Beranda blog Halaman 240

Polres Binjai Digugat Praperadilan Terkait Dugaan Kasus Penipuan Dan Penggelapan MA

0

BINJAI |infokeadilan.com – Pengadilan Negeri (PN) Kelas I B Binjai kembali menggelar sidang praperadilan terkait status tersangka Kyai Muhammad Amar, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Kolo Saketi, dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Sidang yang berlangsung di ruang sidang utama ini memasuki tahap replik, dimana pemohon menanggapi jawaban yang sebelumnya diajukan oleh pihak termohon, yakni Polres Binjai, pada Kamis siang.(13/2/2025)

Diketahui sidang yang dipimpin oleh Hakim Fadel ini turut dihadiri oleh tim hukum kedua belah pihak serta sejumlah awak media. Dalam repliknya, kuasa hukum Kyai Muhammad Amar, Sultoni Hasibuan SH, menegaskan bahwa kliennya keberatan atas penetapan status tersangka dan berusaha membantah dalil-dalil yang diajukan oleh termohon.

“Sidang ini menjadi momentum bagi kami untuk mengklarifikasi serta membantah dalil-dalil yang diajukan oleh pihak penyidik. Kami juga akan menghadirkan bukti dan saksi guna memperkuat argumen dalam persidangan,” Ujar Sultoni Hasibuan SH.

Kasus ini mencuat setelah Kyai Muhammad Amar ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh Heni jemaah Ponpes Kolo Saketi.

Perkara ini menjadi sudah viral dan perhatian publik setelah viral di media sosial dan media elektronik, mendorong pemohon untuk mengajukan praperadilan guna menguji keabsahan status tersangka yang diberikan oleh kepolisian.

Menurut jadwal persidangan, agenda berikutnya akan berlangsung pada esok hari Jum’at, 14 Februari 2025, dengan agenda duplik dari termohon serta penyampaian bukti dari pihak pemohon dan termohon. Dan sidang akan terus bergulir hingga putusan dijadwalkan pada Rabu 19 Februari 2025.

Dengan jalannya persidangan yang semakin intens, publik menantikan perkembangan selanjutnya dan bagaimana keputusan hakim akan menentukan arah hukum kasus ini dan objektif dalam menilai permohonan Praperadilan yang diajukan oleh Kantor BASH & Rekan.

 

 

•RZ/Tim

UPTD Puskesmas Tirtajaya Gelar Lounching Cek Kesehatan Gratis Bagi Warga Yang Berulang Tahun

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, UPTD Puskesmas Tirtajaya meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang berulang tahun. Dan masih berjalan sampai hari ke tiga, Program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Launching program ini digelar pada Senin, 10 Febuari 2025, sampai Dengan akhir April 2025, di Puskesmas Tirtajaya.

Kepala Puskesmas Tirtajaya, dr. Ilah nurlaelah, Sst.BD menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit berisiko tinggi.

“Pemeriksaan kesehatan gratis ini berlaku bagi warga yang berulang tahun di bulan berjalan. Misalnya, warga yang berulang tahun pada 1 Februari dapat melakukan pemeriksaan gratis sepanjang bulan Februari,” Ujarnya;

Lebih lanjut, dr. Ilah berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini sebaik mungkin.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam pemeriksaan ini. Dengan deteksi dini melalui screening kesehatan, kita bisa mencegah berbagai penyakit berisiko tinggi seperti hipertensi, jantung, gagal ginjal, TBC, dan lainnya,” Tambahnya.

“Harapan kami dalam program pemeriksaan kesehatan gratis ini akan berlangsung secara berkala setiap bulan, sesuai dengan tanggal ulang tahun warga yang bersangkutan, Semoga langkah ini dapat menjadi solusi preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat Tirtajaya.” Harapnya.

“Terkait penyakit Seperti DBD di Kecamatan Tirtajaya ada dua orang dari Desa Srikamulyan dan alhmdulillah sudah sehat kembali, Kami dari unsur Kesehatan mewawarkan kepada masyarakat untuk pencegahan dini agar tetap menjaga lingkungan yang bersih, 3M Mendaur ulang atau Mengubur barang bekas, Menguras Air secara berkala, dan menutup tempat tempat yang menjadi indikasi jentik nyamuk.” Jelasnya.

“Kami menghimbau kepada Masyarakat untuk melakukan 3M Menutup, Menguras, Mendaur ulang barang barang bekas, menutup tempat penampungan air yg menjadi tempat perkembang biakan jentik nyamuk”. Tutupnya

 

 

•Fai/Red

Anggota DPRD Karawang Hadiri Musrenbang RKPD Di Kecamatan Tirtamulya

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Murenbang) RKPD Kabupaten Karawang tahun 2026 dilaksanakan di Aula Kecamatan Tirtamulya, Selasa (11/2/2025).

Acara Musrenbang dihadiri oleh Camat Plt Tirtamulya Usep Supriatna.A.P.M.Si.perwakilan Bappeda karawang, unsur Muspika, KUA Kecamatan Tirtamulya, Anggota DPRD Karawang, Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Karawang, serta para Kepala Desa seKecamatan Tirtamulya

Dalam rapat musrenbang tersebut, berbagai usulan dari masyarakat dan perangkat daerah disampaikan,dengan tema’Menyiapkan potensi unggulan kabupaten karawang untuk tahun mendatang,meliputi sektor pertanian,infrastruktur,serta pembangunan sumber daya manusia menjadi topik utama dalam perencanaan pembangunan dikecamatan Tirtamulya.

Camat Tirtamulya Usep Supriatna A.P,M.Si.mengatakan bahwa rapat Musrenbang tersebut bukan sekedar seremonial akan tetapi merupakan langkah untuk penyerapan aspirasi masyarakat yang harus benar benar diperjuangkan dalam program kerja pemerintah daerah.

“Rapat Musrenbang ini merupakan langkah untuk menyerap segala aspirasi masyarakat yang harus benar benar di perjuangkan.” Ucapnya.

“Momen paling penting dalam musrenbang ini yaitu untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah. Setiap usulan kita harus memastikan itu memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas khususnya warga Tiryamulya dan masyarakat Karawang pada umumnya.” Ungkapnya.

Sementara itu, Dindin Rahmadi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karawang menekankan tentang pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Dalam hal ini tentunya harus ada peran serta dan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah daerah.” Ujarnya.

“Saya berharap hasil dari Musrenbang ini dapat menjadi acuan dalam penyusunan RKPD 2026, sehingga pembangunan dikarawang,semakin terarah dan tepat sasaran.” Pungkasnya.

 

•Edi

Diduga Oknum ASN Kecamatan Tirtajaya Lakukan Praktik Renten

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Tirtajaya, Karawang, diduga menjalankan praktik pinjaman uang dengan bunga mencekik. Dugaan ini mendapat sorotan tajam dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (DPC GMPI) Tirtajaya, H. Ursid Nursahid, yang menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang ASN.

“Saya menyayangkan hal ini terjadi. Kalau menolong orang, lakukan dengan sewajarnya. Saya juga paham kondisi masyarakat, tapi jangan sampai justru menjerat warga dengan bunga pinjaman yang fantastis. Ini di luar nalar,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (13/2/2025).

Lebih lanjut, H. Ursid Nursahid menegaskan bahwa sebagai seorang ASN, apalagi yang berprofesi sebagai pegawai Kecamatan, seharusnya memiliki jiwa sosial yang tinggi dan membantu masyarakat tanpa pamrih.

“Ini jelas melanggar etika. ASN itu panutan, apalagi seorang pegawai Kecamatan yang seharusnya berperan membantu masyarakat dalam kondisi sulit, bukan malah menambah beban mereka. Yang ada, warga bisa sakit karena tidak mampu membayar hutang dengan bunga yang sangat tidak masuk akal,” tandasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, dugaan praktik rentenir ini tidak hanya menimpa satu atau dua orang, melainkan sudah dikeluhkan oleh beberapa warga. Mereka merasa keberatan dengan besaran bunga yang dikenakan, sehingga justru semakin memberatkan ekonomi mereka.

Diketahui, etika ASN mengatur bahwa setiap pegawai negeri harus bersikap jujur, menghindari konflik kepentingan, serta bertindak dengan kesungguhan dan ketulusan. Dalam konteks ini, praktik pinjam-meminjam dengan bunga tinggi jelas bertentangan dengan nilai-nilai tersebut dan berpotensi mencoreng citra ASN sebagai abdi negara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait, termasuk Puskesmas tempat ASN tersebut bertugas, belum memberikan klarifikasi resmi. Namun, desakan agar dugaan ini segera ditindaklanjuti semakin menguat di kalangan masyarakat.

 

•Red

Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Dapil II Fraksi Demokrat Laksanakan Reses Ke II Di Desa Medangasem

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari partai Demokrat Karawang Dapil II Gelar Reses ke II Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, turut Hadir Kepala Desa Medangasem, Aparat Desa, dan Warga dari berbagai Dusun yang ada di Desa Medangasem, Kamis (13/2/2025)

Kegiatan Reses anggota DPRD Kabupaten Karawang Masa Sidang Tahun 2024-2025 Dapil II menyangkup wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Kecamatan Kutawaluya, kecamatan Jayakerta, Kecamatan Cilebar, kecamatan Rawamerta, DPRD fraksi Demokrat Dapil II H. Saryadi, S. Sos Memaparkan program Kerja dan sekaligus menerima aspirasi dari masyarakat warga Desa Medangasem.

Dalam Sambutannya H. Saryadi mengatakan Reses di Desa Medangasem, Kami siap Menampung aspirasi bapak dan ibu jika di butuhkan, apa saja yang harus Kami bantu untuk Pembangunan Kedepan, baik program Perekonomian, Infrastuktur jalan, sekolah, maupun pembangunan lainnya yang ada di Desa Medangasem.

“Acara Reses di lanjut Tanya jawab dari warga yang menyampaikan Aspirasi, menyampaikan Beberapa pengajuan, baik dari Perekonomian UMKM, Rutilahu, JPU Penerangan jalan yang masih gelap, Inspraktuktur jalan serta saluran irigasi dan saluran got yang selama ini menjadi masalah ketika hujan, air menggenangi jalan dan sampai masuk ke rumah warga” Katanya.

Dengan adanya reses ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam menyampaikan aspirasi dan mendapatkan solusi nyata untuk permasalahan yang ada di lingkungan mereka.

“Kegiatan reses ini juga menjadi momentum penting bagi anggota dewan untuk mempererat hubungan dengan konstituen serta memastikan aspirasi masyarakat dapat diakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah” Tutupnya.

 

 

•Red

Adanya Dugaan Ucapan Tak Pantas, PGRI Dan FKKS Karawang Siap Bertindak

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Nama Ronald A. Sinaga, atau yang lebih dikenal sebagai Bro Ron, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya mengungkap dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMPN 1 Kutawaluya, kini ia terseret dalam kontroversi baru akibat ucapannya yang dinilai menghina profesi guru.

Pernyataannya yang menyebut beberapa guru sebagai “maling” memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karawang. Potongan video yang tersebar di media sosial membuat namanya menjadi perbincangan hangat, memicu kemarahan kalangan pendidik.

Ketua PGRI Karawang, H. Uyat, S.Pd, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Bro Ron yang dinilai arogan dan tidak menghargai profesi guru.

“Dia dengan sadar berkata ‘bacot lu’ kepada saya. Baru kali ini, seorang Ketua PGRI dihina seperti ini,” ujar H. Uyat dengan nada tegas kepada awak media, Rabu (12/2/2025).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengelolaan PIP merupakan tanggung jawab kepala sekolah, bukan guru yang bertugas mengajar di kelas. Menyikapi kontroversi ini, PGRI Karawang berencana menggelar pertemuan dengan seluruh elemen organisasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami membahas ini secara serius. Guru adalah pilar pendidikan yang seharusnya dihormati, bukan dihina seperti ini,” tambahnya.

Tak hanya PGRI, Ketua Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) SMA, SMK, SLB Kabupaten Karawang, H. Zaenuri Alfadly S.H., M.H., yang juga merupakan salah satu Praktisi Hukum dan Advocate Senior turut mengecam pernyataan Bro Ron yang dinilai merendahkan martabat guru.

“Orang tidak boleh memvonis seseorang bersalah, apalagi menyebut ‘maling’ tanpa proses peradilan terlebih dahulu. Profesi guru adalah profesi mulia. Sekalipun ada kesalahan, itu adalah oknum, bukan berarti semua guru bisa digeneralisasi,” Ujar Zaenuri.

Ia menegaskan bahwa hukum di Indonesia menganut asas praduga tak bersalah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kehakiman Nomor 48 Tahun 2009 Pasal 8 Ayat 1. Oleh karena itu, ia mengimbau institusi pendidikan untuk tidak diam dan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pemilik akun tersebut.

“Saya mengecam keras pernyataan ini dan mendorong agar ada tindakan hukum agar tidak ada lagi orang yang seenaknya menuduh tanpa bukti. Jika diperlukan atau di butuhkan, saya siap membantu secara hukum,” Tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pemilik akun Bro Ron belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan ini. Namun, perdebatan terus memanas di media sosial, dengan banyak pihak yang menuntut klarifikasi dari sang influencer sekaligus aktivis pendidikan tersebut.

 

•Red

Wamenaker RI Immanuel Ebenezer Hadiri Raker Perdana FKLPI-D Jabar Tahun 2025 Di Bekasi

0

BEKASI |infokeadilan.com – Berlangsung di Aula KH. Noer Ali Kantor Bupati Bekasi , Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Dengan Industri (FKLPI) Provinsi Jawa barat pada Rabu (12/2/2025) menggelar Rapat Kerja perdananya di tahun 2025.

Dalam Rapat Kerja tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Immanuel Ebenezer dan 150 perwakilan praktisi Human Resource dari ASPHRI, IPHRD,  Perwakilan BLK dan FKLPI-D Se-Jawa barat.

Rapat kerja pertama FKLPI-D Prov Jabar ini dimulai dengan laporan panitia pelaksana yang di sampaikan oleh perwakilan panitia pelaksana Sriyanto.

Selanjutnya, laporan yang disampaikan oleh Ketua FKLPI-D Provinsi Jawa barat, Assoc Profesor Benny Tunggul terkait pembentukan, program kerja dan kegiatan FKLPI-D untuk tahun 2025 dan program kerja jangka pendek sampai tahun 2027.

Di kesempatan yang sama menjelang makan siang, Wakil Ketua FKLPI Pusat, Yusuf Adriyanto, S. Kom. MM. Menyampaikan pemaparan tentang fungsi, peran tugas dan tanggung jawab FKLPI-D dalam menjembatani BLK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta sejumlah tips agar FKLPI-D bisa berhasil menjalankan program kerja secara mandiri.

Selepas jamuan makan siang, acara raker berlanjut dengan sambutan dari Kadisnaker Provinsi Jawa barat – Dr. Teppy Wawan Dharmawan, SH dan sambutan pengarahan sebagai “Keynote speaker” oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer.

Di akhir Rapat Kerja FKLPI-D Provinsi Jawa barat di isi dengan dialog interaktif dengan salah satu panelis, Dr. Yosminaldi, SH, MM yang juga Ketua Umum ASPHRI dan Wakil Ketua FKLPI-D Provinsi Jawa barat.

Dr. Yosminaldi SH.MM, Ketua umum ASPHRI menjelaskan bahwa aspek “Softskill” Menjadi domain terpenting dalam dunia kerja saat ini.

“Aspek “Softskill” menjadi domain terpenting dalam dunia kerja saat ini. Di karenakan aspek “Hardskill” Sudah didominasi oleh teknologi 4.0 dan 5.0, maka peran manusia menjadi sangat sentral di era Society 5.0. Maka dari itu, kecanggihan teknologi digital dan Al harus diimbangi dengan kendali dan keterlibatan manusia secara terukur.” Ucapnya.

“Dan di karenakan teknologi robotisasi dan Al yang makin canggih tersebut, maka harus bisa selalu “under control” agar tidak merajalela menguasai kehidupan umat manusia.” Tandasnya mengakhiri penjelasannya.

Sementara itu, Wakil Mentri Ketenagakerjaan RI Immanuel Ebenezer menekankan bahwa Presiden Prabowo tetap mendukung penuh kegiatan kegiatan terkait dengan peningkatan kompetensi serta pembukaan peluang kerja bagi lulusan BLK di seluruh Indonesia.

“Terkait dengan maraknya praktik percaloan dalam perekrutan tenaga kerja secara tegas mengajak semua “stakeholder” ketenagakerjaan, khususnya di kawasan kawasan industri untuk menolak praktik kotor tersebut. Dalam hal ini dibutuhkan sinergitas semua pihak untuk tidak mentolerir praktik ilegal tersebut.” Pungkasnya dengan nada tegas.

Di tempat yang sama, RR Meilani Aseaningrum selaku Ketua IPHRD Kabupaten Bekasi yang juga merupakan Sekretaris FKLPI Provinsi Jawa Barat turut menyampaikan pemaparan terkait dengan tuntutan dan kondisi dunia industri saat ini terkait dengan kompetensi tenaga kerja.

Kadisnaker Provinsi Jawa barat dan Kepala BLK Provinsi Jawa barat juga menyampaikan sejumlah pemaparan terkait dengan kondisi dunia ketenagakerjaan dan kegiatan kegiatan BLK saat ini untuk bisa mewujudkan “link and match” BLK dengan DUDI.

 

•Red

Entah Apa Sebabnya, Warga Otista Tolak Pihak BPN Karawang Saat Akan Ukur Lahan

0

KARAWANG |infokeadilan.com – Muncul kabar tak sedap media sosial tentang evakuasi pengukuran tanah yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), RT 03/21, Cinangoh, Kelurahan Karawang Wetan, Kabupaten Karawang, pada Rabu (12/2/2025), mendapat penolakan keras dari warga.

Lahan seluas 12.164 meter persegi itu menjadi objek sengketa antara warga dan seorang pria bernama Eryanto, yang mengklaim sebagai pemilik sah dengan menunjukkan Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun, warga menolak klaim tersebut dengan alasan mereka telah menempati tanah tersebut selama bertahun-tahun.

Ketegangan pun tak terhindarkan saat petugas BPN mulai melakukan pengukuran. Warga yang merasa haknya terancam langsung bersuara lantang, memprotes tindakan itu. Situasi semakin panas hingga aparat kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan keadaan.

“Apa dasarnya kami harus pergi ? Kami sudah tinggal di sini bertahun-tahun! Kami tidak terima tanah ini diambil begitu saja.” Teriak seorang warga dengan nada emosi.

Gema sorakan warga yang menuntut hak mereka terdengar menggema, diiringi aksi pembakaran ban serta pemblokiran jalan sebagai bentuk protes. Saling dorong antara warga dan petugas pun terjadi, namun dapat diredam sebelum berujung bentrokan besar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan akhir mengenai status tanah tersebut. Warga tetap bersikukuh mempertahankan hak mereka, sementara BPN dan pihak terkait masih mencari solusi atas sengketa yang terjadi.

 

•Red

Musrenbang RKPD Tahun 2026 Dipadukan Dengan Rapat Minggon Kecamatan

0

CIKAMPEK |infokeadilan.com – Pemerintah Kecamatan Cikampek menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Kabupaten Karawang Tahun 2026 yang dipadukan dengan rapat minggon Kecamatan dengan mengusung tema “Menyiapkan Potensi Unggulan Kabupaten Karawang” yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cikampek, Rabu (12/02/2025).

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Camat Cikampek, Usep Supriatna, AP., M.Si.,tersebut membahas beberapa program perencanaan kegiatan tahun 2026.  Berdasarkan Surat Edaran Bupati Karawang Nomor 100 Tahun 2025 tertanggal 15 Januari 2025 tentang pelaksanaan Musrenbang RKPD di tingkat kecamatan dan daerah pemilihan, serta program kerja Kecamatan Cikampek Tahun 2025.

Kegiatan rapat RKPD yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Cikampek tersebut hadir dari berbagai unsur pemerintahan dan perwakilan masyarakat, di antaranya, perwakilan Danramil Cikampek, perwakilan Kapolsek Cikampek, perwakilan Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Cikampek, perwakilan Kepala UPTD Puskesmas Cikampek, Kepala KUA Kecamatan Cikampek, Kepala UPTD II Karawang Pasar Cikampek, Hasan Mahpud, S.E., M.M., Korwil Bidikcam Kecamatan Cikampek, Korwil Satpel PPKB Kecamatan Cikampek, Ketua MUI Kecamatan Cikampek, Ketua UPZ Kecamatan Cikampek, Ketua dan Pengurus PKK Kecamatan Cikampek, Kepala Desa Se-Kecamatan Cikampek, Ketua PKK Desa Se-Kecamatan Cikampek, Ketua BPD Se-Kecamatan Cikampek, Ketua LPM Se-Kecamatan Cikampek, TKSK Kecamatan Cikampek, Koordinator PKH Kecamatan Cikampek6, Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Cikampek, Motekar Kecamatan Cikampek dan Karang Taruna Kecamatan Cikampek.

Dalam sambutannya, Camat Usep Supriatna menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam merumuskan program prioritas yang berorientasi pada pengembangan potensi unggulan Kecamatan Cikampek.

Foto : Kegiatan rapat Musrenbang Tahun 2026 yang dipadukan dengan rapat kecamatan

“Melalui Musrenbang ini, kita dapat menyusun perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat,” Ucapnya.

Di katakan Usep bahwa dalam rapat Musrenbang tersebut fokus membahas tentang beberapa sektor unggulan.

“Dalam rapat Musrenbang ini kita membahas tentang beberapa faktor yang menjadi unggulan di antaranya, penguatan Sektor Pertanian dan Perdagangan, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif Kecamatan Cikampek dan pembangunan infrastruktur.” Ungkapnya menjelaskan.

“Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh usulan yang telah disampaikan dapat dikaji dan masuk dalam program pembangunan Kabupaten Karawang Tahun 2026.” Harapnya.

Camat juga menekankan pentingnya sinergitas antara Pemerintah Daerah, Kecamatan, serta elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

“Dengan terlaksananya Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang Tahun 2026 sekaligus dengan Rapat Minggon Kecamatan ini diharapkan dapat tercipta pembangunan yang lebih partisipatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” Pungkasnya.

 

•Edi

Konkernas I PGRI 2025, Titiek Soeharto Soroti Pentingnya Makan Bergizi Gratis Untuk Pendidikan

0

JAKARTA |infokeadilan.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, peran guru sebagai pendidik dan pengajar semakin vital dalam membentuk generasi masa depan. Era globalisasi dan digitalisasi membawa tantangan dan peluang baru yang harus dihadapi oleh pendidik.

Dalam konteks ini, guru tidak hanya diharapkan untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga untuk menjadi pembimbing, inovator, dan agen perubahan yang mampu mengadaptasi metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan zaman.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) disela-sela Konferensi Kerja Nasional I PGRI 2025, serta pelantikan Satuan Musyawarah Nasional (SMN) APKS PB PGRI di Ballroom Millennium Hotel Jakarta, yang berlangsung dari tanggal 11 – 13 Februari 2025 ini mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat,” Selasa (12/2/2025) malam.

Masih menurut Ilyas yang juga Kadis Kominfo Provinsi Sumatera Utara ini, seiring dengan akses informasi yang semakin mudah dan cepat, guru dituntut untuk memanfaatkan teknologi secara efektif, mengintegrasikan pembelajaran digital, serta membimbing siswa dalam memahami dan menyaring informasi secara kritis. Dengan demikian, guru memiliki peran yang lebih kompleks, yaitu sebagai fasilitator yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa.

Disamping itu juga Ilyas mengajak semua Ketua dari Jajaran PB, Provinsi, Kabkota, Cabang dan ranting untuk bersama mengajak dan mendorong agar keberadaan Bank Pembangunan Daerah ikut senantiasa mensupport kegiatan PGRI yang sepanjang perjalanan kita ketahui bahwa semua dana yang berkaitan dengan pendidikan mulai dari penghasilan guru seperti gaji, serifikasi termasuk berbagai kegiatan baik yang bersumber dari APBN dan APBN misalnya dana BOS maupun sumber lainnya yang syah semuanya berada pada Bank Daerah kita masing masing. Dengan demikian diharapkan keberadaan Bank Daerah sebagai tempat penampungan dana – dana pendidikan kita dapat mendukung keberadaan Organisasi PGRI dalam program kegiatan maupun dalam proses belajar mengajar dengan menyisihkan sebagian Dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang dialokasikan oleh bank atau perusahaan
nya, jelas Ilyas.

Sementara sosok wanita yang dianugerahi gelar Ibunda Guru Indonesia yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih akrab disapa Titiek Soeharto  pada saat membuka Konkernas I PGRI Tahun 2025 malam 11/02, menekankan pentingnya semua pihak termasuk guru untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). ada saat memberikan sambutan sekaligus membuka Konkernas I PB PGRI Tahun 2025.

Menurutnya “Program MBG ini amat membantu anak-anak untuk meningkatkan konsentrasi dalam belajar. Kita semua harus mendukung MBG agar berjalan baik di seluruh Indonesia. Kalau anak-anak fokus dan konsentrasi dalam belajar ini akan membantu guru dalam menjalankan tugasnya,” Imbuhnya.

Diakhir sambutannya Bunda Guru Indonesia mengatakan bahwa Konferensi Kerja Nasional I PGRI 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen para guru dan PGRI untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia. Beliau berharap melalui PGRI dapat mendorong semua pihak untuk memberikan perhatian lebih kepada para guru dan pendidikan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui program makan siang bergizi gratis bagi siswa, saat mengakhiri sambutannya.

Sementara Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd., dalam sambutannya, mengenang almarhum Presiden Soeharto, yang dikenal sangat memperhatikan dunia pendidikan, khususnya nasib guru di Indonesia. Ia menceritakan bagaimana Soeharto memberikan arahan kepada para guru dengan penuh kehormatan dan rendah hati.

“Presiden Soeharto adalah sosok yang sangat peduli dengan pendidikan. Beliau selalu memperhatikan guru dengan penuh kasih dan perhatian. Kenangan ini saya rasa bukan kebetulan, namun merupakan takdir dari Allah SWT dan alam semesta yang mempertemukan kita semua di sini,” ujar Prof. Dr. Unifah Rosyidi dengan nada penuh haru.

Unifah juga mengulang apa yamg fisampaikan Putri mendiang Presiden Soeharto ini, kita PGRI harus menjadi lokomotif perubahan di tengah arus globalisasi. Tugas ini memang tidak ringan, namun dengan kesungguhan hati, guru bisa menempatkan posisi di garda terdepan dalam melakukan inovasi dan transformasi.

Ayah dan ibunya, Soeharto dan Tien Soeharto, amat memperhatikan nasib para guru dan organisasinya, PGRI. “Saat masih menjadi Presiden, ayah bunda Guru Indonedia inilah yang membangunkan gedung untuk kantor pusat PB PGRI di Jakarta. Demikian juga ibundanya Bu Titiek Soeharto ini selalu memperhatikan nasib para guru, kita” Ujarnya.

Ribuan orang berkumpul mengikuti Konkernas I PGRI Tahun 2025 tampak hadir selain PB PGRI Pusat, juga Ketua PGRI Provinsi se Indonesia, Ketua PGRI utusan Kabkota se Indonesia beserta para pengurus serta tamu undangan mitra PGRI serta media cetak elektronik.

 

•Rizky Zulianda