Beranda blog Halaman 153

Ketua DPRD Karawang Hadiri Pawai Karnaval Kemerdekaan RI Ke-80 Di Mekarjati

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai pawai karnaval dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang digelar di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (24/8/2025). Acara ini turut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, yang hadir bersama jajaran tokoh masyarakat dan pemerintahan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, H. Endang Sodikin menyampaikan rasa bangganya atas kreativitas dan kekompakan masyarakat Mekarjati yang turut menyukseskan acara pawai karnaval. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Saya merasa bangga bisa hadir bersama masyarakat Mekarjati dalam perayaan kemerdekaan yang ke-80 ini. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan warga adalah cerminan dari nilai-nilai perjuangan bangsa,” Ujar Endang Sodikin.

Ketua DPRD Karawang itu juga berpesan agar momentum kemerdekaan dijadikan sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Mari kita jadikan HUT RI ke-80 ini sebagai momen untuk memperkuat kebersamaan. Persatuan dan kerja sama adalah kunci agar kita bisa menghadapi segala tantangan ke depan, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun pembangunan daerah,” Tambahnya.

H. Endang Sodikin berharap semangat yang ditunjukkan masyarakat dalam perayaan HUT RI ini terus dijaga, tidak hanya saat peringatan hari besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan saya, masyarakat Mekarjati khususnya, dan warga Karawang pada umumnya, terus menumbuhkan rasa cinta tanah air, menjaga persatuan, serta mendukung pembangunan daerah agar Karawang semakin maju dan sejahtera,” Tuturnya.

Acara pawai karnaval ini dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan kreativitas warga, mulai dari penampilan seni budaya, kostum bertema perjuangan, hingga kreasi unik yang memikat perhatian penonton.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, dengan ratusan warga tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan jalannya karnaval.

 

•Red

Warga Bangkuang RW 10 Tampil Kreatif Di Pawai Karnaval HUT RI Ke-80 Dengan “Patung Tikus”

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Semarak Pawai Karnaval Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kelurahan Mekarjati berlangsung meriah. Salah satu yang mencuri perhatian adalah partisipasi warga Bangkuang RW 10 yang menghadirkan kreativitas unik berupa “patung tikus” dalam arak-arakan, Minggu (24/8/2025

Penampilan ini bukan sekadar hiburan semata, namun juga sarat dengan pesan moral. Melalui simbol tikus, warga Bangkuang menyuarakan kritik sosial terhadap maraknya kasus korupsi di Indonesia.

Tokoh pemuda Bangkuang, Abdul Mu’in, menjelaskan bahwa ide menghadirkan patung tikus dalam karnaval merupakan bentuk ekspresi masyarakat terhadap keresahan mereka.

“Penampakan tikus ini adalah inisiatif warga Bangkuang. Kami ingin menyampaikan sikap bahwa korupsi merupakan masalah serius yang merugikan bangsa Indonesia. Rakyat sangat dirugikan, banyak pembangunan yang akhirnya tidak sesuai karena anggaran dikorupsi. Lewat karnaval ini, kami ingin menyuarakan aspirasi masyarakat dengan cara kreatif sekaligus mengedukasi generasi muda agar tidak terjebak pada perilaku koruptif,” Ungkap Abdul Mu’in.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RW 10, Ade, yang mengapresiasi semangat warganya.

“Kami sangat bangga dengan kekompakan dan kreativitas warga Bangkuang. Patung tikus ini bukan hanya karya seni, tapi juga bentuk kritik sosial yang cerdas. Semoga ke depan warga kami terus kompak dalam menyuarakan kebaikan,” Ucap Ade.

Pesan yang dibawa warga Bangkuang RW 10 ini pun disambut antusias oleh para penonton. Kreativitas tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan kegembiraan, tetapi juga dengan kepedulian terhadap nasib bangsa.

 

•Red

GARDU Karawang Pasang Target Besar: PDIP Harus Menang 2029 Jika H. Toto Suripto Jadi Ketua DPC

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Dukungan terhadap H. Toto Suripto untuk memimpin DPC PDIP Karawang semakin menguat. Kali ini, Gerakan Rakyat Dari Utara (GARDU) Karawang secara tegas menyatakan kesiapan penuh memenangkan PDIP di Pemilu 2029, apabila H. Toto dipercaya menakhodai partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Ketua GARDU Karawang, Nana Satria Permana, menegaskan pihaknya sudah menyiapkan langkah konkret. Konsolidasi akan difokuskan di wilayah utara Karawang yang selama ini dikenal sebagai lumbung suara potensial.

“Kami akan menggerakkan banteng-banteng muda di 10 kecamatan Karawang Utara. Konsolidasi ini penting untuk mendongkrak suara PDIP di dua dapil utama. Target kami jelas, PDIP harus kembali menjadi partai ideologi sekaligus rumah besar bagi generasi muda,” tegas Nana, Minggu (24/7/2025)

Menurutnya, kunci kebangkitan PDIP ada pada kemampuan menyesuaikan diri dengan tren generasi milenial tanpa kehilangan jati diri sebagai partai ideologis.

Foto : H. Toto Suripto

“PDIP harus tampil sebagai partainya anak muda. Gaya dan kemasan perjuangan harus sesuai dengan zaman, agar eksistensi PDIP tetap terjaga di Karawang,” lanjutnya.

Nana juga mengingatkan kejayaan PDIP di Pemilu 2004, ketika berhasil meraih kursi Ketua DPRD Karawang dengan suara terbanyak. Pencapaian itu, katanya, bukan mustahil untuk kembali diulang.

Bagi GARDU, momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh DPC PDIP Karawang adalah kesempatan emas untuk membangkitkan kembali semangat juang kader dan simpatisan. Sosok H. Toto Suripto dinilai mampu menjadi pemersatu sekaligus motor penggerak yang membawa PDIP kembali berjaya.

Dukungan GARDU juga diperkuat oleh kehadiran tokoh muda.

“Kami punya dewan penasehat, H. Sujana, tokoh muda potensial dari Dapil 3 yang punya komitmen kuat memenangkan PDIP. Kehadirannya menambah energi perjuangan kami,” ungkap Nana.

Lebih jauh, GARDU menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar wacana politik, melainkan gerakan nyata.

“Kami siap turun langsung, dari konsolidasi akar rumput hingga mengawal suara di TPS. Karawang Utara akan menjadi basis suara PDIP yang solid,” pungkasnya.

 

•Red/Jek

 

Ketua IKD Kutawaluya Besuk Kades Kutakarya, Wujud Etika Dan Kepedulian Sosial

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Sebagai bentuk tanggung jawab etika, moral, sekaligus kewajiban sosial untuk menunjukkan empati dan dukungan, Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) se-Kecamatan Kutawaluya, Jamal, bersama jajaran, membesuk Kepala Desa Kutakarya yang tengah sakit dan dirawat di Rumah Sakit Hastien.

Dalam kesempatan itu, Jamal menyampaikan doa terbaiknya untuk kesembuhan koleganya.

“Doa terbaik kami panjatkan, semoga Bapak Kades Kutakarya yang saat ini sedang dirawat segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan bisa kembali beraktivitas dalam roda pemerintahan,” ujar Jamal, Minggu (24/8/2025)

Jamal menegaskan, membesuk orang sakit bukan sekadar memberikan dukungan secara fisik, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi.

“Alhamdulillah, kami bisa menjenguk jajaran kami. Walaupun hanya sebatas memberikan support dan doa, menurut kami ini bagian dari hubungan sosial. Membesuk orang sakit adalah wujud mempererat hubungan, menunjukkan empati, dan memberikan semangat kepada saudara kita yang sedang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, membesuk orang sakit memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi yang sakit tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.

“Maka dari itu, membesuk orang sakit merupakan bagian dari etika, moral, agama, dan juga hubungan sosial. Inilah bentuk kebersamaan dan kepedulian yang harus terus kita jaga,” pungkas Jamal.

•Her

Meriah, Antusias Warga Tumpah Ruah Ikuti Pawai Karnaval HUT RI Ke-80 Di Mekarjati

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Suasana meriah mewarnai Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, pada Minggu (24/8/2025). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Karang Taruna Mekarjati bersama Pemerintah Kelurahan Mekarjati menggelar Pawai Karnaval yang diikuti ratusan peserta dari masing RW.

Acara pawai karnaval ini dipusatkan di halaman Kelurahan Mekarjati sebagai titik kumpul. Setiap kelompok peserta menampilkan kreasi unik, atraksi seni budaya, hingga yel-yel penuh semangat yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang antusias memadati lokasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, Anggota DPRD Karawang Fraksi Gerindra Komarudin Ledeng, Camat Karawang Barat Agus Somantri, Kasi Kesos Karawang Barat Adi Kusumah, Lurah Mekarjati Ekky Gilang Pamungkas, Ketua LPM K. Karsum, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas TNI-Polri, jajaran pengurus Karang Taruna, aparatur pemerintah Kelurahan Mekarjati, para ketua RT/RW, serta masyarakat yang ikut menyaksikan jalannya karnaval.

Dalam sambutannya, Lurah Mekarjati Ekky Gilang Pamungkas menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh masyarakat.

“Kami bangga melihat antusiasme warga Mekarjati dalam memeriahkan HUT RI ke-80. Pawai ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Semoga semangat ini terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari,” Ungkapnya.

Sementara itu, Camat Karawang Barat Agus Somantri menilai karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana memperkuat rasa nasionalisme.

“Kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, khususnya bagi generasi muda. Kreativitas masyarakat Mekarjati patut diapresiasi, semoga ini menjadi contoh positif bagi kelurahan lainnya,” Tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Karawang Fraksi Gerindra Komarudin Ledeng. Ia menyebut karnaval ini menunjukkan kekompakan masyarakat sekaligus menjadi wadah ekspresi budaya.

“Saya melihat semangat luar biasa dari warga. Inilah bentuk pengamalan nilai kemerdekaan bahwa persatuan dan gotong royong harus terus dijaga. Kami di DPRD tentu mendukung penuh kegiatan positif seperti ini,” Ucapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Mekarjati, Dede Suryani, menegaskan bahwa pawai karnaval adalah ruang kreativitas masyarakat sekaligus perekat silaturahmi.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang selalu menghadirkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta menumbuhkan kreativitas masyarakat Mekarjati,” Ujarnya.

Adapun hadiah yang akan di serahkan untuk para peserta karnaval dinilai berdasarkan kekompakan, kreativitas, yel-yel, hingga penampilan kreasi ikonik dari wilayah masing-masing. Untuk menambah semangat, panitia menyediakan hadiah menarik bagi pemenang, yakni:

Juara 1: Trofi + Rp 2.000.000

Juara 2: Trofi + Rp 1.500.000

Juara 3: Trofi + Rp 1.000.000

Acara yang juga mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Karawang fraksi Gerindra Komarudin Ledeng dan dari PT Ayyubi Berkah Nusantara, Omega Baja, dan Rumah Harapan ini berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan.

Dengan semangat kemerdekaan, Pawai Karnaval HUT RI ke-80 di Mekarjati menjadi bukti nyata kebersamaan warga dalam menjaga persatuan, mengasah kreativitas, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

 

•Red

Proyek Marka Jalan Dishub Karawang Rp 1,1 Miliar Disorot, Askun Pertanyakan Mutu Dan Kualitas

0

KARAWANG |infokeadilan.com  – Proyek marka jalan senilai Rp 1,1 miliar yang dikerjakan Dinas Perhubungan Karawang pada tahun anggaran 2025 kembali menuai sorotan.

Belum genap enam bulan sejak selesai dikerjakan, kondisi marka jalan di sejumlah titik sudah tampak memprihatinkan. Warna marka terlihat memudar dan ketebalannya dinilai tidak sesuai standar. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan anggaran dalam proyek tersebut.

Praktisi hukum sekaligus pengamat kebijakan publik, H. Asep Agustian, SH., MH., menilai kualitas pengerjaan proyek patut dipertanyakan. Ia menyoroti penggunaan cat yang diduga tidak sesuai spesifikasi serta kejanggalan terkait ketentuan jalan yang diberi marka.

“Jadi sebenarnya berapa lebar jalan yang seharusnya dimarka? Emang boleh jalan lingkungan diberi marka jalan?” ujar Asep Agustian, Sabtu (23/8/2025).

Menurutnya, dari 49 titik proyek marka jalan, ada beberapa lokasi yang terindikasi menyalahi aturan. Ia mencontohkan marka di Jalan Raden H. Jaja Abdullah Al-Irsyad, Jalan Malabar, hingga Jalan Bogor yang dinilai tidak sesuai.

Asep, yang akrab disapa Askun, bahkan menantang Kadishub Karawang untuk terbuka kepada publik. “Kabid jangan merasa paling benar. Kadishub coba cek, evaluasi, dan publikasikan 49 titik lokasi marka jalan itu agar masyarakat tahu,” tegasnya.

Soroti Proses Penyelidikan Polisi

Lebih jauh, Askun juga mempertanyakan perkembangan penyelidikan Polres Karawang terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dalam proyek ini. Ia mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak menimbulkan kecurigaan publik.

“Polres Karawang kan sudah memanggil beberapa saksi. Tapi sampai sekarang, hasil penyelidikannya belum dipublikasikan. Harus jelas, supaya tidak ada prasangka negatif di masyarakat,” pungkasnya.

 

Agus Sofyan

Pembangunan di SMP Satap Jayakerta Diduga Abai Keterbukaan Informasi Publik, Begini Kata Kadisdikpora

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Pekerjaan pembangunan di lingkungan SMP Satu Atap Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, diduga tidak transparan dan mengabaikan prinsip keterbukaan informasi publik.

Pasalnya, di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi kegiatan sebagaimana mestinya. Padahal, pemasangan papan informasi proyek merupakan kewajiban sekaligus bentuk transparansi publik agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, besaran biaya, serta pihak pelaksana pembangunan.

Pantauan langsung di lokasi pada Sabtu (23/8/2025) menunjukkan tidak terlihat adanya aktivitas pekerja. Area pembangunan tampak terbengkalai dengan material berserakan, tanpa tanda-tanda kegiatan konstruksi yang sedang berlangsung.

Berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, mereka mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pihak pemborong maupun mandor proyek tersebut.

“Saya tidak tahu siapa pemborongnya dan siapa mandornya. Informasi yang saya dapat hanya katanya ini aspirasi dewan, tapi dewan siapa pun saya tidak tahu. Pekerjaan ini kalau tidak salah sudah dimulai hari Senin kemarin, hanya saja hari ini tidak ada yang bekerja, katanya sedang libur,” Ujar salah satu pihak sekolah kepada media.

Minimnya komunikasi antara pihak pelaksana dengan pihak sekolah semakin memperkuat dugaan adanya pengabaian terhadap prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

Padahal, keberadaan papan informasi kegiatan pembangunan sangat penting. Papan informasi berfungsi memberikan kejelasan mengenai detail kegiatan, sehingga masyarakat dapat ikut memantau kemajuan, kualitas, serta akuntabilitas pembangunan. Dengan adanya transparansi, kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pembangunan juga dapat meningkat.

Menanggapi hal ini, sejumlah pihak menilai praktik serupa tidak boleh dibiarkan. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera turun tangan melakukan pengawasan dan memberikan tindakan tegas terhadap oknum pelaksana yang dengan sengaja tidak transparan.

Sementara itu Drs. Wawan Setiawan NK. MM saat di komfirmasi terkait hal itu menegaskan, pihaknya meminta agar dalam pelaksanaan pembangunannya sesuai dengan speck dan aturan.

“Semua harus sesuai dengan spesifikasi, sesuai dengan SPK yang telah ditandatangani. Kalau kwalitasnya jelek hasil evaluasi, tahun depan di “Coret”. Tegasnya.

Terkait dengan hal tersebut publik menilai, jika praktik ini terus dibiarkan, dikhawatirkan pelaksanaan pembangunan hanya berorientasi pada keuntungan semata, sementara aspek tanggung jawab dan kualitas pembangunan diabaikan.

 

•Her/Red

 

Semarak HUT RI Ke-80, Uston Grill House Gelar Aneka Lomba Bersama Warga Darawolong

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, salah satu pengusaha sukses asal Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Karawang, menggelar rangkaian perlombaan seru yang melibatkan warga dari berbagai kalangan.

Acara ini dipusatkan di Uston Grill House pada Sabtu (23/8/2025) mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Dengan mengusung tema “Kemerdekaan Bersama Ustadz Beton”, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar warga desa.

Beragam lomba khas tujuhbelasan pun digelar, mulai dari panjat pinang, sepeda hias bertema Ustadz Beton, balap karung, tarik tambang, estafet tepung, joged kursi, balap kelereng, memindahkan pensil, balap bakiak, memasukkan air ke dalam botol, estafet air, hingga mencari koin dalam pepaya.

Suasana riuh gembira tampak mewarnai jalannya perlombaan. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa ikut berpartisipasi dengan penuh semangat, diselingi gelak tawa penonton yang turut menyemangati peserta.

Dalam sambutannya, penggagas kegiatan sekaligus pemilik Uston Grill House, Ustadz Beton, menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa merayakan HUT RI dengan lebih meriah. Acara ini bukan hanya sekadar lomba, tapi juga simbol kebersamaan dan persaudaraan. Semoga tradisi ini terus terjaga, dan kita semua bisa meneladani semangat para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa,” Ujar Ustadz Beton di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Ustadz Beton menambahkan, perayaan ini juga menjadi bentuk semangat jelang pelantikan Karang Taruna Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Karawang, yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat

“Jelang pemilihan karang taruna dan insya Allah kedepannya kita akan adakan carnaval di desa darawolong dengan tema Ustadz Beton bersinergi bersama Karang taruna desa,”Tambahnya

Salah satu warga yang turut hadir, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.

“Saya merasa senang kegiatan ini diadakan. Selain meriah, acara ini sekaligus merayakan HUT RI ke-80 dengan penuh kebersamaan,” Pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga menilai, selain menjadi hiburan rakyat, acara semacam ini juga menjadi wadah untuk memperkuat ikatan sosial, menjaga kekompakan, serta menanamkan nilai gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat kemerdekaan yang terus berkobar, Uston Grill House berharap momentum ini bisa menjadi inspirasi agar masyarakat Darawolong semakin kompak, solid, dan penuh semangat dalam membangun desa yang lebih maju.

 

•Her/Red

Satresnarkoba Polres Karawang Gerebek Rumah di Ciampel, Amankan Ribuan Butir Obat Keras Tanpa Izin Edar

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karawang berhasil menggerebek sebuah rumah di wilayah Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, yang diduga dijadikan tempat penyimpanan obat-obatan terlarang jenis eximer dan tramadol.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan sebanyak 3.162 butir obat keras tanpa izin edar, delapan botol obat kosong, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Kasat Resnarkoba Polres Karawang, AKP Maulana Yusuf B., S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat sejak Juli lalu yang mencurigai aktivitas salah satu rumah di Desa Kutanegara. Rumah tersebut kerap didatangi orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan.

“Berangkat dari informasi masyarakat, kami lakukan penyelidikan hingga pengintaian di lokasi. Dari hasil operasi, kami berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial J alias Jamal beserta ribuan butir obat keras tanpa izin edar,” Ungkap AKP Maulana Yusuf, Jumat (22/8/2025).

Ia menegaskan, pihaknya akan terus menindak tegas peredaran obat keras ilegal yang dapat merusak generasi muda.

“Kami berkomitmen memberantas peredaran obat-obatan berbahaya ini sampai ke akar-akarnya. Kepada masyarakat, kami juga mengimbau agar tidak ragu melaporkan bila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungannya,” Tegasnya.

Saat ini, tersangka J bersama barang bukti telah digelandang ke Mapolres Karawang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.**

Pembangunan Di SMP Satu Atap Jayakerta Diduga Abai Keterbukaan Informasi Publik

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Pekerjaan pembangunan di lingkungan SMP Satu Atap Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, diduga tidak transparan dan mengabaikan prinsip keterbukaan informasi publik.

Pasalnya, di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi kegiatan sebagaimana mestinya. Padahal, pemasangan papan informasi proyek merupakan kewajiban sekaligus bentuk transparansi publik agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, besaran biaya, serta pihak pelaksana pembangunan.

Pantauan langsung di lokasi pada Jumat (22/8/2025) menunjukkan tidak terlihat adanya aktivitas pekerja. Area pembangunan tampak terbengkalai dengan material berserakan, tanpa tanda-tanda kegiatan konstruksi yang sedang berlangsung.

Berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, mereka mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pihak pemborong maupun mandor proyek tersebut.

“Saya tidak tahu siapa pemborongnya dan siapa mandornya. Informasi yang saya dapat hanya katanya ini aspirasi dewan, tapi dewan siapa pun saya tidak tahu. Pekerjaan ini kalau tidak salah sudah dimulai hari Senin kemarin, hanya saja hari ini tidak ada yang bekerja, katanya sedang libur,” Ujar salah satu pihak sekolah kepada media.

Minimnya komunikasi antara pihak pelaksana dengan pihak sekolah semakin memperkuat dugaan adanya pengabaian terhadap prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

Padahal, keberadaan papan informasi kegiatan pembangunan sangat penting. Papan informasi berfungsi memberikan kejelasan mengenai detail kegiatan, sehingga masyarakat dapat ikut memantau kemajuan, kualitas, serta akuntabilitas pembangunan. Dengan adanya transparansi, kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pembangunan juga dapat meningkat.

Menanggapi hal ini, sejumlah pihak menilai praktik serupa tidak boleh dibiarkan. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera turun tangan melakukan pengawasan dan memberikan tindakan tegas terhadap oknum pelaksana yang dengan sengaja tidak transparan.

Publik menilai, jika praktik ini terus dibiarkan, dikhawatirkan pelaksanaan pembangunan hanya berorientasi pada keuntungan semata, sementara aspek tanggung jawab dan kualitas pembangunan diabaikan.

 

•Her