Beranda blog Halaman 156

Bupati dan Wakil Bupati Karawang Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang turut menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat yang jatuh pada 19 Agustus 2025. Dengan mengusung tema “Menyemai Benih, Menanam Hujan”, peringatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun Jawa Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan, Selasa (19/8/2025).

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dalam keterangannya menyampaikan rasa bangga menjadi bagian dari provinsi yang memiliki sejarah, budaya, dan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Karawang, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-80 untuk Provinsi Jawa Barat. Semoga Jawa Barat senantiasa diberkahi keberkahan, kemajuan, dan kemandirian. Tema yang diusung tahun ini, Menyemai Benih, Menanam Hujan, kami maknai sebagai ajakan untuk menanam nilai-nilai kebaikan dan bekerja nyata demi kesejahteraan masyarakat. Karawang siap terus bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” Ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang, H. Maslani menambahkan bahwa Hari Jadi Jawa Barat bukan hanya sekadar perayaan, melainkan juga refleksi perjalanan panjang serta komitmen untuk terus berinovasi.

“Hari Jadi Jawa Barat menjadi pengingat bagi kita semua agar tetap menjaga persatuan, memperkuat budaya gotong royong, dan menghadirkan inovasi di berbagai bidang. Kami di Kabupaten Karawang berkomitmen mendukung setiap program pembangunan provinsi yang berpihak pada rakyat. Semoga di usia ke-80 tahun ini, Jawa Barat semakin kuat, tangguh, dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia,” Pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap momentum Hari Jadi Jawa Barat ke-80 dapat menjadi energi baru dalam memperkuat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Jawa Barat.

 

•Red

Pawai Karnaval dan Lomba Permainan Meriahkan HUT RI ke-80 di Desa Cipondoh

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Suasana meriah mewarnai Desa Cipondoh, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu (17/8/2025). Pemerintah Desa Cipondoh bersama masyarakat menggelar pawai karnaval dan beragam lomba permainan tradisional sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA serta masyarakat umum, antusias mengikuti pawai karnaval dengan mengenakan kostum unik. Beragam busana ditampilkan, di antaranya kostum petani, kostum olahraga, hingga kreasi lain yang mencerminkan semangat kebhinekaan.

Pawai berlangsung semarak menyusuri jalan-jalan utama Desa Cipondoh dengan rute yang dipenuhi penonton warga.

Kepala Desa Cipondoh, H. Daya, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini.

“Alhamdulillah, kegiatan pawai karnaval ini baru pertama kali digelar di Desa Cipondoh dan mendapat sambutan yang luar biasa meriah dari masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme,” Ujarnya.

Lebih lanjut, H. Daya menegaskan bahwa momen peringatan HUT RI ke-80 tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun desa.

“Harapan kami, dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan hari ini, masyarakat Cipondoh semakin kompak dan bersatu demi kemajuan desa. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan antusias meramaikan kegiatan ini,” Pungkasnya saat ditemui pada Senin (18/8/2025)

Kemeriahan HUT RI di Desa Cipondoh semakin lengkap dengan berbagai perlombaan permainan rakyat yang diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa. Mulai dari lomba balap karung, tarik tambang, panjat pinang, hingga lomba makan kerupuk, semuanya disambut dengan penuh keceriaan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat terus hidup dalam kebersamaan dan kekompakan masyarakat Desa Cipondoh.

•Edi

Harapan Panjang Terwujud, Pagar SDN Kutamukti Direalisasi, Pemdes Dan Masyarakat Sambut Baik

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Harapan panjang masyarakat Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, akhirnya terwujud. Pembangunan pagar di SDN Kutamukti 1 dan 2 yang sejak lama diajukan, kini mulai terealisasi pada tahun ini.

Keberadaan pagar dinilai sangat penting, mengingat lokasi sekolah berada tepat di sisi jalan raya yang ramai dilalui kendaraan. Dengan adanya pagar yang kokoh dan representatif, tingkat keamanan dan kenyamanan siswa, siswi, serta para orang tua murid dapat lebih terjamin.

Salah seorang tokoh pemuda Desa Kutamukti yang juga mewakili jajaran Karang Taruna menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Sebagai warga sekaligus mewakili Karang Taruna Desa Kutamukti, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karawang, Pemda Karawang, dan Dinas Pendidikan yang telah peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya di desa kami. Keberadaan pagar ini sangat bermanfaat bagi keselamatan dan kenyamanan anak-anak,” Ungkapnya.

Ia juga menambahkan, sinergi antara Karang Taruna dan Pemerintah Desa Kutamukti selama ini terus berjalan baik. Dukungan penuh dari pemerintah desa dinilai sangat membantu peran pemuda dalam menjaga dan mendorong pembangunan, khususnya di bidang pendidikan.

Sementara itu, Kepala Desa Kutamukti, Kamcek, turut memberikan apresiasi atas terealisasinya pembangunan pagar sekolah tersebut.

“Kami sebagai Pemerintah Desa Kutamukti tentu sangat berterima kasih kepada Pemkab Karawang melalui Disdikpora yang telah merealisasikan pembangunan pemagaran di SDN Kutamukti 1 dan 2. Karena posisi sekolah yang berdekatan dengan bahu jalan, keberadaan pagar ini akan membuat para siswa lebih aman dan nyaman,” Ujarnya.

Lebih lanjut, Kamcek juga menyampaikan apresiasi kepada pihak pihak terkait yang turut mendukung pembangunan.

“Langkah konkret ini patut diapresiasi. Kami berharap kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah desa, pihak sekolah, dan semua pihak terkait terus terjalin demi kemajuan pendidikan di Desa Kutamukti,” Pungkasnya.

 

•Her/Red

 

Manhole Ambruk di Jalan Jenderal Ahmad Yani Cikampek, Warga Khawatir Sebabkan Kecelakaan

0

KARAWANG | infokeadilan.com – Sebuah manhole atau penutup saluran kabel ambruk di tengah Jalan Raya Jenderal Ahmad Yani, tepatnya di depan Richeese Factory Cikampek. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu, Senin (18/8/2025) siang, namun hingga kini belum juga diperbaiki oleh pihak terkait.

Kondisi lubang tersebut membuat resah para pengguna jalan, lantaran berpotensi besar membahayakan pengendara yang melintas, khususnya pada malam hari saat arus kendaraan padat. Selain rawan kecelakaan, kerusakan itu juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang melintas di jalur utama tersebut.

Seorang warga yang melaporkan kejadian ini melalui akun media sosial Instagram @ckpinfo menyampaikan keresahannya.

“Tolong segera ditindaklanjuti min. Lubang kabel di jalan Jend. Ahmad Yani depan Richeese ini bahaya sekali, takut ada korban jiwa,” Tulisnya.

Video yang diunggah akun Instagram @ckpinfo memperlihatkan kondisi jalan berlubang cukup besar di tengah jalur utama tersebut. Beberapa pengendara tampak berhati-hati saat melintas, bahkan ada yang terpaksa menghindar secara mendadak sehingga menambah risiko kecelakaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya perbaikan ataupun langkah penanganan dari instansi terkait. Warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan cepat sebelum menelan korban jiwa.

“Jangan sampai menunggu ada kecelakaan dulu baru diperbaiki, karena jalan ini ramai setiap hari,” Tambah salah seorang pengguna jalan.

Masyarakat mendesak agar segera dilakukan perbaikan dan pemasangan pengaman sementara di sekitar lubang untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.**

Warga Ciranggon Gelar Tradisi Babarit, Wujud Syukur dan Lestarikan Budaya Leluhur

0

CIKARANG TIMUR | Infokeadilan.com
Warga Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, kembali menggelar tradisi babarit sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur, Senin (18/08/2025).

Tradisi ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Suasana berlangsung meriah, penuh kebersamaan, dan sarat makna. Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur H. Aris Sadikin Asnawi, Kepala Desa Cipayung H. Ajan beserta jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga dari berbagai kalangan.

Keunikan babarit tahun ini terlihat dari antusiasme warga yang kompak mengenakan pakaian adat Sunda berupa baju pangsi. Mereka juga membawa nasi tumpeng atau gunungan nasi kuning yang kemudian dinikmati secara bersama-sama. Prosesi dimulai dengan doa bersama untuk memohon perlindungan serta pertolongan Allah SWT dari segala marabahaya, sekaligus ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

Dalam sambutannya, H. Aris Sadikin mengapresiasi konsistensi masyarakat Ciranggon dalam menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut. Menurutnya, babarit bukan hanya sekadar seremoni, melainkan simbol kebersamaan, kekompakan, dan penghormatan terhadap budaya lokal.

“Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, kecintaan pada tradisi lokal, serta membuka peluang untuk mengangkat potensi desa menjadi desa wisata,”  Pungkasnya.

Tradisi babarit yang terus dijaga diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya. Selain itu, kegiatan ini juga semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus memperkaya khazanah budaya daerah yang menjadi identitas bangsa.

 

•Wan

Bentuk Rasa Syukur, Kades Sedari Gelar Hajat Bumi (Nadran) dan Kirab Budaya, Disambut Ribuan Warga

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 sekaligus sebagai wujud rasa syukur, Pemerintah Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Bisri Mustopa, menggelar Hajat Bumi (Nadran) dan Kirab Budaya. Ribuan masyarakat turut hadir dan meramaikan acara adat tahunan ini.

Nadran sendiri merupakan tradisi adat nelayan di pesisir utara yang digelar sebagai ungkapan syukur atas hasil tangkapan laut, serta doa memohon keselamatan dan keberkahan dalam mencari nafkah di laut.

Acara berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan kesenian dan atraksi budaya. Mulai dari wayang golek, arak-arakan karnaval, drum band, odong-odong, hingga pameran hasil bumi. Tidak ketinggalan, berbagai miniatur kreatif turut ditampilkan, seperti miniatur ikan bandeng, perahu, dan hasil laut lainnya yang dihias dengan indah dan menarik.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Cibuaya Ahmad Mustopa, unsur Muspika termasuk Danpos Ramil dan Polsek Cibuaya, serta seluruh elemen masyarakat Desa Sedari.

Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan harapannya.

“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya. Setiap hari masyarakat kami mencari nafkah dari laut, semoga hasil yang diperoleh selalu bermanfaat. Harapan kami, Desa Sedari ke depan semakin maju, semakin berkah, dan ikut mendorong Karawang yang lebih maju,” Ucapnya.

Sementara itu, Camat Cibuaya Ahmad Mustopa turut mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Sedari dalam melestarikan tradisi sekaligus memeriahkan peringatan HUT RI.

“Saya sangat mengapresiasi Kepala Desa Sedari beserta perangkat desa dan masyarakat yang begitu kompak dan antusias mengadakan kegiatan kirab budaya dan hajat bumi. Semoga kegiatan ini terus terjaga sebagai warisan budaya yang memperkuat kebersamaan,” Ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan, tradisi Nadran dan Kirab Budaya ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi masyarakat, sekaligus mempertegas identitas Desa Sedari sebagai desa nelayan yang kaya akan budaya.

 

•Her

 

Askun Apresiasi Langkah MJ, Tapi Ingatkan Agar Tidak Buat Opini Liar

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Ketua DPC PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) Kabupaten Karawang, Asep Agustian SH, MH., mengapresiasi langkah MJ, seorang pemborong asal Cikarang, yang melaporkan sejumlah pejabat Pemkab Karawang ke Polda Jawa Barat terkait dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen proyek pekerjaan.

“Saya apresiasi laporan MJ. Kalau merasa dirugikan, silakan lapor, karena itu memang hak warga negara,” Ujar Asep Agustian yang akrab disapa Askun, Senin (18/8/2025).

Namun demikian, Askun menyoroti pernyataan MJ yang dianggapnya terkesan membentuk opini liar dengan menyebut inisial sejumlah pejabat Pemkab Karawang, termasuk AAR yang merujuk pada Sekda Karawang, Asep Aang Rahmatullah.

Menurut Askun, tudingan tersebut bisa menimbulkan preseden buruk bagi kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh. Terlebih, Asep Aang baru menjabat Sekda pada tahun 2024, sementara proyek yang dipersoalkan MJ terjadi pada awal 2023.

“Kalau memang merasa tertipu, ya seharusnya MJ mengejar calo proyek yang merugikannya, bukan malah membangun opini liar yang justru mencoreng nama baik pejabat maupun Pemkab Karawang,” Tegasnya.

Askun bahkan menantang MJ untuk berbicara secara terbuka.
“Kalau memang maksudnya Sekda Asep Aang, sebut saja namanya. Tapi pertanyaannya, apakah MJ pernah bertemu langsung dengan Asep Aang ? Kalau hanya lewat perantara, tafsir bisa berbeda. Apalagi Asep Aang baru menjabat Sekda tahun 2024,” Ujarnya.

Pertanyakan Motif Laporan MJ

Askun juga mengaku sudah mengetahui bahwa MJ sebelumnya pernah melaporkan kasus ini ke Polres Karawang. Karena itu, ia mempertanyakan urgensi MJ kembali melapor ke Polda Jabar.

“Saya juga tidak tahu kenapa harus lapor lagi ke Polda. Apakah ini ada kaitannya dengan Pasal 184 KUHAP soal barang bukti yang belum terpenuhi? Padahal proses hukum di Polsek, Polres, Polda hingga Mabes Polri itu sama saja, semua punya SOP,” Jelasnya.

Menurutnya, bisa saja laporan MJ di Polda nanti dikembalikan ke Polres Karawang.

Soroti Etika Pengacara MJ

Lebih jauh, Askun juga mempertanyakan sikap pengacara MJ yang disebut-sebut melakukan komunikasi langsung dengan Sekda setelah laporan resmi dibuat di Polda Jabar.

“Kalau sudah lapor, biarkan saja proses hukum berjalan. Kenapa malah komunikasi dengan Sekda? Jadi motif laporan ini sebenarnya apa? Kalau begini caranya, saya pribadi malu sebagai sesama lawyer,” Sindir Askun.

Ia menegaskan, bila MJ ingin menuntut ganti rugi, maka yang harus diusut adalah pihak yang memberi pekerjaan atau menerima uang dari MJ.

“Ya, harusnya MJ minta pertanggungjawaban ke calonya, bukan menyebut beberapa pejabat yang akhirnya merusak nama baik pemerintahan,” Tambahnya.

Desak Sekda dan Pejabat Lain Melapor Balik

Askun juga mendorong Sekda Asep Aang beserta pejabat lain yang namanya disebut untuk melaporkan balik MJ, bila tuduhan tersebut tidak terbukti.

“Kalau tuduhan ini tidak terbukti, saya menekankan agar Sekda segera melaporkan balik. Jangan dibiarkan, karena kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi Pemkab Karawang,” Tegasnya.

Ingatkan OPD Agar Tidak Asal Beri Proyek

Selain itu, Askun mewanti-wanti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Karawang agar lebih selektif dalam memberikan paket pekerjaan. Menurutnya, seharusnya proyek lebih banyak diberikan kepada pengusaha lokal Karawang yang dinilai tidak kalah kompeten.

“Masih banyak pemborong di Karawang yang mumpuni. Selama ini proyek pemda banyak dikerjakan orang luar Karawang. Karena tidak ada komunikasi yang baik, akhirnya muncul persoalan hukum seperti ini,” Tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, MJ telah melaporkan sejumlah pejabat Pemkab Karawang ke Polda Jabar dengan Nomor: LP/B/391/VIII/2025/SPKT/POLDA JAWA BARAT, tertanggal 14 Agustus 2025. Dalam laporan itu, MJ menyebut beberapa inisial pejabat, di antaranya AAR, FJ, WJ, MM, dan lainnya.

•Agus Sofyan

Meski Hujan Singkat, Desa Karangligar Telukjambe Barat Tetap Terendam Banjir, Ketua Paguyuban Maskar Bilang Begini

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Hujan yang hanya berlangsung sebentar kembali membuat wilayah Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang terendam banjir. Fenomena ini hampir selalu terjadi setiap musim hujan dan menjadi masalah tahunan yang belum terselesaikan.

Menanggapi kondisi tersebut, sempat muncul wacana dari Gubernur Jawa Barat untuk membangun 1.000 unit rumah panggung dengan ketinggian yang disesuaikan bagi warga Karangligar yang terdampak banjir.

Namun, gagasan tersebut dinilai bukan solusi terbaik. Ketua Umum Paguyuban MASKAR, Supardi Nugraha, menegaskan bahwa rencana pembangunan rumah panggung tidak menyentuh akar permasalahan.

“Membangun rumah panggung bukan solusi utama. Masalah pokoknya ada pada banjir itu sendiri. Yang harus dilakukan adalah penanggulangan banjir, bukan sekadar menghindarinya,” Tegas Supardi, Senin (18/5/2025).

Ia menilai, langkah yang lebih tepat adalah membangun situ atau embung sebagai penampungan air. Selain menanggulangi banjir saat musim hujan, keberadaan embung juga bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.

Supardi menjelaskan, manfaat pembangunan situ/embung di antaranya :

Menjadi penampungan air pada musim hujan.

Mengurangi atau mencegah luapan air Sungai Cibeet dan Sungai Citarum yang kerap merendam perkampungan dan lahan pertanian warga Karangligar.

Paguyuban MASKAR mendorong Pemprov Jabar, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Pemkab Karawang agar bersama-sama mencari solusi permanen. Supardi menekankan, pembangunan embung jauh lebih bermanfaat dalam jangka panjang dibanding sekadar mendirikan rumah panggung.

 

•Agus Sofyan

Pemdes Tirtasari Gelar Pengajian dan Doa Bersama Peringati HUT RI ke-80

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, menggelar pengajian dan doa bersama pada Sabtu (16/8/2025) malam, bertempat di halaman kantor desa.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Desa Tirtasari beserta jajaran aparatur pemerintah desa, BPD, PKK, Bumdes, MUI, para asatid, serta masyarakat setempat.

Dengan mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kebangsaan, sekaligus mendoakan keberkahan bagi bangsa dan negara. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, menjadikan acara ini penuh makna kebersamaan serta sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tirtasari menyampaikan apresiasi kepada warga yang hadir dengan penuh semangat mengikuti pengajian, zikir, dan doa bersama. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan sejak 2013 hingga kini tidak pernah terlewatkan.

“Acara ini bukan sekadar doa dan renungan, tetapi juga bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan prestasi, akhlak yang baik, pendidikan yang tinggi, serta iman yang kuat, terutama bagi generasi muda,” Ucapnya.

Lebih lanjut, Kades juga menyinggung pembangunan di Desa Tirtasari yang kini mulai merata. Tahun ini, menurutnya, berbagai program sudah berjalan, mulai dari infrastruktur, program Rutilahu, hingga listrik desa yang telah terpasang sebanyak 500 unit, dengan harapan ke depan jumlahnya bisa terus bertambah.

Acara juga diisi tausiah oleh Ustadzah Maryatul Gibtiyah, S.Pd., yang menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan bangsa melalui nilai keimanan dan kepedulian sosial.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia, dilanjutkan dengan bersalaman penuh keakraban, diiringi lantunan lagu religi.

“Mari bersama-sama kita bangun prestasi, tingkatkan perekonomian, perkuat infrastruktur, dan wujudkan Desa Tirtasari sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Semoga ke depan Tirtasari semakin baik, masyarakatnya sejahtera, ramah, dan SDM-nya semakin meningkat,” Pungkas Kepala Desa Tirtasari.

 

•Edi

Rekonstruksi Jalan Lamaran-Pasirkaliki Habiskan Rp 950 Juta, Ketua KSM GMBI Rawamerta : Kualitas Dinilai Tak Maksimal

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Pekerjaan rekonstruksi jalan Lamaran–Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, yang menelan dana dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2025 sebesar Rp 950.000.000, menuai sorotan.

Ketua LSM GMBI KSM Rawamerta, Oblang, menilai kualitas hasil pekerjaan jalan tersebut tidak maksimal sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

“Ini bukan soal jalan yang sudah lebih dulu dilalui kendaraan meski belum waktunya digunakan. Justru saya menduga masalah utamanya ada pada kualitas bahan cor betonnya yang tidak baik,” Tegas Oblang, Minggu (17/8/2025).

Ia menyayangkan pekerjaan yang menelan hampir satu miliar rupiah dari uang daerah tersebut, namun hasilnya dianggap tidak sesuai standar. Padahal, keberadaan jalan itu sangat vital bagi aktivitas warga, khususnya di wilayah pedesaan yang mengandalkan akses darat sebagai jalur utama.

“Menurut saya dan warga sekitar, kalau jalan itu memang baru, seharusnya tidak mudah rusak hanya karena dilalui kendaraan satu atau dua hari. Faktanya, di lapangan terlihat ada bagian jalan yang sudah retak-retak, rusak terkelupas dibeberapa titik. Menurut dugaan saya itu murni karena kualitas betonnya yang jelek. Kalau memang ada kerusakan karena kendaraan pastinya retak atau belah, ini mah kan terlihat rusak dan mengelupas.,” Tandasnya.

Oblang menegaskan, pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek harus bertanggung jawab memastikan kualitas konstruksi sesuai dengan ketentuan teknis.

“Jangan sampai pembangunan yang dibiayai dari uang rakyat ini hanya sebatas menggugurkan kewajiban, tanpa memperhatikan mutu dan kebermanfaatan jangka panjang,” Tambahnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dusun setempat menjelaskan, terjadinya kerusakan tersebut bukan seperti apa yang di sebutkan. Tak sampai disitu ia juga menegaskan justru arus laulintas dijalan tersebut di tutup selama beberapa hari.

“Kalau soal jalan, itu di tutup kurang lebih selama 4 harus lebih. Dan andaipun karena kerusakan coran yang masih baru itu akibat tidak di turup jalurnya, harusnya yang rusak itu berada di titik awal, ya kan ? Sementara ini kan yang rusak dan retaknya itu justru ada di titik tengah dan titik yang mendekati akhir pengerjaan.” Jelasnya.

Menyikapi hal itu, LSM GMBI KSM Rawamerta berencana akan terus memantau dan mengawal persoalan ini agar pihak terkait tidak abai terhadap kualitas infrastruktur. Oblang berharap ada evaluasi serius secara menyeluruh agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari.

Sampai berita ini ditayakan belum ada penjelasan atau klarifikasi resmi dari pihak pelaksana maupun dari dinas terkait.

 

•Her/Red