Beranda blog Halaman 160

Pasca Unjuk Rasa Di Pati, Ratusan Personel Polri Dan Petugas Kebersihan Gotong Royong Bersihkan Sampah

0

PATI JAWA TENGAH |infokeadilan.com — Sehari setelah aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar ribuan warga di Alun-Alun Pati, Rabu (13/8/2025), suasana kembali kondusif. Namun, sisa-sisa kegiatan masih terlihat, terutama tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik.

Untuk mengembalikan kebersihan dan kenyamanan ruang publik, puluhan personel kepolisian bersama petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Kamis (14/8/2025) pagi, turun langsung melakukan aksi gotong royong membersihkan area sekitar alun-alun dan jalan protokol.

Personel Polri tampak bahu membahu memungut sampah plastik, botol minuman, hingga sisa spanduk aksi yang ditinggalkan. Tak hanya membersihkan, mereka juga membantu mengangkut karung-karung berisi sampah ke truk milik DLH untuk kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Salah satu petugas Kepolisian kepada media mengatakan, aksi bersih-bersih ini adalah bentuk tanggung jawab dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan suasana kota kembali nyaman pasca kegiatan kemarin. Polisi tidak hanya hadir untuk mengamankan, tapi juga ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama,” Ujarnya.

Sementara itu, salah satu petugas kebersihan, mengaku terbantu dengan keterlibatan anggota Polri dalam membersihkan area yang cukup luas.

“Biasanya kalau ada acara besar seperti kemarin, sampahnya banyak sekali. Kalau dibersihkan sendiri, bisa makan waktu lama. Alhamdulillah, ada bantuan dari bapak-bapak polisi, jadi lebih cepat selesai,”Ttuturnya sambil mengangkut karung sampah.

Kegiatan gotong royong ini berlangsung selama kurang lebih dua jam. Menjelang siang, kawasan Alun-Alun Pati kembali terlihat bersih dan rapi. Pemerintah Kabupaten Pati pun mengapresiasi langkah kolaboratif antara kepolisian dan petugas kebersihan tersebut sebagai contoh sinergi menjaga ketertiban dan kenyamanan pasca kegiatan masyarakat.**

Pabrik Arang Di Sukakarya Karang Bahagia Hangus Dilahap Sijago Merah

0

CIKARANG |infokeadilan.com  – Warga Kampung Pulo, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, digegerkan oleh peristiwa kebakaran yang melanda sebuah pabrik produksi arang, Rabu (13/8/2025) sore tepatnya di sekitar warung satu, tepat di depan Perumahan Cikarang Indah.

Asap hitam pekat membumbung tinggi dari area pabrik, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk melihat dan memastikan kondisi sekitar. Api diketahui dengan cepat membesar, sehingga petugas Damkar langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Dengan kerja cepat dan koordinasi yang sigap, petugas berhasil menjinakkan api dan mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

“Awalnya terlihat asap tipis, tapi tidak lama kemudian api langsung membesar. Kami panik, takut merembet ke rumah-rumah warga,” Ujar salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Belum ada informasi resmi terkait adanya korban jiwa maupun kerugian materiil yang ditimbulkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku industri dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di area produksi yang melibatkan bahan mudah terbakar seperti arang.

 

•Wan

Achmad Soebarjo, Tokoh Asal Karawang Yang Berperan Penting Dalam Perumusan Naskah Proklamasi

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Di balik sejarah kemerdekaan Indonesia yang kerap kita dengar, ada nama-nama pejuang yang jasanya begitu besar namun tidak setenar tokoh-tokoh lainnya. Salah satunya adalah Achmad Soebardjo, putra daerah Karawang yang memainkan peran penting pada detik-detik menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Achmad Soebardjo lahir di Karawang dan tumbuh menjadi sosok yang memiliki wawasan luas serta komitmen kuat terhadap kemerdekaan bangsa. Namanya tercatat dalam sejarah bukan hanya sebagai Menteri Luar Negeri pertama Republik Indonesia, tetapi juga sebagai tokoh yang berada di garis depan dalam proses perumusan dan pengesahan naskah Proklamasi.

Pada peristiwa Rengasdengklok, 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta dibawa oleh para pemuda untuk mendesak agar proklamasi segera dilakukan. Di saat krusial inilah Achmad Soebardjo tampil sebagai penengah. Dengan kecakapannya berdiplomasi, ia berhasil meyakinkan para pemuda untuk mengembalikan Soekarno-Hatta ke Jakarta. Keputusan ini menjadi titik balik menuju pembacaan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Tidak hanya itu, Achmad Soebardjo juga turut menuangkan ide dan pemikirannya dalam penyusunan naskah proklamasi. Perannya memastikan teks tersebut tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga mencerminkan semangat dan tekad seluruh rakyat Indonesia untuk merdeka dari penjajahan.

Meski namanya tak selalu menghiasi buku-buku pelajaran setenar tokoh lain, kontribusi Achmad Soebardjo tetap abadi dalam sejarah bangsa. Ia adalah bukti bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya milik segelintir tokoh populer, tetapi hasil dari kerja sama banyak pejuang, termasuk putra terbaik Karawang ini.

Sumber:

Kompas.com

Gramedia.com

Foto: Berbagai Sumber

Saatnya Bekasi Memerdekakan Diri Dari Jajahan Obat Keras, Ini Ungkapan Ketum Fortal

0

BEKASI |infokeadilan.com – Suasana perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 begitu terasa di Kabupaten Bekasi. Jalan-jalan dihiasi bendera merah putih, spanduk perayaan terpajang di berbagai sudut, dan warga antusias mempersiapkan berbagai lomba rakyat. Namun, di balik kemeriahan itu, tersimpan kenyataan kelam yang kerap luput dari sorotan. Bekasi belum benar-benar merdeka.

Bukan dari penjajah berseragam, melainkan dari ancaman mematikan bernama obat keras tipe G seperti tramadol, eksimer, dan berbagai jenis pil berbahaya yang telah lama menggerogoti generasi muda. Peredaran barang haram ini telah berlangsung hampir dua dekade tanpa penanganan serius.

Ketua Umum Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL), Kang Edo, menegaskan bahwa persoalan ini merupakan bentuk “penjajahan modern” yang justru lebih berbahaya karena merusak moral dan masa depan bangsa.

“Kalau ancaman ini terus dibiarkan, apa arti kemerdekaan yang setiap tahun kita rayakan ?” Ujarnya, Rabu (13/8/2025)

Sayangnya, upaya pemberantasan masih jauh dari kata maksimal. Para pengedar tetap leluasa beroperasi, sementara sebagian pihak yang diharapkan bersuara lantang, mulai dari tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah, terkesan belum menunjukkan aksi nyata yang sepadan dengan besarnya ancaman.

Ironisnya, para anggota DPRD dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi justru terlihat lebih sibuk dengan agenda politik dan pencitraan, ketimbang mengawal kebijakan tegas untuk menghentikan peredaran obat keras. Sikap diam dalam menghadapi persoalan ini sama saja dengan mengabaikan amanat kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pahlawan.

Bekasi dikenal sebagai Kota Patriot. Namun, patriotisme sejati bukan hanya slogan di spanduk atau pidato saat upacara. Patriotisme adalah keberanian untuk bertindak melindungi generasi muda dari cengkeraman narkoba dan obat keras.

Perayaan kemerdekaan akan terasa hampa jika anak-anak Bekasi masih menjadi korban racun yang merusak akal dan moral.

Kemerdekaan sejati baru akan terwujud ketika setiap generasi bebas dari ancaman obat keras. Dan itu hanya bisa tercapai jika semua pihak berani bergerak bersama, bukan sekadar menonton dari pinggir.

 

•Wan

Truk Box Alami Kecelakaan Di Jalur Pantura, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

0

INDRAMAYU |infokeadilan.com  – Sebuah truk box bernomor polisi B 9705 SXW mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Pantura Lohbener, Kabupaten Indramayu, Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 11.10 WIB. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Facebook Joe Taslim.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut tidak menelan korban jiwa. Sopir truk, Riyan (24), warga Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, hanya mengalami luka-luka. Kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan.

Kronologi kejadian bermula saat truk melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Saat tiba di lokasi kejadian, truk berusaha menyalip kendaraan yang berada di depannya. Namun, di tengah proses menyalip, truk diduga hilang kendali. Kendaraan tersebut kemudian keluar jalur, masuk ke area persawahan, dan akhirnya menabrak sebuah pohon.

Kanit Laka Satlantas Polres Indramayu, Ipda Vikki Deska, membenarkan peristiwa tersebut.

“Saat menyalip, truk hilang kendali sehingga tercebur ke sawah dan menabrak pohon,” Ujarnya saat dikonfirmasi.

Dari video yang beredar, tampak truk berada dalam posisi miring di area persawahan dengan kondisi bagian depannya ringsek. Beberapa warga terlihat mendekat untuk membantu proses evakuasi dan memastikan kondisi pengemudi.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berkendara, terlebih di jalur Pantura yang dikenal padat kendaraan dan rawan kecelakaan. Faktor kecepatan, jarak aman, dan kondisi fisik pengemudi harus selalu diperhatikan demi keselamatan bersama di jalan raya.

 

•Red

Polda Jabar Gelar Gerakan Pangan Murah, Ratusan Warga Serbu Halaman Mapolda

0

BANDUNG |infokeadilan.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan pokok rakyat Jawa Barat. Sejak pagi, Selasa (13/8/2025), ratusan warga dari berbagai daerah memadati halaman Mapolda Jabar untuk mendapatkan berbagai bahan pangan dengan harga di bawah pasaran.

Deretan komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, tepung terigu, hingga sayuran segar. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, dengan tujuan meringankan beban ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan arahan Mabes Polri untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto.

“Hari ini Polda Jabar ikut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah. Arahan dari Mabes Polri, kegiatan ini tidak hanya digelar di Polda, tapi juga di 23 polres jajaran,” Ujar Rudi.

Polda Jabar juga mengundang beragam komunitas, mulai dari pengemudi ojek online, santri pesantren, hingga petugas kebersihan. Gelaran ini berlangsung hingga 17 Agustus 2025, dan setelahnya akan dilanjutkan di tingkat lokal dengan stok beras SPHP dari Bulog.

Harga yang ditawarkan jauh di bawah pasaran: beras dijual Rp11 ribu per kilogram, telur ayam dari peternak lokal, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu dari distributor resmi. Bahkan, ke depan Polda Jabar menyiapkan operasi pasar keliling bekerja sama dengan Perum Bulog, di mana kendaraan logistik akan langsung mendatangi masyarakat.

20 Ton Beras Murah Disiapkan

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat, Mohamad Alexander, mengungkapkan bahwa Polda Jabar mendapat suplai 20 ton beras murah untuk kegiatan ini.

“Gerakan pangan murah harus dimasifkan di seluruh instansi di Indonesia. Saat ini harga beras sedang naik, dan kami siap menyalurkannya kepada masyarakat,” Ujarnya.

Alexander menambahkan, hingga akhir Agustus 2025, Bulog menargetkan penyaluran 69 ribu ton beras bantuan untuk warga Jawa Barat. Distribusi ini dikawal langsung oleh Satgas Pangan Polda Jabar dan dinas terkait agar tepat sasaran.

“Mudah-mudahan langkah ini bisa membantu pemerintah menekan inflasi. Kami siap bersinergi untuk mewujudkan pangan murah bagi rakyat,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara Polda Jabar, Bulog, dan pemerintah, program pangan murah ini diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.

 

•U.M/Dan

SDN Citarik 1 Memprihatinkan, Orang Tua Siswa Tanyakan Kinerja Kepsek Dan Tuntut Perbaikan Fasilitas Segera Dilakukan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Kondisi fasilitas dan sarana prasarana pendidikan di SD Negeri Citarik 1, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam dari orang tua siswa. Bangunan dan lingkungan sekolah disebut jauh dari kata memuaskan, bahkan diduga dapat membahayakan keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Sejumlah orang tua mengaku resah melihat kondisi sekolah yang kian memprihatinkan. Mereka menilai, jika dibiarkan tanpa perbaikan, potensi risiko bagi anak-anak semakin besar.

“Kami khawatir anak-anak jadi korban. Fasilitasnya rusak, beberapa bagian sudah tidak layak, tapi sepertinya tidak ada upaya serius untuk memperbaikinya,” Ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Keresahan warga tidak berhenti pada masalah fisik sekolah. Beberapa orang tua juga menduga Kepala Sekolah jarang hadir di sekolah, serta terkesan acuh terhadap kondisi yang ada. Mereka bahkan secara tegas meminta agar Kepala Sekolah tersebut segera diganti demi kelancaran proses pendidikan.

“Kami jarang melihat Kepala Sekolah di sini. Seolah-olah beliau tidak peduli. Kalau seperti ini terus, bagaimana anak-anak mau dapat pendidikan yang layak ?” Keluh orang tua siswa lainnya, Rabu (12/8/2025).

Masyarakat dan wali murid mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh. Mereka berharap pihak terkait dapat merespons cepat demi keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar di SD Citarik 1.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SD Negeri Citarik 1 belum dapat memberikan klarifikasi terkait keluhan dan tuntutan para orang tua siswa.

 

•Edi

Limbah Misterius Dibuang Di Jembatan Jalan Desa Kalibuaya, Warga Desak Pihak Terkait Bertindak

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Warga Desa Kalibuaya hingga Kalijaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, dibuat geram dengan aksi pembuangan limbah misterius di area jembatan Jalan totoang Desa Kalibuaya. Limbah yang dibuang sembarangan ini dikhawatirkan akan berdampak dan mencemari lingkungan sekitar.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan kondisi tersebut.

“Limbah ini jelas akan membahayakan lingkungan dan kesehatan. Kalau dibiarkan, bisa mencemari sawah dan air yang dipakai warga,” Ujarnya dengan nada kesal, Rabu (12/8/2025)

Pantauan di lokasi, limbah terlihat menumpuk di area jembatan, menciptakan pemandangan yang mengganggu. Warga menduga, pelaku pembuangan limbah adalah oknum tak bertanggung jawab yang sengaja menghindari biaya pengelolaan limbah sesuai aturan.

“Kami minta Pemkab Karawang, terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, segera turun tangan. Jangan hanya menunggu laporan, ini harus ditindak cepat dan pelakunya diberi sanksi tegas supaya ada efek jera,” Tandas warga lainnya.

Warga juga mengingatkan, jika musim hujan tiba, limbah tersebut berpotensi terbawa arus dan mencemari sumber air serta lahan pertanian di sekitarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Karawang maupun DLHK.

Masyarakat berharap ada tindakan nyata, baik membersihkan lokasi maupun menindak pelaku oknum pembuang limbah tersebut.

 

•Red

Proyek Pekerjaan Pavingblok Di Dinas Pertanian Karawang Diduga Gunakan Bahan Tak Sesuai Spesifikasi

0

KARAWANG |infokeadilan.com  — Pemerintah Kabupaten Karawang tengah gencar melakukan pembenahan fasilitas infrastruktur, termasuk gedung-gedung perkantoran. Salah satunya, pekerjaan digedung Kantor Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Karawang yang saat ini sedang dilaksanakan, yakni pembenahan halaman kantor dengan pekerjaan Emplacement menggunakan pavingblok, Rabu (12/8/2025).

Sayangnya, proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas lingkungan kerja tersebut justru menuai sorotan tajam dari warga lantaran diduga menggunakan bahan di bawah standar spesifikasi.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin dan menyayangkan melihat kualitas material yang digunakan, padahal itu menggunakan anggaran yang tidak sedikit.

“Bahan yang dipakai seperti produksi rumahan, kasar, seratnya tebal, dan jauh dari kesan halus, dan ini diduga bukan kualitas yang layak untuk proyek pemerintah,” Ungkapnya dengan nada kesal.

Tak hanya menyoroti kualitas bahan, warga juga mempertanyakan kinerja pengawasan dari pihak terkait.

“Kalau pengawas PUPR benar-benar turun ke lapangan, mestinya bahan seperti ini langsung diganti, bukan dibiarkan. Bahkan ada yang retak dan patah tapi terlihat tetap dipaksakan dipasang,” Tambahnya.

Di lokasi pekerjaan, seorang pegawai yang ditemui mengaku pekerjaan baru berjalan beberapa hari, dengan mandor yang disebut jarang berada di lokasi. Ia juga membenarkan material yang digunakan adalah hasil industri rumahan.

“Ini rata pak. Kalau misalnya tidak rata, biasanya dipukul pakai palu kadang malah gampang patah. Kami hanya mengikuti arahan bos,” Ujarnya pasrah.

Berdasarkan data, proyek Emplacement Gedung Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang ini dikerjakan oleh CV Karya Jaya Utama dengan rincian :

No. Kontrak: 027.2/08.2.01.0021.26/KPA-BGN/PUPR/2025

Sumber Dana: APBD 2025

Tanggal Kontrak: 14 Juli 2025

Nilai Anggaran: Rp189.400.000,-

Sebagai informasi berdasarkan aturan Standar Pemasangan Paving Block (SNI 03-0691-1996)

Agar hasil pemasangan paving block berkualitas baik, awet, dan sesuai spesifikasi, terdapat ketentuan teknis yang seharusnya dipenuhi:

Kualitas Bahan

Paving block harus memiliki kuat tekan minimal 8 MPa untuk area pejalan kaki, dan minimal 12 MPa untuk area kendaraan. Permukaan rata, tidak retak, dan presisi ukuran.

Persiapan Lahan

Tanah dasar dipadatkan menggunakan stamper atau vibrator hingga mencapai kepadatan minimal 95% dari Modified Proctor.

Kemiringan dibuat sesuai rencana untuk menghindari genangan air.

Lapisan Pondasi Bawah (Base Course)

Menggunakan agregat kelas A setebal ±15–20 cm, dipadatkan merata.

Lapisan Pasir Alas

Pasir bersih, bebas lumpur, ketebalan 3–5 cm, diratakan dengan jidar kayu.

Pemasangan Paving Block

Dipasang rapat menggunakan pola yang sesuai desain. Tidak dipukul keras dengan palu besi, cukup palu karet untuk menghindari keretakan.

Pengisian Nat

Menggunakan pasir kering yang disapu hingga masuk ke sela-sela.

Pemadatan Akhir

Menggunakan compactor/vibrating plate dengan lapisan karpet karet agar permukaan tidak rusak.

Dengan aturan yang jelas dan anggaran yang tidak kecil, publik berhak menuntut transparansi dan kualitas terbaik dari setiap proyek pemerintah. Apalagi, infrastruktur yang dikerjakan asal-asalan bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menurunkan citra pemerintah di mata rakyat.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak rekanan maupun pemborong belum memberikan keterangan resmi

•Red

Jembatan Penghubung Citarik–Parakan Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Segera Perbaiki

0

KARAWANG |infokeadilan.com  – Warga Desa Citarik dan Desa Parakan, Kabupaten Karawang, kembali menyuarakan keluhan mereka terkait kondisi jembatan penghubung yang sudah bertahun-tahun rusak parah. Jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas harian warga ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat kondisi jembatan memprihatinkan dengan permukaan tidak rata, kayu penopang lapuk, dan struktur yang mulai rapuh. Warga menilai, kerusakan ini seolah diabaikan, meski keluhan telah disampaikan berkali kali.

“Setiap kali melewati jembatan ini, kami harus ekstra hati-hati. Rasa takut selalu ada, apalagi kalau malam hari,” Ungkap salah seorang warga, Rabu (13/8/2025).

Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jembatan tersebut. Menurut warga, akses ini bukan hanya penting untuk kegiatan ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami hanya ingin merasa aman ketika melewati jembatan ini. Pemerintah, tolong segera bertindak,” Pinta warga.

Warga pun menegaskan bahwa perbaikan jembatan bukan sekadar kebutuhan infrastruktur, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan warganya.

 

•Edi