Beranda blog Halaman 13

Timpa Truk Kontainer, Pohon Tumbang di Karawang Tewaskan Dua Orang, Polisi Lakukan Penyelidikan Menyeluruh

KARAWANG |Infokeadilan.com – Sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan duka mendalam terjadi di Jalan Lingkar Tanjungpura, tepatnya di wilayah Desa Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Jumat sore (5/6/2026). Kecelakaan yang berawal dari tersangkutnya bagian kendaraan pada dahan pohon ini berakhir tragis dengan merenggut nyawa dua orang penumpang.

Berdasarkan kronologi yang terungkap di lokasi kejadian, sebuah truk kontainer yang sedang bergerak dari bahu jalan menuju ke tengah badan jalan mengalami musibah tak terduga. Saat kendaraan melintas, bagian ujung peti kemas diketahui tersangkut pada dahan pohon besar yang berada di sisi jalan. Tekanan yang terjadi akibat pergerakan kendaraan tersebut menyebabkan pohon tumbang dan menimpa secara langsung kabin tempat pengemudi dan penumpang berada.

Kepala Kepolisian Resor Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat, IPDA Cep Wildan, menjelaskan rincian peristiwa berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian serta keterangan yang dihimpun dari para saksi mata.

“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, truk kontainer yang dikemudikan Engkus Kusnadi bergerak dari bahu jalan ke badan jalan. Saat melintas, ujung peti kemas menyangkut dahan pohon hingga menyebabkan pohon roboh dan menimpa bagian kabin kendaraan,” paparnya.

Dampak dari kejadian tersebut sangat fatal. Pengemudi kendaraan, Engkus Kusnadi, serta seorang penumpang perempuan yang turut berada di dalam kabin tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang guna mendapatkan penanganan medis dan prosedur administrasi selanjutnya, sementara identitas penumpang perempuan tersebut masih dalam tahap pendataan lebih lanjut.

“Akibat kejadian tersebut, pengemudi atas nama Engkus Kusnadi dan seorang penumpang perempuan yang identitasnya masih dalam proses pendataan meninggal dunia. Kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Karawang untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Saat ini, Satuan Lalu Lintas Polres Karawang terus memperdalam penyelidikan guna mengungkapkan seluruh fakta dan faktor penyebab secara lengkap. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari memeriksa keterangan saksi-saksi yang melihat peristiwa, mengamankan barang bukti yang relevan, hingga melakukan penelusuran rekaman kamera pengawas yang terpasang di seputar lokasi kejadian untuk melengkapi berkas penyidikan.

Pihak kepolisian juga menyampaikan pesan imbauan kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar dan berukuran tinggi, agar senantiasa lebih waspada dan teliti memperhatikan kondisi lingkungan sekitar saat berkendara. Hal ini menjadi sangat penting, terutama ketika melintasi ruas jalan yang diapit oleh pepohonan atau memiliki ruang gerak yang terbatas demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, termasuk memperhatikan potensi bahaya di sekitar jalur yang dilalui. Satlantas Polres Karawang akan melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan,” pungkas IPDA Cep Wildan mewakili Kapolres Karawang.***

Jalan Rusak Akses TPST Jayakerta Jadi Sorotan, Ketua FKUB : Wakil Rakyat Dapil 2 Dinilai Kurang Peka Aspirasi Masyarakat

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Kondisi jalan yang rusak parah dan berdebu yang menghubungkan Desa Kemiri dengan Desa Jayamakmur, jalur utama menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Jayakerta, kembali menjadi perhatian publik dan mengundang beragam tanggapan dari masyarakat.

Isu ini mencuat ke permukaan setelah beredar luas sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang siswa berusia 12 tahun bernama Sultan Maulana, murid SDN Kemiri 2, berjalan kaki sendirian menempuh jarak berkilo-kilo meter melintasi jalan yang rusak dan sepi demi menuntut ilmu. Keadaan jalan yang buruk tersebut membuat perjalanan sekolah menjadi berat dan melelahkan bagi anak tersebut.

Meskipun Sultan telah mendapatkan perhatian dan bantuan berupa sepeda dari Abdul Azis, Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Karawang yang juga merupakan Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, pada Kamis (4/6/2026), sorotan masyarakat justru beralih menyoroti keberadaan dan kinerja tujuh orang anggota DPRD Kabupaten Karawang yang mewakili wilayah Dapil 2. Wilayah ini meliputi Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Jayakerta, dan Cilebar.

Masyarakat yang tergabung dalam wadah Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB) menilai, para wakil rakyat yang dipilih dan dipercaya mewakili wilayah tersebut terlihat tidak peka dan lambat merespons kesulitan yang dihadapi konstituennya. Bahkan, mereka dinilai bersikap seolah tidak mengetahui atau peduli terhadap kondisi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.

Angga Dhe Raka selaku Ketua FKUB menyampaikan kekecewaannya, mengingat isu ini telah menjadi pembicaraan yang meluas. Ia menuturkan bahwa fenomena ini memperkuat anggapan masyarakat bahwa perhatian politisi seringkali hanya muncul saat masa kampanye, namun menghilang setelah kepercayaan diberikan.

“Saya sebelumnya telah menyampaikan keluhan bahwa masyarakat Karawang Utara seringkali hanya dilirik saat masa kampanye saja. Setelah terpilih, keberadaan mereka seakan dilupakan begitu saja. Hari ini terbukti nyata, dari tujuh anggota dewan yang mewakili Dapil 2 tersebut, sama sekali belum ada yang menampakkan kehadiran atau kepedulian,” ungkap Angga saat dihubungi, Jum’at (5/6/2026).

Terkait kemungkinan alasan bahwa para anggota dewan tersebut belum mengetahui kondisi ini karena tidak menerima informasi, Angga justru mempertanyakan fungsi dan tanggung jawab utama mereka selaku wakil rakyat yang seharusnya dekat dengan masyarakat.

“Sungguh sulit kami percaya jika mereka mengaku tidak tahu akan jeritan dan kesulitan rakyatnya. Padahal, Bapak Abdul Azis yang notabene mewakili wilayah berbeda, yaitu Dapil 4, justru langsung tanggap, turun ke lapangan, dan memberikan bantuan sepeda kepada Sultan. Jika mereka mengaku belum tahu padahal berita ini sudah tersebar luas, hal itu justru membuktikan bahwa selama ini keberadaan tujuh anggota dewan di Dapil 2 memang kurang peka dan tidak hadir di tengah masyarakatnya,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Angga menyampaikan kritik yang bernada sindiran namun penuh makna, serta meminta agar para wakil rakyat tersebut melakukan introspeksi dan mengevaluasi kembali pelaksanaan tugas serta tanggung jawab yang diemban.

“Kenyataannya mereka memang tidak peka. Mungkin mereka terlalu sibuk mengurus usulan anggaran atau kepentingan lain, padahal mereka telah mengangkat sumpah di atas Al-Qur’an untuk mengemban amanah rakyat,” sindir Angga.

Ia juga menegaskan sikap tegas dari pihaknya, memperingatkan bahwa jika sikap acuh tak acuh ini terus berlanjut, masyarakat tidak akan tinggal diam dan akan mengingat hal ini pada pemilihan mendatang.

“Jika sikap mereka tetap demikian, seakan tidak melihat dan tidak mendengar apa yang menjadi kebutuhan rakyat, maka kami dari Forum KUB tidak ragu untuk mengajak masyarakat Karawang Utara, khususnya yang berada di wilayah Dapil 2, untuk tidak lagi memberikan kepercayaan dan memilih mereka kembali pada Pemilihan Umum Legislatif yang akan datang,” pungkas Angga dengan tegas.

 

•Jek

Tingkatkan Kualitas Karya Jurnalistik, PWI Karawang Gelar Jambore Jurnalis 2026 di Lembang Bandung

KARAWANG |Infokeadilan.com – Guna memperkuat kapasitas profesionalisme serta meningkatkan kualitas dan bobot karya jurnalistik, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang resmi menggelar kegiatan Jambore Jurnalis Tahun 2026. Kegiatan yang dirancang sebagai sarana pengembangan wawasan dan silaturahmi ini akan dilaksanakan di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Jambore Jurnalis yang diikuti oleh ratusan jurnalis yang tergabung dalam keanggotaan PWI Karawang dan ratusan jurnalis ini diagendakan berlangsung selama dua hari, terhitung mulai tanggal 5 hingga 6 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi insan pers untuk saling berbagi pengalaman, memperbarui pengetahuan terkait perkembangan dunia jurnalistik, serta mempererat ikatan persaudaraan antarwartawan yang bertugas melayani kebutuhan informasi masyarakat Karawang.

Pelepasan rombongan peserta jambore dilakukan secara resmi di halaman Plaza Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, pada Jumat (5/6/2026). Keberangkatan tersebut dilepas langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, didampingi oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman. Kehadiran kedua tokoh pimpinan daerah ini menunjukkan perhatian dan dukungan penuh pemerintah dan lembaga legislatif terhadap peran strategis pers dalam pembangunan daerah.

Foto : H. Maslani Wakil Bupati Karawang

Dalam kesempatan yang penuh semangat tersebut, Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif PWI Karawang dalam menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Ia menekankan bahwa wartawan memiliki peran yang sangat vital sebagai mitra pemerintah dalam memajukan daerah, sehingga peningkatan kualitas kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak boleh diabaikan.

“Pers memegang peran yang sangat mulia dan strategis dalam pembangunan. Kalian adalah mata dan telinga masyarakat, sekaligus mitra yang setara bagi pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun kesadaran publik, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas, keahlian, dan integritas wartawan harus terus dilakukan agar karya yang dihasilkan senantiasa bernilai guna, akurat, dan mendidik,” ujar H. Maslani.

Lebih jauh, Wakil Bupati berpesan agar melalui kegiatan ini, para wartawan dapat memperluas wawasan, menyegarkan pikiran, serta kembali dengan semangat baru dan ide-ide segar untuk meliput dan menuliskan berbagai peristiwa di Karawang dengan sudut pandang yang lebih konstruktif dan profesional.

“Saya berharap Jambore Jurnalis ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan rekreasi semata, melainkan menjadi wahana untuk saling menguatkan, bertukar gagasan, dan meningkatkan kemampuan. Jadilah insan pers yang tidak hanya cerdas dalam menyampaikan informasi, tetapi juga bijaksana dalam menyikapi setiap peristiwa, serta selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik demi terpeliharanya kepercayaan masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh dari lembaga perwakilan rakyat terhadap keberadaan dan peran pers. Ia menilai bahwa kemajuan dan dinamika demokrasi di Karawang sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang disajikan oleh para wartawan.

“DPRD menyadari betul bahwa kebebasan pers dan kualitas jurnalistik adalah pilar utama dalam kehidupan demokrasi yang sehat. Melalui tulisan dan pemberitaan yang kalian buat, masyarakat menjadi paham akan hak dan kewajibannya, serta dapat mengawasi kebijakan yang diambil oleh para wakil rakyat dan pemerintah. Oleh sebab itu, peningkatan mutu jurnalistik ini sangat kami dukung demi terciptanya iklim komunikasi yang sehat, transparan, dan berkeadilan,” ungkap Dian Fahrud Jaman.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan sinergis yang selama ini terjalin baik antara lembaga legislatif dan rekan-rekan wartawan, sehingga kolaborasi yang terbangun senantiasa membawa dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Karawang.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana yang mempererat tali persaudaraan dan kerja sama antara DPRD dan insan pers di Kabupaten Karawang. Semoga apa yang dipelajari dan didapatkan dalam kegiatan ini dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari, sehingga setiap karya jurnalistik yang lahir mampu menjadi inspirasi, solusi, dan penyambung aspirasi masyarakat Karawang yang kita cintai bersama,” tambahnya.

Acara pelepasan berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Sebelum berangkat, rombongan peserta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Karawang, serta berkomitmen untuk senantiasa menjaga profesionalitas dan memberikan kontribusi terbaik melalui karya jurnalistik yang berkualitas.

Rombongan kemudian berangkat menuju lokasi kegiatan dengan penuh semangat, bertekad menjadikan momen ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kemampuan dan memperkokoh organisasi pers yang mandiri, kuat, dan bermartabat.

 

•Red

Tumbuh Pesat dalam Dua Bulan, Aplikasi Lokal GOKAR Raih Kepercayaan Lebih dari 3.000 Pengguna

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Kehadiran layanan transportasi online karya anak daerah, GOKAR yang dikelola oleh PT Gokar Digital Inovasi Nusantara, semakin mendapat tempat di hati masyarakat Kabupaten Karawang. Hingga Jumat, 5 Juni 2026, tercatat jumlah warga yang telah mengunduh aplikasi ini melalui Google Play Store mencapai angka 3.016 pengguna. Angka ini menunjukkan lonjakan yang sangat menggembirakan sejak aplikasi resmi beroperasi sekitar dua bulan silam.

Pertumbuhan jumlah pengguna ini menjadi indikator kuat bahwa inisiatif lokal yang mengusung semangat “Transportasi Online Asli Karawang” dengan tagline “Dekat Bersahabat” telah mendapatkan kepercayaan dan dukungan yang luas dari masyarakat.

Berdasarkan data perkembangan yang tercatat, antusiasme masyarakat terus menanjak secara signifikan. Pada 31 Maret 2026, jumlah pengguna baru mencapai 246 orang, kemudian meningkat menjadi 400 pengguna pada 13 April 2026. Tren positif ini terus berlanjut hingga menembus angka 2.480 pengguna pada 28 Mei 2026, dan dalam kurun waktu satu pekan saja, angka tersebut kembali melonjak hingga menyentuh capaian lebih dari 3.000 pengguna.

Menyikapi pencapaian tersebut, Pendiri GOKAR, Syuhada Wisastra, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat terhadap karya putra-putri daerah ini.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih dua bulan perjalanan GOKAR, kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Angka 3.016 pengguna bukan sekadar statistik, tetapi merupakan bentuk kepercayaan warga Karawang terhadap karya anak daerah yang ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Syuhada Wisastra.

Menurutnya, pertumbuhan yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat membuktikan bahwa masyarakat membutuhkan kehadiran alternatif layanan digital yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga benar-benar memahami kebutuhan dan karakteristik wilayah setempat. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa GOKAR hadir dengan visi yang lebih luas, tidak sekadar menjadi sarana transportasi, melainkan membangun sebuah ekosistem digital yang lengkap.

“Kami tidak ingin hanya menjadi aplikasi transportasi online. GOKAR ingin menjadi ekosistem digital yang dapat membantu berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari, mulai dari transportasi, pengiriman, layanan UMKM, hingga berbagai layanan digital lainnya. Ke depan kami akan terus melakukan pengembangan agar manfaatnya semakin luas,” tegasnya.

Syuhada juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh mitra pengemudi yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan mereka, kata dia, menjadi kunci utama kenyamanan dan kepercayaan pengguna.

“Terima kasih kepada seluruh mitra driver yang telah menjaga kualitas pelayanan, keramahan, dan keselamatan pelanggan. Mereka adalah bagian penting dari perjalanan GOKAR hingga bisa berkembang seperti saat ini,” tambahnya.

Peningkatan jumlah pengguna ini juga dirasakan langsung oleh para mitra pengemudi di lapangan. Salah satunya adalah Ojoy, yang mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kemajuan aplikasi asli daerah yang kian hari kian dikenal masyarakat.

“Awalnya masyarakat masih banyak yang bertanya tentang GOKAR. Sekarang sudah banyak yang mengenal dan menggunakan aplikasi ini. Orderan juga mulai meningkat dibandingkan saat awal kami bergabung,” ungkap Ojoy.

Ia menjelaskan bahwa kenyamanan bekerja di GOKAR tidak hanya didorong oleh peluang pendapatan, melainkan juga karena perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan para mitranya, yang menjadi nilai lebih tersendiri.

“Yang membuat kami betah bukan hanya karena ada peluang penghasilan, tetapi karena perusahaan benar-benar memperhatikan kesejahteraan driver. Potongan aplikasi hanya 5 persen sehingga lebih ringan bagi kami. Selain itu, kami mendapatkan helm dan jaket tanpa dipungut biaya, serta difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, sehingga kami merasa lebih aman dan terlindungi saat bekerja di lapangan,” jelasnya.

Suasana kekeluargaan yang terjalin antara manajemen dan mitra juga menjadi alasan kuat mengapa mereka bertahan dan semakin bersemangat bekerja. “Owner dan seluruh staf GOKAR sangat terbuka kepada para driver. Komunikasi berjalan baik, sering ada silaturahmi dan diskusi bersama. Kami merasa menjadi bagian dari keluarga besar GOKAR, bukan sekadar mitra kerja,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Anto, mitra pengemudi lainnya, yang menilai keberpihakan perusahaan terhadap kesejahteraan pengemudi berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Perusahaan sangat memperhatikan kami. Potongan aplikasi hanya 5 persen, perlengkapan kerja seperti helm dan jaket diberikan gratis, ditambah program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Ini memberikan rasa aman bagi kami dalam bekerja,” ucap Anto.

Ia meyakini bahwa perlakuan yang baik terhadap pengemudi akan berbanding lurus dengan kepuasan masyarakat pengguna layanan.

“Kalau driver diperhatikan, otomatis kami lebih semangat melayani masyarakat. Hubungan antara driver dengan owner maupun staf sangat baik dan penuh kekeluargaan. Kami sering berkomunikasi langsung untuk memberikan masukan demi kemajuan GOKAR bersama,” tambahnya.

Anto pun optimis angka pengguna akan terus bertambah seiring dengan semakin baiknya kualitas layanan dan jangkauan sosialisasi yang dilakukan. “Kami berharap GOKAR semakin besar, semakin banyak pengguna, dan mampu membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat Karawang maupun daerah lainnya,” tuturnya.

Kehadiran GOKAR juga mendapatkan tanggapan positif dari kalangan masyarakat selaku pengguna jasa. Rina (29), warga Kecamatan Telukjambe Timur, mengaku puas dengan kemudahan penggunaan aplikasi dan keramahan para pengemudi.

“Saya sudah beberapa kali menggunakan GOKAR. Pelayanannya baik, cepat, dan drivernya ramah. Yang membuat saya bangga adalah ini aplikasi asli Karawang yang bisa bersaing dengan aplikasi nasional,” ujar Rina.

Sementara itu, Asep (35), warga Kecamatan Karawang Barat, menyambut baik kehadiran layanan baru ini sebagai bentuk pilihan alternatif yang memperkaya kebutuhan transportasi masyarakat.

“Semakin banyak pilihan transportasi tentu semakin baik bagi masyarakat. Saya melihat GOKAR punya potensi besar karena lahir dari Karawang dan memahami kebutuhan masyarakat setempat,” katanya.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Dewi (27), warga Kecamatan Cikampek, yang berharap aplikasi karya anak daerah ini dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Sebagai warga Karawang saya bangga ada aplikasi lokal seperti GOKAR. Mudah-mudahan ke depan semakin besar, semakin banyak layanannya, dan bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ucap Dewi.

Dari Karawang untuk Indonesia

PT Gokar Digital Inovasi Nusantara merupakan perusahaan teknologi berbasis digital yang bergerak di bidang transportasi online, pengiriman barang, layanan makanan, perjalanan dan wisata, penyelenggaraan acara, serta berbagai solusi kebutuhan digital lainnya.

Berangkat dari semangat inovasi lokal Kabupaten Karawang, GOKAR menghadirkan layanan yang mengutamakan prinsip aman, cepat, nyaman, terjangkau, dan bersahabat. Perusahaan memiliki visi luhur untuk menjadi pelopor platform digital terdepan di Indonesia yang menyediakan solusi mobilitas, layanan, dan ekosistem digital yang terintegrasi, inovatif, serta berkelanjutan.

Melalui misinya, GOKAR berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang terpercaya, mengembangkan sistem teknologi yang mudah diakses, memberdayakan mitra pengemudi dan pelaku UMKM, membuka kesempatan kerja, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Mengusung semboyan “Menghubungkan Indonesia Tanpa Batas”, GOKAR hadir bukan hanya sebagai sarana mobilitas, melainkan juga sebagai simbol kebangkitan inovasi daerah yang siap bersaing di kancah nasional.

Pencapaian 3.016 pengguna dalam kurun waktu dua bulan ini menjadi awal yang menjanjikan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa produk karya daerah memiliki peluang besar untuk berkembang dan sukses ketika didukung oleh tata kelola yang baik, perhatian terhadap kesejahteraan pelaku usaha, serta kepercayaan masyarakat yang senantiasa mendukung potensi lokal.

“Dari Karawang untuk Indonesia” menjadi semangat yang terus diusung GOKAR dalam membangun ekosistem digital yang bermanfaat, menghubungkan potensi daerah dengan kemajuan teknologi demi kesejahteraan masyarakat luas.

•Rls

Optimalkan Pelayanan Publik, Diskominfo Karawang Gelar Workshop Pengelolaan Media Sosial 

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengelolaan Media Sosial bagi perangkat daerah yang berlangsung di Bale Indung Nyi Pager Asih, pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas penyampaian informasi dan pelayanan kepada masyarakat melalui saluran komunikasi digital.

Mengusung tema “Dari Ide Jadi Video: Workshop Praktis Penggunaan AI untuk Konten Layanan Publik”, acara ini dirancang khusus untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan teknis kepada para pengelola media sosial di lingkungan pemerintahan. Melalui pelatihan ini, peserta dibimbing untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI Tools) secara tepat dan optimal, guna mempertinggi produktivitas kerja serta menghasilkan konten informasi yang lebih menarik, jelas, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang, Poltak SML Toruan, menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tulus kepada seluruh pengelola akun media sosial yang telah bekerja keras menghadirkan informasi dan menjaga komunikasi antara pemerintah dan warga. Ia juga menyampaikan pesan pembinaan agar kualitas kinerja senantiasa ditingkatkan dan disempurnakan.

“Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh admin yang telah bekerja dengan baik, dan bagi yang masih kurang baik, mari terus tingkatkan kinerjanya agar semakin maksimal,” ujar Poltak SML Toruan.

Lebih jauh, ia menegaskan peran vital yang diemban oleh para pengelola media sosial, mengingat kanal digital kini menjadi gerbang utama masyarakat untuk berinteraksi dan mendapatkan informasi resmi dari pemerintah. Posisi ini menuntut tanggung jawab besar, ketelitian, serta kesediaan untuk melayani setiap pertanyaan dan aspirasi warga dengan sebaik-baiknya.

“Posisi pengelolaan media sosial sangat penting, karena menjadi pintu utama bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan pemerintah. Kinerja Bapak/Ibu sangat kami hargai. Saya tahu persis, tugas mengelola media sosial itu tidak mengenal waktu—mulai dari memantau komentar, menjawab pertanyaan warga, hingga mengunggah informasi penting yang dibutuhkan masyarakat,” lanjutnya.

Oleh karena itu, melalui kegiatan pengembangan kapasitas ini, Kepala Dinas Kominfo berharap para pengelola media sosial dapat semakin bijaksana, sabar, dan proaktif dalam melayani, baik saat menyampaikan informasi kepada publik maupun saat menerima berbagai masukan, pertanyaan, dan laporan yang disampaikan masyarakat.

“Semoga ilmu dan keterampilan yang didapat dalam kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kemajuan serta keterbukaan informasi di Kabupaten Karawang yang semakin baik dan terpercaya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan yang dikemas secara interaktif dan praktis ini diikuti oleh 86 peserta yang merupakan para pengelola media sosial dari berbagai perangkat daerah di seluruh wilayah Kabupaten Karawang. Kehadiran mereka menjadi bukti kesadaran bersama untuk terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas di era digital.***

Bupati Karawang Paparkan Kondisi Pengelolaan Sampah dan Antisipasi Kemarau Panjang dalam Rakor Tingkat Nasional

JAKARTA |Infokeadilan.com  – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, turut hadir dalam Rapat Koordinasi Penanganan Permasalahan Persampahan serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang akibat fenomena El Nino yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla”. Pertemuan penting ini dilaksanakan di Aula A.H. Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026), bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.

Dalam forum yang menghimpun berbagai unsur pemangku kepentingan tersebut, Bupati Aep menyampaikan laporan mendalam mengenai kondisi riil pengelolaan persampahan yang berlangsung di Kabupaten Karawang, beserta berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan.

“Dalam kesempatan forum ini, saya melaporkan kondisi eksisting pengelolaan persampahan di Kabupaten Karawang. Dari total timbulan sampah yang mencapai 1.108,60 ton per hari yang tersebar di 30 kecamatan, saat ini baru 17 kecamatan yang terlayani pengelolaan sampah atau sekitar 56,67 persen saja,” ungkap Bupati dalam paparannya.

Ia merinci, dari jumlah timbulan tersebut, penanganan di lapangan masih belum merata dan menyisakan beban lingkungan yang cukup besar. “Sebanyak 68,15 ton per hari telah tertangani di sumber dan melalui fasilitas penanganan sampah yang tersedia, serta 378,34 ton per hari diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang. Namun demikian, masih terdapat sekitar 662,11 ton sampah setiap harinya yang belum terangkut dan berpotensi besar terbuang secara liar serta merusak lingkungan,” jelasnya.

Terkait kapasitas penampungan, Bupati juga mengemukakan kondisi TPA Jalupang yang kini telah berada dalam tekanan yang cukup berat. “Kondisi TPA Jalupang saat ini telah menampung akumulasi sampah mencapai sekitar 1,2 juta ton, dengan rata-rata penambahan sampah baru setiap harinya mencapai angka 1.360 ton,” lanjutnya.

Selain membahas masalah persampahan, pertemuan ini juga menjadi momen untuk merumuskan langkah strategis menghadapi perubahan iklim. Bupati Aep menuturkan bahwa pemerintah daerah terus bersiap menghadapi ancaman musim kemarau panjang dan kekeringan yang diprediksi terjadi akibat fenomena El Nino.

“Selain persoalan sampah, kami juga membahas langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang serta ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya memperkuat upaya mitigasi, mulai dari menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat, memberikan dukungan penuh bagi sektor pertanian, hingga memastikan pelayanan dasar publik tetap berjalan optimal di tengah potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” tegas Bupati Aep Syaepuloh.***

Bupati Karawang Imbau Warga Waspada Jangan Mudah Tergiur Pekerjaan Ilegal ke Luar Negeri

KARAWANG |Infokeadilan.com – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyoroti kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa sejumlah warga asal daerahnya. Korban diduga dijual dan dipekerjakan secara tidak sah di wilayah Irak, menimbulkan keprihatinan serius bagi pemerintah daerah.

Menurut penjelasan Bupati, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Tenaga Kerja terus membangun koordinasi intensif dengan keluarga korban serta berbagai instansi terkait, guna memberikan pendampingan dan memperlancar proses penanganan kasus tersebut. Namun demikian, upaya pemulangan korban hingga saat ini masih menghadapi kendala mendasar, mengingat diketahui bahwa keberangkatan mereka dilakukan melalui jalur yang tidak resmi dan tidak tercatat secara hukum.

Kasus ini, tegas Bupati, hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Karawang agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak memiliki kejelasan status hukum dan perlindungan.

Ia mengingatkan bahwa setiap keberangkatan melalui jalur ilegal membawa risiko yang sangat besar, di mana para pekerja rentan menjadi sasaran eksploitasi, perlakuan tidak manusiawi, kekerasan, hingga pencabutan hak-hak dasarnya sebagai manusia.

“Apabila berniat untuk bekerja di luar negeri, gunakanlah selalu jalur yang resmi dan terjamin keabsahannya. Jangan sampai terbuai oleh tawaran yang tidak jelas asal-usul maupun kepastian hukumnya, karena risiko yang dihadapi sangatlah berat,” tegas Bupati Aep Syaepuloh, Kamis (4/6/2026)

Pemerintah daerah pun terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan berkonsultasi dengan instansi berwenang sebelum memutuskan merantau ke luar negeri, guna menghindari jeratan praktik perdagangan orang yang merugikan dan membahayakan keselamatan diri.***

Benarkah Dua Oknum Anggota Polres Karawang Diperiksa Terkait Keberadaannya dilokasi Viral di Bekasi

KARAWANG |Infokeadilan.com – Munculnya keberadaan dua orang anggota Kepolisian Resor Karawang dalam sebuah peristiwa yang menyita perhatian publik di wilayah Bekasi menimbulkan pertanyaan mendasar terkait prosedur dan landasan hukum pelaksanaan tugas kepolisian lintas wilayah.

Di tengah sorotan yang kian mengemuka, pihak Polres Karawang akhirnya membenarkan bahwa kedua anggotanya memang berada di lokasi kejadian dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan mendalam oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam).

Kedua oknum anggota yang dimaksud masing-masing berinisial SN, bertugas di Satuan Reserse Narkoba, dan KAM, yang bertugas di Polsek Karawang Kota. Keduanya telah diamankan guna menjalani pemeriksaan internal untuk mengungkap latar belakang dan alasan keberadaan mereka di luar wilayah hukum tugas Polres Karawang.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Karawang, Cep Wildan, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman menyeluruh terkait maksud dan tujuan keberangkatan kedua anggota tersebut. Pihaknya juga tengah memverifikasi kelengkapan administrasi, termasuk memastikan apakah mereka membawa surat perintah tugas yang sah dan telah melaksanakan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan institusi.

“Benar, terdapat dua orang anggota Polres Karawang yang diketahui berada di lokasi kejadian. Saat ini keduanya telah diamankan oleh Sipropam Polres Karawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Cep Wildan, Kamis (4/6/2026).

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa keberadaan keduanya diduga berkaitan dengan upaya pengembangan suatu kasus. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang dapat menjawab berbagai spekulasi yang beredar luas. Hal ini pun memunculkan pertanyaan krusial: apakah tindakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas resmi, atau justru terdapat penyimpangan prosedur yang harus dipertanggungjawabkan?

Selain memeriksa kedua anggota tersebut, Polres Karawang juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak lain, mulai dari rekan sesama anggota kepolisian hingga pihak yang merasa terdampak dalam peristiwa tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh fakta terungkap secara utuh dan tidak ada informasi yang disembunyikan dari publik.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keabsahan surat tugas yang sempat ditunjukkan di lokasi kejadian. Hingga kini, dokumen tersebut masih dalam proses verifikasi untuk meneliti keasliannya, dasar hukum penerbitannya, serta kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku.

Sejumlah pengamat menilai bahwa peristiwa ini bukan sekadar masalah administrasi internal belaka, melainkan menyentuh aspek kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme institusi kepolisian. Sebab, setiap tindakan aparat yang dilakukan di luar batas kewenangan wilayahnya wajib dilandasi dasar hukum yang jelas dan sah, agar tidak menimbulkan persepsi adanya penyalahgunaan wewenang.

Sementara itu, Kapolres Karawang diketahui telah memberikan perhatian penuh terhadap penanganan kasus ini. Pihak institusi menegaskan tidak akan memberikan kelonggaran sedikit pun apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran, baik yang berkaitan dengan disiplin, kode etik profesi, maupun dugaan tindak pidana.

“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, maka akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi setiap bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh anggota,” tegas Cep Wildan mewakili pimpinan.

Saat ini, masyarakat menantikan hasil akhir dari proses pemeriksaan yang sedang berlangsung. Sikap transparan dan keberanian mengungkap fakta secara objektif menjadi ujian penting bagi Polres Karawang. Pasalnya, penyelesaian kasus ini tidak hanya menentukan nasib kedua anggota yang diperiksa, namun juga turut mempertaruhkan kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian secara keseluruhan.***

Pererat Tali Persaudaraan: Pimpinan LPM Mekarjati Bersama Staf Silaturahmi Di Acara Hajatan H. Sunaryo

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Wujud nyata kebersamaan dan keharmonisan antarwarga kembali terjalin di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mekarjati, Karsum, bersama jajaran pimpinan Karang Taruna, Ketua Forum Rukun Warga (FRW), serta seluruh pengurus, melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus kunjungan acara hajatan undangan di kediaman H. Sunaryo, yang berlokasi di Lingkungan Bangkuang, RW 09 Kelurahan Mekarjati, pada Kamis (4/6/2026).

Rombongan diterima dengan hangat oleh H. Sunaryo didampingi Ketua RW Odang beserta perangkat lingkungan setempat. Kunjungan ini bukan sekadar penyampaian undangan acara hajatan semata, melainkan sarana memperkuat ikatan batin, saling mendoakan keberkahan, serta mempererat rasa persaudaraan yang kokoh di antara para pemimpin masyarakat dan warga.

Dalam kesempatan yang penuh kekeluargaan tersebut, Ketua LPM Mekarjati, Karsum, menyampaikan makna mendibal di balik kunjungan ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran para pemimpin organisasi kemasyarakatan adalah bentuk komitmen nyata untuk selalu menjaga kedekatan dan keharmonisan di setiap lapisan masyarakat.

“Silaturahmi ini adalah napas utama bagi persatuan kita di Kelurahan Mekarjati. Kehadiran kami bersama Karang Taruna, Forum RW, dan seluruh jajaran, adalah bukti bahwa kami senantiasa mengutamakan kebersamaan, saling menghormati, dan berbagi kebahagiaan dengan seluruh warga, termasuk Bapak H. Sunaryo di momen istimewa ini,” ungkap Karsum dengan hangat.

Lebih jauh, Karsum menambahkan bahwa keharmonisan antarwarga merupakan pondasi utama dalam membangun lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas sambutan hangat yang diberikan.

“Kehadiran kita hari ini bukan hanya untuk menyampaikan undangan, melainkan untuk mendoakan keberkahan dan kelancaran acara hajatan yang akan datang. Semoga tali silaturahmi yang kita rajut hari ini senantiasa semakin erat, menjadi sarana mendatangkan keberkahan, serta memperkokoh persatuan demi kemajuan Kelurahan Mekarjati yang semakin maju dan harmonis,” tegasnya.

Sementara itu, H. Sunaryo menyambut baik dan merasa sangat terhormat atas kedatangan rombongan pimpinan masyarakat. Ia mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan untuk terus menjaga kedekatan emosional antara pemimpin dan warga, yang diyakini akan memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.

Acara silaturahmi berlangsung dalam suasana yang hangat, santun, dan penuh kekeluargaan, diakhiri dengan saling berdoa demi keselamatan, keberkahan, dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan bersama.**

Terguling di Jalan Rengas Bandung, Kecelakaan Truk Kontainer Diduga Akibat Sopir Mengantuk Berat

0

BEKASI | Infokeadilan.com – Sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Rengas Bandung, wilayah hukum Polsek Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, pada Kamis dini hari, sekitar pukul 04.30 WIB (4/6/2026). Sebuah truk kontainer bernomor polisi B 9976 UWX terguling di tengah jalur, dengan dugaan kuat penyebab utama adalah rasa kantuk yang melanda pengemudi.

Menurut keterangan yang dihimpun dari warga sekitar dan pernyataan resmi pihak kepolisian yang disampaikan oleh Kanit Lalu Lintas Polsek Kedung Waringin, Bayu, tidak terdapat saksi mata yang menyaksikan detik-detik kejadian secara langsung, sehingga kronologi persisnya belum dapat diketahui secara rinci.

“Dugaan sementara berdasarkan keterangan warga menyebutkan bahwa sopir truk mengalami kantuk berat di tengah perjalanan. Kondisi ini menyebabkan kendaraan kehilangan kendali, menyimpang hingga melintasi jalur lawan, dan akhirnya terguling sepenuhnya di badan jalan,” jelas Bayu.

Akibat insiden tersebut, bodi serta bagian bawah kendaraan mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Selain itu, terjadi tumpahan bahan bakar yang menggenangi permukaan aspal, disertai kerusakan dan kerobohan pada sejumlah tiang lampu penerangan jalan. Kejadian ini sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi, namun saat ini kondisi jalan telah kembali kondusif dan lalu lintas berjalan normal kembali.

Sebagai informasi, tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa ini. Pengemudi kendaraan dikabarkan selamat dan hanya mengalami guncangan fisik ringan tanpa menimbulkan cedera yang serius.

Pihak kepolisian segera tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan, pemeriksaan tempat kejadian, serta pengaturan lalu lintas. Kendaraan yang terguling pun kemudian dievakuasi menggunakan alat berat untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman, guna memulihkan kelancaran perjalanan di jalur tersebut secepatnya.

Menutup pernyataannya, pihak berwajib kembali menyampaikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, agar senantiasa memastikan kondisi fisik dan kebugaran yang prima sebelum memulai perjalanan.

Apabila mulai merasakan kantuk atau kelelahan, pengemudi sangat disarankan untuk segera menepi dan beristirahat sejenak demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun sesama pengguna jalan.

 

• U.Supriyadi / Red