Beranda blog Halaman 183

Rescue Katar Bersama DLHK Karawang Dan Tiga Pilar Jatisari Kolaborasi Bersihkan Tugu Perbatasan Kabupaten

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Untuk menjaga kebersihan dan keutuhan tugu serta mempererat hubungan antar wilayah. Tim Rescue Karang Taruna kabupaten Karawang mengadakan lakukan aksi bakti sosial di perbatasan Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Subang, tepatnya di desa Cirejag Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang dan desa Tanjung Rasa Kecamatan Patok Besi Kabupaten Subang, Selasa (01/07/2025)

Kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Karang Taruna Kabupaten, masyarakat desa Cikalongsari, Pemdes Cirejag, Pemdes Barugbug dan Karang Taruna desa serta masyarakat desa Tanjung Rasa, desa Ciberes, desa Gempol Sari Kecamatan Patok Besi, yang bekerjasama dengan pemerintah desa Cikalongsari Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas, berjibaku dan bekerjasama membersihkan sampah, memangkas rumput liar, dan merapikan ilalang di sekitar tugu.

“Alhamdulilah, kami sangat apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini tidak hanya membersihkan tugu, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan mempererat hubungan antar wilayah. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat dan aparat.” Ucap Tri Wirakanti. S.STP., M.Pd Camat Jatisari kepada infokeadilan.com

Dikesempatan yang sama, Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Jatisari Deni Supriatna yang Kepala Desa Kalijati dan sebagai ketua PAPDESI (Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) memberikan keterangan bahwa dengan adanya Kolaborasi bersama antar Kabupaten tersebut pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh.

“Tugu perbatasan ini merupakan pintu masuk ke Kabupaten Karawang harus mempunyai identitas atau ikonik khusus Karawang, sebagai batas antar kota dan kabupaten terlebih perlintasan Utara menuju Jawa Tengah dan Timur. Alangkah lebih baiknya jika dibangun gapura tugu selamat datang yang bisa berbentuk ciri khas Karawang, padi atau penari jaipong,” Terang Deni.

“Tugu perbatasan yang bersih dan terawat juga dapat memberikan kesan positif bagi pengunjung dan mencerminkan identitas daerah. Selain itu, pembersihan ini dapat mencegah penumpukan sampah dan vandalisme yang sering terjadi di area perbatasan.” Jelasnya.

Untuk pemeliharaan dan perawatan pihaknya menyampaikan bahwa aset fasilitas umum ini harus diperhatikan serius oleh pihak terkait.

Sementara itu, menurut kepala unit Teknis Rescue Karang Taruna kabupaten Karawang menyebutkan bahwa tugu perbatasan sebagai pintu masuk ke wilayah Karawang, menurutnya harus terpelihara dengan baik dan bersih.

“Ini merupakan pintu masuk ke Kabupaten Karawang harus kelihatan indah, bersih, dan rapi. Ini adalah kesan pertama yang diberikan kepada siapa pun yang datang. Maka kami ingin memastikan bahwa taman dan tugu perbatasan selalu dalam kondisi terawat. Dan kami Rescue Karang Taruna  tetap berkomitmen untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam membantu mengatasi permasalahan sampah yang berpotensi mengganggu dan mencemari, ” Ucap Kanit Rescue, Candra Caniago,  SH.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak pihak yang telah mendukung dan memberikan dukungan, kepada Bupati Karawang yang terus mensupport, kepada Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman, Dewan H. Erick Heryawan yang terus memberikan motivasi kepada kami dan terima kasih kepada DLHK Karawang yang selalu bersinergi dengan Rescue Katar Karawang membersihkan sampah diberbagai titik lokasi di Karawang,” Tutupnya.

 

•Fai

Peringatan HUT Bhayangkara Ke 79, Polri Siap Membantu Dan Melayani Mayarakat Berikan Keamanan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara 1 Juli Kepolisian Resor Karawang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79 yang dilaksanakan dengan khidmat di Lapangan Karangpawitan, Karawang, pada Selasa (1/7/2025).

‎Dalam kegiatan tersebut hadir Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, Kodim 0604/Karawang Letkol Dede Hermawan, Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian, jajaran Forkopimda Kabupaten Karawang, anggota TNI-Polri, tokoh masyarakat, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat.

AKBP Fiki Novian Kapolres Karawang dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT Bhayangkara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri.

“Peringatan HUT Bhayangkara ke 79 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan pelayanan publik.” Jelasnya.

“Kami akan terus berupaya menjadi Polri yang Presisi, serta hadir di tengah masyarakat dengan hati dan pelayanan terbaik.” Tandasnya.

“Peringatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya warga Karawang untuk lebih meningkatkan sinergitas dengan kepolisian.” Pungkasnya.

“Sebagai pokok inti dari acara HUT Bhayangkara Ke 79 ini, Polri siap membantu dan melayani masyarakat untuk memberikan keamanan dan kenyamanan demi kemajuan bangsa Indonesi” Tutup Kapolres mengakhiri sambutannya.

Dikesempatan yang sama Bupati Karawang Aep Syaepuloh dan Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin memberikan penghargaan kepada anggota polres Karawang atas kinerja dan dedikasi selama bertugas.

Di akhir acara di isi dengan berbagai atraksi baris-berbaris, parade kendaraan dinas, dan pemberian penghargaan kepada personel berprestasi.

 

•Red

Pemkab Bersama DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna Bahas Rancangan Perubahan KU-APBD Dan PPAS 2025

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Pemerintah Kabupaten Karawang dan DPRD menggelar Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Komplek Pemda Karawang pada Senin (30/6/2025)

Dalam rapat tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh secara resmi menyampaikan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KU-APBD) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin itu turut dihadiri Wakil Bupati H. Maslani, jajaran Forkopimda, para Wakil Ketua DPRD, dan para kepala OPD, serta anggota DPRD Karawang.

Dalam rapat tersebut, turut disampaikan pula pembacaan hasil laporan Badan Anggaran DPRD mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024 yang diajukan untuk mendapatkan persetujuan bersama.

Bupati menegaskan bahwa forum ini menjadi bukti komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Karawang secara terarah dan bertanggung jawab.

“Perubahan anggaran bukan sekadar revisi angka, melainkan upaya strategis untuk memperkuat arah pembangunan yang berpihak pada rakyat dan adaptif terhadap dinamika ekonomi serta kebutuhan masyarakat,” Terang Bupati dalam pidatonya.

Ia juga menjelaskan, salah satu poin penting yang disoroti adalah Raperda Penyelenggaraan Jalan Kabupaten, yang dinilai sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mengurangi ketimpangan.

“Pembangunan jalan bukan sekadar infrastruktur, tetapi memastikan akses layak bagi warga guna mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi,” Tandasnya.

Menurutnya, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD bukan hanya soal administratif, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan politik kepada publik. Atas dasar itu, Bupati menyampaikan rasa syukur karena Karawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.

•Fai/Red

Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Pendaftaran Baru, Ini Pengakuan Orangtua Siswa

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini merupakan sistem baru yang menggantikan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) dalam proses penerimaan siswa baru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diberlakukan di tahun ajaran 2025/2026.

Secara umum, SPMB bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua siswa, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki kebutuhan khusus. Selain itu, SPMB juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam proses penerimaan siswa baru.

Berikut beberapa poin penting tentang SPMB sebagai Pengganti PPDB. 

Fokus pada pemerataan : SPMB bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, tanpa memandang lokasi tempat tinggal atau kondisi sosial ekonomi.

Empat jalur penerimaan : SPMB menyediakan empat jalur penerimaan, yaitu Zonasi, Afirmasi, Perpindahan tugas orang tua/wali, dan Prestasi.

Dengan adanya SPMB, diharapkan proses penerimaan siswa baru menjadi lebih adil, transparan, dan efisien, serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Namun sayang, ternyata sistem yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, tanpa memandang lokasi tempat tinggal atau kondisi sosial ekonomi ini ternyata justru malah sebaliknya. Manfaatnya belum dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah Kabupaten Karawang. Hal tersebut tentunya memicu kekhawatiran para orangtua/wali murid.

Pasalnya, di masyarakat justru banyak ditemukan dugaan dugaan yang ternyata membuat sebagian para orangtua/wali calon siswa mengeluh yang merasa kesulitan saat mendaftarkan anak anaknya ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Dan yang lebih mengherankan lagi, banyak diantara mereka juga mengeluhkan tentang tidak diterimanya di sekolah yang ada di lingkungan desa/kelurahan sendiri, padahal jelas domisili dan tempat tinggalnya sama dalam satu wilayah.

Salah satu warga inisial (K) kepada media mengaku bahwa anaknya tidak diterima masuk ditahap pertama pendaftaran salah satu SMP Negeri yang ada di wilayahnya. Padahal tempat tinggalnya berdekatan dengan sekolah tersebut.

Ia juga menyebut, jarak tempuh ke sekolah SMP tersebut jika di hitung waktu, hanya sekitar 20 menit saja, karena memang tidak jauh.

“Saya heran pak, anak saya bisa sampai tidak di terima di pendaftaran awal. Padahal jarak ke sekolah itu dekat pak. Ya kalau di hitung waktu paling hanya 20 menit, karena memang ga jauh pak jaraknya.” Keluhnya.

Lebih lanjut K mengatakan, alasan anaknya tidak diterima di sekolah yang ditujunya itu karena surat keterangan Kartu Kelurga (KK). Namun, ia juga mengaku merasa heran atas tidak diterima anaknya daftar di sekolah tersebut.

“Kalau menurut informasi yang saya terima dari yang awal mendaftarkannya, itu alasannya karena Kartu Keluarga (KK). Ga tau secara jelasnya saya juga. Kan domisili sama, terus jaraknya juga ga jauh ke sekolah, tapi kenapa ko ga bisa keterima, ini kenapa dan bagaimana sih ini sebenarnya ?.” Ungkap K kepada media dengan nada penuh tanya, Minggu (29/6/2025).

Terpisah salah satu Kepala Sekolah SMP Negeri di Karawang ketika di komfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan panitia sekolah.

“Iya, nanti di tanyakan ke panitianya.” Jawabnya singkat dalam pesan Whatsap.

Tak lama kemudian Kepala Sekolah tersebut kembali memberikan jawaban pesan Whatsap. Diduga jawaban tersebut berasal dari pihak panitia sekolah, yang menjelaskan bahwa tidak usah merasa khawatir, karena itu akan secara otomatis masuk di jalur Raport.

“Jadi yang di zona merah tidak usah khawatir karena nanti akan otomatis masuk di jalur raport.” (Isi pesan Whatsap yang diteruskan)

Menanggapi hal ini, untuk lebih memberikan dampak positif dan tidak menimbulkan asumsi negatif di masyarakat, mereka berharap agar Pemkab dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Karawang bisa mengevaluasi kembali terkait sistem yang digunakan agar pemanfaatanya bisa di rasakan oleh masyarakat secara menyeluruh. **

Lapas Karawang Kembali Berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Haram Kedalam Lapas

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Lagi, upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I|A Karawang kembali berhasil digagalkan oleh petugas Lapas. Upaya penyelundupan yang dilakukan tersebut kali ini, modus yang digunakannya cukup unik, yakni dengan menyembunyikan narkOba kedalam potongan gulai ayam yang dirancang sedemikian rupa yang dibawa oleh pengunjung saat layanan kunjungan tatap muka, pada Sabtu (28/6/2025).

Barang mencurigakan itu terdeteksi saat petugas Lapas melakukan penggeledahan barang.

Agus, memeriksa bawaan seorang pengunjung berinisial IM yang datang bersama dua anaknya. Rencananya, makanan tersebut akan diberikan kepada salah satu Warga Binaan yang berinisial MRA.

IM mengaku bahwa gulai ayam berisi barang haram itu merupakan titipan dari DAS, yang diketahui sebagai istri Warga Binaan lain berinisial ANH.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada SatRes Narkoba Polres Karawang untuk penanganan lebih lanjut.

Foto : Barang Bukti yang diselundupkan pengunjung

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan enam bungkusan hitam yang diselipkan dalam gulai ayam.

•Tiga bungkusan berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu, satu berisi lima plastik masing-masing.

•Dua butir pil diduga ekstasi, satu berisi plastik kristal putih dan dua plastik diduga serbuk ekstasi, serta satu bungkusan lain berisi delapan butir pil serupa.

Total barang bukti yang diamankan: empat plastik kristal putih, dua plastik serbuk ekstasi, dan 18 butir pil ekstasi.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Karawang, Resnu Parada Andhika, menegaskan bahwa pelaku dan barang bukti telah diserahkan ke pihak kepolisian.

“Ini menunjukkan sistem pengamanan kami berjalan efektif. Pemeriksaan dilakukan secara ketat dan menyeluruh.” Ungkap Resnu dilansir dari halowkrw.

 

•Red

Pelepasan Dan Kenaikan Kelas SDN Cikampek Utara III Di Isi Dengan Doa Dan Potong Tumpeng

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Acara pelepasan siswa SD (Sekolah Dasar) adalah momen penting yang menandai berakhirnya masa pendidikan dasar dan persiapan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Acara ini sering kali di isi dengan berbagai kegiatan seremonial, hiburan, penampilan seni dari siswa, seperti tari-tarian, menyanyi, drama, dan yang lainnya. Selain itu, ada juga acara serah terima kenang kenangan dari siswa kepada sekolah atau guru, serta pidato dari pihak sekolah dan perwakilan siswa.

Salah satunya di Sekolah Dasar Negeri Cikampek Utara III yang melaksanakan acara kegiatan Tasyakuran pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas I – V dengan berbagai kegiatan.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Sekolah SDN Cikampek Utara III Odah Siti Saodah S.Pd, ketua Korwilcambidik Kotabaru Mustopa,M.Pd, Pengawas Gugus 2 Darno,S.Pd, Ketua K3S Iwa Hirana, Komite sekolah Umar, para guru dan dewan guru dan para orang tua wali murid.

Kepala Sekolah SDN Cikampek Utara III, Odah Siti Saodah S.Pd., mengatakan, bahwa kegiatan Tasyakuran pelepasan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas keberhasilan yang telah di raih selama ini.

“Acara Tasyakur kelulusan siswa kelas VI yang berjumlah 54 siswa ini adalah sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian dan kelancaran selama proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama ini.” Ucapnya, Kamis (24/6/2025).

Tidak hanaya itu pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan turut membantu dalam kegiatan tersebut.

“Kami pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Selain itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Hj Euis Dedah sebagai ketua Korlas, karena beliau yang membuat ide dan gagasan ini, dan beliau juga ikut berkontribusi baik dari tenaga maupun biaya, dengan ditambah dari sumbangan walimurid, sekali lagi saya ucapkan terima kasih.” Ungkapnya.

“Pada acara ini kita isi dengan potong tumpeng dan mengucapkan doa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT secara sakral satu persatu siswa lengkap dengan nama orangtua dan cita cita mereka supaya apa yang dicita citakan nya kelak dapat tercapai.

Kemudian dilantunkan doa dan nasihat oleh Kepala Sekolah, guru dan dari salah satu siswa.” Jelas Kepsek.

Acara diakhiri dengan simbol siswa mencopot topi masing masing secara simbolik dilakukan oleh dua orang siswa yang di wakilkan oleh pengawas dan Kepala Sekolah.

Acara berlangsung meriah dengan menampilkan sejumlah kegiatan dan seni kreativitas siswa serta hiburan hiburan.

 

•Edi

Proyek Normalisasi Drainase Di Kelurahan Tunggakjati Di Kritik Tajam LBH LSM GMBI Karawang

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Proyek pembangunan normalisasi drainase yang dikerjakan oleh CV Citra Agung yang berlokasi di RW 004 Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat tuai kritik tajam Apep Nurhidayat S.H., selaku LBH LSM GMBI Karawang.

Diketahui proyek pemasangan Uditch tersebut memiliki volume Panjang = 172,80 M’ (U-Ditch) Ukuran 0,40 x 0,40 M’ dibiayai dari dana APBD tahun 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 188.951.000, diduga dalam pelaksanaannya terindikasi lepas dari pengawasan dinas serta diduga tidak sesuai standar teknis dan RAB yang telah di tentukan.

Apep menyebut munculnya dugaan tersebut selain dari kurangnya pengawasan dinas terlihat pula pada pemasangan material Uditch yang terindikasi kurang optimal dan tanpa dasar ampar pasir.

Tak hanya itu, ia juga meminta pihak pengawas Dinas PUPR Kabupaten Karawang lebih objektif, tegas, dan transparan dalam pengawasan pekerjaan yang sudah menjadi tugasnya.

“Kami meminta pengawas Dinas PUPR Kabupaten Karawang bisa lebih objektif, tegas dan transparan dalam pengawasan setiap proyek pekerjaan. Jangan hanya mengawasi saja tetapi tidak memberikan ketegasan aturan yang harus diterapkan. Intinya jangan iya iya saja.” Tegasnya, Sabtu (28/6/2025)

Menurut Apep, tindakan pihak dinas yang memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait isu tertentu dapat memicu spekulasi dan ketidakpercayaan publik.

“Berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No. 14 Tahun 2008, pihak dinas seharusnya memberikan informasi yang akurat dan transparan terkait isu yang menjadi perhatian publik.” Jelasnya.

“Kami juga meminta Dinas PUPR Kabupaten Karawang untuk profesional saat menyikapi isu-isu dari media yang berkembang dengan bijak. Jangan hanya menghindar ketika dikonfirmasi terkait maraknya pelaksanaan proyek yang tidak sesuai standar teknis dan banyaknya pengawasan yang gagal.” Tandasnya menegaskan.

“Kami berharap pihak pengawas dan PPTK Dinas PUPR Kabupaten Karawang dapat bekerja sama agar bisa tercapai tujuan bersama, yakni memberikan dampak positif dan kualitas yang maksimal untuk masyarakat sebagai penerima manfaat.” Terangnya.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi baik dari pihak Dinas PUPR Karawang dalam hal ini pengawas dan Bidang SDA ataupun dari pihak rekanan selaku pelaksana pekerjaan.

 

•Red/Ko

Merasa Kesulitan Daftarkan Anaknya Di Sekolah, Orangtua Siswa Mengeluh

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025 ditingkat SMP dikeluhkan sebagian orangtua murid. Banyaknya tahapan SPMB 2025 membuat pendaftaran sekolah negeri terkesan malah lebih rumit, sehingga hal tersebut diduga mempersulit masyarakat.

SPMB tahun ini memicu antusiasme sekaligus keluhan dari masyarakat. Padahal perubahan sistem dari PPDB ke SPMB tersebut bertujuan untuk memberikan sistem yang lebih objektif, transparan, dan merata.

Seperti diketahui jalur masuk SPMB tahun 2025 tersedia empat jalur pendaftaran untuk calon siswa SMP.

Berikut empat jalur masuk atau pendaftaran untuk tingkat SMP

Jalur Domisili (Zonasi Baru) : Berdasarkan tempat tinggal yang tercantum dalam Kartu Keluarga minimal terbit 1 tahun sebelum pendaftaran.

Jalur Afirmasi : Untuk siswa dari keluarga tidak mampu (dibuktikan dengan KIP/KKS) atau penyandang disabilitas.

Jalur Prestasi : Bagi siswa dengan prestasi akademik dan non-akademik yang dibuktikan dengan piagam atau sertifikat.

Jalur Mutasi/Perpindahan : Orang Tua untuk anak guru atau siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua.

Ironisnya, fakta dilapangan ditemukan, bahwa sistem yang seharusnya dapat memberikan fasilitas yang lebih objektif, transparan, dan merata tersebut justru dinilai manfaatnya tidak dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat.

Pasalnya, sebagian orang tua mengeluh, mereka merasa kesulitan ketika mendaftarkan anak anaknya ke sekolah yang mereka tuju, padahal semua syarat dan ketentuan sudah ditempuh.

P salah satu orang tua calon siswa yang mengeluh karena gagal ketika mendaftarkan anaknya ke salah satu sekolah tingkat SMP di Karawang, padahal syarat dan ketentuan telah ia tempuh, namun berakhir nihil. Ia mengeluh karena khawatir anaknya nanti tidak dapat melanjutkan sekolah.

“Sebagai masyarakat tentunya saya harus patuh pada program pemerintah, iya kan ? dan saya juga tidak mau nanti saya dbilang orang tua yang tidak bertanggungjawab dalam hal pendidikan untuk anak saya. Ya minimal sampai tingkat SMP lah, karena memang saya mah orang yang berpenghasilan pas pasan pak. Tapi ternyata tetap saja anak saya sampai saat ini belum mendapatkan sekolah, padahal saya sudah menjalankan semua aturannya, tapi begini yang saya terima.” Keluhnya kepada awak media, Sabtu (28/6/2025).

“Ya saya sih berharap semoga anak saya bisa melanjutkan sekolah. Katanya masih ada pendaftaran melalui jalur lain, jalur prestasi atau apa, saya lupa.” Harapnya.

Ketika disinggung dengan pertanyaan bagaimana apabila kembali tidak diterima, ia menjawab singkat.

“Ya mau apalagi pak, ya udah pasrah aja saya mah, berusaha sudah saya lakukan.” Singkatnya.

Terpisah Musa Mulyana Atmaja Kasi GTK Disdikpora Karawang saat di hubungi awak media melalui Whatsap mengatakan, bahwa semua data sudah terintegrasi ke Dinsos, Dukcatpil dan Pusdatin Kemendikdasmen.

“Mohon maaf pak, saya tidak bisa membantu, semua terkunci sistem. Maaf, semua data terintegrasi ke Dinsos, Dukcatpil dan Pusdatin Kemendikdasmen.” Ucapnya.

Lebih lanjut Ia juga menjelaskan bahwa penguncian tersebut hanya berlaku di sekolah negeri. Hal tersebut menurutnya untuk memberikan kesempatan kepada sekolah swasta.

“Siap. Sekilas Memang Benar, namun penguncian murid hanya dilakukan di sekolah negeri saja, jadi memberi kesempatan ke sekolah swasta. Sekolah swasta, sekolah di bawah kemenag dan kesetaraan TIDAK dilakukan penguncian. Sesuai permendikdasmen 7/2025.” Pungkasnya.

 

•Ko/Red

Perayaan 1 Muharam 1447 Hijriah, Pemkab Karawang Bersama Ribuan Masyarakat Antusias Ramaikan Pawai Obor

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah acara pawai obor Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang bersama ribuan masyarakat berlangsung meriah.

Dalam acara pawai obor tersebut diikuti oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh unsur Forkopimda Kabupaten Karawang dan ribuan masyarakt yang juga ikut meramaikan pawai obor tersebut.

“Momentum tahun baru Islam ini juga harus dijadikan momen untuk bermuhasabah diri dan semakin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perayaan Tahun Baru Islam dengan pawai obor ini sudah menjadi tradisi di Kabupaten Karawang.” Ucap Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat diacara pawai obor, Kamis (26/6/2025) malam.

“Alhamdulillah. Dalam tahun baru islam ini saya juga sampaikan terima kasih untuk semua kiayi dan ustaz yang tak henti mendoakan Karawang. Semoga apa yang kita harapkan dapat tercapai di tahun ini,” Ungkapnya

Bupati Aep juga meminta agar selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati bisa selalu istiqomah dan amanah dalam mengemban tugas sebagai pemimpin.

Meski ramai, proses pawai obor berlangsung tertib dengan pengawalan dari aparat kepolisian dan petugas lalu lintas.

Pihak panitia dan tokoh masyarakat setempat mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama berlangsungnya kegiatan.

 

•Red

Sambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Pemdes Wancimekar Bersama MUI Dan Masyarakat Gelar Lomba Pawai Obor

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah Pemdes bersama panitia acara Tahun Baru Islam Desa Wancimekar dan MUI Desa Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang mengadakan Lomba Seni Pawai Obor yang dilaksanakan di halaman kantor desa Wancimekar, Kamis (26/6/2025) malam.

Acara lomba pawai obor tersebut diikuti oleh 23 peserta dari perwakilan jamaah Masjid dan jamaah Mushola se-desa Wancimekar. Masing masing peserta menampilkan berbagai macam kreasi.

Turut hadir dalam acara tersebut Kades Wancimekar, Ketua MUI desa, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa TNI-Polri, PKK, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan aparatur Pemdes Wancimekar.

Kepala Desa wancimekar Dimyat Sudrajat S.T. kepada media menjelaskan bahwa kegiatan Gebyar Muharam dengan perlombaan yang di ikuti oleh masyarakat desa tersebut merupakan acara rutin yang dilaksanakan dalam setiap menyambut tahun baru Islam.

“Alhamdulillah, setiap tahunnya kami Pemdes bersama warga desa Wancimekar selalu mengadakan acara ini. Dan Alhamdulilah semua warga sangat antusias dengan acara Muharam ini.” Ucapnya.

“Tujuan dari acara ini adalah untuk mengingatkan kembali seluruh masyarakat tentang hari-hari besar Islam. Saya beserta aparat Pemerintah Desa, khususnya pengurus MUI, senantiasa menanamkan pondasi keagamaan untuk masyarakat agar terbentuk akhlak yang baik.” Terangnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Drs,H.Dadi Supriyadi, selaku ketua MUI Desa wancimekar sekaligus sebagai ketua panitia kegiatan acara lomba menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan acara yang rutin di laksanakan setiap satu tahu sekali dalam menyambut tahun baru Islam.

“Kegiatan Gebyar Muharam ini adalah rutinitas tahunan dengan tujuan memperkuat jalinan kebersamaan antara aparat pemerintah desa dengan jajaran MUI serta masyatakat Desa Wancimekar agar tetap terjaga dan terus bersinergi. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan setiap tahun dengan lebih meriah lagi. Dan semoga seluruh masyarakat desa Wancimekar mendapat Ridho dari Alloh SWT.” Pungkasnya.

 

•Edi