Beranda blog Halaman 195

Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025, Ketua DPC PDIP Karawang : Jaga Nama Baik Bangsa, Amalkan Nilai Nilai Pancasila

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Bertempat di halaman kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Karawang menggelar upacara peringatan hari lahir Pancasila. Upacara peringatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC partai PDIP, Pipik Taufik Ismail, Minggu (1/6/2025)

Turut dihadiri pula oleh sejumlah anggota dewan dari fraksi PDIP, jajaran pengurus DPC, serta ketua-ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PDIP Kabupaten Karawang Pipik Taufik Ismail menegaskan dimana pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagai warga negara yang baik tentunya Pancasila merupakan salah satu pedoman. Untuk itu kita harus bisa menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam berbangsa dan bernegara. Dan kepada seluruh kader partai saya ingatkan, untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah perjuangan politik.” Tandasnya.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga jiwa dan semangat perjuangan kita, dan sebagai anak bangsa kita harus bisa menjaga dan menghidupkan nilai-nilainya dalam setiap gerak langkah kita ke depan.” Pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Sekertaris DPC PDIP Kabupaten Karawang Natala Sumedha menyampaikan, sebagai warga negara Indonesia yang baik, Pancasila merupakan wujud toleransi antar sesama.

“Pancasila ini adalah wujud toleransi dalam Pancasila ada bhineka tunggal Ika, toleransi beragama, kebersamaan dalam bergotong royong.karja Pancasila adalah 1 ideologi pedoman hidup bangsa Indonesia”. Tandas Nathala Sumeda

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Selain upacara, kegiatan juga diisi dengan pembacaan teks Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan refleksi sejarah lahirnya Pancasila.

Peringatan ini menjadi momentum penting bagi PDIP untuk terus memperkuat komitmen ideologis terhadap Pancasila serta mempererat solidaritas antar kader partai di tingkat daerah.

 

•Fai

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Karawang : Jadikan Ini Sebagai Momentum Persatuan Dan Gotong Royong

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menjadi pengingat akan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada seluruh generasi bangsa demi mewujudkan cita-cita Indonesia di masa depan.

Dalam momentum yang sangat bersejarah ini, Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I., SH., MH.
mengajak komponen masyarakat Karawang untuk bahu membahu membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Untuk menjadikan Nilai-nilai Pancasila sebagai Landasan dalam Kehidupan Berbangsa dan bernegara, Minggu (01/06/2025).

” Pancasila diharapkan menjadi filter agar bangsa Indonesia tidak mengalami disorientasi di masa depan. Dengan semangat Pancasila yang kuat, saya yakin seluruh tantangan yang akan dihadapi dapat diatasi secara Bersama sama”. Ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran Pancasila dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkokoh identitas bangsa, khususnya dalam konteks pembangunan daerah.

“Hari Lahir Pancasila bukan hanya sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat rasa persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah keberagaman, Sebagai wakil rakyat, kami terus berkomitmen untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap kebijakan dan langkah pembangunan yang pro-rakyat. Mari kita bersama membangun Karawang yang maju, adil, dan sejahtera,” Tutupnya

 

 

•Fai

Rescue Katar Dan Katana Adakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Di Situ Kamojing

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Unit Teknis Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang bersama Tim Rescue Karawang Tanggap Bencana (KATANA) laksanakan latihan bersama dalam rangka memantapkan dan meningkatkan kemampuan penggunaan perahu dayung melaksanakan giat refresh latihan dayung bersama di desa wisata Situ Kamojing Cikampek, Sabtu, (31/5/2025)

Refresh latihan dayung atau kegiatan mendayung tersebut bertujuan untuk kesiapan tim dalam melakukan evakuasi, penyelamatan, atau pengiriman bantuan di daerah yang terendam banjir atau terkena dampak bencana air.

“Pelatihan tentang teknik mendayung yang benar, bongkar pasang perahu karet, dan cara mengoperasikan perahu sangat penting untuk mempersiapkan petugas dan relawan dalam menghadapi bencana.” Ucap M. Darmawan Pembina Katana, kepada media saat dilokasi latihan.

Sementara itu Beny Setiawan mengatakan, bahwa dalam kegiatan latihan bersama mendayung tersebut untuk tanggap bencana dan penyelamatan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini ahalah untuk tanggap bencana dan keselamatan baik bagi petugas maupun korban itu jelas sangat penting. Perlu ada persiapan yang matang, seperti penggunaan jaket keselamatan, dan prosedur yang jelas.” Terang Beny.

“Pada kegiatan ini peserta dilatih untuk belajar teknik mendayung yang benar, bongkar pasang perahu karet dan cara mengoperasionalkan mesin perahu. Dalam penyelamatan bencana di peraira.” Tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Plh. Kanit Rescue Katar Karawang, Candra Caniago, SH mengucapkan terima kasih kepada Katana Rescue Cikampek, BPBD Karawang dan Bamagnas atas ol terselenggarakannya latihan rescue bencana di perairan ini.

“Alhamdulilah, kami ucapkan terima kasih kepada semua jajaran yang telah mampu bersama sama melaksanakan pelatihan tanggap bencana dan kesesamatan.” ” Ujarnya.

“Selain dari giat latihan, kita juga secara bersama sama melakukan sharing dan pelatihan secara kolaborasi, ini tujuanya untuk melatih, memantapkan dan meningkatkan kemampuan penggunaan perahu dayung. Tak hanya itu pelatihan ini juga memberikan tentang teknik mendayung yang benar, bongkar pasang perahu karet, dan cara mengoperasikan perahu. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang telah mendukung dan mensupport kegiatan kami ini,” Paparnya.

“Kegiatan dimulai pukul 08.00 pagi dan berakhir pukul 16.00 WIB. Pada kegiatan ini peserta dilatih untuk belajar teknik mendayung yang benar, bongkar pasang perahu karet dan cara mengoperasionalkan mesin perahu.” Jelasnya.

“Saya berharap setelah menerima pelatihan ini peserta tim semakin terampil untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi pada korban bencana di air. Dan akan menjadi bagian program kerja di Unit Teknis Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang.” Pungkasnya.

 

•Fai

Perangi Penyebaran Virus DBD, Rescue Karang Taruna Kabupaten Bersama Katar Cilamaya Wetan Lakukan Fogging Dan Bersihkan Lingkungan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Merespon terkait adanya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya, Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang bersama Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan sigap lakukan kegiatan bersih-bersih dan fogging di Dusun Tegalwaru, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Jum’at (30/5/2025)

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh  Ketua Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan Ahmad Jaelani yang kerjabareng dengan Karang Taruna Desa Tegal Waru, Kepala Desa Tegalwaru Euis Herawati, para ketua wakil, RT, RW, dan tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan bersih-bersih dan fogging berjalan dengan lancar. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak, khususnya Ibu Kepala Desa Euis Herawati yang selalu mendukung masyarakatnya. Ini menjadi motivasi besar untuk Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan agar semakin bersemangat menjaga kebersihan lingkungan. Harapan kami, Karang Taruna Kabupaten Karawang semakin maju dan Rescue Katar Karawang semakin jaya dalam menjaga lingkungan hidup, serta terus melakukan Bakti sosial di semua lini.” Ungkap Ketua Karangtaruna Kecamatan Cilamaya Wetan Ahmad Jaelani.

Sementara di tempat yang sama, Chandra Caniago menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang terkait penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya.

“Kami menyadari keterbatasan alat fogging yang ada saat ini. Namun, kami akan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan pengetahuan dalam penanganan DBD, termasuk pelatihan dan pembekalan bagi tim Rescue dan Karang Taruna, serta menjadi Garda Terdepan untuk terus melakukan kegiatan sosial baik itu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari penyakit, ” Pungkasnya.

 

•Fai

Nah Loh, Tiga Desa Di Tirtajaya Surati PJT Wilayah II Rengasdengklok, Ada Apa Sih

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Pasokan air untuk kebutuhan para petani di tiga desa yakni Desa Bolang, Desa Kutamakmur dan Desa Srikamulyan Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang kompak meminta tindakan pihak PJT wilayah II Rengasdengklok.

Mereka mendesak untuk segera melakukan normalisasi di saluran air yang sudah mengalami kedangkalan fatal. Mereka juga menyebut bahwa kedangkalan tersebut sudah hampir 8 bulan tanpa ada pengangkatan lumpur secara signifikan. Sehingga hal itu membuat para petani di tiga desa tersebut mengalami kekurangan pasokan air untuk mengairi lahan sawahnya karena hambatan seperti tiang beton jbatan dan sampah.

Selain itu, mereka juga menduga bahwa adanya kedangkalan tanah di area bawah jembatan Bolang. Jumat (30/05/2025).

Menanggapi hal tersebut Hj. Juhariah Kepala Desa Kutamakmur mengungkapkan, perlunya tindakan dari pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa meski sudah dilakukan normalisasi namun aliran air tetap tidak maksimal karena adanya kedangkalan tanah di beberapa titik tepatnya di area bawah jembatan.

“Meski sudah di lakukan normalisasi di tempat kami, PR nya adalah di bawah jembatan Bolang, karena saat saya cek sangat dangkal dan penyebab daripada air itu tidak mengalir deras ke Desa kami dan Desa Srikamulyan. Hal itu kemungkinan sudah lama dan perlu di lakukan perawatan di Jembatan Bolang III ini.” Ucapnya.

“Maka dari itu kami meminta kepada pihak terkait dalam hal ini pihak PJT wilayah II Rengasdengklok agar sesegera mungkin bisa di realisasikan mengenai normalisasi.” Yandas Kades Kutamakmur Hj. Juhariah saat mengecek lokasi jembatan, Jum’at (30/5/2025)

“Dan kami dari tiga desa, yakni Desa  Bolang, Desa Kutamakmur dan Desa Srikamulyan sepakat akan melayangkan surat permohonan Bantuan Perawatan Jembatan kepada PJT II Rengasdengklok,  dan ini sudah di tanda tangani oleh Semua Kepala Desa.” Terangnya.

“Semoga Secepatnya agar apa yang menjadi Harapan Kami bisa di realisasikan dan Para Petani di tiga Desa memang benar benar membutuhakn air  untuk mengairi sawah mereka. Dan apa yang menjadi kenadala kedepan kita juga akan terus woro woro Kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran air agar terciptanya hidup sehat lingkungan bersih, serta kami akan terus berkooridasi baik di tiga desa maupun ke Camat Tirtajaya sehingga bisa terciptanya apa yang menjadi keinginan bersama.” Tutupnya.

 

•Fai

Sekjen GMPI DPC Tirtajaya Kritik Dua Lokasi Pembangunan Drainase Di Wilayah Kecamatan Tirtajaya, Pengawas Dinas Diduga Tutup Mata

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui dinas terkait saat ini sedang gencar melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana serta infrastruktur mulai dari kota sampai ke pelosok perdesaan.

Seperti pekerjaan di dua dusun yang saat ini tengah di laksanakan yaitu di Dusun Jati Tengah RT 004/002 Desa Srikamulyan dan di Dusun Pisangambo RT 03/ 01 Desa Pisangsambo Kecamatan Tirtajaya.

Diketahui proyek pekerjaan yang di kerjakan di di dusun Jati Tengah RT 004/002Desa Srikamulyan tersebut dikerjakan oleh CV. Kembar Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp. 188.985.000 sumber dana APBD Kabupaten Karawang Tahun 2025. Sedangkan di dusun Pisangambo RT 03/01 Desa Pisangsambo dikerjakan oleh CV. Budi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 188.971.000.

Ironisnya, pembangunan yang menggunakan dana APBD tersebut sepertinya lolos dari pengawasan dinas terkait. Pasalnya, pada praktiknya diduga dalam setiap teknis pekerjaan terkesan ngasal seolah tanpa ada arahan teknis yang sesuai dengan aturan sebagaimana mestinya. Sehingga hal tersebut mengundang kritikan tajam dari Sekertaris GMPI DPC Tirtajaya, Wawan Gunawan.

Menurutnya, pekerjaan tersebut diduga dikerjakan terburu-buru. Selain itu, ia juga menyebut pada praktiknya diduga tidak sesuai dengan standar teknis.

“Ini seperti lolos dari pengawasan atau memang sengaja di loloskan ?, coba lihat saja pada pemasangan awal batu belah sebagai dasar saja di pasang dalam kondisi banyak air, hanya ditancapkan di lumpur tanpa dilakukan pengeringan terlebih dahulu menggunakan alat pompa air irigasi atau Alkon.” Paparnya kepada awak media, Jum’at (30/5/2025).

“Dari sini jelas, lemahnya pengawasan dinas PUPR Karawang. Kenapa sih hal ini lebih sering di biarkan tanpa ada tindakan nyata. Mereka itu kan tentunya lebih faham dan lebih tau tentang bagaimana aturan yang sebenarnya, kenapa sih ini seolah di biarkan ?.” Tandas Wawan dengan nada penuh tanya.

“Terkait dengan temuan temuan ini, kami meminta pihak terkait dalam hal ini DPUPR dan Inspektorat Kabupaten Karawang serta pihak terkait lainnya untuk melakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan di dua dusun di wilayah Kecamatan Tirtajaya ini. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian atau penyimpangan, maka kami meminta untuk segera dilakukan tindakan korektif guna memastikan kualitas pekerjaan yang baik dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.” Pungkasnya.

Sementara itu, sampai berita ini di terbitkan pihak Dinas terkait maupun pihak pelaksana pekerjaan belum bisa dimintai keterangan terkait pekerjaan tersebut.

 

•Red

Kolaborasi Pemprov Dan Pemkab, Rengasdengklok Berencana Akan Di Sulap Jadi Kawasan Wisata Sejarah Dan Budaya

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, berencana menjadikan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya yang terintegrasi.

Rencana tersebut diungkapkan dalam sebuah pertemuan antara Gubernur dan jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang, yang terekam dalam video di kanal YouTube KDM beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Karawang H. Aер Syaepuloh dan Wakil Bupati H. Maslani yang bersilaturahmi  sekaligus berdiskusi mengenai sejumlah permasalahan di Karawang. Tak hanya itu, dalam momen itu juga Bupati Gubernur menanyakan tentang Rengasdengklok.

Gubernur Dedi mengusulkan agar Pemprov dan Pemkab bersama-sama membeli tanah di wilayah Rengasdengklok untuk ditata secara terpadu menjadi kawasan tematik sejarah yang representatif.

“Kita bisa wujudkan Rengasdengklok sebagai kawasan yang mencerminkan heroisme sejarah bangsa. Ada museum digital, taman rekreasi, dan taman pertunjukan. Tidak sekadar tempat napak tilas, tapi jadi ruang publik yang hidup,” Ungkap Gubernur Jabar dalam pernyataannya.

Gagasan ini disambut baik oleh Pemkab Karawang yang menyadari potensi besar Rengasdengklok, bukan hanya sebagai titik sejarah, tetapi juga sebagai daya tarik wisata edukatif yang bisa menggerakkan ekonomi lokal.

Jika terwujud, kawasan ini akan menjadi ikon baru Jawa Barat yang menggabungkan edukasi sejarah, hiburan keluarga, dan pelestarian budaya dalam satu ruang yang modern dan inklusif.

 

•Red

Sumber : Hallo Karawang

Premanisme Sebuah Cermin Buram Perilaku Bukan Sekedar Penampilan, Ini Yang Di Ungkapkan Pemerhati Media Masa

0

BEKASI |infokeadilan.com – Dalam dua bulan terakhir, istilah preman kembali menjadi sorotan utama media massa. Pemerintah pun bergerak cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme di berbagai daerah yang merespons meningkatnya keresahan masyarakat akibat maraknya aksi yang dikaitkan dengan premanisme.

Salah seorang wartawan senior sekaligus pemerhati media masa N. Hartono menyebut, pernahkah kita merenung lebih dalam, apa sebenarnya makna kata ‘preman ? Mengapa istilah ini selalu dikaitkan dengan kekerasan dan tindakan kriminal ?

Asal Usul Kata ‘Preman’

Secara etimologis, kata preman berasal dari bahasa Belanda vrijman, yang berarti orang bebas atau tidak terikat kontrak kerja. Dalam bahasa Inggris, padanannya adalah free man. Karena kesulitan pelafalan di lidah masyarakat lokal, istilah ini mengalami perubahan menjadi ‘preman’.

Awalnya, makna kata ini bersifat netral, bahkan positif, karena menunjuk pada seseorang yang merdeka atau mandiri. Namun seiring waktu, maknanya bergeser. Dalam konteks sosial Indonesia, preman kini identik dengan sosok yang kasar, mengintimidasi, dan sering kali terlibat tindakan kriminal.

Premanisme Masalah Perilaku, Bukan Profesi 

Label preman seharusnya tidak semata-mata disematkan pada mereka yang menganggur dan berkeliaran di jalanan. Premanisme sejatinya adalah bentuk perilaku yang merugikan orang lain, dan bisa dilakukan oleh siapa saja, terlepas dari jabatan atau profesinya.

Ironisnya, premanisme justru kian meluas ke institusi yang semestinya menjadi teladan, aparat penegak hukum, pejabat publik, bahkan kalangan wartawan.

Beberapa waktu terakhir, pemberitaan media online mengungkapkan sejumlah kasus memprihatinkan. Salah satunya dari konferensi pers Satgas Anti Premanisme Polres Blora pada 26 Mei 2025, yang mengamankan lima pelaku pemerasan tiga di antaranya adalah oknum wartawan.

Kasus serupa juga terjadi di Aceh, di mana tiga oknum wartawan ditangkap Polres Bener Meriah pada April lalu karena diduga memeras kepala desa agar tidak memberitakan dugaan korupsi dana desa.

“Sebagai sesama wartawan, penulis merasa prihatin. Apakah tindakan ini dipicu desakan ekonomi, atau ketidaktahuan terhadap kode etik jurnalistik ?.” Ujarnya dengan nada tanya.

“Profesi wartawan seharusnya menjunjung tinggi integritas, independensi, dan tanggung jawab sosial.” Tegasnya.

“Wartawan bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai edukator publik dan pembentuk opini. Untuk itu, kapasitas dan pemahaman etika perlu terus diasah, antara lain melalui pelatihan dan diskusi yang difasilitasi baik oleh organisasi profesi maupun lembaga pemerintah.” Tandasnya.

“Sayangnya, dukungan dari instansi terkait dalam pembinaan wartawan di daerah masih minim. Ketidakhadiran negara dalam aspek ini memperburuk kualitas jurnalisme dan membuka celah bagi lahirnya premanisme berbaju pers.” Paparnya.

Di akhir pemaparannya, ia juga berpesan untuk segera memperbaiki diri dengan mengikuti aturan yang sudah di tetapkan.

Premanisme bukan tentang tubuh kekar atau tampang garang di pinggir jalan. Premanisme adalah soal perilaku siapapun yang menyalahgunakan kekuasaan, memeras, atau merugikan orang lain sejatinya adalah preman, tak peduli seragam atau profesinya.” Terangnya.

“Khusus bagi wartawan, menjaga integritas dan menjalankan fungsi edukatif adalah cara paling ampuh menjauhkan profesi ini dari stigma premanisme. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan profesi, wartawan harus tetap menjadi teladan, bukan justru menjadi bagian dari masalah.” Pungkasnya.

(***)

Sumber : Penulis adalah Wartawan Senior dan Pemerhati Media Massa

Motivasi Anak Raih Prestasi, Bupati Karawang Resmikan Gelaran O2SN 2025

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh meresmikan pergelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Olahraga Tradisional (Oltrad) Kabupaten Karawang Tahun 2025 yang dilaksanakan di Lapang Karangpawitan, Rabu (28/5/2025).

Dalam sambutannya mengatakan, gelaran ini sejalan dengan visi pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman, berakhlak mulia, dan berilmu.

la juga menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung minat bakat siswa untuk mengembangkan jiwa sportivitas, kompetitif, dan juga prestasi.

“Kami berharap dalam kegiatan O2SN ini yang akan dilaksanakan dalam satu minggu bisa memotivasi anak-anak, kita mencari bibit-bibit dan bakat-bakat yang tentunya dalam pencapaian prestasi yang telah mereka raih dari kegiatan ini,” Ucapnya.

Bupati berharap, kegiatan O2SN ini bisa terus berkelanjutan dalam upaya pembinaan siswa-siswa yang berprestasi usai mengikuti gelaran ini.

Foto : Kontingen O2SN 2025

“Saya juga berharap, kedepannya ini harus dijadikan salah satu ada penilaian tersendiri. Semisalkan sudah ini tidak ada lanjutan, jangan, coba dikasih pembinaannya kedepannya,” Ujarnya

Tak hanya itu, ia juga mendorong pembangunan infrastruktur khususnya dalam bidang olahraga untuk memfasilitasi masyarakat Kabupaten Karawang.

“Tentunya Alhamdulillah, saya sebagai Bupati Karawang sangat fokus dalam memberikan infrastruktur dalam bidang olahraga, InsyaAllah tahun sekarang stadion sudah jadi, GOR Panatayudha dan termasuk Sport Adiarsa dan semoga semua itu bisa terintegrasi dan pastinya masyarakat yang ingin olahraga fasilitasnya sudah ada semua,” Terangnya.

“Saya berkomitmen bahwa infrastruktur bisa merata dan tidak ada perbedaan-perbedaan, maka dari ini mudah-mudahan acara O2SN yang hari ini Alhamdulillah di hari yang cerah ini suasana yang cerah bisa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” Pungkasnya.

Dalam gelaran tersebut diikuti oleh kontingen seluruh siswa-siswi dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Karawang.

 

•Red

Ditunjuk Jadi Narasumber Di Seminar BEM Politeknik TMKM, Ketum Katar Karawang : Terus Upgrade Diri Dan Kembangkan Keterampilan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. (C). Dhani Sudirman, S.T., S.E., M.M,  didaulat menjadi narasumber pada seminar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LKDM) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri (TMKM), Kotabaru Cikampek Kabupaten Karawang.

Acara yang di gelar di ruang kelas kampus Politeknik TMKM tersebut bertema “Transformasi Kepemimpinan Mahasiswa, dari Visi menuju Aksi” dengan dihadiri perwakilan dari seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) PTMKM, yang antusias mengikuti seminar untuk memperdalam dan memahami tentang ilmu kepemimpinan dan manajemen organisasi.

Di tunjuk sebagai narasumber Dr. (C). Dhani Sudirman, S.T., S.E., M.M, dipercaya salah satu orang yang mumpuni dan memiliki pengalaman luas dalam dunia manajemen dan kepemimpinan.

Dalam pemaparannya, kang Dhani menyampaikan akan pentingnya pemahaman tentang manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.

“Manajemen adalah kunci untuk menuju keberhasilan yang melibatkan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya secara efektif dan efisien,” Ucapnya.

Dhani juga menjelaskan, bahwa transformasi kepemimpinan mahasiswa dari visi menuju aksi adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen dari semua pihak.

“Dengan membangun visi yang kuat, merencanakan aksi yang konkret, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, membangun budaya kolaborasi, dan menerapkannya dengan efektif, mahasiswa dapat menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif di kampus dan masyarakat.” Terangnya

Diakhir materi, Dhani menyampaikan pesan agar mahasiswa bisa terus mengupgrade diri dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan sebagai investasi yang sangat berharga untuk masa depan.

“Seminar ini menjadi langkah awal yang penuh semangat bagi mahasiswa PTMKM untuk menjadi pemimpin yang lebih kompeten dan profesional, baik di dalam maupun luar kampus sehingga bermanfaat bagi BEM Politeknik TMKM” Harapnya menutup forum diskusi.

 

•Fai