Beranda blog Halaman 14

Program TNI AD Manunggal Air di Resmikan di SMAN 3 Cikampek, Wujud Kepedulian Nyata Penuhi Kebutuhan Air Bersih

KARAWANG |Infokeadilan.com – Sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melayani rakyat, program bantuan sarana penyediaan air bersih dari TNI Angkatan Darat yang bertajuk “TNI AD Manunggal Air” secara resmi dioperasikan di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Cikampek, Kabupaten Karawang, pada Rabu (3/6/2026).

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak akan akses air bersih, tidak hanya bagi warga sekolah, tetapi juga masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar lingkungan pendidikan tersebut.

Kegiatan peresmian dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta tokoh masyarakat setempat. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Kecamatan Cikampek yang mewakili Camat Cikampek H. Ari Maulana, SKM., MM., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kehadiran perwakilan dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan menjadi bukti dukungan bersama terhadap pelaksanaan program yang sangat strategis ini.

Bantuan sarana air bersih ini merupakan inisiatif langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial TNI AD dalam ikut serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih yang layak dan sehat.

Selain perwakilan pemerintah kecamatan, acara ini juga dihadiri oleh Komandan Rayon Militer (Danramil) Cikampek 0406, Kapten Inf Encep Sumarna, perwakilan dari Kepolisian Sektor Cikampek, Kepala Desa Dawuan Timur Tatang Somantri, Kepala SMAN 3 Cikampek, pengawas sekolah, para pendidik, serta para siswa-siswi yang antusias menyambut hadirnya fasilitas baru tersebut.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan Cikampek menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada wilayahnya. Ia menilai program ini sebagai bentuk sinergi yang harmonis antara institusi pertahanan dan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI Angkatan Darat, khususnya kepada Bapak KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, atas terealisasinya bantuan sarana air bersih ini. Program yang mengusung semangat ‘Negara Hadir Untuk Rakyat’ ini membawa manfaat yang sangat besar bagi kami, baik bagi seluruh warga sekolah maupun masyarakat sekitar. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas antara pemerintah dan TNI senantiasa terjalin baik demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik dan menyampaikan rasa syukur atas kehadiran fasilitas yang sangat dibutuhkan tersebut. Ketersediaan air bersih yang memadai diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan nyaman, sehingga dapat menunjang kelancaran proses belajar mengajar serta meningkatkan derajat kesehatan seluruh warga sekolah.

“Air bersih adalah kebutuhan pokok yang sangat mendasar bagi kehidupan. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan oleh seluruh siswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di SMAN 3 Cikampek,” ungkap perwakilan pihak sekolah.

Diketahui, program TNI AD Manunggal Air merupakan salah satu program prioritas yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat untuk turut serta mengatasi berbagai kendala ketersediaan dan akses air bersih di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya daerah-daerah yang membutuhkan dukungan pemenuhan sarana dan prasarana air.

Rangkaian kegiatan peresmian berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan lancar. Seluruh pihak yang hadir menyampaikan harapan yang sama, agar fasilitas yang telah dibangun ini dapat dijaga, dimanfaatkan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan pendidikan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kecamatan Cikampek.

 

•Edi Bahar

Gebyar PATEN Cikampek 2026 Hadirkan Kemudahan Layanan Publik, Wakil Bupati Serahkan Bantuan Sosial dan CSR

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Pemerintah Kecamatan Cikampek sukses menyelenggarakan Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Tahun 2026, yang berpusat di lingkungan Kantor Kecamatan Cikampek pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya mendekatkan berbagai layanan publik agar lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Acara dihadiri oleh jajaran Muspida dan Muspika setempat, serta diikuti oleh sejumlah instansi pemerintah dan mitra kerja. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Karawang, H. Maslani; Camat Cikampek, Adi Firmansyah, SH., MM.; Kapolsek Cikampek, Kompol Aji Setiaji, S.Sos., M.H.; Danramil 0406 Cikampek, Kapten Inf. Encep Sumarna; serta para kepala perangkat daerah, perwakilan instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan dunia usaha.

Sebagai wadah pelayanan terpadu, Gebyar PATEN menyatukan berbagai jenis layanan dalam satu lokasi. Masyarakat dapat memperoleh kemudahan mengurus administrasi kependudukan, perizinan usaha, pembayaran pajak, pelayanan kesehatan, program keluarga berencana, hingga layanan kepolisian dan administrasi kendaraan bermotor. Berbagai instansi yang terlibat antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, DPMPTSP, Bapenda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Polres Karawang, Samsat Karawang, ATR/BPN, serta Bank BJB Cabang Karawang. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan bazar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan hasil karya mereka.

Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menyampaikan bahwa penyelenggaraan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang prima. “Melalui Gebyar PATEN ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan terintegrasi. Pemerintah harus senantiasa hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kemudahan dan solusi terbaik,” tegasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Wakil Bupati meninjau langsung stan-stan pelayanan dan lokasi operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Cikampek guna memastikan seluruh layanan berjalan dengan optimal. Selain pelayanan administrasi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda sosial. Bersama Dinas Sosial, Wakil Bupati menyerahkan bantuan alat bantu dengar dan kursi roda kepada penyandang disabilitas serta warga lanjut usia yang membutuhkan. “Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat. Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan,” ujarnya.

Kunjungan dilanjutkan ke Posyandu Mawar 3 untuk meninjau program kesehatan masyarakat sekaligus membagikan makanan tambahan bagi balita. Menurutnya, penanganan stunting menjadi prioritas utama yang memerlukan kerja sama seluruh pihak. “Kami berkomitmen memastikan anak-anak Karawang tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang cerah,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Bertempat di Desa Kamojing, Wakil Bupati secara simbolis menerima bantuan dari PT Pupuk Kujang berupa program pengembangan usaha budidaya jamur tiram. Bantuan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat untuk dikelola secara berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Cikampek, Adi Firmansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. “Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata, baik melalui kemudahan pelayanan maupun program pemberdayaan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Program budidaya jamur tiram tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menambah pendapatan warga, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Kecamatan Cikampek.

•Edi Bahar

Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Sekitar Pintu Tol Kalihurip Diduga Berlanjut, Kinerja Penegak Hukum Disorot

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi dikabarkan masih marak terjadi di wilayah hukum Polres Karawang, Polda Jawa Barat. Lokasi yang diduga menjadi pusat kegiatan tersebut berada di kawasan keluar pintu tol Kalihurip, Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Berdasarkan pantauan langsung awak media Infokeadilan.com pada hari Sabtu, 29 Mei 2026, sekitar pukul 12.42 WIB, di sepanjang jalan menuju pintu tol Kalihurip dari arah Kecamatan Cikampek, terlihat sejumlah kendaraan truk besar yang terparkir di bahu jalan. Dari pengamatan tersebut, didapati indikasi adanya dugaan pengambilan atau penyaluran BBM secara tidak wajar dari kendaraan-kendaraan tersebut.

Setelah menemukan fakta di lapangan, pihak media segera menghubungi jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karawang untuk menyampaikan laporan tersebut. Pada saat itu, pihak kepolisian menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi yang diterima.

Namun, hingga berita ini diturunkan, penindakan tersebut belum juga dilaksanakan, dan bahkan berdasarkan keterangan dari warga sekitar berinisial B menyebutkan bahwa dugaan aktivitas penimbunan BBM subsidi di lokasi tersebut masih terus berlangsung.

“Masih ada sampai sekarang juga itu mah, tapi ga tau pak kalau udah ditutup atau ga mah.” ujarnya singkat.

Penyelidikan awal yang dilakukan awak media juga mengungkap adanya informasi dari kalangan masyarakat yang menyebutkan keterlibatan oknum aparat TNI yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Purwakarta dalam praktik tersebut.

Hal ini memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat, antara lain apakah Polres Karawang selaku pihak yang memiliki kewenangan di wilayah tersebut menemui kendala dalam melakukan penindakan, atau terdapat dugaan kepentingan lain yang melatarbelakangi berlanjutnya peredaran solar subsidi secara tidak teratur tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas yang diduga merupakan penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah hukum Polres Karawang tersebut masih dilaporkan berlangsung dan belum terlihat adanya tindakan tegas yang menghentikan praktik tersebut.

•Agus Sofyan

Tegakkan Integritas sebagai Pondasi Pengawasan, Sekda Karawang Buka Bimtek Pengawas Bangunan dan Jalan Lingkungan

KARAWANG |Infokeadilan.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pengawas Bangunan Sederhana dan Jalan Lingkungan di Kampus Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat kompetensi sekaligus menanamkan nilai integritas yang kokoh di kalangan para pengawas lapangan.

Bimtek yang berlangsung mulai 19 Mei hingga 12 Juni 2026 ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan Pengawas Bangunan Sederhana dan Jalan Lingkungan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang. Disusun secara komprehensif, pelatihan ini dirancang untuk mendongkrak kapasitas aparatur guna selaras dengan sasaran pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Sekda Asep Aang menyampaikan harapan besar agar para pengawas mampu menjalankan perannya dengan standar tertinggi. Ia menegaskan bahwa integritas merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas setiap pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Karawang.

“Saya menaruh harapan besar kepada Bapak Ibu sekalian agar memiliki integritas yang tinggi dalam bekerja selaku pengawas,” ujar Sekda Asep Aang.

Ia pun mengingatkan peran vital pengawas lapangan yang tidak hanya mengawasi satu tahapan, melainkan seluruh mata rantai pembangunan—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pertanggungjawaban akhir.

Lebih jauh, Sekda menggarisbawahi bahwa nilai integritas tidak boleh sekadar menjadi kata-kata tanpa makna, melainkan harus dihayati dan diterapkan nyata dalam setiap langkah kerja.

“Saya titipkan integritas ini—bukan hanya diucapkan, melainkan dilaksanakan dan diimplementasikan dalam kinerja sehari-hari. Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan tanamkan jiwa profesionalitas yang murni,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Karawang, Jajang Jaenudin, menjelaskan bahwa penyelenggaraan bimtek ini bertujuan strategis untuk memastikan penguasaan keahlian teknis yang memadai di kalangan peserta.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kompetensi para Pengawas Bangunan Sederhana dan Jalan Lingkungan di Kabupaten Karawang dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menutup rangkaian acara, Sekda menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dan mendukung kelancaran kegiatan ini. Ia berpesan agar setiap pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan selama pelatihan segera diimplementasikan secara optimal di lapangan demi hasil pembangunan yang berkualitas, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga kompetensi yang diraih dapat segera diterapkan secara langsung di lokasi pengawasan masing-masing demi kemajuan Karawang yang lebih baik,” pungkasnya.***

Perkuat Sinergitas dan Silaturahmi, Polsek Rengasdengklok Sambang Mako Koramil TNI 

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dalam upaya memperkokoh hubungan kemitraan yang erat dan membangun sinergitas yang semakin padu antar sesama aparat penegak keamanan dan ketertiban, jajaran anggota Bhabinkamtibmas Polsek Rengasdengklok, Polres Karawang, melaksanakan kegiatan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Koramil 0404 Rengasdengklok, yang beralamat di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, pada Senin (02/06/2026).

Kunjungan persahabatan dan koordinasi ini dilakukan langsung oleh Bhabinkamtibmas Polsek Rengasdengklok, Aipda Ajat Sudrajat, bersama rekannya Bripka Fazar Lesmana. Kedatangan mereka di Markas Koramil disambut hangat dan diterima langsung oleh petugas piket, Sertu Agus, di ruang penjagaan komando.

Menanggapi kegiatan rutin namun bernilai strategis ini, Kapolres Karawang, Polda Jabar, AKBP Fiki N. Ardiansyah, melalui Kapolsek Rengasdengklok, Kompol H. Edi Karyadi, S.H., menegaskan bahwa momen ini merupakan bukti nyata dari komitmen kebersamaan yang senantiasa dipelihara oleh kedua institusi negara tersebut.

“Ini adalah kegiatan sambang yang biasa dan rutin dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas. Melalui momen seperti inilah, terbukti nyata bahwa antara TNI dan Polri terjalin serta terbangun sinergitas yang kokoh dan harmonis,” tegas Kapolsek sebagaimana amanat Kapolres.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kapolsek, tujuan utama dari kegiatan sambang dan silaturahmi ini bukan sekadar seremonial semata, melainkan menjadi wadah efektif bagi para anggota untuk berkoordinasi, berdiskusi, serta saling bertukar informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi keamanan, ketertiban, dan masalah kemasyarakatan di lapangan secara bersama-sama dengan rekan-rekan dari Bhabinsa.

“Untuk menciptakan situasi kamtibmas yang benar-benar aman, tenteram, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Rengasdengklok, tentu saja anggota Bhabinkamtibmas perlu senantiasa menjaga komunikasi dan melakukan koordinasi yang erat dengan Babinsa dari jajaran TNI,” jelas Kapolsek Edi Karyadi.

Melalui kedekatan yang terjalin secara terus-menerus ini, Kapolsek Rengasdengklok sangat berharap bahwa ikatan kerja sama yang harmonis tersebut akan semakin menguat dan menjangkau sinergitas yang jauh lebih tinggi, kokoh, dan saling mendukung.

“Kita harapkan, melalui kegiatan sambang dan kunjungan rutin seperti ini, akan tercipta komunikasi yang makin lancar, mudah, dan akrab di antara kita. Hal ini tentunya akan sangat membantu dalam mempermudah langkah kita bersama, terutama dalam menjaga dan mengawal situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar senantiasa tetap aman, damai, dan kondusif di wilayah kita tercinta,” pungkas Kapolsek menuturkan harapannya.

 

•M.Rifa’i

Tragis ! 3 Panjak Odong Odong Diduga Tersengat Listrik Saat Menghibur Hajatan Warga Dikabarkan Meninggal Dunia

BEKASI |Infokeadilan.com  – Sebuah musibah yang sangat memilukan menimpa perhelatan suka cita warga di wilayah Kampung Ciberem, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Selasa, (2/6/2026).

Kebahagiaan acara hajatan yang sedang berlangsung seketika berubah menjadi duka mendalam dan kepanikan luar biasa. Sebanyak lima orang pekerja atau panjak odong-odong yang didatangkan untuk menghibur tamu dan warga, tiba-tiba tersambar aliran listrik bertegangan tinggi, menelan korban jiwa sebanyak tiga orang yang meninggal dunia, sementara dua rekannya lainnya kini berada dalam kondisi kritis dan berjuang nyawanya saat menjalani perawatan intensif.

Peristiwa kelam ini bermula saat peralatan penunjang hiburan berupa roda dan rangka sound system yang digunakan dalam acara tersebut melintas dan diposisikan di area yang berada tepat di bawah bentangan jaringan kabel listrik utama. Diduga kuat, bagian atas dari peralatan tersebut bersentuhan langsung atau berada dalam jarak yang terlalu dekat dengan kabel penghantar arus listrik tersebut.

Hal ini memicu lonjakan dan penyambungan arus yang dahsyat, yang kemudian merambat dan menyambar ke arah rangka besi odong-odong tempat para pekerja berada dan bertumpu.

Dampak kejadian itu begitu mengerikan dan seketika terjadi. Kelima pekerja yang sedang bertugas di atas odong-odong itu menjadi sasaran utama sengatan listrik yang mematikan. Tiga di antaranya nyawanya tidak tertolong lagi, baik saat masih berada di lokasi kejadian maupun setelah mendapatkan pertolongan pertama dan penanganan medis darurat.

Sementara itu, dua korban lainnya menderita luka bakar serius dan cedera berat akibat kekuatan arus yang menyambar tubuh mereka, sehingga kini harus menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit dalam kondisi yang masih sangat kritis.

Suasana di lokasi seketika berubah menjadi hiruk-pikuk kepanikan yang luar biasa. Warga yang hadir dan menyaksikan kejadian tersebut begitu terguncang dan segera bergerak serentak untuk memberikan pertolongan semampunya kepada para korban, mengevakuasi mereka dari jangkauan bahaya, hingga akhirnya bantuan dan petugas yang berwenang tiba di tempat kejadian untuk melanjutkan proses penanganan dan evakuasi yang lebih aman dan sempurna.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak berwenang masih terus melakukan penelusuran dan penyelidikan mendalam guna memastikan secara pasti kronologi serta penyebab teknis yang menjadi pemicu utama terjadinya peristiwa mematikan tersebut. Berbagai keterangan juga sedang dikumpulkan dari para saksi mata yang melihat kejadian secara langsung demi melengkapi fakta di lapangan.

Peristiwa yang sangat menyedihkan ini menjadi pengingat keras dan pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa kehati-hatian, perhitungan matang, serta kepatuhan terhadap aspek keselamatan dan keamanan kerja adalah hal yang mutlak, tidak boleh diabaikan sedikit pun.

Khususnya dalam kegiatan yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik dan penyangga berukuran besar seperti sound system, sangat diperlukan pengamatan teliti dan pengaturan posisi yang aman agar senantiasa menjauhi jaringan kabel listrik di sekitarnya demi mencegah terulangnya tragedi serupa yang merenggut nyawa sesama manusia.

•Wan

Terungkap ! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Direncanakan Berbulan bulan, Mantan Istri Diduga Sebagai Dalang Utama

BEKASI |Infokeadilan.com – Polres Metro Bekasi melalui Unit Resmob Satreskrim, bekerja sama dengan jajaran Polsek Tambun Selatan, akhirnya berhasil mengungkap tabir gelap kasus pembunuhan berencana yang menewaskan seorang Warga Negara Asing asal Korea Selatan berinisial B.S. Korban diketahui telah menetap dan membangun kehidupannya di Indonesia selama kurang lebih 17 tahun. Pengungkapan kasus ini merupakan buah dari kerja keras tim penyidik yang menempuh serangkaian penyelidikan mendalam, dimulai dari pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi, analisis rekaman CCTV, hingga penerapan metode ilmiah penyelidikan kriminal atau Scientific Crime Investigation.

Dalam Konferensi Pers yang digelar pada Selasa (02/06/2026), Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa yang sangat menyedihkan tersebut. Beliau juga menegaskan kembali komitmen pihak kepolisian untuk senantiasa menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang merenggut nyawa sesama manusia, demi mewujudkan rasa keadilan yang nyata bagi korban maupun keluarganya.

Kronologi kelam ini bermula saat anak korban yang berinisial Q.A.S. tiba di rumah dan mendapati suasana yang sangat janggal, rumah tampak sepi dan sebagian lampu dalam keadaan padam. Setelah beberapa kali memanggil nama korban tanpa mendapat jawaban, pelapor mendapati pemandangan yang mengerikan, jasad korban terbaring telungkup bersimbah darah di ruang makan. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polres Metro Bekasi guna ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang mendalam.

Merespons laporan tersebut, Tim Gabungan Satreskrim dan Polsek Tambun Selatan segera bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan pengolahan TKP secara cermat dan teliti. Berbagai jejak serta alat bukti dikumpulkan, mulai dari pemeriksaan sejumlah saksi, pengambilan sampel sidik jari, analisis rekaman CCTV di lingkungan sekitar, hingga pemeriksaan laboratorium forensik terhadap barang-barang bukti yang ditemukan.

Berkat penyelidikan yang dilakukan secara intensif dan terarah, polisi akhirnya berhasil mengungkap fakta mengejutkan sekaligus mengamankan dua orang tersangka utama, masing-masing berinisial SJ dan HW. Terungkap bahwa tersangka SJ tidak lain adalah mantan istri korban. Berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, SJ diyakini sebagai otak utama yang merencanakan sekaligus memerintahkan pembunuhan terhadap korban. Penyidik menemukan fakta bahwa tersangka SJ telah lama terlibat konflik berkepanjangan dengan korban, yang dipicu oleh persoalan rumah tangga, sengketa pembagian harta, hingga urusan nafkah anak-anak. Bahkan, terungkap pula bahwa SJ memberikan uang kepada HW sebagai bayaran atas nyawa korban, dengan total keseluruhan mencapai Rp139 juta yang diserahkan secara bertahap.

Sementara itu, tersangka HW yang bertindak sebagai tangan kanan atau eksekutor, berhasil diamankan di tempat kerjanya di wilayah Kota Bekasi. Di hadapan penyidik, HW mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban atas perintah SJ. Dari pengakuannya, pembunuhan ini sama sekali bukan tindakan spontanitas, melainkan telah direncanakan dengan matang sejak akhir tahun 2025 silam. HW mengaku menerima tawaran pembayaran tersebut karena desakan kebutuhan ekonomi, dan telah beberapa kali melakukan pemantauan terhadap pola aktivitas korban sebelum akhirnya mengeksekusi rencana keji tersebut.

Pada hari kejadian, HW mendatangi kediaman korban dengan mengenakan pakaian serta perlengkapan khusus yang sengaja disiapkan untuk menyamarkan identitasnya. Saat pelaku masuk ke dalam rumah, korban yang sedang berada di ruang makan sempat menyadari kehadirannya dan menegurnya. Namun, dalam sekejap mata, HW langsung menyerang dengan kejam menusukkan pisau ke bagian perut sebelah kiri korban secara berulang kali. Tidak cukup sampai di situ, pelaku kembali melancarkan serangan dengan menghantamkan alat pemberat ke bagian belakang kepala korban hingga nyawanya tidak tertolong lagi di lokasi kejadian.

Usai melancarkan aksinya yang brutal itu, HW mengambil beberapa barang milik korban, berupa satu unit laptop, perangkat perekam CCTV atau DVR, serta kartu ATM. Kartu ATM tersebut kemudian diserahkan kepada SJ selaku pemberi perintah, sedangkan laptop dan alat rekam DVR sengaja dibuang ke aliran Sungai Kalimalang dengan tujuan menghapus jejak kejahatan. Demikian pula pakaian dan perlengkapan yang digunakan saat beraksi, semuanya dibakar agar tidak menyisakan bukti yang dapat memberatkan pelaku.

Menyingkap motif mendasar di balik perbuatan yang tidak berprikemanusiaan ini, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, mengungkapkan:

“Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menemukan bahwa motif tersangka SJ diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati dan konflik yang telah berlangsung lama dengan korban. Selain itu, tersangka juga diduga memiliki keinginan untuk menguasai harta milik korban. Adapun tersangka HW mengaku menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi dan kebutuhan finansial.”

Dalam proses pengungkapan ini, penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang nyata dan kuat untuk pembuktian di pengadilan, antara lain rekaman CCTV, potongan pakaian yang dikenakan pelaku, masker, sarung tangan, buku tabungan, telepon seluler, hingga kendaraan yang digunakan dalam seluruh rangkaian perencanaan dan pelaksanaan kejahatan tersebut.

Atas perbuatannya yang melanggar hukum berat itu, kedua tersangka kini disangkakan telah melanggar Pasal 459 jo. Pasal 458 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai Pembunuhan Berencana. Oleh undang-undang, keduanya terancam sanksi pidana maksimal berupa penjara seumur hidup atau kurungan penjara selama-lamanya 20 tahun.

Sebagai wujud keterbukaan dan layanan kepada masyarakat, Kepolisian juga menyediakan saluran komunikasi resmi yang dapat dihubungi kapan saja:

Layanan Polisi 24 Jam (GRATIS): 0811-1939-110

Hotline Polri 24 Jam (GRATIS): 110CLBK (Curhat Langsung ke Bunda Kapolres Metro Bekasi)

WhatsApp: 0813-8399-0086

•Wan

Suasana Haru dan Bangga Warnai Pelepasan Siswa SMP AL Islam Cikampek 

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Nuansa haru, kebanggaan, dan kebersamaan yang mendalam menyelimuti pelaksanaan acara Tasyakuran sekaligus Pelepasan Siswa-Siswi Kelas IX SMP Al Islam Cikampek, Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan pada Rabu (02/06/2026) bertempat di Aula Golden Champion, Desa Sari Mulya, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.

Mengusung tema indah “Graduation Class Of 2026: NAVA PRAYANA Perjalanan Masih Panjang, Kenangan Menjemput Masa Depan”, momen ini menjadi titik tolak berharga bagi para siswa untuk melangkah ke jenjang kehidupan pendidikan yang lebih tinggi.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka berkah, dilanjutkan dengan penghormatan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin meriah dan berwarna ketika ditampilkan tarian khas daerah Jaipongan, yang menghadirkan kegembiraan dan semangat kebersamaan bagi seluruh hadirin yang berkumpul.

Turut hadir menyaksikan momen istimewa tersebut, Kepala Sekolah SMP Islam Cikampek, Samsudin, S.Pd., jajaran pengurus Komite Sekolah, dewan guru, para tamu undangan, orang tua atau wali murid, serta tentunya seluruh siswa-siswi kelas IX yang menjadi pusat perhatian hari itu.

Dalam sambutan utamanya, Kepala Sekolah SMP Al Islam Cikampek, Samsudin, S.Pd., menjelaskan makna filosofis yang terkandung dalam tema besar yang diusung tahun ini, yakni Nava Prayana. Menurutnya, frasa tersebut adalah simbol indah dari seluruh perjalanan panjang yang telah dilalui para siswa selama menempuh pendidikan di lembaga ini. Selama tiga tahun berlalu, segala kebersamaan, pengalaman berharga, hingga kenangan manis maupun tantangan yang terjalin, telah menjadi bekal kokoh dan modal utama bagi mereka dalam menatap cakrawala masa depan yang jauh lebih luas.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pada tahun ajaran ini, SMP Al Islam Cikampek resmi melepas sebanyak 29 orang siswa yang telah dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Samsudin juga mengungkapkan rasa bangganya yang tak terhingga atas capaian-capaian gemilang yang berhasil diraih para siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Menurut rekam jejak yang ada, lulusan SMP Al Islam Cikampek dikenal memiliki kualitas unggul dan telah banyak yang diterima di berbagai SMA maupun SMK favorit, baik melalui jalur prestasi maupun jalur seleksi akademik.

“Tema hari ini mengajarkan kita, bahwa setiap kenangan yang telah kita rajut bersama selama ini, kelak akan menjadi kekuatan besar di dada untuk menjemput masa depan. Jagalah selalu nama baik almamater di mana pun kalian berada. Jangan pernah takut untuk mencoba atau takut gagal, teruslah melangkah dan menuntut ilmu setinggi langit. Terima kasih atas segala kebersamaan dan pengalaman indah selama tiga tahun ini. Sampai bertemu kembali di gerbang kesuksesan yang akan datang,” pesan Samsudin penuh haru dan doa.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Atas nama seluruh pimpinan sekolah, para guru, dan staf, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan kerja sama yang luar biasa, sehingga acara pelepasan ini dapat terselenggara dengan lancar, khidmat, dan sukses sesuai harapan.

“Semoga segala bentuk partisipasi, sumbangan, dan kontribusi yang telah diberikan oleh Bapak/Ibu sekalian, dicatat sebagai amal kebaikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan mendapat balasan yang paling indah dan terbaik,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak sekolah, bapak/ibu guru, serta para orang tua murid. Menurutnya, keberhasilan anak-anak menyelesaikan pendidikan hingga hari ini, mutlak merupakan buah dari kerja keras bimbingan pendidik serta dukungan penuh kasih sayang dan perhatian dari keluarga di rumah.

“Keberhasilan anak-anak hari ini tentu tidak terlepas dari peran besar para guru yang mendidik dan orang tua yang mendampingi. Saya berharap, kelak para siswa terus memiliki semangat belajar tinggi, meraih cita-cita setinggi mungkin, namun tetap kokoh menjaga akhlak, sopan santun, etika, dan nama baik almamater, terutama di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang bergerak semakin pesat ini,” harapnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan sesi istimewa berupa pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para siswa-siswi berprestasi, baik yang unggul di bidang akademik maupun non-akademik. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang telah mereka tunjukkan selama menempuh pendidikan di SMP Al Islam Cikampek.

Momentum pelepasan ini menjadi penanda dan simbol lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap bersaing menghadapi tantangan masa depan. Besar harapan sekolah dan seluruh warga masyarakat, agar para lulusan SMP Al Islam Cikampek kelak dapat terus mengukir prestasi gemilang, menjadi bagian dari generasi unggul, cerdas, dan berakhlak, yang turut andil mendukung terwujudnya Kabupaten Karawang yang Maju, Makmur, dan Berkeadilan.

 

•Edi Bahar

Oknum ASN Eselon IV Diduga Manfaatkan WFH untuk Liburan, Pengamat Minta Sekda Tegas 

KARAWANG |Infokeadilan.com – Di tengah upaya pemerintah daerah menjaga kedisiplinan dan kinerja aparatur, tersiar kabar yang mengundang kegemparan dan menjadi pembahasan hangat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Seorang oknum ASN diduga menyalahartikan serta memanfaatkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, bukan untuk menyelesaikan tugas negara, melainkan berlibur ke luar kota.

Hal yang makin menggelengkan kepala banyak pihak dan dinilai sangat tidak pantas, oknum yang sama diketahui tidak hadir dan meninggalkan kewajiban saat seluruh elemen pemerintahan berkumpul dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Plaza Pemerintah Kabupaten Karawang, pada Senin (1/6/2026).

Menyikapi persoalan yang dinilai mencoreng citra pelayan publik ini, Praktisi Hukum sekaligus Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., atau yang akrab disapa Askun, mengaku telah menerima informasi lengkap mengenai kasus tersebut. Dijelaskannya, oknum ASN tersebut diketahui berlibur hingga ke daerah Klaten, Jawa Tengah, tanpa terlebih dahulu mengajukan dan memiliki surat izin cuti resmi sebagaimana ketentuan berlaku.

Ketahuanya sikap indisipliner aparat yang menduduki jabatan Eselon IV ini bermula dari kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, bersama Sekretaris Daerah, H. Asep Aang Rahmatullah, pada Jumat (29/5/2026) silam. Meski atas pelanggaran tersebut oknum bersangkutan telah dikenakan sanksi berupa pemotongan hak keuangan berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), namun bagi Askun langkah tersebut dirasa masih sangat jauh dari cukup dan belum memuaskan rasa keadilan.

Pasalnya, menurut catatan dan informasi yang dihimpunnya, oknum yang sama bukanlah kali ini saja melakukan pelanggaran. Ia disebut-sebut telah beberapa kali terlibat masalah dan menjadi penyebab kegaduhan di lingkungan kerja, namun seolah belum ada efek jera yang berarti.

“Satu sisi saya sangat apresiasi langkah sidak yang dilakukan Bapak Wabup dan Sekda demi menjaga disiplin ASN di tengah kebijakan WFH ini. Tapi di sisi lain, saya rasa sanksi sekadar pemotongan TPP saja itu belum cukup. Karena menurut saya, hukuman semacam itu tidak akan memberikan efek jera bagi yang bersangkutan maupun bagi ASN lainnya,” tegas Askun saat memberikan keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Oleh karenanya, Askun meminta tegas kepada Sekretaris Daerah selaku pemimpin tertinggi aparatur atau kerap disebut sebagai ‘Panglima ASN’, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan sikap oknum tersebut. Sanksi yang jauh lebih berat dan mendidik dianggap sangat perlu dijatuhkan agar menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pegawai, sehingga tidak ada lagi yang berani mengulangi perbuatan serupa.

Terkesan kecewa dan menantang ketegasan pimpinan, Askun melontarkan pertanyaan tajam yang penuh makna:

“Sekda, mana taringmu? Kalau sanksinya cuma sebatas pemotongan TPP saja, jangan-jangan Sekda ada apa-apa dengan oknum ASN ini. Sebaiknya segera dimutasi saja orang ini menjadi Sekel atau Sekretaris Kelurahan,” ungkapnya dengan nada yang tegas dan lugas.

Persoalan ini makin mendapat sorotan tajam karena menyinggung aspek pembinaan dari atasan langsung. Askun mempertanyakan peran dan tanggung jawab Kepala Dinas yang membawahi oknum tersebut. Ia menilai, ada keganjilan mengapa seorang pemimpin satuan kerja tidak mampu mengendalikan, membina, maupun mengontrol perilaku bawahannya, apalagi mengingat oknum yang bermasalah ini adalah sosok perempuan.

Melalui pernyataan yang bernada sindiran halus namun menusuk, Askun berkata:

“Laki-laki kok takut sama perempuan atau bagaimana ini ceritanya? Kok seorang ASN Eselon IV saja jagonya luar biasa sekali, sampai atasan tak berdaya mengatur,” ujarnya melemparkan kritik yang bernada satir.

Di akhir pernyataannya, Askun kembali mengingatkan seluruh aparatur untuk senantiasa memegang teguh prinsip profesionalisme dan proporsionalitas dalam bekerja. Apalagi di masa pemerintahan ini, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, terus-menerus mendorong, menggerakkan, dan “mencambuk” semangat seluruh jajarannya agar senantiasa meningkatkan kualitas kinerja serta pelayanan prima bagi masyarakat.

“Bantulah Bupati-mu untuk mewujudkan semangat ‘Karawang Maju’. Jangan sampai Bupati-mu bekerja siang malam tanpa kenal lelah, sementara dirimu justru tidak tahu etika dan aturan kerja. Masa sekelas pejabat Eselon II saja masih taat aturan, harus izin cuti kalau mau ke luar kota, ini baru Eselon IV belagunya sudah minta ampun. Sekali lagi saya tegaskan, Sekda, mana taringmu?” pungkas Askun menutup pernyataan tegasnya.***

 

Ditemukan Ikan Mati Mendadak di Saluran Irigasi, DLH Imbau Warga Jangan Konsumsi, Pemeriksaan dan Pengambilan Sampel Sedang Berlangsung

KARAWANG |Infokeadilan.com – Warga masyarakat yang berdomisili di wilayah Kecamatan Karawang Barat, khususnya di sekitar aliran saluran irigasi KW 3, KW 4, dan KW 5, menerima imbauan penting dan serius untuk tidak mengambil maupun mengonsumsi ikan-ikan yang ditemukan mati mendadak di perairan tersebut. Peringatan ini disampaikan menyusul ditemukannya sejumlah ikan yang mati secara tidak wajar di sepanjang aliran irigasi yang melintasi kawasan Jalan Jaka Tingkir, Kelurahan Tunggakjati, pada Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini pertama kali diketahui dan dilaporkan oleh warga sekitar pada pagi hari sekitar pukul 07.19 WIB. Kabar ini pun dengan cepat menyebar melalui unggahan dan pesan peringatan di kalangan masyarakat, yang mengingatkan agar warga menjauhi ikan-ikan yang mati tersebut demi menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin timbul, mengingat belum diketahui secara pasti penyebab dan kondisi air di lokasi.

Merespons kejadian yang mengundang kekhawatiran publik ini, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera menurunkan tim teknis ke lokasi kejadian. Langkah cepat ini diambil guna melakukan pengecekan langsung, pemantauan kondisi lingkungan, serta pengambilan sampel air untuk kemudian diuji di laboratorium, agar dapat diketahui akar penyebab pasti dari fenomena kematian massal ikan tersebut.

Luki Mantera Dwi Putra Romly, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Kabupaten Karawang, memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi, hasil pemeriksaan awal, serta langkah tindak lanjut yang sedang dan akan dilakukan pihaknya. Menurut penuturannya, informasi awal mengenai kejadian ini justru sudah masuk ke pihaknya sejak malam hari sebelumnya.

“Info kejadian tersebut, info dari warga itu masuk sekitar jam 22.00 WIB malam, konon informasinya dari wilayah Leuweung Seureuh. Nah, makanya tadi pagi kita sudah langsung bergerak bersama dengan tim dan Satgas Citarum Harum ke sana untuk mengecek langsung menggunakan alat PH meter. Dan hasil pengukuran dari PH meter itu dinyatakan normal berada di angka 6. Tapi untuk pembuktian secara menyeluruh, tadi saya sudah arahkan tim juga untuk mengambil sampel airnya guna dilakukan uji laboratorium lingkungan, agar diketahui hasilnya secara lengkap parameter apa saja yang mungkin melebihi baku mutu yang ditetapkan,” jelas Luki di lokasi.

Ia menambahkan, persoalan ini tidak bisa dilihat sebelah mata karena indikasi penyebabnya bisa berasal dari berbagai sumber. Bahkan, informasi yang berkembang menunjukkan bahwa fenomena serupa juga terdeteksi di wilayah lain yang menjadi satu aliran sungai yang sama.

“Karena banyak dugaan dan indikasi juga, limbah itu bisa berasal dari mana saja, makanya tim kita itu sekarang masih berada di lapangan dan bergerak terus sampai ke arah Walahar. Ada informasi juga bahwa di wilayah Jatiluhur pun ditemukan ikan mati, makanya saya juga tadi berkomunikasi dengan rekan-rekan di kabupaten pengawasan wilayah Purwakarta untuk menanyakan kebenaran info itu, dan mereka pun mengatakan akan mengecek dulu ke lokasi,” imbuhnya.

Mengenai dugaan penyebab, beredar informasi sementara yang menyebutkan bahwa kematian ikan diduga kuat dipicu oleh tingginya kandungan zat amoniak di air, yang diduga berasal dari sisa pakan ikan. Namun hal tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan akhir sebelum ada bukti sah dari hasil uji laboratorium.

“Menurut dari informasi yang beredar, katanya ikan-ikan yang mati tersebut karena kandungan amoniak, yaitu sisa dari pakan-pakan ikan. Tetapi tetap, intinya hal itu belum bisa dikatakan valid ya gitu. Karena masih ada hal-hal yang belum ditelusuri semuanya, jadi belum bisa dipastikan penyebab kematian ikan tersebut karena apa secara pasti,” tegasnya.

Oleh sebab itu, sampai kebenaran dan penyebab utama terungkap jelas, pihak Dinas Lingkungan Hidup kembali menegaskan himbauan tegasnya kepada seluruh warga masyarakat.

“Terkait dengan kejadian itu, kami berikan himbauan juga kepada warga agar jangan mengonsumsi ikan yang mati itu, karena khawatir berdampak buruk kepada kesehatan tubuh kita. Apalagi hasil pemeriksaan laboratorium ini kan belum bisa keluar saat ini, jadi kami khawatir di dalam air maupun tubuh ikan itu ada zat-zat berbahaya yang tidak terlihat mata namun membahayakan jika dikonsumsi,” pungkas Luki Mantera Dwi Putra Romly.

Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya yang erat kaitannya dengan kelestarian ekosistem perairan, kualitas lingkungan hidup, serta keamanan pangan dan kesehatan masyarakat luas. Warga diharapkan tetap tenang namun waspada, dan menunggu hasil resmi dari pemerintah sebelum mengambil langkah apa pun terkait ikan-ikan yang mati tersebut.

 

•M.Rifai/Red