Beranda blog Halaman 15

Temuan Tenaga Asing Bekerja Menggunakan Izin Kunjungan, Diduga Disertai Keberadaan Pekerja Esek Esek, DPP Gibas Jaya Datangi Kantor Imigrasi Karawang

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Maraknya keberadaan tenaga kerja warga negara asing yang beraktivitas dan bekerja di wilayah Kabupaten Karawang, terus menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat. Hal ini berkaitan erat dengan kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan keimigrasian, khususnya mengenai kelengkapan dokumen izin tinggal maupun izin kerja yang sah dan sesuai ketentuan.

Baru-baru ini, Sekretaris Jenderal DPP Karawang Gibas Jaya, Agus bersama jajarannya melakukan peninjauan dan pemeriksaan mendadak ke salah satu perusahaan yang beralamat di wilayah Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Dalam pengecekan tersebut, ditemukan fakta penting yang mengundang pertanyaan dan dugaan pelanggaran. Di lokasi usaha tersebut diketahui mempekerjakan sejumlah tenaga kerja asal Tiongkok, namun berdasarkan data yang diperoleh, dokumen perjalanan yang mereka miliki dan gunakan hanyalah paspor serta izin kunjungan biasa, sama sekali bukan dokumen izin tinggal terbatas atau izin kerja sebagaimana seharusnya dipersyaratkan bagi orang asing yang akan melaksanakan kegiatan pekerjaan di wilayah Indonesia.

Atas dasar temuan lapangan yang dianggap cukup krusial tersebut, pihak DPP Karawang Gibas Jaya menindaklanjutinya dengan menyampaikan laporan dan informasi resmi kepada instansi berwenang. Pada hari Selasa, 2 Juni 2026, rombongan yang dipimpin langsung oleh Sekjen Agus beserta anggota organisasi dan didampingi awak media, berkunjung ke Kantor Imigrasi Kelas II A Karawang. Kedatangan rombongan diterima secara langsung oleh Kepala Seksi Intelijen Kantor Imigrasi Kelas II A Karawang, Yudo, di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan dan pembicaraan tersebut, Agus menyampaikan secara rinci seluruh hasil pantauan dan temuan yang diperolehnya. Ia menyoroti secara khusus kondisi yang terjadi di perusahaan yang bersangkutan, menegaskan kembali dugaan bahwa para pekerja warga negara asing tersebut menjalankan kegiatan usaha dan pekerjaan, padahal status keberadaannya hanya berlandaskan izin kunjungan semata.

Merespons laporan dan informasi yang disampaikan, Yudo selaku pejabat yang berwenang di bidang pengawasan dan penindakan langsung memberikan tanggapan serta keterangan yang jelas. Ia membenarkan bahwa pihaknya sebenarnya telah lebih dahulu turun ke lokasi dan memeriksa keberadaan warga negara asing tersebut. Menurut penjelasannya, berdasarkan pengecekan yang telah dilakukan petugasnya, dokumen yang dimiliki para tenaga kerja asal Tiongkok itu tercatat dalam kategori jenis C 20.

“Sudah kami datangi tenaga asing (Tiongkok) di perusahaan itu yang berada di Kecamatan Pangkalan, tenaga asing tersebut berpaspor C 20,” ungkap Yudo menegaskan hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan timnya, Selasa (2/6/2026).

Pembahasan tidak berhenti hanya pada persoalan administrasi dan izin bekerja semata. Agus kembali menyampaikan hal lain yang dinilainya jauh lebih serius, mencengangkan, dan sangat meresahkan, yang juga terungkap dari pemantauan pihaknya di lokasi perusahaan maupun lingkungan tempat tinggal para pekerja asing tersebut. Ia memaparkan adanya indikasi kegiatan yang melanggar norma kesusilaan dan ketertiban umum.

“Di perusahaan tersebut banyak perempuan nakal untuk menghibur tenaga asing asal Tiongkok itu, bahwasanya perempuan-perempuan itu keluar dari asrama atau tempat tinggal mereka tepatnya pada pukul 6.00 pagi,” ungkap Agus membeberkan fakta yang diketahuinya.

Menurut penuturannya, keberadaan para wanita tersebut diduga kuat bukan sekadar warga biasa, melainkan dipersiapkan dan dijadikan sarana pemuas nafsu serta hiburan bagi para pekerja asing tersebut, dengan pola aktivitas yang bergerak dan keluar masuk pada waktu-waktu tertentu yang tidak wajar.

Mendapatkan tambahan informasi yang jauh lebih berat dan sensitif ini, pihak Imigrasi melalui Kepala Seksi Intelijennya menyatakan akan mencatat, menindaklanjuti, dan menyelidiki secara menyeluruh kebenaran dari laporan mengenai keberadaan wanita-wanita yang diduga dijadikan sarana pemuas nafsu bagi warga negara asing tersebut. Hal ini dinilai menjadi bagian tak terpisahkan dari pengawasan keimigrasian, mengingat segala aktivitas yang dilakukan oleh orang asing selama berada di wilayah Indonesia wajib sesuai dengan tujuan kedatangannya serta tidak boleh melanggar hukum, ketertiban, maupun norma yang berlaku di masyarakat.

Pihak Imigrasi Karawang menegaskan kembali komitmennya untuk senantiasa bertindak tegas dan bertindak hukum terhadap setiap bentuk pelanggaran yang ditemukan, baik yang berkaitan dengan masalah dokumen, izin tinggal, jenis kegiatan, maupun segala hal lain yang bertentangan dengan Undang-Undang Keimigrasian dan peraturan terkait lainnya. Kerja sama dan masukan dari masyarakat maupun elemen organisasi seperti Gibas Jaya dinilai sangat membantu dan menjadi bagian penting dalam menciptakan pengawasan yang ketat, menyeluruh, dan efektif di wilayah hukum Kabupaten Karawang.

Hingga berita ini ditayangkan, proses penelusuran dan penanganan kasus ini masih terus berjalan, guna mengungkap fakta seutuhnya serta menjatuhkan sanksi yang setimpal dan tegas bagi pihak-pihak yang terbukti bersalah dan melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

•A.Sofyan

Pemkab Karawang : Jika Temukan Pelanggaran, Akan Jatuhkan Sanksi Pemotongan Penghasilan

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui pemeriksaan mendadak yang dilaksanakan pada hari kerja pasca libur perayaan Idul Adha, menemukan fakta menarik sekaligus menjadi perhatian penting. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberi kewenangan menjalankan tugas dengan sistem Bekerja Dari Rumah atau Work From Home (WFH), ternyata terungkap berada di luar batas wilayah Kabupaten Karawang saat masa tugas berlangsung. Hal ini terungkap jelas melalui pemantauan dan penelusuran yang dilakukan tim inspeksi, menandakan adanya ketidakpatuhan terhadap aturan dan pemahaman makna kebijakan yang diterapkan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., mengungkapkan bahwa dari hasil pengawasan yang dilakukan, ditemukan beberapa pegawai yang diduga kuat sedang berlibur atau bepergian ke luar daerah, padahal status kewajiban kerjanya adalah bekerja dari tempat tinggal masing-masing. Fakta ini diketahui salah satunya dari jejak aktivitas dan unggahan pribadi yang mereka tampilkan di media sosial.

“Di zaman sekarang, memantau hal-hal seperti ini sesungguhnya sudah sangat mudah dan terbuka. Ada saja yang terungkap keberadaannya dari apa yang mereka unggah atau tampilkan dalam kisah maupun status di media sosialnya. Bahkan ada kejadian yang cukup mencolok: mereka baru mengajukan permohonan cuti setelah kegiatan pemeriksaan kami berlangsung. Padahal ketentuan izin dan cuti itu sudah ada aturan dan mekanismenya yang jelas, tidak bisa diajarkan atau diubah secara mundur begitu saja demi menutupi hal yang tidak seharusnya,” tegasnya, Senin (1/6/2026)

Beliau menjelaskan kembali makna dan tujuan sebenarnya dari kebijakan WFH yang diberlakukan dan diperpanjang hingga berlangsung selama dua bulan tersebut. Kebijakan ini diterapkan berdasarkan arahan dan petunjuk pemerintah pusat, namun pemberian kemudahan bentuk kerja demikian sama sekali tidak berarti memberikan kebebasan mutlak bagi para pegawai untuk bekerja dari mana saja sesuka hati mereka. Ada batasan wilayah dan kewajiban keberadaan yang wajib dipatuhi sepenuhnya.

“Istilah WFH itu kepanjangannya adalah Work From Home, artinya bekerja, melaksanakan tugas dan kewajiban jabatan berawal dan berlangsung dari tempat tinggal atau rumah kediaman masing-masing. Lantas jika rumah dan tempat tinggalnya ada di sini, di wilayah Karawang, maka mutlak harus tetap berada dan bertugas di Karawang juga. Tidak boleh dimaknai keliru lalu bepergian pergi ke luar kota atau ke daerah lain, itu pemahaman yang salah dan kami tegaskan tidak dibenarkan sama sekali,” tandasnya dengan lugas dan tegas.

Lebih jauh dijelaskan, kegiatan pengecekan mendadak ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran para pimpinan perangkat daerah dan asisten. Tujuan utama pelaksanaannya murni untuk menjamin dan memastikan bahwa pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan lancar, berjalan maksimal, serta tidak terganggu kualitas maupun kelancarannya di sepanjang masa berlakunya kebijakan penyesuaian sistem kerja tersebut.

Sebagai dasar aturan yang mengikat, sebelumnya Pemerintah Daerah telah menerbitkan surat edaran resmi yang membatasi dan menetapkan kuota jumlah pegawai yang boleh mengambil hak cuti maksimal hanya mencapai angka 20 persen dari seluruh jumlah tenaga kerja. Kebijakan pembatasan ini diterapkan dengan satu tujuan utama: agar penyelenggaraan pelayanan publik tetap terjaga kekuatan sumber daya manusianya, tidak berkurang kapasitasnya, sehingga urusan dan kebutuhan warga masyarakat tetap terlayani dengan baik, cepat dan tepat sasaran.

“Prinsip dasar yang kami pegang tegas dan kami laksanakan adalah: pelayanan kepada masyarakat harus terus berjalan tanpa henti dan senantiasa tersedia. Memang benar, beristirahat dan cuti adalah hak sah setiap pegawai, namun hak itu ada batasnya, ada aturannya dan kami telah mengatur ketentuan maksimalnya sebesar 20 persen sebagaimana tertulis jelas dalam surat edaran kami. Khusus untuk kegiatan sidak atau pemeriksaan mendadak yang kami lakukan hari Jumat yang lalu, kami mengerahkan enam tim pengawas yang disebarkan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Tugas mereka satu: memantau, memeriksa, serta memastikan kehadiran dan ketaatan seluruh pegawai pada hari-hari kerja yang tergolong padat dan kritis tersebut,” jelasnya merinci.

Berdasarkan data resmi hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan terhadap 28 satuan kerja perangkat daerah, tercatat ditemukan sebanyak 36 orang pegawai dari lingkungan 11 instansi yang terbukti tidak hadir bertugas tanpa alasan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping jumlah tersebut, masih terdapat 8 orang lainnya yang sedang dalam proses penelitian dan pemeriksaan lebih lanjut, dikarenakan permohonan izin yang mereka sampaikan dinilai belum sesuai prosedur, belum lengkap, atau mekanisme pengajuannya belum memenuhi syarat ketentuan yang berlaku.

Menindaklanjuti segala bentuk ketidakpatuhan dan pelanggaran yang telah terbukti jelas tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak tinggal diam dan telah menjatuhkan tindakan pembinaan serta sanksi administratif berupa teguran tertulis. Tak hanya sekadar peringatan, sanksi nyata juga diberlakukan berupa pemotongan hak keuangan, yakni tunjangan kinerja atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 25 persen, yang berlaku selama kurun waktu dua bulan berturut-turut.

Langkah tegas ini menjadi pesan keras dan bukti nyata: pemberian kemudahan bentuk kerja sama sekali tidak berarti melepaskan kewajiban dan tanggung jawab. Bagi Pemkab Karawang, kedisiplinan, kepatuhan aturan dan tanggung jawab adalah nilai utama yang tidak boleh dikompromikan demi menjaga mutu pelayanan terbaik bagi masyarakat luas.***

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Aep Tekankan Nilai Luhur Harus Hadir Nyata dalam Setiap Langkah Kemajuan Daerah

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Suasana penuh khidmat dan rasa syukur menyelimuti halaman Plaza Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang pada hari Senin (1/6/2026). Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026, momen bersejarah yang diperingati segenap elemen bangsa sebagai pengingat kembali akar, jati diri, serta dasar utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam peringatan yang sarat makna ini, penekanan mendalam diberikan mengenai bagaimana nilai-nilai agung tersebut tidak hanya menjadi simbol semata, melainkan harus hidup, tumbuh, dan mewujud nyata dalam setiap kebijakan, rencana, hingga hasil pembangunan yang diselenggarakan demi kesejahteraan rakyat.

Dalam sambutan utama yang disampaikannya, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menegaskan kedudukan mutlak Pancasila sebagai pondasi utama, kekuatan, dan pedoman tak tergantikan bagi seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, pengamalan isi kelima sila tersebut wajib menjadi jiwa dan landasan utama dalam setiap langkah pembangunan daerah, agar segala sesuatu yang dibangun dan dihasilkan benar-benar berpijak pada kepribadian dan jati diri bangsa sendiri.

Lebih jauh beliau menekankan, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya haruslah menjadi napas kehidupan, semangat penggerak, serta roh yang menyatu dalam setiap upaya mewujudkan cita-cita besar kemandirian bangsa. Hal ini sejalan dan selaras sepenuhnya dengan visi besar kenegaraan yang dikenal dengan sebutan Asta Cita, yang mengarahkan seluruh upaya menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat sepenuhnya atas nasibnya sendiri.

“Pancasila merupakan kristalisasi indah dari seluruh nilai luhur, budaya adiluhung, serta pedoman arah tujuan kedaulatan Indonesia yang telah dirumuskan dan disepakati bersama. Ia bukan sekadar rangkaian kata, melainkan landasan hukum yang sah dan juga filosofi mendasar yang menjadi alasan, dasar, dan tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Tanpa Pancasila, kita kehilangan arah dan pegangan utama kita bersama,” tegas Bupati H. Aep saat menyampaikan amanatnya di hadapan para hadirin.

Secara khusus menilik konteks Kabupaten Karawang, Bupati menjelaskan bahwa penerapan dan penghayatan nilai ideologi negara tersebut memiliki kaitan yang sangat erat, langsung, dan tak terpisahkan dengan dua hal pokok: penguatan struktur ekonomi daerah serta peningkatan kualitas kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Beliau secara khusus menyoroti pentingnya prinsip keadilan yang harus senantiasa menjadi ukuran utama dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pada sektor-sektor strategis yang menjadi urat nadi kehidupan daerah.

“Bagi wilayah Kabupaten Karawang ini, pengamalan nilai Pancasila itu hadir nyata dan terlihat jelas bentuknya: tercermin dalam ketahanan ekonomi daerah yang kuat dan tangguh menghadapi segala perubahan, terlihat dari keadilan sosial yang kami usahakan menyebar merata dirasakan oleh para pekerja, petani, serta seluruh insan pencari nafkah, dan juga terwujud melalui iklim usaha dan penanaman modal yang kondusif, aman, serta menguntungkan semua pihak. Inilah wujud nyata kita mengamalkan apa yang diajarkan oleh dasar negara kita,” ungkapnya dengan tegas dan lugas.

Bukan hanya berhenti pada kemajuan ekonomi, Bupati juga mengingatkan peran strategis dan tanggung jawab besar yang dipikul oleh Karawang di kancah yang lebih luas. Sebagai salah satu daerah penyangga dan wilayah yang memiliki potensi sumber daya besar, Karawang memiliki tugas mulia ikut menjaga, menopang, serta menjamin stabilitas dan ketahanan nasional, salah satunya melalui sektor ketahanan pangan yang sangat vital kedudukannya.

“Kabupaten Karawang wajib, harus, dan kami tekankan mutlak harus memiliki kekuatan ekonomi yang kokoh serta kemampuan menjamin kedaulatan pangan yang utuh dan tak tergoyahkan. Hal ini bukan sekadar kebutuhan daerah semata, melainkan sumbangan besar kami demi memperkokoh kedaulatan negara kesatuan ini secara menyeluruh. Negara yang kuat adalah negara yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri, mampu mencukupi kebutuhan dasarnya sendiri, dan Karawang bertekad besar menjadi bagian utama dari kekuatan itu,” imbuh beliau menegaskan tekad tersebut.

Diketahui, peringatan bersejarah tahun ini mengangkat tema besar dan bermakna luas: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini membawa pesan mendalam, bahwa selain berfungsi mengikat dan menyatukan keberagaman dalam satu negara, nilai yang kita anut ini juga membawa pesan universal tentang kedamaian, persaudaraan, dan kesejahteraan yang bermanfaat melampaui batas wilayah.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat abadi bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat Karawang: menjaga, mengamalkan, dan menerapkan nilai dasar negara adalah cara terbaik mengabdi, membangun, dan membawa daerah tercinta ini melangkah menuju masa depan yang makin gemilang, berdaulat, dan penuh keadilan sosial bagi seluruh warganya.***

Kondisi Mengkhawatirkan, Empat Tiang Miring Hampir Roboh Diduga Dibiarkan Begitu Saja Ancaman Bahaya Mengintai 

KARAWANG |Infokeadilan.com – Pemandangan yang menimbulkan kekhawatiran dan risiko bahaya nyata terlihat jelas di jalur penghubung Rengasdengklok – Batujaya – Pakisjaya, tepatnya berada tak jauh dari tugu batas wilayah yang memisahkan Desa Kertasari dengan Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok. Terpantau empat buah tiang penyangga jaringan kabel tampak miring drastis, posisinya sudah hampir roboh sepenuhnya, namun hingga kini kondisinya terkesan dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya penanganan, pengamanan, maupun perbaikan dari pihak berwenang.

Kondisi bangunan penyangga yang sudah tidak tegak dan tidak kokoh lagi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi warga sekitar maupun setiap orang yang melintas di jalur tersebut. Pasalnya, pada tiang-tiang tersebut terpasang jaringan kabel yang mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi.

Mengingat posisinya yang sudah condong dan strukturnya terancam runtuh sewaktu-waktu, dikhawatirkan kabel-kabel penghantar listrik tersebut dapat terputus, jatuh ke jalan maupun ke tanah, yang berpotensi menimbulkan risiko tersengat aliran listrik, kebakaran, hingga kecelakaan fatal yang membahayakan nyawa dan keselamatan siapa saja yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan Er seorang warga yang kerap melintas di jalur tersebut membenarkan, bahwa kondisi miringnya tiang tiang tersebut sudah lama tetapi belum juga ada tindakan penanganan dari pihak terkait.

“Sebenarnya tiang tiang ini dalam kondisi begini sudah lama juga pak, kalau ga salah hampir ada satu bulan lebih lah. tapi sampai sekarang belum juga di benerin, padahal ini posisinya di pinggir jalan.” jelas Er kepada media, Senin (1/6/2026).

Tidak hanya itu, Er juga mengungkapkan kekhawatirannya akan kondisi tiang yang sudah miring dan hampir roboh tersebut.

“Kalau misalnya ini tidak ada tindakan perbaikan, ini tentunya akan bisa membahayakan warga, sebab ada kabel yang mengandung aliran listrik ke satu tiang beton, itu kan tiang lampu PJU, bagaimana kalau tiangnya roboh lalu kabelnya putus ?.” ujarnya dengan penuh kekhawatiran.

Menanggapi hal ini kondisi tersebut bukan hanya membahayakan keselamatan, jika tiang tersebut tumbang, tetapi fasilitas penunjang keamanan dan kenyamanan jalan raya itu pun akan hilang dan bisa memperburuk kondisi keamanan jalanan, terutama pada malam hari.

Warga berharap agar pihak pengelola jaringan listrik maupun instansi terkait segera menurunkan tim, untuk menindaklanjuti kondisi darurat ini, melakukan pengamanan secepatnya, serta mengganti atau memperbaiki tiang dan seluruh jaringan yang ada sebelum terjadi musibah yang tidak diinginkan. Mengingat lokasi berada tepat di pinggir jalan raya yang cukup ramai dilalui kendaraan, penanganan dianggap sangat mendesak dan tidak boleh ditunda lagi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan dan klarifikasi dari pihak berwenang terkait kondisi ke empat tiang yang belum diperbaiki dan belum dipasangi tanda peringatan bahaya maupun pembatas keamanan apa pun, sehingga risiko ancaman tetap terbuka lebar mengancam setiap pengguna jalan.***

Memaknai Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026,  Infokeadilan.com Kokohkan Persatuan dan Keadilan

KARAWANG |Infokeadilam.com – Mengenang dan merayakan momen bersejarah kelahiran dasar negara, Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, kembali diperingati segenap elemen bangsa. Pada peringatan tahun 2026 ini, semangat dan makna yang terkandung di dalam lima sila luhur tersebut kembali dikumandangkan, tidak sekadar sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai panggilan hati untuk senantiasa menjaga, mengamalkan, serta mempertahankan nilai-nilai persatuan, kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan yang menjadi tiang utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Momen bersejarah ini juga dirayakan dengan penuh rasa syukur dan komitmen tinggi oleh seluruh jajaran awak media Infokeadilan.com, wadah pers yang sejak awal berdiri telah menjadikan prinsip keadilan, kebenaran, dan keseimbangan sebagai landasan utama setiap tulisan dan pemberitaannya.

Di bawah naungan PT. Info Keadilan Mediatama, lembaga ini menegaskan posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari warga negara yang bertanggung jawab, yang senantiasa menempatkan Pancasila sebagai pandangan hidup, pedoman berpikir, dan arah bergerak dalam menjalankan fungsi mulia pers nasional.

Dalam momentum ini, CEO Infokeadilan.com, Junior Marpaung, S.H., menyampaikan ungkapan, pandangan, dan pesan mendalam yang sarat makna, merenungi kembali hakikat dan kedudukan Pancasila bagi bangsa Indonesia serta kaitannya dengan peran strategis dunia pers.

“Hari ini, kembali kita memperingati hari kelahiran Pancasila, seyogianya menjadi momen refleksi mendalam, sejauh mana kita telah menjaga, mengisi, dan mengamalkan nilai-nilai agung tersebut dalam kehidupan nyata sehari-hari ?” ungkap Junior Marpaung membuka pemikirannya yang mendalam, Senin (1/6/2026).

Lebih jauh ia menegaskan adanya keterkaitan erat dan hubungan tak terpisahkan antara tujuan pers dan cita-cita yang digariskan Pancasila.

“Nama yang kami sandang, ‘Info Keadilan’, sesungguhnya merupakan penjabaran nyata dan wujud pengamalan sila kelima yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Prinsip utama keberadaan kami adalah menyuarakan kebenaran, menyoroti ketidakadilan, serta menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab. Bagi kami, menjadi media yang berintegritas sama artinya dengan menjaga kehormatan dan kemurnian dasar negara.” ungkapnya.

“Di tengah beragamnya tantangan zaman dan arus informasi yang deras, kami bertekad teguh Infokeadilan.com akan senantiasa berdiri di barisan terdepan menjaga persatuan, merajut kebersamaan, dan menegakkan keadilan,” tegasnya.

Lebih jauh ia mengingatkan, bahwa tugas mengisi dan mempertahankan kemerdekaan serta cita-cita negara jauh lebih berat dibandingkan saat merebutnya. Peran pers menjadi sangat krusial sebagai sarana komunikasi, pendidikan, dan pengawasan sosial, yang wajib berjalan berlandaskan etika dan norma yang bersumber dari budaya serta pandangan hidup bangsa sendiri.

“Tantangan ke depan semakin kompleks, namun landasan kita tetap satu dan tidak berubah. Saya berpesan kepada keluarga besar Infokeadilan.com, mari jadikan semangat Hari Lahir Pancasila ini sebagai api yang terus menyala di dada. Teruslah berbuat baik, teruslah menyuarakan kebenaran, dan jangan pernah lelah menjaga negeri tercinta ini. Mari kita pastikan, bahwa warisan berharga ini tetap utuh, kuat, dan menjadi pedoman abadi bagi generasi-generasi penerus bangsa kelak,” pungkas Junior Marpaung, S.H.

Senada dengan hal itu, Pimpinan Redaksi Infokeadilan.com, Asep Supriyatna, turut menyampaikan pandangan serta tekad organisasi di lingkungan ruang redaksi.

Menurutnya , peringatan ini menjadi pengingat kuat akan tanggung jawab besar yang dipikul sebagai seorang yang berprofesi wartawan, yang setiap tulisan dan pemberitaannya memiliki dampak langsung terhadap ketenangan, persatuan, dan kemajuan masyarakat.

“Bagi kami sebagai insan pers, Pancasila adalah kompas yang menentukan arah tulisan dan pemberitaan kami. Ini menjadi batas sekaligus tujuan, yakni membatasi kami dari hal-hal yang dapat memecah belah, menimbulkan kebencian, atau merugikan orang lain. Dan tak hanya itu ini juga sekaligus menjadi tujuan akhir kami, yaitu menciptakan masyarakat yang semakin beradab, berpengetahuan luas, sadar hukum, dan hidup dalam keadilan.” tandasnya.

“Memperingati lahirnya dasar negara ini, kami menyadari sepenuhnya bahwa kebebasan pers yang kita nikmati saat ini bukanlah kebebasan tanpa aturan, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab, yang diabdikan sepenuhnya demi kepentingan terbaik bangsa dan negara sesuai cita-cita yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar,” paparnya.

Ia menegaskan komitmen tim redaksi untuk senantiasa menjaga standar kualitas, keseimbangan, dan nilai positif dalam setiap karya yang dimuat.

“Di bawah bendera Infokeadilan.com, kami bertekad akan terus memelihara dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kerja kami. Kami akan tetap konsisten menjadi mitra kritis sekaligus mitra setia pembangunan, menyoroti kekurangan demi perbaikan, serta mengapresiasi kemajuan demi semangat bergerak lebih jauh.” terangnya.

“Kami percaya, informasi yang benar dan adil adalah salah satu kunci utama kemajuan peradaban bangsa. Di hari bersejarah ini, saya mengajak seluruh rekan kerja, marilah kita tingkatkan kualitas diri, wawasan, dan dedikasi kita. Jadikan pena dan karya kita sebagai alat pemersatu, pembawa kedamaian, dan penegak kebenaran yang tak tergoyahkan. Selamat Hari Lahir Pancasila, mari kita rawat dan lestarikan api persatuan ini selamanya, demi Indonesia yang makin adil, makmur, dan berkeadilan sosial,” tutupnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi bukti nyata, bahwa di tengah perubahan zaman, nilai dasar bangsa tetap kokoh berdiri. Pancasila adalah milik kita, warisan mulia yang wajib kita jaga dan kita teruskan perjuangannya.

Semangat Kebersamaan, Warga RT 03/34 Nagasari Bergotong Royong Bangun Pos Ronda Sekaligus Bersihkan Lingkungan

KARAWANG |Infokeadilan.com – Suasana penuh kehangatan, semangat kerja keras, dan kegembiraan bersama mewarnai pagi hari di lingkungan RT 03/RW 34, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat. Sejumlah warga masyarakat secara sukarela dan bersatu padu melaksanakan kegiatan kerja bakti dan gotong royong. Dalam kegiatan produktif pagi ini, warga bahu-membahu melaksanakan dua hal utama: membangun gedung Pos Ronda yang nantinya berfungsi ganda sebagai tempat penjagaan keamanan sekaligus sekretariat pengelola lingkungan, serta serentak melakukan pembersihan, penataan, dan pembenahan kebersihan seluruh kawasan sekitar pemukiman warga, Minggu (31/5/2026)

Gerakan bersama ini bukanlah kegiatan insidental atau sesekali saja dilakukan, melainkan telah menjadi tradisi luhur, agenda tetap, dan budaya hidup yang terus dipelihara serta dilestarikan oleh seluruh warga di wilayah tersebut. Langkah nyata ini sekaligus menjadi wujud dukungan tulus dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program unggulan Pemerintah Kabupaten Karawang, yakni “Karawang Bersih”, yang bertujuan mewujudkan wilayah yang sehat, asri, indah, dan nyaman ditinggali.

Ketua RT 03/RW 34, Nana Sumarna, yang memimpin dan menggerakkan langsung jalannya kegiatan, menjelaskan makna, tujuan, serta nilai luhur yang terkandung di balik pelaksanaan kerja bakti tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna jauh lebih besar dibanding sekadar hasil fisik atau bangunan yang didirikan, melainkan sarana utama mempererat ikatan persaudaraan.

“Gotong royong yang kami laksanakan pagi ini, dan yang selalu kami jadwalkan secara rutin dan berkelanjutan setiap waktunya, merupakan wujud nyata kebersamaan kami di lingkungan ini. Bagi kami, kegiatan seperti ini adalah napas kehidupan bermasyarakat; menjadi momen berharga di mana kita bertemu, bersua, bekerja bersama, dan saling berinteraksi satu sama lain. Tujuannya jelas dan mulia: pertama untuk terus membina, memelihara, dan memperkokoh rasa persatuan, kerukunan, serta keakraban antarwarga. Kedua, demi menata lingkungan tempat tinggal kita agar senantiasa tampil rapi, bersih, tertib, aman, sehat, dan memberikan kenyamanan hidup bagi seluruh keluarga yang tinggal di sini. Selain itu, langkah ini juga bentuk sumbangan nyata kami mendukung cita-cita daerah mewujudkan Karawang yang bersih, indah, dan terawat sebagaimana harapan pemerintah,” ungkap Nana Sumarna di sela-sela mengawasi pekerjaan pembangunan.

Lebih lanjut ia menambahkan, pembangunan Pos Ronda yang sedang dikerjakan ini memiliki fungsi strategis. Bangunan tersebut nantinya akan difungsikan ganda: selain menjadi tempat bersantai dan beristirahat petugas penjaga keamanan malam hari, tempat ini juga ditetapkan sebagai pusat administrasi, pusat informasi, serta sekretariat tetap pengurus RT. Dengan adanya wadah yang layak dan representatif ini, diharapkan pelayanan, pengelolaan, serta koordinasi urusan warga dapat berjalan lebih teratur, terpadu, dan semakin baik ke depannya.

“Kami rancang bangunan ini agar memiliki nilai guna yang luas. Keamanan adalah kebutuhan dasar kita semua, namun pengelolaan lingkungan yang baik pun sama pentingnya. Dengan adanya satu tempat yang tetap, layak, dan terpusat ini, segala urusan, data, informasi, maupun kegiatan warga akan lebih mudah dikelola dan dikoordinasikan. Harapan kami, sarana sederhana ini menjadi bukti kesungguhan kami mengabdi dan melayani warga sebaik mungkin,” tambahnya penuh harap.

Menatap ke depan, Nana Sumarna menyampaikan cita-cita besar dan keinginan tulusnya. Ia berharap semangat kepedulian yang telah tumbuh indah ini dapat semakin mengakar kuat dalam hati setiap warga, tumbuh menjadi kesadaran kolektif, sehingga kebersihan dan keindahan lingkungan bukan lagi dianggap kewajiban pengurus semata, melainkan tanggung jawab bersama setiap jiwa yang bertempat tinggal di sana.

“Ke depan, cita-cita terbesar saya dan seluruh pengurus adalah terbangunnya kepekaan hati yang tinggi di kalangan seluruh warga. Kami ingin budaya bersih, budaya merawat, dan budaya menjaga keindahan ini melekat menjadi karakter kita. Di mana pun berada, apa pun kondisinya, kami berharap setiap warga senantiasa memiliki rasa memiliki yang tinggi, peka terhadap segala sesuatu yang kurang rapi atau kotor, dan dengan sukarela berinisiatif membersihkan serta merawat lingkungannya masing-masing maupun fasilitas umum. Mari kita jadikan kebersihan sebagai cermin budaya dan kehormatan diri kita bersama,” pungkasnya menyampaikan pesan berharga tersebut.

Sementara itu, antusiasme dan dukungan penuh datang dari masyarakat. Salah seorang warga setempat, mengutarakan rasa bangga dan apresiasinya yang sangat tinggi atas terlaksananya kegiatan yang bernilai sosial ini. Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini adalah langkah yang sangat baik, bermanfaat, dan membawa dampak positif yang terasa langsung kenyamanannya.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh apa yang sudah dilakukan Bapak Ketua RT beserta jajarannya dan seluruh warga yang hadir. Ini sungguh kegiatan yang luar biasa manfaatnya. Lingkungan jadi bersih, pemandangan jadi enak dipandang, dan yang paling berharga, hubungan antar tetangga jadi makin akrab dan erat sekali rasanya. Kami berharap tradisi indah ini tidak pernah putus, terus berjalan, dan makin banyak warga yang turut ambil bagian di kesempatan mendatang. Lingkungan bersih, hati pun ikut bersih dan tenang rasanya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Epul Saepul yang merasa keberadaan pos ronda dan lingkungan yang tertata rapi akan membawa dampak ketenangan dan keamanan bagi seluruh keluarga, khususnya bagi ibu-ibu dan anak-anak.

“Kami sangat berterima kasih dan bangga sekali. Adanya tempat jaga yang layak dan lingkungan yang bersih membuat kami merasa jauh lebih aman dan nyaman tinggal di sini. Semoga semangat gotong royong ini terus hidup, membawa berkah, dan menjadikan wilayah kami sebagai contoh lingkungan perumahan yang indah, rukun, dan sejahtera,” ungkapnya singkat.

Kegiatan pagi ini kembali meneguhkan satu kebenaran abadi: kekuatan masyarakat terletak pada persatuannya, dan keindahan tempat tinggal lahir dari kepedulian bersama. Di tangan warga yang saling bahu-membahu, hal sederhana pun mampu berubah menjadi karya bermakna yang membawa manfaat luas bagi semua.

 

•Sep

Narkotika Disembunyikan di Dalam Alat Kontrasepsi, Namun Sayang Upaya Masuk Lapas Karawang Tetap Gagal

KARAWANG |Infokeadilan.com – Kewaspadaan tinggi serta ketelitian luar biasa yang ditunjukkan jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang, berhasil menggagalkan rencana penyelundupan barang terlarang berupa narkotika ke dalam lingkungan tempat tahanan. Barang bukti yang diduga kuat berjenis sabu tersebut sukses diamankan sepenuhnya, sehingga tidak sempat berpindah tangan, beredar, maupun menimbulkan dampak buruk di kalangan warga binaan.

Peristiwa dan penemuan ini terungkap tepat bertepatan dengan berlangsungnya waktu kunjungan rutin keluarga atau kerabat kepada penghuni lembaga pemasyarakatan pada hari Sabtu, (30/5/2026). Ketajaman nalar dan kepekaan petugas tergugah saat melihat gerak-gerik yang dianggap mencurigakan dari sejumlah orang yang sedang berkunjung. Tanpa menunda waktu, pemeriksaan mendadak dan penelusuran lebih mendalam segera dilakukan guna memastikan keamanan dan keteraturan di lingkungan tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, melalui Kasi Humas, IPDA Cep Wildan, menjelaskan rincian peristiwa tersebut. Diketahui, dua orang yang berinisial IDR (18 tahun) dan NN (49 tahun) datang melawat serta bermaksud mengunjungi salah satu warga binaan yang berinisial KHM (24 tahun).

Dari proses penelusuran dan penggeledahan yang dilakukan petugas, ditemukan cara penyembunyian yang sangat tidak lazim, unik, dan terencana dengan sangat rapi. Barang yang dicurigai sebagai zat terlarang tersebut ternyata disembunyikan dan dimasukkan ke dalam alat kontrasepsi, dipersiapkan sedemikian rupa dengan harapan bentuknya yang tidak mencolok dapat mengelabui dan lolos dari pemeriksaan rutin petugas.

“Modus operandi yang mereka gunakan kali ini benar-benar cukup rapi, cerdik, dan tidak umum dilakukan. Barang yang diduga narkotika tersebut dikemas dan disusun sedemikian rupa, kemudian dibawa masuk bersamaan dengan barang bawaan saat jam berlangsungnya kunjungan. Namun berkat kewaspadaan, ketelitian, serta kinerja pengawasan yang ketat dari para petugas Lapas Karawang, segala usaha dan rencana tersebut akhirnya dapat digagalkan sepenuhnya. Penyelundupan ini terhenti sebelum barang tersebut sempat berpindah tangan, beredar, atau digunakan di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan,” ungkapnya.

Kecurigaan awal semakin menguat dan menjadi bukti nyata saat warga binaan yang menerima titipan dari kedua tamu tersebut diperiksa secara mendalam dan teliti. Dari sela-sela pakaian yang dikenakan, ditemukanlah satu bungkusan plastik bening berisi butiran kristal berwarna putih yang berbau khas dan sangat dicurigai sebagai bahan narkotika jenis sabu. Seluruh barang temuan tersebut langsung disita dan diamankan sebagai barang bukti sah guna proses hukum selanjutnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengawasan ketat akan terus diperkuat dan ditingkatkan, mengingat terus berkembangnya cara-cara baru yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memasukkan barang terlarang ke dalam kawasan yang dijaga ketat. Kejadian ini sekaligus menjadi bukti bahwa tidak ada celah kelalaian, dan keamanan senantiasa menjadi prioritas utama demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan pemasyarakatan dari pengaruh buruk zat berbahaya.***

Personel Polsek Purwasari Berhasil Gagalkan Upaya Bundir Seorang Warga

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Kecepatan bertindak, ketenangan, serta pendekatan penuh kelembutan menjadi kunci keberhasilan anggota kepolisian mencegah musibah yang tidak diinginkan. Personel Kepolisian Sektor Purwasari, di wilayah hukum Kepolisian Resor Karawang, berhasil menggagalkan tindakan percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh seorang warga pria di Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Berkat kerja sigap dan kepedulian tinggi, nyawa warga tersebut berhasil diselamatkan dan situasi dapat dikendalikan dengan aman serta damai.

Peristiwa penyelamatan ini bermula ketika petugas menerima laporan dan informasi dari masyarakat sekitar, yang menyampaikan adanya kekhawatiran melihat keadaan seorang warga pria yang diduga memiliki niat buruk dan berkehendak mengakhiri hidupnya sendiri. Mendapatkan informasi tersebut, tim reaksi cepat segera dikerahkan, beranggotakan Aiptu H. Ferdinand, Aiptu Aprozi, Aiptu Arief Hidayat, dan Bripka Noer Hendi. Rombongan bergerak secepatnya menuju lokasi kejadian pada hari Sabtu (30/05/2026).

Sesampainya di tempat kejadian, para anggota tidak langsung bertindak tegas atau keras, melainkan menerapkan cara pendekatan persuasif, penuh kesabaran, serta kemanusiaan. Dengan nada bicara yang tenang dan bijaksana, petugas menyampaikan nasihat, pengingat, serta kata-kata penyejuk hati guna membuka pikiran dan hati orang tersebut. Berkat kesabaran luar biasa dan upaya komunikasi yang berlangsung cukup lama serta mendalam, perlahan namun pasti hati dan pemikirannya mulai tersentuh. Pria itu akhirnya luluh, menangis tersedu, dan bersedia mengurungkan niatnya yang berbahaya, berjanji tidak akan lagi melanjutkan tindakan nekat tersebut.

Berdasarkan keterangan dan keterangan yang diperoleh di lokasi, diketahui bahwa kondisi berat yang dialaminya belakangan ini menjadi pemicu utama. Ia dikabarkan sedang menanggung beban ekonomi yang sangat sulit, diperparah dengan kondisi kesehatan tubuh yang menurun serta penyakit yang dideritanya. Gabungan berbagai tekanan berat tersebut diduga menjadi alasan dan penyebab munculnya pikiran putus asa hingga berkehendak meninggalkan dunia.

“Kami sangat bersyukur, berkat kesiapsiagaan anggota dan kepedulian warga yang segera melapor, segala sesuatunya dapat kami atasi dengan baik dan aman, tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian apa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, betapa pentingnya kepekaan dan kebersamaan dalam menolong sesama yang sedang dalam kesulitan,” ungkap pihak kepolisian dalam keterangannya.

Pihak berwenang juga menyampaikan pesan khusus kepada keluarga dan kerabat terdekat orang tersebut, meminta agar senantiasa memberikan perhatian, kasih sayang, dukungan moril, serta pendampingan yang terus-menerus. Kehadiran dan kasih sayang keluarga dinilai sangat dibutuhkan guna memulihkan kembali semangat hidup, kekuatan mental, dan keberaniannya menghadapi berbagai persoalan berat yang sedang dipikulnya.

“Kepada seluruh keluarga, kami berharap kiranya senantiasa mendampingi, menguatkan, dan menjaganya. Dukungan, kasih sayang, serta rasa memiliki dari orang-orang terdekat adalah obat paling ampuh yang mampu mengembalikan harapan dan kebahagiaan hidupnya kembali,” tambahnya.

Pesan penting juga disampaikan untuk masyarakat luas, sebagai peringatan dan ajakan kepedulian:

“Bagi siapa pun yang saat ini sedang merasakan tekanan berat, kesulitan, atau beban hidup yang terasa terlalu berat dipikul, kami ingatkan: jangan pernah merasa sendiri dan jangan ragu sejenak pun untuk meminta bantuan. Bicaralah, sampaikanlah kepada keluarga, sahabat, tenaga medis, pihak berwenang, atau layanan pendampingan yang tersedia. Ingatlah selalu, bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan pertolongan serta perlindungan Tuhan selalu ada bagi hamba-Nya yang berusaha berikhtiar. Bersama kita pasti bisa menemukan jalan yang lebih baik, lebih aman, dan penuh harapan ke depan.”

Kejadian ini sekaligus membuktikan kembali, bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya bertugas menegakkan hukum, namun juga menjadi pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat, yang senantiasa hadir memberikan pertolongan di saat paling sulit sekalipun.

 

•Edi Bahar

Aris Sadikin Asnawi Sosok Sekcam yang Berkarisma, Humanis, dan Melekat di Hati Warga Cikarang Timur

BEKASI |Infokeadilan.com – Suasana penuh kehangatan, kebahagiaan, dan doa tulus menyelimuti lingkungan wilayah Kecamatan Cikarang Timur pada Sabtu (30/05/2026). Di hari yang istimewa ini, H. Aris Sadikin Asnawi, SE., MM., yang menjabat selaku Sekretaris Kecamatan, resmi genap menginjak usia ke-41 tahun. Menginjak usia yang semakin matang dan dewasa, sosoknya kian tampil menawan, tidak hanya dalam penampilan, namun juga dalam cara berpikir, bertindak, dan mengabdi; dikenal luas sebagai pemimpin muda yang membawa semangat pembaruan, penuh integritas, serta senantiasa mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pelayanannya.

Sepanjang perjalanan pengabdiannya memegang amanah penting ini, H. Aris membuktikan diri sebagai birokrat yang istimewa. Beliau sukses meruntuhkan dinding pemisah dan sekat jarak yang kerap kali tercipta antara penyelenggara pemerintahan dengan masyarakat yang dilayani. Berbekal dedikasi tinggi dan pemahaman mendalam akan hakikat tugasnya, beliau mewujudkan pola pelayanan yang unggul, berjalan cepat, tanggap, dan sangat peka terhadap segala kebutuhan, aspirasi, maupun kesulitan yang dihadapi oleh warga masyarakat Cikarang Timur.

Pemimpin Berkarakter: Elegan, Ramah, dan Terbuka Hati

Ada ciri khas tersendiri yang menjadi pembeda sekaligus keistimewaan sosok H. Aris Sadikin Asnawi. Di mata masyarakat, beliau dikenal sebagai figur yang senantiasa tampil rapi, bersahaja, berpenampilan menarik dan elegan dalam setiap kesempatan—sebuah pantulan nyata dari jiwa profesionalisme tinggi seorang abdi negara masa kini. Namun di balik penampilan yang berwibawa tersebut, tersimpan hati yang sangat lembut, rendah hati, dan bersahabat. Sifatnya yang ramah tamah, murah senyum, serta tutur kata yang santun telah menjadi daya tarik dan kekuatan utama yang membuatnya sangat dicintai, dihormati, dan dekat di hati setiap lapisan warga.

Tidak hanya piawai mengurus administrasi dan kemajuan pemerintahan, kepedulian beliau juga meluas hingga ke lingkungan hidup. Upaya dan perhatian yang sungguh-sungguh diberikan demi keindahan, kebersihan, serta kelestarian alam wilayah Cikarang Timur patut dijadikan teladan dan acuan.

Lebih dari itu, di tengah arus zaman yang menuntut keterbukaan, H. Aris menampilkan jiwa pemimpin yang besar dan terbuka. Beliau tidak menutup diri, bahkan secara sadar dan sukarela menyediakan ruang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan, masukan, hingga kritik dan saran. Bagi beliau, segala bentuk tanggapan dari warga adalah cermin penting, bahan perbaikan, serta modal berharga untuk terus menyempurnakan kualitas kinerja dan kemajuan daerah.

Sebuah kesaksian tulus datang dari salah seorang warga yang telah lama merasakan langsung pelayanan dan kepemimpinannya:

“Bapak Aris itu pemimpin yang sungguh mau mendengarkan. Hal yang paling kami kagumi, apabila beliau dikritik atau disampaikan hal yang kurang berkenan, beliau tidak pernah merasa tersinggung atau marah. Justru segala hal itu diterima dengan dada lapang, dijadikan catatan, bahan evaluasi, dan pemacu perbaikan agar ke depannya segala sesuatunya berjalan makin baik. Ditambah lagi, penampilan dan sikap beliau selalu rapi, berkarisma, namun tetap sangat akrab dan bersahabat dengan siapa saja,” ungkap warga tersebut.

Bertepatan momen berharga ini, mengalirlah untaian doa, harapan, serta permohonan terbaik yang tulus ikhlas dari seluruh elemen masyarakat, jajaran staf dan pegawai kecamatan, para tokoh pemuda, maupun seluruh pihak yang mengenal dan menyayanginya. Doa indah tersebut dipanjatkan sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan:

“Semoga di usia yang ke-41 tahun ini, Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan yang sempurna, kekuatan jasmani dan rohani, umur panjang yang penuh berkah, serta kebahagiaan sejati yang menyelimuti diri beliau dan seluruh anggota keluarga tercinta, baik di dunia maupun di akhirat kelak.”

“Semoga senantiasa dicukupkan kekuatan, diberi petunjuk, bimbingan, serta perlindungan Ilahi dalam setiap langkah menjalankan tugas negara. Tetaplah teguh pendirian, jujur, adil, dan istiqamah menjadikan kepentingan serta kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama di atas segalanya.”

“Semoga segala tetesan keringat, pemikiran, serta pengabdian besar yang telah dicurahkan demi kemajuan dan kenyamanan wilayah Cikarang Timur, dicatat sebagai amal saleh yang berharga, bernilai ibadah, serta menjadi bekal cahaya yang menyinari jalan hidup beliau menuju kebahagiaan abadi.”

Dedikasi, kejujuran, dan sikap bertanggung jawab yang ditunjukkan oleh H. Aris Sadikin Asnawi sejalan sepenuhnya dengan prinsip dasar yang digariskan dalam ajaran agama. Dalam pandangan Islam, memegang jabatan atau memimpin suatu wilayah bukan sekadar soal kekuasaan, kehormatan, atau kedudukan, melainkan sebuah amanah berat yang sangat mulia, yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban rinci dan ketat di hadapan Sang Pencipta.

Hal ini selaras dengan firman Allah SWT yang tercantum di dalam Al-Qur’an, Surah An-Nisa ayat ke-58, yang berbunyi:

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰىٓ اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا بَصِيْرًا

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Kandungan ayat mulia ini menjadi pedoman abadi, mengingatkan bahwa setiap kebijakan, keputusan, dan pelayanan yang diberikan oleh seorang pemimpin seperti yang dilakukan H. Aris, merupakan perwujudan nyata penunaian amanah yang harus dilandasi kebenaran dan keadilan. Nilai inilah yang senantiasa hidup dan diterapkan dalam setiap langkah kerja beliau, menjadikan pemerintahan terasa dekat, berkeadilan, dan penuh makna rohani.

Selamat dan bahagia menginjak usia ke-41 tahun, Bapak H. Aris Sadikin Asnawi, SE., MM.. Semoga senantiasa menjadi pribadi yang terus menginspirasi, membawa manfaat luas, serta mempersembahkan karya terbaik demi menjadikan Cikarang Timur wilayah yang maju, tertib, indah, dan penuh keberkahan selamanya.

 

•Wan

Polres Karawang Pererat Ikatan Batin Antara Aparat dan Masyarakat Dengan Berbagi Kebahagiaan Di Jum’at Berkah

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Menjadikan momen hari suci Jum’at sebagai sarana berbagi kebahagiaan dan ungkapan rasa syukur, Kepolisian Resor Karawang rutin menggelar kegiatan sosial bertajuk “Jum’at Berkah”. Kegiatan yang telah menjadi tradisi penuh makna ini kembali dilaksanakan di lingkungan markas komando Polres Karawang pada Jum’at (29/5/2026).

Lebih dari sekadar pembagian bantuan, langkah mulia ini merupakan wujud kepedulian nyata, kehadiran hati, serta bentuk nyata kebersamaan antara institusi kepolisian dengan masyarakat luas yang tinggal dan beraktivitas di sekitar wilayah hukum kepolisian.

Melalui Kasi Humas, Iptu Cep Wildan, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dan ditujukan dengan tujuan luhur: menumbuhkan, memelihara, dan memperkokoh rasa persaudaraan, kebersamaan, serta semangat gotong royong. Nilai luhur ini dibangun tidak hanya di antara sesama anggota kepolisian, namun yang paling utama juga terjalin erat dan terwujud indah dalam hubungan kedekatan antara aparat penegak hukum dengan seluruh lapisan warga masyarakat.

Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pekan ini berwujud penyediaan dan pembagian makanan siap santap yang berkualitas. Pada pelaksanaan kali ini, kebaikan tersebut diprioritaskan dan diserahkan langsung kepada warga masyarakat yang sedang berurusan, khususnya mereka yang sedang dalam proses pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di kantor Polres.

Kepedulian yang ditunjukkan tidak berhenti sampai di situ saja. Sebagai bentuk perhatian yang menyeluruh dan kemanusiaan, Kapolres juga mengarahkan penyaluran santapan serupa bagi para penghuni yang sedang menjalani masa tahanan di Rutan Polres Karawang. Hal yang sangat menyentuh hati, kehadiran dan perhatian ini dibuktikan secara nyata, di mana pimpinan bersama para petugas keamanan turut hadir mendampingi, bahkan duduk bersama menyantap hidangan sederhana namun penuh makna kebersamaan tersebut.

“Segala apa yang kami lakukan dan berikan ini tak lain adalah ungkapan rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus wujud nyata kepedulian dan kasih sayang kami di hari Jumat yang senantiasa kita yakini sebagai hari yang penuh keberkahan dan kemuliaan,” demikian disampaikan Kapolres sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi yang dibacakan Kasi Humas.

Lebih jauh dijelaskan, kegiatan sosial kemasyarakatan seperti ini memiliki makna strategis yang sangat besar. Di samping sebagai amal kebajikan, kegiatan ini menjadi jembatan emas yang semakin mempererat tali persaudaraan, menghapuskan jarak, serta menjadikan hubungan antara institusi Polri dan rakyatnya semakin dekat, akrab, dan hangat.

Melalui langkah-langkah nyata dan kehadiran yang menyentuh hati ini, diharapkan gambaran dan citra kepolisian sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang baik, ramah dan bertanggung jawab akan semakin terpatri kuat, terwujud nyata, dan semakin dipercaya di mata hati seluruh masyarakat.

Menutup pesannya, Kapolres mengajak dan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sinergi dan kerja sama erat antara aparat dan warga dinilainya menjadi kunci utama terciptanya suasana yang aman, tentram, dan kondusif.

“Kami mengajak dan mengundang Bapak/Ibu sekalian, mari kita terus berjalan bahu-membahu, bersatu hati menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita masing-masing. Besar harapan kami, keberkahan yang kami sebarkan lewat kegiatan Jumat Berkah ini tidak hanya menjadi manfaat bagi mereka yang menerimanya, namun membawa dampak kebaikan, kedamaian dan manfaat luas bagi kita semua tanpa terkecuali,” pungkasnya penuh harap.

Kegiatan sederhana namun bermakna mendalam ini menjadi bukti nyata: pengabdian Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, melainkan merangkum juga peran sosial, kemanusiaan, serta kehadiran kasih sayang yang menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status dan kedudukan.***