke Karawang, tidak ada perubahan apa pun yang dirasakan oleh para pekerja,” imbuh Askun.

Sejumlah aktivis masyarakat bahkan menilai kegiatan semacam ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah, terutama jika tidak ada hasil konkret atau laporan transparan terkait tujuan serta output kunjungan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disnakertrans Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait tujuan dan hasil kunjungan kerja ke Bali tersebut. Publik pun menanti klarifikasi yang diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan serta kecurigaan yang beredar di masyarakat.

Kunjungan kerja dinas sejatinya merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur. Namun, ketika dilaksanakan di tengah kondisi ekonomi sulit dan di tempat yang lebih dikenal sebagai lokasi wisata, publik tentu akan mempertanyakan urgensi dan manfaatnya.

Kini, semua mata tertuju pada Disnakertrans Karawang apakah kegiatan tersebut benar-benar membawa hasil nyata, atau justru menjadi contoh buruk dari rendahnya kepekaan birokrasi terhadap realitas sosial yang dihadapi rakyatnya. Masyarakat Karawang menanti jawaban dan tindakan nyata dari Disnakertrans!

 

•A.Sofyan/Red

Tragedi di Sawah Cibuaya: Warga Meninggal Akibat Sengatan Listrik, Camat Himbau Pihak PLN Segera Tertibkan Penggunaan Listrik di Sawah

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Seorang warga Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik di areal pesawahan pada Senin, 27 Oktober 2025, pukul 07.30 WIB. Korban diketahui bernama Bapak Sahlim.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden tragis ini terjadi di areal pesawahan milik Sdr. Amad. Diduga, Sdr. Amad lupa mematikan aliran listrik yang digunakan untuk mengendalikan hama tikus di sawahnya.

Camat Cibuaya, Ahmad Mustopa, menyatakan bahwa mediasi antara pihak keluarga korban dan Sdr. Amad telah berjalan dengan baik. Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan melakukan tuntutan. Sementara itu, Sdr. Amad bersedia membantu biaya pemulasaraan jenazah dan tahlilan.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Kami telah memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak dan alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Camat juga menyoroti bahwa kejadian serupa bukan pertama kalinya terjadi di wilayahnya. Ia menekankan bahwa keselamatan nyawa manusia jauh lebih berharga daripada sekadar menjaga areal sawah dari hama tikus.

“Kami sangat prihatin karena ini bukan kejadian pertama. Satu nyawa tidak sebanding dengan apapun. Oleh karena itu, kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Karawang untuk berkoordinasi dengan PLN agar menertibkan dan/atau melarang penggunaan listrik rumah tangga untuk keperluan di sawah.” tegasnya.

Tak hanya itu Camat juga meminta kepada pihak PLN untuk segera membuatkan surat edaran terkait larangan dan sanksi menggunakan arus listrik yang diduga ilegal hanya demi membuat jebakan hama tikus.

Menurutnya hal itu perlu di tegaskan agar jangan sampai kejadian serua kembali terulang di masa mendatang.

Lebih lanjut, Camat menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi dan menerbitkan surat edaran yang berisi himbauan dan/atau larangan penggunaan listrik untuk persawahan.

“Kami akan berupaya secepat mungkin untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan listrik di sawah. Kami juga akan mengeluarkan surat edaran sebagai langkah preventif,” jelasnya.

Camat Ahmad Mustopa berharap agar langkah-langkah yang diambil dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.

 

•Jaong

Setelah Pencarian Lama, Akhirnya Jasad Ketua RT di Rengasdengklok Ditemukan Meninggal Dunia

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Kabar duka menyelimuti warga Rengasdengklok. Seorang tokoh masyarakat yang dikenal sebagai Ketua RT, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa pagi, 28 Oktober 2025. Pria berinisial T (65), yang menjabat sebagai Ketua RT di Dusun Rengasjaya 1 RT/RW 053/012, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, ini sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin sore, (27/10/2025).

Informasi yang dihimpun tim investigasi di lapangan mengungkap, T (65) diduga kuat mengalami kecelakaan tragis saat hendak membuang sampah menggunakan becak kesayangannya. Lokasi kejadian berada di sebuah empang rawa dengan kedalaman sekitar 4 meter.

Seorang warga yang sempat melihat saat korban mendorong becak saat akan membuang sampah tersebut menuturkan.

“Saya sempat melihat Bapak RT mendorong becaknya ke arah empang, saat akan membuang sampah itu. Tapi setelah saya perhatikan pak RT ini tidak balik lagi dan lumayan lama. Akhirnya penasaran takut terjadi apa apa, saya coba ke lokasi tersebut, tapi yang saya temukan hanya becak dan sandal Bapak RT di tepi empang. Beliau sudah tidak terlihat. Akhirnya saya coba memberitahukan warga yang lain. Beliau orang baik.  Alhamdulilah, jasadnya sekarang sudah di temukan setelah pencarian yang lama.” ujarnya dengan nada pilu.

Upaya pencarian besar-besaran langsung dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari warga setempat, petugas BPBD, dan aparat kepolisian. Pencarian yang berlangsung hingga larut malam itu akhirnya membuahkan hasil. Jasad korban ditemukan mengapung di sekitar lokasi kejadian pada Selasa pagi, (28/10/2025).

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Bapak RT adalah sosok yang sangat peduli dan aktif di masyarakat. Kehilangan beliau adalah kehilangan besar bagi kami,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Rencananya, jenazah akan dimakamkan.

 

•A.Jale/Red

Ketua RT di Rengasdengklok Diduga Tenggelam Saat Buang Sampah, Pencarian Masih Berlanjut

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Warga Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, digegerkan dengan hilangnya seorang Ketua RT yang diduga tenggelam di sebuah empang, Senin sore (27/10/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban diketahui bernama Takwadi (65), warga Dusun Rengasjaya 1 RT 050/11 yang juga menjabat sebagai Ketua RT di wilayah tersebut. Sebelum kejadian, korban sempat terlihat membawa becak dan hendak membuang sampah ke area empang tak jauh dari rumahnya.

Menurut keterangan saksi, beberapa menit kemudian terdengar teriakan minta tolong dari arah kolam.

“Saya dengar ada yang teriak minta tolong. Pas saya dekati, cuma kelihatan becak dan sandal korban di pinggir empang,” ujar Adang (55), perangkat desa yang pertama kali datang ke lokasi.

Mendengar kabar itu, warga bersama aparat desa segera melakukan pencarian di sekitar empang. Namun hingga malam hari, korban belum juga ditemukan. Tim dari BPBD Kecamatan Rengasdengklok dibantu aparat kepolisian dan warga terus melakukan penyisiran menggunakan perahu serta alat penerangan seadanya.

“Pencarian terus dilanjutkan malam ini. Kami masih berupaya menemukan korban,” ungkap salah satu anggota Satgas BPBD di lokasi kejadian.

Sementara itu, pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, mencatat keterangan saksi, serta mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di sekitar empang.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih berlangsung dan puluhan warga masih memadati area sekitar lokasi dengan harapan korban segera ditemukan.

 

•A.Jale/Her

Upaya Kabur Gagal, Pelaku Pembuangan Bayi di Tirtamulya Karawang Berhasil Dibekuk Polisi

KARAWANG |infokeadilan.com – Kasus pembuangan bayi yang sempat menggemparkan warga Kampung Kalen Kupu, Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, akhirnya mulai terungkap. Upaya pelaku untuk melarikan diri kandas setelah berhasil diamankan aparat kepolisian, Minggu (26/10/2025).

Sebelumnya, warga dibuat geger dengan temuan jasad bayi laki-laki di pinggir jalan dekat area persawahan, Sabtu malam (25/10/2025). Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan tubuh membiru, mulut dilakban, dan tali pusar masih menempel.

Kepala Seksi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap terduga pelaku.

“Iya, benar. Terduga pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan. Besok kami akan gelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus ini,” ujar Wildan, Senin (27/10/2025).

Peristiwa memilukan itu berawal saat warga menemukan sebuah ransel mencurigakan di tepi jalan sekitar pukul 21.30 WIB. Seorang saksi kemudian memanggil ketua RT untuk memastikan isi tas tersebut. Saat dibuka di tempat terang, tepatnya di halaman masjid, warga sontak histeris setelah melihat jasad bayi di dalamnya.

Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad bayi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Bayi tersebut sudah kami bawa ke rumah sakit. Tim masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelaku,” tambah Wildan.

Hingga kini, identitas pelaku dan motif di balik aksi keji itu masih didalami. Namun pihak kepolisian memastikan, hasil lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers resmi Polres Karawang.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas dalam menghadapi persoalan hidup. Setiap nyawa, sekecil apa pun, memiliki hak untuk hidup dan dilindungi.

 

•A.Jale/Red

Lakalantas Didepan Pom Bensin Purwasari Karawang, Seorang Pengendara Motor Diduga Tutup Usia

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Karawang. Seorang pengendara sepeda motor diduga meninggal dunia di tempat setelah terlibat insiden di depan Pom LPG Purwasari, Kecamatan Cikampek, Senin (27/10/2025) sore menjelang waktu magrib.

Peristiwa nahas tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi T 2182 NX. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, korban merupakan seorang laki-laki yang saat kejadian sedang melintas di jalur tersebut.

Salah seorang warga sekitar, mengaku tidak sempat melihat langsung detik-detik terjadinya kecelakaan.

“Saya hanya dengar suara benturan keras dari arah depan pom, pas dilihat ternyata ada motor sudah terjatuh dan korban tergeletak di jalan,” ujarnya seorang warga saat ditemui di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui kejadian itu pun langsung berhamburan ke lokasi untuk memberikan pertolongan.

“Kami langsung sama-sama bantu, ada yang mengamankan jalan dan ada juga yang mencoba menolong korban,” tambahnya

Sayangnya, korban diduga sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat warga mendekat. Tak berselang lama, pihak Polsek Purwasari tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian dan mengevakuasi korban.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban dan kronologi pasti kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Motor korban telah diamankan sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, terutama saat menjelang waktu magrib, karena kondisi jalan yang mulai gelap dan padat kendaraan sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

 

•A. Jale/Ed