Beranda blog Halaman 24

Cepat dan Transparan, Kadis Syakhril Hadrianadi Pastikan Proyek Tala Tepat Mutu Tepat Waktu

PELAIHARI |Infokeadilan.com  – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Tanah Laut menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur sebagai penjabaran Visi-Misi Bupati H. Rahmat Trianto, M.Si., M.Han. dan Wakil Bupati H. Muhammad Zazuli, S.H.

Kepala Dinas PUPRP Tanah Laut, Ir. H. Syakhril Hadrianadi, S.T., M.M., menyampaikan pernyataan resmi terkait arah pembangunan tahun 2026.

“Dinas PUPRP Tanah Laut menyampaikan, PUPRP berkomitmen mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tanah Laut. Saat ini sesuai kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Laut melalui visi dan misinya Bapak Bupati dan Wakilnya dalam melaksanakan program kegiatan dan visi misi tersebut diantaranya adalah pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan kemudian bangunan gedung,”ujar Syakhril di Pelaihari, Selasa (12/5/2026).

Syakhril merinci bahwa mandat PUPRP mencakup seluruh hajat hidup masyarakat. “Dan seperti di bidang Sumber Daya Air terkait dengan penanganan-penanganan sungai, pantai kemudian irigasi. Dan kemudian di bidang Cipta Karya ada juga program-program percepatan sanitasi dan air bersih yang mana menjadi kebutuhan masyarakat dan lain-lainnya yang menjadi tanggung jawab kami Dinas PUPRP Tala,” tegasnya.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, PUPRP Tala menggerakkan tiga bidang utama:

1.  Bidang Bina Marga di bawah Kepala Bidang Ir. Dwi Hadi Putra, S.T., M.T., fokus pada percepatan konektivitas melalui peningkatan ruas jalan kabupaten dan pembangunan / rehabilitasi jembatan.

2.  Bidang Cipta Karya yang dipimpin Kepala Bidang Gusti Noviar Kusuma, S.T., M.M., mengebut program pemenuhan hak dasar berupa percepatan sanitasi layak dan air bersih di desa / kelurahan serta pembangunan gedung layanan publik.

3. Bidang Sumber Daya Air bersama Kepala Bidang Ir. Orbit Setiawan Nurcahyo, S.S.T., menangani pengendalian banjir dan ketahanan pangan melalui normalisasi sungai, pengaman pantai abrasi, serta rehabilitasi jaringan irigasi.

Menindaklanjuti instruksi Bupati H. Rahmat Trianto, M.Si., M.Han., PUPRP Tala mempercepat seluruh proses tender paket fisik 2026 hingga September ini.

“Instruksi Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati H. Muhammad Zazuli, S.H. sangat jelas: jangan tunda pekerjaan. Lelang awal tahun memberi waktu cukup untuk jaga mutu. Kualitas aspal, kekuatan jembatan, fungsi irigasi bisa kita kawal maksimal,” jelas Ir. H. Syakhril Hadrianadi, S.T., M.M.

Selain itu, PUPRP juga melakukan efisiensi dengan memangkas belanja perjalanan dinas yang tidak prioritas. “Hasilnya kita alihkan langsung untuk tambah jalan lingkungan, normalisasi sungai, dan sambungan air bersih. Setiap rupiah APBD harus jadi manfaat nyata, “tambahnya.

“Infrastruktur adalah urat nadi. Jika jalan bagus ekonomi lancar, irigasi baik petani sejahtera, air bersih tersedia masyarakat sehat. Inilah wujud nyata visi Bapak Bupati H. Rahmat Trianto, M.Si., M.Han. dan Wakil Bupati H. Muhammad Zazuli, S.H. yang kami laksanakan bersama seluruh jajaran, termasuk Kabid Bina Marga Ir. Dwi Hadi Putra, S.T., M.T., Kabid Cipta Karya Gusti Noviar Kusuma, S.T., M.M., dan Kabid SDA Ir. Orbit Setiawan Nurcahyo, S.S.T.,” pungkas Syakhril.

Dengan strategi ini, Pemkab Tanah Laut optimis seluruh proyek fisik 2026 tuntas 100% tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

 

•Raihan

Sinergitas Tingkat Nasional dan Global, Karawang Komit Wujudkan Tata Kelola Sampah Optimal dari Hulu ke Hilir

KARAWANG |Infokeadilan.com – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar rapat pengembangan kegiatan Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP), sekaligus merencanakan langkah lanjutan atas isu strategis terkait perpanjangan masa pelaksanaan program ini. Rapat penting tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Selasa (12/5/2026), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga terkait, perwakilan Bank Dunia, hingga jajaran perangkat daerah.

Forum strategis ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sekretaris Baperrida, serta perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Bank Dunia, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, dan unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang menegaskan bahwa arah pembangunan daerah senantiasa diarahkan demi kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia juga menyampaikan kabar gembira terkait peningkatan kapasitas fiskal daerah yang kini melonjak signifikan, dari sebelumnya 36 persen menjadi 42 persen. Peningkatan ini diharapkan menjadi modal kuat untuk mendukung optimalisasi seluruh program unggulan, termasuk pengelolaan persampahan di Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Bupati Karawang menegaskan komitmen penuh Pemerintah Daerah dalam mendukung sepenuhnya program nasional penanganan sampah, yang dilaksanakan sejalan dengan arahan dan kebijakan Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Karawang pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung segala kebutuhan infrastruktur maupun kebutuhan operasional di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), termasuk pembangunan akses jalan menuju lokasi TPST yang telah masuk dalam rencana anggaran perubahan tahun 2026.

Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, khususnya Bank Dunia dan Pemerintah Pusat, yang terus konsisten memberikan dukungan teknis maupun pendanaan demi memajukan sistem pengelolaan persampahan di Karawang.

“Kami berkomitmen serius agar pengelolaan sampah di wilayah ini berjalan secara optimal, terukur, dan berkelanjutan, dimulai dari hulu hingga ke hilir. Hal utama yang kami tekankan adalah memastikan tidak ada lagi pembuangan sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai maupun lingkungan hidup,” tegas Bupati.

Perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam paparannya menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan melalui kerja sama dengan Bank Dunia diarahkan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Cakupannya meliputi aspek sanitasi, tata kelola pemerintahan, penguatan kelembagaan, pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Badan Layanan Umum Daerah (UPTD BLUD), legalisasi regulasi, hingga penerapan tarif retribusi yang disesuaikan dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri.

Senada dengan itu, Perwakilan Bank Dunia menyampaikan bahwa kehadiran seluruh pemangku kepentingan dalam forum ini menjadi bukti nyata adanya komitmen bersama dan kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal ini menjadi pondasi utama dalam merumuskan solusi yang tepat guna dan berdaya guna untuk menuntaskan permasalahan persampahan secara menyeluruh.

 

•AS

Invitasi Olahraga Tradisional Tirtajaya: Alih Tingkatkan Kesehatan, Justru Sejumlah Siswa Diduga Pingsan

KARAWANG |Infokeadilan.com – Penyelenggaraan Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Tirtajaya yang berlangsung di Lapang Bola Medankarya, Senin (12/5/2026), justru menyisakan catatan kelam dan sorotan tajam. Alih-alih menjadi ajang pembinaan fisik, kegiatan ini menuai kritik keras setelah sejumlah siswa peserta dilaporkan mengalami pingsan di tengah rangkaian acara. Insiden ini memicu kekecewaan mendalam dari kalangan pendidik maupun orang tua, yang menilai pihak panitia kurang sigap dan gagal mengantisipasi aspek keselamatan serta kesehatan para peserta didik.

Kojek, selaku Sekretariat DPC GMPI Tirtajaya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa yang dinilai sangat bertolak belakang dengan tujuan utama kegiatan olahraga. Ia menilai penyelenggara kurang peka dalam memerhatikan batas kesiapan fisik anak-anak, padahal kegiatan ini sejatinya bertujuan memelihara kesehatan.

“Seharusnya pihak panitia bekerja sama secara maksimal dengan pihak puskesmas sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini kegiatan olahraga yang identik dengan kesehatan, jadi ketika banyak siswa pingsan, tentu sangat bertolak belakang dengan tujuan kegiatan itu sendiri,” tegas Kojek.

Lebih lanjut ia menegaskan, kehadiran tim kesehatan yang bersiaga penuh sejak awal acara adalah kebutuhan mutlak, bukan sekadar formalitas administrasi atau koordinasi yang hanya tertuang di atas kertas semata. Ia pun menyoroti kelalaian panitia yang diduga tidak melakukan konfirmasi teknis ulang kepada pihak medis sebelum kegiatan dimulai, sehingga keberadaan petugas kesehatan di lokasi tidak terjamin.

Sementara itu, Ketua Korwilcambidik Tirtajaya menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah menjalin komunikasi dengan Puskesmas Tirtajaya terkait dukungan pelayanan kesehatan. Namun, dugaan tidak adanya konfirmasi teknis ulang dari panitia pelaksana pada hari pelaksanaan menjadi titik lemah yang menjadi sorotan utama dalam insiden ini.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pendidikan saat dimintai tanggapan mengaku belum mendapatkan gambaran rinci mengenai kejadian sesungguhnya.

“Ya mungkin masalah kegiatan sudah berkoordinasi dengan sekretariat, tapi saya belum tahu detailnya. Nanti saya coba koordinasi dulu dengan korwil,” ujarnya kepada awak media.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana belum memberikan keterangan maupun klarifikasi resmi terkait insiden yang menimpa para siswa tersebut. Keadaan ini memicu desakan transparansi dari masyarakat, khususnya para orang tua, agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem. Hal ini menjadi syarat mutlak demi menjamin keselamatan peserta jika kegiatan serupa akan digelar kembali di masa mendatang.

 

•Red

Kapolsek Baru Purwasari : Jaga Kondusivitas, Fokus Bersihkan Wilayah dari Tindak Kriminal dan Penyakit Masyarakat

0

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Suasana haru yang dibalut semangat kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan acara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Purwasari, yang digelar pada hari ini. Momen penting ini menandai resmi beralihnya tongkat estafet kepemimpinan wilayah hukum Polsek Purwasari dari Iptu Herawati, S.H., kepada pejabat baru, Iptu Cahya Hardiansyah, S.H.

Prosesi pergantian pucuk pimpinan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai elemen penting pemangku kepentingan wilayah, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Karawang, Camat Purwasari, para Kepala Desa/Lurah, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda dan Karang Taruna, serta seluruh jajaran personel Polsek Purwasari. Kehadiran para undangan ini menjadi bukti eratnya sinergi antara institusi kepolisian dengan pemerintah daerah dan masyarakat sipil.

Dalam sambutannya, Camat Purwasari, H. Nendi, menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Iptu Herawati atas seluruh pengabdian, dedikasi, dan kinerja luar biasa yang telah diberikan selama memimpin Polsek Purwasari. Menurutnya, sinergitas yang terjalin antara kepolisian dan pemerintah kecamatan maupun masyarakat berjalan sangat harmonis dan menjadi kunci utama terjaganya stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas segala dedikasi Ibu Iptu Herawati yang telah memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat Purwasari. Sinergi yang terbangun selama ini sangat kokoh dan luar biasa. Kepada Kapolsek yang baru, Bapak Iptu Cahya Hardiansyah, kami menyambut dengan tangan terbuka. Kami berharap kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin baik ini dapat semakin diperkuat, demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan seluruh warga Purwasari,” ujar H. Nendi dalam pidatonya.

Menjawab amanah dan harapan tersebut, Kapolsek Purwasari yang baru, Iptu Cahya Hardiansyah, S.H., langsung menegaskan komitmennya untuk bekerja keras dan bertindak tegas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menyadari posisi strategis Purwasari sebagai jalur lintas utama dengan mobilitas kendaraan dan aktivitas yang sangat tinggi, ia telah menyusun sejumlah langkah strategis, baik bersifat preventif maupun represif.

Ia menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah memberantas berbagai bentuk penyakit masyarakat dan tindak kriminal yang meresahkan warga. Adapun prioritas penindakan yang akan digencarkan meliputi: tindak pidana C3 (Curat, Curas, Curanmor), aksi tawuran antarpemuda, praktik premanisme, serta penertiban penggunaan knalpot tidak standar atau brong yang mengganggu ketenangan publik.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat. Fokus utama kami adalah memastikan wilayah hukum Purwasari bersih dari segala bentuk gangguan kamtibmas. Kami akan segera meningkatkan intensitas patroli rutin, khususnya di titik-titik yang rawan terjadi kejahatan maupun gangguan, serta pada jam-jam rawan,” tegas Iptu Cahya dalam pidato perdananya.

Sebagai langkah awal yang nyata, di bawah kepemimpinannya, Polsek Purwasari akan memperkuat pengamanan di sepanjang jalur utama Pantura yang melintasi wilayah Purwasari, mengingat tingginya volume lalu lintas dan risiko gangguan keamanan di jalur tersebut.

Masyarakat setempat pun menaruh harapan besar, agar pergantian kepemimpinan ini tidak hanya mampu mempertahankan situasi aman dan damai yang telah ada, tetapi juga meningkatkan kondusivitas wilayah demi menunjang pertumbuhan ekonomi serta kelancaran aktivitas sosial warga.

Acara serah terima jabatan ini ditutup dengan sesi ramah tamah serta penyerahan cinderamata, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian pejabat lama sekaligus tanda sambutan hangat bagi kepemimpinan baru di Polsek Purwasari.

 

•Edi Bahar

SDN Gempolkarya 2 Ikuti Invitasi Olahraga Tradisional Tirtajaya: Lestarikan Budaya, Tanamkan Semangat Sportivitas Sejak Dini

KARAWANG |Infokeadilan.com – Kecamatan Tirtajaya menjadi saksi kebangkitan kembali kekayaan budaya daerah melalui terselenggaranya Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Kecamatan Tirtajaya Tahun 2026. Bertempat di Lapang Trikora, Desa Medankarya, kegiatan ini berlangsung semarak dan penuh antusiasme, dengan keikutsertaan aktif dari berbagai perwakilan sekolah dan warga, termasuk SDN Gempolkarya 2 yang turut andil meramaikan ajang ini.

Acara yang digelar sebagai upaya nyata pelestarian warisan leluhur ini, sekaligus menjadi wadah pengembangan potensi serta pembinaan semangat olahraga di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Di lokasi kegiatan, spanduk ucapan selamat datang dan semangat bertanding terpasang megah, menyambut kedatangan para peserta, ofisial, dan tamu undangan yang memadati lingkungan lapangan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan akrab.

Dalam ajang bergengsi ini, ditampilkan beragam cabang olahraga tradisional khas masyarakat setempat yang dikemas dalam bentuk kompetisi yang sehat dan berprestasi, di antaranya permainan grang, hadang, dagongan, dan sumpitan. Keempat cabang ini menjadi daya tarik utama yang memperlihatkan kekayaan budaya sekaligus ketangkasan para peserta.

Mengusung tema “Jungjung Sportivitas, Jelajahi Potensi, Raih Prestasi”, penyelenggaraan ini bukan sekadar ajang perlombaan semata, melainkan langkah strategis menjaga identitas dan ciri khas budaya daerah. Semangat tersebut turut diperkuat dengan berbagai pesan inspiratif yang diusung, seperti “Sportif Hari Ini, Juara Esok Hari”, “Bersaing Sehat, Berteman Erat!”, “Tirtajaya Hebat, Prestasi Meningkat!”, hingga “Berani Berusaha, Berjiwa Petualang!”.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama yang harmonis antara berbagai pihak, yakni KKGO Tirtajaya, BAPOPSI (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia), serta ORTINA (Perkumpulan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia Kabupaten Karawang). Pihak panitia menegaskan bahwa olahraga tradisional merupakan kekayaan tak ternilai bangsa yang wajib dijaga, dikembangkan, dan diwariskan, agar tidak hilang tergerus arus zaman, serta berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter warga yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Para peserta yang hadir dari berbagai desa dan wilayah di Kecamatan Tirtajaya, termasuk para siswa SDN Gempolkarya 2, tampak sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap babak pertandingan. Suara sorak sorai dan dukungan dari penonton terus bergema, mewarnai suasana persaingan yang berlangsung tertib, aman, namun tetap penuh kekeluargaan dan nilai sportivitas yang tinggi. Setiap peserta berjuang memberikan kemampuan terbaiknya, dengan tetap mengedepankan persahabatan dan kebersamaan di atas segalanya.

Pemerintah Kecamatan Tirtajaya maupun Pemerintah Kabupaten Karawang memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Diharapkan, ajang serupa dapat terus digelar secara rutin setiap tahun, menjadi wadah pembibitan atlet olahraga tradisional yang berpotensi, serta semakin memperkokoh rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap budaya daerahnya sendiri.

Menutup rangkaian acara, Ketua Panitia Pelaksana, Iwa Sujatmika, S.Pd., menyampaikan harapan besarnya agar kegiatan ini menjadi tonggak awal yang baik.

“Semoga ajang ini mampu membawa nama Kecamatan Tirtajaya meraih prestasi yang lebih gemilang di tingkat Kabupaten hingga Provinsi. Lebih dari itu, kami ingin menjamin keberlangsungan warisan budaya ini, agar olahraga tradisional Indonesia tetap hidup, lestari, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi mendatang,” ujar Iwa.

 

•Kojek

Modus Lempar Barang ke Dalam Kawasan, Upaya Penyelundupan Narkotika ke Lapas Karawang Berhasil Digagalkan

KARAWANG |Infokeadilan.com – Jajaran petugas Keamanan dan Pengawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang yang diduga berupa narkotika, Senin (11/5/2026). Aksi yang menggunakan modus pelemparan barang ke dalam kawasan lembaga pemasyarakatan ini terdeteksi saat petugas melakukan pemantauan rutin di wilayah sekitar.

Kejadian bermula ketika salah satu petugas yang sedang bertugas mengawasi area persawahan di sekitar tembok luar lembaga, melihat keberadaan seorang Orang Tak Dikenal (OTK) yang bergerak mencurigakan mendekati batas wilayah Lapas.

Kepala Lapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan petugas yang berada di lokasi, pelaku terlihat dengan sengaja melemparkan sebuah benda mencurigakan ke arah dalam kawasan lembaga pemasyarakatan, tepatnya dari arah persawahan di sisi tembok belakang.

“Saat diketahui sedang melakukan tindakan tersebut, petugas segera bergerak mendekat dan berupaya melakukan pengejaran. Namun, pelaku yang menyadari keberadaan petugas berusaha melarikan diri dan berhasil menghilang di tengah kepadatan lingkungan sekitar,” ungkap Ma’ruf Prasetyo saat memberikan keterangan pers.

Menyusul peristiwa tersebut, jajaran pengamanan Lapas Karawang segera melakukan tindakan cepat dengan menyisir dan memeriksa sejumlah titik di dalam maupun sekitar kawasan, dengan fokus utama pada blok hunian warga binaan serta area brandgang atau selasar penghubung.

Hasil penelusuran tim pengamanan kemudian membuahkan hasil. Di area brandgang, petugas berhasil menemukan satu paket kotak yang terbungkus rapi menggunakan plastik berwarna hitam, yang diduga kuat merupakan barang yang dilemparkan oleh pelaku sebelumnya.

“Dari hasil penyisiran yang dilakukan tim, kami menemukan satu paket kotak yang dibalut plastik hitam di area brandgang lembaga. Barang tersebut kemudian diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengetahui isinya,” tambah Ma’ruf.

Setelah dibuka dan diperiksa secara rinci, petugas menemukan barang bukti yang diduga merupakan narkotika dengan rincian: 2 klip besar dan 10 klip kecil yang diduga ganja atau sabu, 3 klip berisi zat yang dicurigai sebagai tembakau sintetis, serta 5 bungkus kecil berisi pivet. Selain itu, ditemukan juga 1 plastik klip kecil kosong yang diduga akan digunakan sebagai wadah pengemasan barang terlarang tersebut.

Ma’ruf menegaskan, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di seluruh titik rentan, baik di dalam maupun di luar kawasan lembaga pemasyarakatan, guna mencegah masuknya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan pembinaan.

Barang bukti yang berhasil diamankan kini telah disita dan akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai bukti nyata ketegasan Lapas Karawang dalam menjaga integritas dan keamanan lembaga.***

 

Sumber : Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang

Langkah Strategis UHC di RSUD Rengasdengklok Resmi Layani Peserta BPJS Kesehatan, Bupati : Permudah Warga Wilayah Utara

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Mulai Senin, 11 Mei 2026, layanan jaminan kesehatan BPJS Kesehatan telah resmi diberlakukan dan dapat dimanfaatkan sepenuhnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Kehadiran layanan ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya warga yang berdomisili di wilayah Karawang Utara, yang kini semakin dimudahkan dalam mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan terstandar.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menyampaikan bahwa pemberlakuan layanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok merupakan bagian integral dari komitmen dan upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus memperluas serta meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

“Dengan telah beroperasinya layanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok ini, kami menaruh harapan besar agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga di wilayah utara, dapat semakin mudah, cepat, dan nyaman dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, bermutu, dan sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Bupati dalam keterangannya saat meresmikan layanan BPJS di RSUD Rengasdengklok, Senin (11/5/2026)

RSUD Rengasdengklok sendiri merupakan rumah sakit tipe C yang dibangun sejak tahun 2023, berdiri megah di atas lahan seluas 21.756 meter persegi. Kompleks bangunan ini terdiri dari bangunan utama seluas 18.219 meter persegi, yang dilengkapi bangunan pendukung seluas 1.064,4 meter persegi, didesain untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran pelayanan medis.

Secara rinci, fasilitas tempat tidur yang tersedia berjumlah 117 unit, yang terbagi dalam berbagai kelas: 14 tempat tidur kelas VIP, 2 tempat tidur kelas VVIP, 10 tempat tidur kelas I, 10 tempat tidur kelas II, 60 tempat tidur kelas III, 10 tempat tidur ruang isolasi, serta 11 tempat tidur di ruang perawatan intensif (critical care).

Lebih lengkap lagi, rumah sakit ini telah dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang medis modern dan lengkap, antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, layanan PONEK 24 jam, Unit Perawatan Intensif (ICU), Unit Perawatan Bayi (PICU), Unit Perawatan Khusus Bayi Baru Lahir (NICU), layanan perinatologi, instalasi bedah sentral, fasilitas radiologi lengkap dengan peralatan CT-Scan, laboratorium, instalasi farmasi, ruang rawat inap, ruang bersalin, ruang laktasi, armada ambulans, hingga fasilitas ruang jenazah.

Pemerintah Kabupaten Karawang menilai, kehadiran layanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok ini menjadi tonggak penting dan langkah nyata dalam memperkuat pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta di wilayah Karawang.

Sebagai gambaran cakupan kepesertaan, per data per 1 Mei 2026, jumlah peserta BPJS Kesehatan yang tercatat di Kabupaten Karawang telah mencapai angka 2.635.002 jiwa, atau setara dengan 99,83 persen dari total jumlah penduduk. Sementara itu, tingkat keaktifan kepesertaan juga menunjukkan angka yang sangat menggembirakan, yakni lebih dari 2,1 juta jiwa atau sekitar 81,42 persen dari total peserta yang terdaftar.

Langkah ini semakin menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan bahwa hak atas kesehatan dapat dinikmati oleh seluruh warga Karawang tanpa terkecuali, mendekatkan fasilitas, dan mempersingkat jarak akses pelayanan medis bagi masyarakat.

 

•AS

Hadiri Peresmian RSUD Rengasdengklok, Ketua DPRD Karawang: Akses Kesehatan Merata, Wujud Kesejahteraan Nyata Bagi Warga

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Masyarakat Kabupaten Karawang, khususnya yang berdomisili di wilayah utara, kini memiliki alasan untuk bernapas lega. Layanan jaminan kesehatan BPJS Kesehatan telah resmi beroperasi sepenuhnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok. Kehadiran fasilitas ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pemerataan pelayanan kesehatan, memudahkan warga mendapatkan perawatan bermutu, terjangkau, dan berstandar nasional tanpa perlu menempuh perjalanan jauh ke pusat kabupaten.

Acara peresmian pemberlakuan layanan ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Karawang atas langkah strategis yang dinilai sangat tepat dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Kehadiran layanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok ini merupakan kabar gembira sekaligus solusi nyata bagi seluruh warga di wilayah utara Karawang. Selama ini, warga di Kecamatan Rengasdengklok dan sekitarnya seringkali harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di pusat kota untuk mendapatkan pelayanan medis menggunakan jaminan kesehatan. Kini, kendala jarak dan waktu sudah teratasi. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Karawang yang telah berkomitmen memberikan akses kesehatan yang jauh lebih mudah, dekat, dan terjangkau bagi masyarakat,” ungkap H. Endang Sodikin saat memberikan keterangannya, Senin (11/5/2026).

Lebih lanjut ia menekankan, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai dan mudah dijangkau merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan fasilitas ini adalah wujud nyata pengabdian demi kesejahteraan rakyat.

“Ini adalah bukti bahwa pembangunan kesehatan benar-benar kami dorong agar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Warga Karawang Utara kini tidak lagi perlu repot dan jauh-jauh pergi, kebutuhan kesehatan mereka sudah ada di depan mata. Semoga fasilitas ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dikelola secara profesional demi keselamatan pasien,” tambahnya.

RSUD Rengasdengklok sendiri merupakan rumah sakit tipe C yang mulai dibangun sejak tahun 2023, berdiri kokoh di atas lahan seluas 21.756 meter persegi. Kompleks ini terdiri dari bangunan utama seluas 18.219 meter persegi dan bangunan pendukung seluas 1.064,4 meter persegi, yang dirancang khusus untuk menunjang kenyamanan pasien dan kelancaran operasional medis.

Secara rinci, rumah sakit ini dilengkapi dengan total 117 unit tempat tidur yang terbagi ke dalam berbagai kelas pelayanan, meliputi: 2 tempat tidur VVIP, 14 tempat tidur VIP, 10 tempat tidur Kelas I, 10 tempat tidur Kelas II, 60 tempat tidur Kelas III, 10 tempat tidur ruang isolasi, serta 11 tempat tidur khusus di ruang perawatan intensif.

Tak hanya itu, kelengkapan fasilitas penunjang medis juga sangat lengkap dan modern, di antaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, layanan PONEK 24 jam, Unit Perawatan Intensif (ICU), Unit Perawatan Bayi (PICU), Unit Perawatan Khusus Bayi Baru Lahir (NICU), layanan perinatologi, instalasi bedah sentral, fasilitas radiologi lengkap dengan peralatan CT-Scan, laboratorium, instalasi farmasi, ruang bersalin, ruang laktasi, armada ambulans, hingga fasilitas ruang jenazah.

Langkah pengaktifan layanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok ini juga menjadi pendorong kuat bagi keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta di Kabupaten Karawang. Berdasarkan data per 1 Mei 2026, jumlah peserta BPJS Kesehatan di Karawang telah mencapai 2.635.002 jiwa atau setara dengan 99,83 persen dari total penduduk. Dari jumlah tersebut, tingkat keaktifan kepesertaan tercatat lebih dari 2,1 juta jiwa atau sekitar 81,42 persen.

Menutup keterangannya, H. Endang Sodikin berharap keberadaan RSUD Rengasdengklok yang kini terintegrasi penuh dengan BPJS Kesehatan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga hak dasar masyarakat atas kesehatan dapat terpenuhi sepenuhnya, merata di seluruh penjuru wilayah Kabupaten Karawang.

 

•AS

Sinergi Pusat, Provinsi, dan Daerah Diperkuat, Karawang Percepat Transformasi Pengelolaan Sampah Terpadu

KARAWANG |Infokeadilan.com – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, mewakili Bupati Karawang, turut hadir dalam Rapat Koordinasi Penanganan Masalah Persampahan Jawa Barat yang digelar di Gedung Sate, Bandung, Senin (11/5/2026). Kehadiran ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menyelaraskan kebijakan serta mempercepat penguatan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Sekretaris Baperrida, serta Kepala Bidang Kebersihan, Pengolahan Sampah dan Limbah, guna mendalami berbagai arahan dan program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi untuk memperkuat tata kelola persampahan di seluruh kabupaten/kota. Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah pemberian bantuan berupa mesin pengolahan sampah, yang akan disalurkan ke sejumlah desa yang ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project) di Jawa Barat. Setiap lokasi nantinya akan menerima satu paket lengkap peralatan pengolahan untuk mendukung operasional di lapangan.

Kepala DLHK Karawang menyampaikan kondisi riil yang ada di lapangan, serta harapannya melalui rapat ini:

“Saat ini Kabupaten Karawang telah memiliki 3 unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan 17 unit TPS 3R berbasis swadaya masyarakat, yang tersebar di 15 kecamatan. Namun demikian, kami masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sarana dan peralatan yang belum memadai untuk mengoptimalkan pengelolaan yang ada.” ujarnya.

“Melalui rapat ini, kami sangat berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dapat semakin kuat, sehingga penanganan persoalan sampah di Karawang bisa berjalan lebih cepat. Selain itu, kami juga ingin terus memperkuat kesadaran masyarakat agar pengelolaan lingkungan ini benar-benar berjalan berkelanjutan.” harapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, langkah-langkah konkret seperti bantuan peralatan dari provinsi menjadi dorongan besar bagi daerah untuk terus membenahi sistem pengelolaan sampah agar lebih efektif dan efisien.

Kegiatan tersebut ditutup dengan peninjauan langsung lokasi pengelolaan sampah di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Peninjauan ini menjadi bagian penting dari evaluasi serta penyusunan langkah penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu yang lebih matang di masa mendatang.

•AS

Sertijab Kapolsek Kotabaru, Iptu Suherlan Serahkan Tongkat Estafet Kepada Iptu Hendra Saparudin

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti halaman Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Kotabaru, Kabupaten Karawang, pada Senin (11/05/2026). Acara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolsek Kotabaru berlangsung sakral dan bermakna, menandai berakhirnya masa bakti Iptu Suherlan, S.H., serta dimulainya kepemimpinan baru di bawah kendali Iptu Hendra Saparudin, S.H.

Prosesi pergantian pucuk pimpinan ini dihadiri oleh jajaran personel Polsek Kotabaru, AKP Wahab (Kanit Reskrim Polsek Cikampek), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya yang hadir untuk menyaksikan momen penting tersebut.

Dalam sambutan perpisahannya, Iptu Suherlan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala dukungan, kerja sama, dan kebersamaan yang telah terjalin harmonis selama ia memimpin Polsek Kotabaru. Ia mengaku sangat bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar Polsek Kotabaru dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat serta personel yang telah bersinergi menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah selama ini.

“Tiada kata yang pantas melukiskan rasa bangga saya telah menjadi bagian dari keluarga besar Polsek Kotabaru. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat dan rekan-rekan seperjuangan yang telah bahu-membahu menjaga kondusivitas wilayah ini. Atas nama pribadi maupun jabatan, saya memohon maaf apabila selama bertugas masih terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan,” ujar Iptu Suherlan dengan nada haru.

Sementara itu, pejabat baru Kapolsek Kotabaru, Iptu Hendra Saparudin, S.H., menyatakan kesiapannya untuk meneruskan program-program unggulan yang telah berjalan dengan baik, sekaligus membawa semangat baru dan inovasi dalam menjaga keamanan serta pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya menjaga sinergitas yang erat antara pihak kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat. Ia pun berharap kehadirannya dapat diterima dengan baik, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi Polri semakin menguat.

“Saya berkomitmen untuk meningkatkan intensitas patroli dialogis serta mempercepat respon terhadap setiap keluhan atau laporan warga. Selain itu, kami akan terus memperkokoh hubungan kerja sama yang solid dengan TNI, aparat pemerintahan kecamatan, dan seluruh pemangku kepentingan, demi mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kotabaru,” tegas Iptu Hendra.

Perwakilan pemerintah kecamatan yang diwakili Camat Kotabaru, dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi mendalam. Ia mengaku sangat kehilangan sosok Iptu Suherlan yang dikenal sangat komunikatif, mudah diajak bekerja sama, serta memiliki dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat. Meski demikian, pihaknya menyambut antusias kedatangan Iptu Hendra Saparudin dan meyakini bahwa di bawah kepemimpinan yang baru, kolaborasi yang telah terbangun akan semakin kokoh demi kesejahteraan dan kemajuan wilayah Kotabaru.

Acara serah terima jabatan ini ditutup dengan momen penghormatan, berupa penyerahan cinderamata dari seluruh personel Polsek Kotabaru kepada Iptu Suherlan sebagai kenang-kenangan atas pengabdian dan bimbingan yang telah diberikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, mempererat kebersamaan di antara seluruh elemen yang hadir.

•Edi. B/Aping

Sumber : Polsek Kotabaru