Beranda blog Halaman 181

Tawuran Antar Pelajar Kembali Makan Korban, Seorang Siswa SMP Meninggal Dunia

0

KARAWANG |infokeadilan.com –  Inisial A seorang pelajar SMP di Karawang meninggal dunia usai terlibat aksi tawuran antar pelajar yang terjadi di wilayah Desa Srijaya Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang.

Berdasarkan informasi yang didapat korban merupakan anak dari salah satu warga desa Srikamulyan.

Menurut keterangan Kepala Desa Srikamulyan, Halim saat ditemui dirumah duka di Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya pada Sabtu (5/07/2025) menjelaskan bahwa korban berinsial A merupakan pelajar SMP yang terlibat aksi tawuran antar pelajar di Jalan Ciwelut wilayah Desa Srijaya pada Jum’at (4/07/2025) malam.

“Dia bersama satu teman lainnya janjian untuk melakukan aksi tawuran dengan siswa SMK yang saat itu jumlah pelajar SMK lebih banyak daripada yang dibawa korban.” Jelasnya.

Akibatnya lanjut Kades Srikamulyan, karena jumlah yang tidak sebanding hingga akhirnya dalam aksi tersebut korban mengalami luka parah dibagian kepala akibat sabetan senjata tajam hingga meninggal dunia.

“Luka di kepala korban parah. Saat itu dibantu warga dibawa ke rumah salkit terdekat. Namun, saat sampai ke rumah sakit nyawa korban tidak tertolong.” Ungkapnya menjelaskan.

“Sabtu siang tadi, jenazah korban sudah disemayamkan di pemakaman keluarga. Dan kini kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian Polsek Tirtajaya.” Tandasnya.

Kades juga berpesan kepada para orangtua untuk lebih mengawasi anak-anaknya diluar waktu jam sekolah.

“Saya minta semua orangtua agar lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya diluar jam sekolah. Karena diluar itu, bukan lagi tanggungjawab sekolah.Tapi orangtua.” Tegasnya.

 

•Red

Sekelompok Pemuda Lakukan Aksi Balap Liar Di Galuh Mas, Warga Resah Ungkap Keluhan Di Medsos

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Terpantau kamera warga yang diunggah di media sosial tentang adanya sekelompok pemuda sedang berkumpul yang diduga sedang melakukan aksi balapan liar di JaIan Raya Galuh Mas pada Sabtu, (5/7/2025) tengah malam.

Dalam video yang dibagikan tersebut terlihat banyak sepeda motor berkumpul. Bahkan ada yang melaju kencang setelah seseorang memberikan aba-aba. Diduga sekelompok pemuda tersebut sedang melakukan aksi balap liar.

Aktivitas aksi balap liar tersebut tentunya dapat membahayakan dan mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan karena dianggap menganggu ketertiban.

“Min ada balapan liar di Galuh Mas, meresahkan”. Tulis warganet yang di unggah di medsos.

Demi menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif serta memberikan keselamatan bagi masyarakay diharapkan kepada pihak terkait dalam hal ini aparat kepolisian bisa melakukan patroli malam secara aktif.

 

•Red

Perjalanan Apoy Wali Band Buat Lagu Berjudul “Nenekku Pahlawanku” Begini Kisahnya

0

KARAWANG  |infokeadilan.com – Tak banyak yang tahu tentang kisah lagu yang berjudul “Nenekku Pahlawanku” ciptaan Apoy yang merupakan salah satu personil gitaris Wali Band ternyata lahir dari kisah nyata yang sangat personal dan menyentuh.

Lagu dengan judul “Nenekku Pahlawanku” tersebut terinspirasi dari perjalanan Apoy mencari makam kakeknya yang ternyata menjadi salah satu korban Pembantaian kekejaman penjajah yang terjadi di Rawagede Kecamatan Rawamerta Karawang silam.

Menurut penuturan Sukarman, Ketua Yayasan Rawagede, Apoy pernah berkali-kali mengunjungi Makam Pahlawan Rawagede di Desa Balongsari Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang. la datang untuk menelusuri jejak sang kakek yang selama puluhan tahun hilang kabarnya.

Peristiwa Pembantaian Rawagede terjadi pada 9 Desember 1947 silam, saat tentara Belanda menyerbu desa tersebut dalam rangka agresi militer. Sedikitnya 431 warga sipil dibunuh secara brutal karena dianggap melindungi para pejuang kemerdekaan.

Dan hingga kini, Monumen Rawagede dikenang sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Dari kunjungannya itu, Apoy mengetahui bahwa sang kakek memang termasuk salah satu korban yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Sementara itu, neneknya menjalani hidup tanpa pernah tahu secara pasti apa yang terjadi pada suaminya, hingga akhirnya ditemukan di makam itu bertahun-tahun kemudian.

“Itulah asal muasal lagu Nenekku Pahlawanku diciptakan. Sebuah kekaguman Apoy terhadap neneknya, seorang perempuan yang baginya adalah istri dari seorang pahlawan,” Pungkas Sukarman menjelaskan, Sabtu (5/7/2025)

Kisah ini diceritakan langsung oleh Sukarman kepada admin beberapa tahun lalu, dalam suasana penuh haru mengenang perjuangan warga Rawagede dan warisan luka sejarah yang masih terasa hingga kini.

 

•Red

Entah Apa Yang Merasuki, Mandor Proyek Jalan Di Sukamulya Diserang Orang Tak Dikenal

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Peristiwa kekerasan menimpa salah seorang mandor proyek pengecoran jalan di Dusun Sukamulya, RW 009, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, yang menghebohkan warga setempat. Mandor bernama Bonet menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal saat sedang mengawasi pekerjaan pada malam hari. Diduga pelaku meminta uang koordinasi atau uang lingkungan.

Kejadian bermula saat pelaku mendatangi lokasi proyek dan sempat menanyakan sesuatu kepada pekerja lain. Namun, tiba-tiba pelaku menyerang Bonet hingga mengalami luka-luka dan lebam di beberapa bagian tubuh. Peristiwa ini terjadi di area pekerjaan yang seharusnya aman bagi para pekerja.

Menurut Uston, yang akrab disapa Ustadz Beton dan bertugas sebagai pelaksana proyek, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di Kecamatan Kotabaru.

“Ini sudah yang kedua kalinya kejadian seperti ini terjadi di Kecamatan yang sama. Sebelumnya, mandor Ucok juga pernah menjadi korban serupa. Kini, karyawan saya, Bonet, yang menjadi sasaran,” ujar Ustadz Beton saat ditemui awak media, Sabtu (5/7/2025).

Foto : Bonet mandor yang menjadi korban kekerasan orang tak dikenal

Ustadz Beton menegaskan bahwa keselamatan para pekerja menjadi prioritas utama dan tidak akan tinggal diam atas insiden tersebut.

“Untuk hal ini, saya tidak akan tinggal diam. Keselamatan dan perlindungan keamanan pekerja adalah yang utama. Saya juga akan membawa kasus ini ke ranah hukum agar pelaku mendapatkan tindakan tegas, karena ini merupakan tindakan premanisme,” Tegasnya.

Sementara itu, Somantri, rekan kerja mandor Bonet, mengatakan bahwa pelaku sempat marah dan menantangnya dengan ucapan kasar menggunakan bahasa Sunda.

“Iyeu fotokeun aing mun teu seneng mah,” ucap pelaku kepada Somantri, yang berarti kurang lebih, “Ini fotokan saja kalau kamu tidak suka,” Ujar Somantri menirukan perkataan pelaku.

Lebih lanjut, Ustadz Beton berencana melaporkan kejadian ini ke Polsek Kota Baru Karawang untuk memastikan keamanan para pekerja di lapangan dan mencegah insiden serupa terulang.

“Kami berharap aparat penegak hukum dalam hal Polsek Kota Baru dapat segera mengambil tindakan tegas dan gercap agar para pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman,dan memastikan bahwa tidak ada yang kebal hukum,” Tutupnya

 

•Jek

Merasa Kecewa, Seorang Warga Di Tirtajaya Ungkapkan Keluhannya Di Medsos

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Salah seorang warga Kecamatan Tirtajaya ungkapkan keluhan di media sosial Facebook. Akun yang bernama Mamah Alyn tersebut mengungkapkan rasa kekecewaan yang ia terima.

Ungkapan akibat rasa kecewa tersebut ia tulis dalam postingannya yang muncul di salah satu grup Facebook. Ia mengeluh atas pelayanan pihak pemerintah terhadap dirinya terkait pembuatan Akta Kelahiran yang pernah diajukan pada acara gebyar PATEN di Kecamatan beberapa waktu lalu.

“Kumaha sih iyeu !!!

Kan urang bikin akteu th digebyar NU Aya pemutihan dikecamatan, jadi s jadina mah nyokotna di desa, Baraya.

DA rumasa mentak nyieun di gebyar na MH ku hente mampu, Mun bikin dipegawai wajar dipentaan sakitu GE, Pan iyeu mah NU wara Wiri ge urang NU aras urus ge urang

Ko geus jadi dipentaan sakitu, 200 turun ka 100, turun deui ka 50, eh ayeuna malah nambah jadi 75,

Eta GE meser matrey th, jeung motokopi th meser bensin Sagala ladang ngajual sapedah budak heula

Tah coba Baraya kumaha solusina

Kumaha Aya nu sarua teu.” Tulisnya dalam postingan yang menggunakan bahasa sunda.

Munculnya keluhan dan kekecewaan warga yang diduga akibat ulah oknum pegawai tersebut sontak mendapat sorotan dari Abu Bakar Sidik salah satu tokoh yang ada di Tirtajaya.

Sidik sapaan akrabnya menyayangkan atas tindakan yang di lakukan oleh oknum tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut sangatlah tidak terpuji dan merusak citra pemerintahan.

Ia juga mengatakan, bahwa seharusnya hal tersebut tidak harus dilakukan karena jelas pada saat pembuatan arsip data itu dilakukan pada saat acara gebyar PATEN Kecamatan, dimana terkait pembuatan berbagai data kependudukan digratiskan.

“Jika memang ini benar terjadi, tentunya ini sangat disayangkan ya. Karena apa, ya kan sudah jelas warga tersebut mengatakan bahwa dia pada saat membuat data tersebut di waktu acara gebyar PATEN Kecamatan, dan bukankah di acara tersebut untuk pembuatan data data kependudukan semua digratiskan.” Ungkapnya, Jum’at (4/7/2025)

“Kebijakan pemerintah sebenarnya sudah sangat relevan. Hal ini tentunya untuk memberikan kemudahan dan meringankan beban masyarakat. Tetapi jika memang ini terjadi, tentunya ini akan mencoreng nama baik program Pemkab Karawang yang memang selalu diharapkan oleh masyarakat.” Tandasnya.

“Dan kepada oknum yang melakukan hal tersebut kami minta kedepan jangan dilakukan kembali, agar program pemerintah tidak tercoreng akibat ulah dan tindakan tersebut.” Tegasnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

Dengan adanya hal tersebut, untuk memberikan dampak positif dan mengurangi asumsi negativ di masyarakat, di harapkan pihak terkait segera menindak lanjut permasalahan ini.

 

•Red

68 Pejabat Pemkab Karawang Dilantik Bupati Di Ruang Terbuka, Ketua DPRD : Saya Apresiasi, Ini Bukan Simbolik, Pelayanan Publik Harus Bisa Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh S.E melantik puluhan pejabat di lingkungan Pemkab Karawang. Proses pelantikan rotasi dan mutasi ini berlangsung di tengah areal pesawahan yang berlokasi di Desa Langensari Kecamatan Cilamaya Kulon, Jumat (4/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut Bupati menyampaikan, proses promosi dan rotasi jabatan ini merupakan hal yang lumrah dilakukan dan sebagai bentuk penyegaran untuk pelayanan masyarakat yang terus berkembang. Selain itu, prosesi ini juga sudah melalui serangkaian prosedur yang sesuai aturan.

“Rotasi dan promosi ini sudah mendapatkan izin dari Kemendagri Menpan-RB, dan BKN,” Ucapnya.

Tak hanya itu Bupati juga berpesan agar para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dan bekerja secara profesional.

la menekankan pentingnya kolaborasi dalam memberikan pelayanan publik.

“Mari kita bekerja bersama-sama, sama sama bekerja memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” Tegasnya.

Bupati menyoroti salah satu jabatan yang baru, yakni Direktur RSUD Rengasdengklok. Bupati menyebut, pelantikan tadi adalah pelantikan pertama untuk posisi Direktur RSUD Rengasdengklok. Jabatan Direktur RSUD diemban oleh dr. Irwan Hermawan. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

“Saya titip kepada dr. Irwan agar RSUD Rengasdengklok dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat di sana,” Tandasnya.

Kehadiran RSUD Rengasdengklok diharapkan bisa membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Karawang di wilayah utara, yang meliputi, Rengasdengklok, Jayakerta, Kutawaluya, Pedes, Cilebar, Batujaya, Tirtajaya hingga Pakisjaya.

Menanggapi kegiatan pelantikan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., turut memberikan apresiasi atas langkah penyegaran organisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

“Kami di DPRD mengapresiasi pelantikan yang dilaksanakan hari ini. Rotasi dan promosi ini adalah bagian dari proses penataan birokrasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik. Harapannya, pejabat yang dilantik bisa menjawab amanah masyarakat dengan kerja nyata dan integritas tinggi.” Ujar Kang HES sapaan akrabnya.

Menurutnya, dengan melaksanakan pelantikan di lokasi terbuka seperti persawahan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyatu dengan rakyat.

“Ini bukan sekadar simbolik, tetapi menunjukkan bahwa pelayanan publik harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, hingga ke akar rumput,” Pungkasnya.

 

•Red

 

Terekam Tunjukan Jari Tengah, Aksi Pelaku Pembunuh Istri Sendiri Ini Kembali Buat Geram Warganet

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Belum juga reda terkait kasus pembunuhan yang dilakukan BP terhadap istrinya sendiri yakni Lusi Febriani beberapa waktu lalu. Kini publik kembali dibuat geram oleh sikap pelaku saat tampil dalam konferensi pers yang digelar Polres Karawang pada Kamis 3 Juli 2025 kemarin siang di Mapolres Karawang.

Terlihat pada Kamera yang sedianya ingin mengabadikan bekas luka sayatan di tangan kiri bagus tetsebut, justru menangkap gestur arogansi dari pelaku dengan mengacungkan jari tengah dengan kondisi tangan diborgol.

Aksi ini sontak menuai kecaman dari warganet. Banyak yang menilai gestur tersebut sebagai bentuk arogansi dan tidak menunjukkan rasa penyesalan sedikitpun,  bahkan diduga sikapnya tersebut dianggap menghina proses hukum.

“Sudah bunuh istrinya sendiri, masih sempat-sempatnya jari tengah. Enggak ada penyesalan sama sekali,” Tulis salah satu komentar di media sosial, seperti dilansir dari halokrw.com.

Sebelumnya, BP sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sadis terhadap istrinya di Perum Lemah Mulya Indah Kecamatan Majalaya Karawang pada 12Juni 2025 lalu.

Dari hasil penyidikan, pelaku menusuk korban sebanyak 11 kali usai cekcok soal dugaan perselingkuhan. Setelah menghabisi nyawa istrinya, BP disebut sempat mencoba melakukan bunuh diri dengan menyayat leher dan pergelangan tangannya.

Dalam konferensi pers, Wakapolres Karawang Kompol Rizky Adi Saputro, S.H., S.I.K., menyatakan bahwa pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

Namun kini, perhatian publik beralih dari kasusnya ke sikap pelaku yang dinilai tidak menunjukkan penyesalan. Tak sedikit yang meminta agar aksi jari tengah itu juga dicatat sebagai bagian dari evaluasi psikologis terhadap pelaku. **

 

Bupati Karawang Laksanakan Promosi Rotasi Mutasi Sekaligus Lantik Puluhan Pejabat Di Lingkungan Pemkab

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh SE melantik puluhan pejabat di lingkungan Pemkab Karawang. Proses pelantikan rotasi dan mutasi ini berlangsung di tengah areal pesawahan yang berlokasi di Desa Langensari Kecamatan Cilamaya Kulon, Jumat (4/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut Bupati menyampaikan, proses promosi dan rotasi jabatan ini merupakan hal yang lumrah dilakukan dan sebagai bentuk penyegaran untuk pelayanan masyarakat yang terus berkembang. Selain itu, prosesi ini juga sudah melalui serangkaian prosedur yang sesuai aturan.

“Rotasi dan promosi ini sudah mendapatkan izin dari Kemendagri Menpan-RB, dan BKN,” Ucapnya.

Tak hanya itu Bupati juga berpesan agar para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dan bekerja secara profesional.

la menekankan pentingnya kolaborasi dalam memberikan pelayanan publik.

“Mari kita bekerja bersama-sama, sama sama bekerja memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” Tegasnya.

Bupati menyoroti salah satu jabatan yang baru, yakni Direktur RSUD Rengasdengklok. Bupati menyebut, pelantikan tadi adalah pelantikan pertama untuk posisi Direktur RSUD Rengasdengklok. Jabatan Direktur RSUD diemban oleh dr. Irwan Hermawan. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

“Saya titip kepada dr. Irwan agar RSUD Rengasdengklok dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat di sana,” Tandasnya.

Kehadiran RSUD Rengasdengklok diharapkan bisa membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Karawang di wilayah utara, yang meliputi, Rengasdengklok, Jayakerta, Kutawaluya, Pedes, Cilebar, Batujaya, Tirtajaya hingga Pakisjaya.

Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Karawang, Asip Suhendar, mengungkapkan bahwa pelantikan ini melibatkan 68 orang.

“Sebanyak 68 ASN menjalani promosi, rotasi dan mutasi jabatan hari ini”. Pungkasnya singkat.

 

•Red

Peningkatan Jalan DiKutamakmur Dapat Apresiasi Warga Sekitar Dan Pengguna Jalan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Peningkatan Jalan Jati-Citopeng Desa Kutamakmur Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang dengan nilai kontrak Rp. 188.975,000,00
Panjang = 191′ M, Lebar = 4,80 M dan
yang di kerjakan oleh CV.Bangun Cipta Perkasa

Hal tersebut, dikatakan wawan salah seorang pengguna jalan Jati-Citopeng desa Kutamakmur Kecamatan Tirtajaya, mengaku sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Karawang dan Pemdes Kutamakmur, sudah merealisasikan peningkatan jalan sesuai harapan’Jumat (04/7/2025)

“Kami sangat senang dengan adanya Peningkatan Jalan Jati-Citopeng ini, sehingga aktivitas warga menjadi lebih lancar,” Ujarnya.

Menurut dia, jalan ini merupakan jalan yang sering dilalui masyarakat untuk beraktivitas.

“Jalan ini bisa juga disebut sebagai jalan utama untuk aktivitas warga. Ya hanya jalan ini yang sering di lalui oleh warga yang dari utara menuju ke Rengasdengklok dan Karawang kota. Semoga dengan jalan yang bagus,bisa lebih meningkat roda perekonomian masyarakat,” Tuturnya.

Di Tempat Terpisah Warga Yang tidak jauh dari Pekerjaan Peningkatan Jalan Jati-Citopeng inisia S Mengapresiasi Kepada Pemerintah Daerah Dan Dinas PUPR Karawang yang telah merealisasikan Peningkatan Jalan Jati-Citopeng yang dulu jalan tersebut Banyak Yang berlubang dan sekarang Alhamdulillah jalan nya mulus tidak ada lagi yang berlubang.

“Saya sebagai warga yang juga sebagai pengguna jalan aktif dijalur ini mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karawang dan pelaksana pekerjaan, karena dengan adanya pembangunan ini jalan yang kurang bagus kini bisa lebih baik, sehingga masyarakat dan pengguna jalan tidak merasa khawatir.” Jelasnya.

Sementara itu, Mandor Pelaksana Peningkatan Jalan Jati-Citopeng Desa Kutamakmur Kecamatan Tirtajaya yang sering di sapa Bontot menerangkan, alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan kondusip dan Lancar.” Pungkasnya.

 

•Jak/Red

Plt PWI Karawang : Situs Pusat Jadi Acuan Sah Keanggotaan Wartawan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Pelaksana tugas (Plt) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang, Mustapid, menegaskan bahwa klaim sepihak sebagai anggota atau pengurus PWI harus didasarkan pada bukti yang sah. Ia mengingatkan, setiap orang bisa saja mengaku sebagai bagian dari PWI, namun keabsahannya hanya dapat dibuktikan lewat data resmi.

“Semua bisa mengaku anggota atau pengurus PWI Karawang, tapi tanpa bukti valid, itu hanya klaim kosong,” Ujar Mustapid saat dikonfirmasi, Kamis (3/7/2025).

Mustapid menjelaskan, proses verifikasi status keanggotaan sangat mudah dan transparan. Cukup mengakses laman resmi PWI Pusat di https://pwi.or.id/anggota, publik dapat mengecek apakah seseorang benar-benar tercatat sebagai anggota aktif.

“Kalau namanya tidak tercantum di situs itu, artinya dia bukan anggota PWI. Jika statusnya ‘Expired’, berarti sudah tidak aktif. Kalau tertulis ‘Active’ namun tanpa foto, kemungkinan masih dalam proses peninjauan. Yang benar-benar aktif itu statusnya ‘ACTIVE’ dan fotonya tampil,” Jelasnya.

Ia menambahkan, pengurus PWI di tingkat kabupaten tidak memiliki akses untuk mengubah data keanggotaan tersebut, karena semuanya dikelola penuh oleh PWI Pusat. Hal ini menjamin objektivitas dan transparansi dalam pencatatan anggota.

“Kalau ada yang ngaku-ngaku, tapi tidak terdata secara resmi, ya biar publik yang menilai. Saya tidak akan berdebat soal hal yang bukan kewenangan saya,” Tegasnya.

Sebagai penutup, Mustapid mengingatkan bahwa anggota PWI yang sah adalah mereka yang namanya tercantum secara resmi di situs PWI Pusat. Jadi, bagi siapa pun yang mengaku sebagai anggota PWI, silakan cek kebenarannya langsung di sumber resmi.

 

•Red