Beranda blog Halaman 333

Ratusan Pensiunan Beri Dukungan Penuh, Ajam Maju Di Pilkada 2024 Mendatang

KARAWANG |Infokeadilan.com – Siapa yang tak kenal dengan Atori Hasanuddin yang merupakan pensiunan Camat Klari yang menginisiasi ratusan pensiunan senior Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karawang berkumpul bersama di Rumah Makan Saung Hejo, Kepuh, Karang Pawitan, Karawang, Jawa Barat, Selasa (2/7/2024)?

Dari berbagai pensiunan nampak hadir memadati RM. Saung Hejo. Ratusan pensiunan birokrat ini secara resmi menyatakan dukungan mereka kepada bakal calon bupati Karawang, Acep Jamhuri.

Diketahui, Acep Jamhuri adalah mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, yang belum lama ini, tepatnya, 1 Juli 2024 kemarin telah Purna Bhakti (pensiun).

Acara dukungan tersebut berlangsung, santai dan lancar, dengan dialog dan doa bersama.

Terpantau, sejumlah pensiunan mengajukan beberapa pertanyaan dari mulai masalah partai politik, calon wakilnya, hingga permasalahan hukum yang saat ini dihadapi oleh Acep Jamhuri.

Bakal Calon Bupati Karawang, Acep Jamhuri pun nampak tidak bisa menutupi kegembiraannya atas dukungan masif dari para seniornya tersebut.

“Terima kasih, kepada para senior, ini tentunya adalah energi yang sangat luar biasa. Insya Allah, hari ini saya sudah berkomitmen dan berniat, sehingga saya memutuskan untuk maju di Pilkada Karawang 2024, mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Karawang,” ujar Acep Jamhuri.

Ia mengungkapkan, memutuskan untuk maju dalam perhelatan demokrasi rakyat lima tahunan ini bukanlah hal yang mudah. Namun Acep Jamhuri menegaskan, dirinya siap menghadapi segala “kedukaan” tersebut.

“Saya sudah berkomitmen, berniat, sehingga saya memutuskan untuk mencalonkan diri. Saya tahu ini tidak mudah, tetapi apapun dukanya, saya akan hadapi semua. Dan saya punya keyakinan, urusan hukum atau urusan apapun !!, saya akan selamat. Karena apa ??, karena saya mengikuti prosesnya,” kata Ajam sapaan akrabnya.

“Kalau emang nanti ada takdir Allah dan menjadikan saya sebagai Bupati, saya pasti bisa melewati urusan -urusan yang menghalangi dan merintangi. Insya allah saya akan selamat. Kalau memang tidak ada bagiannya (Takdir Allah). Ya, tidak apa-apa, saya ikhlas,” ungkapnya lagi.

Ajam menuturkan, dirinya tidak ingin banyak janji, hanya ingin membangun kebersamaan. Ia meyakini, jika kebersamaan dengan visi misi terbangun, tidak akan ada pengkhinatan didalamnya.

“Jika Allah menghendaki, saya ingin menjadi pimpinan yang adil. Tolong beritahu kepada keluarga , jaringan-jaringan kita semuanya, pang ngajualkeun, pang bewarakeun ( bantu sosialisasikan) agar mendukung Acep Jamhuri jadi Bupati,” ucapnya, seraya di Aamiinkan oleh ratusan tamu yang hadir.

Lebih lanjut Ajam memaparkan, saat ini dirinya sudah memiliki beberapa alternatif calon wakil yang akan mendampinginya berkontestasi di Pilkada. Termasuk partai politik yang akan menjadi mesinnya (pengusung) nanti.

“Saya pasti akan mendeklarasi pencalonan saya, lalu siapa kemudian yang akan menjadi calon wakil saya??, ada beberapa alternatif. Dan sudah membangun komunikasi. Termasuk partai politik. Insya allah sudah dua partai,” terang Acep Jamhuri lebih lanjut.

“saya memang tidak punya uang, saya hanya punya keyakinan, kepercayaan, semangat termasuk juga punya emosional. Dan ini dalam rangka bentuk ikhtiar, bentuk usaha dari keyakinan saya, semoga pencalon ini sing mulus, rahayu berkah, slamet, tur barokah jeng ngajadi, tutupnya.

Ditempat yang sama, Atori Hassanudin menjelaskan bahwa target awal hanya kegiatan internal dengan sejumlah pensiunan saja. Namun ternyata, ratusan dukungan dari berbagai elemen pun terus berdatangan.

“Berawal datang dari dua inisiator yang lain, dimana mereka meminta saya untuk memberikan dukungan kepada Acep Jamhuri. Yang sebenarnya saya pribadi sudah mendukung Acep sejak 2 tahun lalu. Dan saya pastikan akan mendukung Acep Jamhuri sepenuhnya,” ujar Atori.

Pensiunan tahun 2008 ini menyatakan, jika kehadiran para pensiunan dan relawan ini adalah inisiatif mereka sendiri tanpa teroganisir.

” kami sudah mendapat masukan -masukan, mereka sangat luar biasa, mereka menginginkan calon bupati yang berangkat dari birokrat. Semoga langkah yang baik ini menjadi langkah kemenangan dari Acep Jamhuri,” pungkasnya.

Ratusan pensiunan nampak saling tegur sapa dan ramah tamah sambil memberikan dukungan penuh kepada Acep Jamhuri untuk jadi Bupati Karawang.

 

 

•Red

Teman Bus Jadi Alat Transportasi Publik Di Kota Banjarmasin

KALIMANTAN SELATAN |Infokeadilan.com  –  Di tengah melonjanya penggunaan kendaraan roda dua dikota Banjarmasin menyebabkan kemacetan di beberapa titik yang ada di kota Banjarmasin, untuk mengatasi permasalahan tersebut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementrian perhubungan Republik Indonesia meluncurkana transportasi umum dari program pengembangan angkutan massal berbasis jalan di kawasan jalan dengan skema Buy The Service atau yang dikenal dengan Teman Bus.

Teman Bus merupakan singkatan dari (transportasi Ekonomis Mudah Andal dan Nyaman).

Teman Bus pertama kali dikenalkan kepada masyarakat kota Banjarmasin pada hari Rabu, 22 Desember 2021 yang disebut Trans Banjarbakula (Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut).

Waktu pengoperasian Teman Bus dimulai Pukul 06.00 Pagi sampai 08.00 Malam WITA. Unis bus yang disediakan sebanyak 75 unit dengan rute yang disediankan 4 (empat) Koridor.

Empat Koridor ini adalah layanan yang disediakan pertama kali ketika peluncuran Teman Bus, Koridor 1 Terminal KM 17 – Terminal Simpang Emapat, Koridor 2 Terminal 17 – Terminal Siring KM 0 Banjarmasin, Koridor 3 Terminal KM 6 – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dan Koridor 4 Terminal KM 17 – Simpang 3 Bentok.

Hadirnya Teman Bus merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi publik yang wajib dilakukan sebagai wujud merealisasikan tersedianya jasa transportasi publik yang seimbang dengan tingkat kebutuhan permintaan pelanggan dengan biaya murah dan terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat sehingga masyarakat akan tertarik untuk menggunakan trasnportasi publik dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dengan begitu kemacetan dijalanan lebih mudah ditangani.

Pertama kemunculan Teman BUS ongkos yang dikenakan gratis, lalu pada tanggal 1 Mei 2024 program Teman Bus Trans Banjarbakula resmi diambil alih oleh pemerintah Provinsi Kalimantan selatan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Berdasarkan perpindahan tersebut, retribusi Trans Banjarbakula mengacu kepada Peraturan Daerah, dengan tarif Teman Bus sama seperti BRT yaitu Rp 5.000 per orang.

Keberadaan Teman Bus memberikan banyak sekali manfaat bagi masyarakat tidak hanya mengurangi kemacetan saja akan tetapi juga memudahkan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan mulai dari karyawan, mahasiswa, bahkan juga pelajar.

Seperti yang diungkapkan Nadiatul Izmi (21) Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat menyebutkan bahwa “adanya layanan teman bus ini memudahkan ulun sekali dalam berkegiatan, karena ulun suka organisasi sering kegiatan diadakan di kampus banjarbaru, kalo uln sudah keuyuhan uln lebih memilih naik Transportasi teman Bus karena nyaman dan juga aman, selain itu haltenya pas banar lawan tujuan ulun”.

Keberadaan layanan Teman Bus memberikan kemudahan bagi masyarakat di Kalimantan Selatan, ongkos yang ditarif kan juga tidak membebani bagi para pengguna, sehingga diharapkan Teman Bus terus beroperasi dan meningkatkan keamanan dan kebersihan.

 

•Raihan

Serangan Hama Dan Alih Fungsi Lahan Picu Lenyapnya Ruang Hidup Petani Di Karawang

KARAWANG |Infokeadilan.com – Kota Karawang yang merupakan lumbung padi di Jawa Barat bahkan secara Nasional harus bisa di pertahankan dengan baik. Namun sangat di sayangkan saat ini kota Karawang yang dikenal sebagai kota lumbung padi tersebut namanya tak lagi menyeruak di nusantara karena dengan adanya area lahan pertanian yang mulai berkurang yang di akibatkan alih fungsi, yakni dari lahan pertanian (sawah) mejandi lahan industri, jasa, dan perumahan.

Adanya pembahasan dan penanaman masalah alih fungsi lahan pertanian diduga dapat mengurangi jumlah lahan pertanian tersebut terutama lahan pesawahan telah berlangsung cukup lama bahkan hingga saat ini.

Terkait dengan hal itu jelas, pengendalian alih fungsi lahan sawah tersebut sangat memerlukan solusi yang dapat menyelesaikan secara fundamental tekait adanya sejumlah kebijakan tentang lahan sawah.

Terngiang kabar Karawang kedepan bakal  dibangun proyek besar dan diduga akan menggunakan banyak lahan pertanian. Jika hal tersebut benar adanya, maka ini jelas akan berpengaruh terhadap alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke non pertanian. Selain itu banyaknya penambahan penduduk sebagai buruh atau pekerja sehingga berdampak pada banyaknya perumahan atau pemukiman yang akan di jadikan sebagai tempat tinggal.

Padahal jelas, pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus di penuhi termasuk dalam hak memperoleh pangan yang merupakan salah satu hak asasi manusia yang tertuang dalam pasal 27 Undang-Undang Dasar 1945, sebagai kebutuhan dasar dan hak asasi manusia pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa.

Merujuk kepada hal tersebut tim redaksi melakukan live talkshow dengan beberapa orang petani di Desa Balongsari Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang dengan dasar banyak nya pemberitaan masalah pertanian di Karawang yang muncul dati berbagai sumber media.

Dari perbincangan melalui live talkshow dengan para petani di desa Balongasi tersebut didapatkan keluhan-keluhan dan harapan dari para petani di antaranya, gagal panen yang di sebabkan hama, sulitnya pupuk, tingginya harga pupuk dan juga obat sawah atau insektisida, membengkak nya biaya modal nyawah dalam pengurusan sampai kepada tahap panen, sulitnya dalam mendapatkan air untuk mengairi sawah, dan masalah lainya.

Amin salah satu petani mengungkapkan permalasalahan yang saat ini menghantui kaum petani sawah adalah hama.

“Permasalahan yang saat ini mejadi sumber utama masalah gagal panen yaitu hama tikus, sundep dan kupu-kupu.” Ucapnya.

“Hama tikus katanya bisa di atasi dan dapat diminimalisir oleh penjagaan dengan mengguakan plastik khusus HDPE Biru Heavy Duty dengan plastik khusus yang berwarna biru dan katanya hama tikus dapat di cegah dan tidak bisa masuk ke dalam area sawah, namun pada kenyataanya metode ini sangat membebani petani dalam segi modal.” Ungkapnya.

“Menanam saja padi jika di hitung dalam 1 hektar memerlukan biaya sampai 3 juta rupiah untuk membeli plastik saja.” Timpalnya.

“Saya berharap di musim tanam agar serempak dan kompak, di mana dikala panen serempak dan menanam juga serempak di bagi jadi 4 sampai 5 Kecamatan secara serempak terus sampai ke Kecamatan lainya, jangan di satu desa, ada yang nyawah tapi ada juga yang panen, dan ini mengakibatkan rantai ekositem hama tidak putus putus seolah petani memfasilitasi hama untuk semakin berkembang biak, berdasarkan keluhan-keluhan tersebut ini menjadi atensi khusus kepada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang.” Tandasnya.

Bapak amin, entay, sarmo, dan anen dalam sesi luve talkshow tetsebut mengutarakan dengan tegas harapan dan bantuanya dari pemerintahan terkait agar bisa membantu petani dengan sepenuh hati.

Sementara itu dalam video viral yang beredar di media sosial kang emed menyampaikan, bahwa profesi petani terkait pangan perlu di apresiasi dengan setinggi-tingginya, karena saat penjajahan dulu, petani sangat berkontribusi dalam kemerdekaan Republik Indonesia, sebab di dalam pertempuran saat kondisi perut lapar saja pejuang kemerdekaan tidak fokus dalam menembak, maka dari itu penting rasanya saat ini pemerintah untuk lebih berfokus kepada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.” Pungkasnya sambil menutup sesi live talkshow dengan para petani secara langsung di area peswahan yang ada di desa Balongsari Monumen Rawagede.

 

•Red

Acara Pelepasan Siswa Kelas VI Sekaligus Purna Bakti Kepsek SDN Karangtanjung II Penuh Haru

KARAWANG |Infokeadilan.com – Acara pelepasan siswa kelas VI sekaligus di isi dengan acara Purna Bhakti Kepala sekolah SDN Karangtanjung II diwarnai penuh rasa haru.

Acara pelepasan dan Purna Bhakti tersebut di laksanakan dihalaman sekolah SDN Karangtanjung II pada Senin (01/7/2024) dengan di hadiri langsung oleh  Korwil, Komite, dewan guru, dan orangtua murid.

Penampilkan seni kreasi dari siswa siswi mewarnai dan menambah kemeriahan acara pelepasan tersebut.

Di awali dengan sambutan H. Ato S.Pd selaku Kepala sekolah memberikan pesan dan arahan kepada siswa-siswi kelas VI untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi.

“Kepada seluruh anak anakku tentunya kami disini sebagai pendidik hanya bisa berharap kalian bisa melanjutkan pendidikan ketingkat selanjutnya agar menjadi lebih luas lagi wawasan sehingga nanti bisa menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, kreatif serta dapat membawa marwah dan nama baik sekolah SDN Karangtanjung II.” Ucapnya.

Foto : Saat acara sungkeman antara siswa dengan Kepala Sekolah serta guru

Pihaknya juga berpesan kepada semua siswa siswi kelas VI untuk terus menggapai cita cita dengan terus belajar dan menimba ilmu.

“Teruslah kalian kejar pendidikan, kami akan sangat merasa bangga jika kalian bisa menjadi orang sukses, capailah apa yang kalian harapkan, amalkan dan ambil kebaikan kebaikan yang kalian dapat di SDN Karangtanjung II, terus raih prestasi mu dan jangan lupa jaga akhlak dan budi pekerti kita di depan orang tua dan orang lain, jadilah manusia yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.” Pungkasnya.

Di akhir acara perpisahan kelas VI yang penuh kemeriahan tersebut pecah menjadi haru saat di mulai sesi acara perpisahan dengan Kepala Sekolah yang memasuki masa pensiun.

Haru bercampur tangis pilu pecah dan menyeruak pada saat seluruh siswa dan guru sungkeman, karena mereka semua akan kehilangan satu sosok yang berarti.

 

•Edi

Makna Disetiap Ukiran Pola Flora Di Masjid Sultan Suriansyah

KALIMANTAN SELATAN |Infokeadilan.com  –  Senin 1 Juli 2024, memiliki begitu banyak tempat Wisata yang mengandung nilai-nilai kearifan local dan sejarah daerah, seperti tempat wisata Religi Masjid Sultan Suriansyah, yang banyak dikunjungi para wisatawan karena memiliki keunikan dan keindahan pada arsitekturnya.

Mesjid Sultan Suriansyah atau biasa dikenal dengan Mesjid Kuin adalah mesjid bersejarah yang ada di Kota Banjarmasin Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550), Raja Banjar pertama Yang memeluk agama Islam.

Masjid Kuin merupakan salah satu dari tiga masjid tertua yang ada di kota Banjarmasin pada masa Mufti Jamaluddin (Mufti Banjarmasin), masjid yang lainnya adalah Masjid Besar (cikal bakal Masjid Jami Banjarmasin) dan Masjid Basirih. Masjid ini terletak di Jalan Kuin Utara, Kelurahan Kuin Utara, kawasan yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan situs ibu kota Kesultanan Banjar yang pertama kali. Masjid ini letaknya berdekatan dengan komplek makam Sultan Suriansyah dan di tepian kiri sungai Kuin.

Masjid Sultan Suriansyah diperkirakan berdiri pada abad ke 16 M, yaitu pasca ber-Islamnya Sultan Suriansyah diikut oleh rakyat banjar resmi memeluk Islam. Masjid Sultan Suriansyah terletak berdekatan dengan sungai kuin, Banjarmasin. Masjid ini dibangun untuk menampung kebutuhan Muslim beribadah disana, lokasi masjid ini berdekatan dengan sungai yang menandakan kedekatan Masjid dengan masyarakat yang menggunakan sungai sebagai jalur transportasi mereka kala itu, masjid Sultan Suriansyah adalah Masjid tertua yang ada di Kalimantan Selatan.

Masjid ini memiliki keistimewaan pada bangunan yang menunjukkan ‘ke-banjar-annya’. Gaya, symbol, warna, bentuk dan sebagainya sangat menggambarkan kearifan local banjar. Masjid Sultan Suriansyah merupakan masjid yang menjadi bukti awal perkembangan Islam di Kalimantan Selatan, bentuk bangunan pun mirip dengan tradisi Masjid Jawa (Demak), yaitu atap berundak bukan kubah seperti bentuk Masjid Pada Umumnya.

Masjid Sultan Suriansyah hampir seluruhnya didominasi bahan kayu ulin, menunjukkan keaslian masjid dan kedekatan masyarakat dengan alam, kayu-kayu tersebut di ukir dengan motif Flora Khas Banjar ada yang berupa Bunga Melati, Bunga Mawar, Buah Nanas, dan Daun jaruju. Bunga Melati memiliki makna tersendiri bagi Banjar, bunga ini bahkan masuk dalam lambang kesultanan banjar, dalam lambang tersebut Bunga melati dimaknai sebagai kesucian, keanggunan, kesederhanaan, dan ketulusan, ini sangat sesuai dengan semangat islam yang mengajarkan ketawadhuan (rendah hati), bunga ini sebagai symbol kerendahan hati Sultan Suriansyah kepada rakyatnya.

Ukiran buah nanas terdapat pada atap, dan tangganya, yang memiliki arti sebagai symbol kegigihan, dan Daun jaruju merupakan tanaman khas Kalimantan yang memiliki bentuk panjang menjulur, bagi orang banjar motif jaruju melambangkan keindahan dan perisai diri dari niat jahat orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sifat daun jaruju adalah kokoh dan bertumpuk (banyak) seakan saling mengisi, hal ini mengesankan ketahanan dan kekokohan persatuan rakyat atau masyarakat Banjar.

 

•Raihan

Alalak Tengah Jadi Destinasi Tematik Baru di BSF 2024, Banjarmasin Resmikan Kampung Jelujur

BANJARMASIN |Infokeadilan.com – Dalam rangkaian Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2024, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin meresmikan kampung tematik baru di kawasan Alalak, yakni Kampung Jelujur, Senin (01/7/2024)

Kampung tematik ini terletak di Kelurahan Alalak Tengah, Kecamatan Banjarmasin Utara, dan menjadi yang pertama di Banjarmasin.

Acara peresmian yang berlangsung pada Sabtu, 29 Juni 2024, dihadiri oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, beserta jajaran kepala dinas, Dekranasda Kota Banjarmasin, dan ratusan pengrajin kain jelujur dari Alalak Tengah.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin, Isa Anshari, menyebutkan bahwa lebih dari 160 pengrajin kain jelujur, yang mayoritas adalah ibu rumah tangga, hadir dalam peresmian ini.

Menurut Isa Anshari, peresmian Kampung Jelujur bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat, memberdayakan UMKM, dan memperkuat ekonomi lokal.

Wali Kota Ibnu Sina juga menegaskan pentingnya kain sasirangan, yang telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis dari Kemenkumham RI, sebagai warisan budaya khas Kalimantan Selatanyang tidak bisa digugat keasliannya.

Ibnu Sina berharap dengan adanya Kampung Jelujur, kualitas kain sasirangan asal Banjarmasin akan semakin meningkat dan dikenal di kancah internasional. Proses menjelujur, yang merupakan tahapan penting dalam pembuatan kain sasirangan sebelum pewarnaan, menambah nilai unik dan autentik pada produk akhir.

Peresmian Kampung Jelujur ini diharapkan tidak hanya menjadi destinasi tematik baru yang menarik di Banjarmasin, tetapi juga menjadi pusat kegiatan kreatif dan pengembangan UMKM yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.

“Semoga sasirangan kita semakin berkualitas dan mendunia,” kata Ibnu Sina penuh harap.

Dengan semangat baru ini, Banjarmasin siap membawa warisan budaya kain sasirangan kepanggung dunia, dimulai dari Kampung Jelujur di Alalak Tengah.

 

•Raihan

Peringatan Hari Bhayangkara Ke-78: Sinergi TNI-Polri Mempererat Tali Persaudaraan

0

BARABAI |Infokeadilan.com – Moment peringatan Hari Bhayangkara Ke-78 di Hulu Sungai Tengah menjadi momen istimewa bagi anggota Polsek dan jajaran TNI. Dalam rangka merayakan hari bersejarah ini, beberapa kejutan istimewa dilakukan oleh Danramil dari berbagai wilayah.

Plh. Danramil 1002-01/Batang Alai Selatan, Pelda A. Tudiri, beserta anggota Koramil Batang Alai Selatan, menghadirkan kejutan berupa kue tart ulang tahun untuk anggota Polsek Batang Alai Selatan pada hari Senin (01/07/2024).

Di tempat lain, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Kapten Inf Rudi Hartono, bersama Camat Lau H. Muayyad S.Ag dan anggota Koramil Labuan Amas Utara, juga memberikan kejutan serupa di Polsek Labuan Amas Utara, memperingati Hari Bhayangkara Ke-78.

“Dalam kesempatan ini, kami berharap agar Kepolisian Republik Indonesia semakin maju dan tangguh, sesuai dengan tema ‘Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas’,” ujar Kapten Inf Rudi Hartono.

Camat Lau, dalam tambahannya, mengungkapkan harapannya bahwa Polri di usia yang ke-78 tahun ini semakin tangguh dan profesional dalam melayani masyarakat.

Kapolsek Labuan Amas Utara, Iptu Lilik.H, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mempererat tali persaudaraan antara TNI dan Polri, serta untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas negara di masyarakat.

“Dengan sinergitas dan kolaborasi yang baik, kami berharap tercipta keamanan yang kokoh dan kondusif, sehingga masyarakat dapat hidup dalam suasana yang tentram dan menuju masyarakat yang maju serta sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

 

•Rhn/pen1002hst

Berantas Sarang Nyamuk Aedes Aegypti, Puskesmas Bersama Pemdes Cipayung Sisir Rumah Warga Dengan Fogging

CIKARANG TIMUR |Infokeadilan.com – Basmi penyebaran virus DBD di lingkungan Puskesmas Cipayung kembali giat fogging di dua lokasi di kampung Gandaria di dua RT, dan di kampung Ciranggon RT 03/01 desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Bekasi, Senin, (01/07/2024)

Kegiatan pengasapan atau fogging hari ini di pimpin langsung oleh Kepala Puskemas Cipayung Ajat jatnika SKM yang di dampingi Kepala Desa Cipayung H. Ajan bersama BPD, RT dan RW serta aparatur Pemerintahan Desa yang ikut mendampingi.

Kegiatan fogging yang di lakukan petugas Puskesmas Cipayung tersebut bertujuan untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti. Jenis nyamuk tersebut merupakan jenis nyamuk kosmopolitan yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah atau DBD.

Kepala Desa cipayung H. Ajan saat di komfirmasi awak media pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar bisa menjaga kebersihan di sekitar rumah.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga bersihkan lingkungan, baik di sekitar rumah dan juga saluran air jangan sampai mampet, melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M serta pemasangan kelambu secara efektif dapat membantu pencegahan demam berdarah. Idealnya, pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M harus menjadi fokus utama.” Pungkasnya.

Di tempat yang sama Kepala UPTD Puskesmas Cipayung Ajat Jatnika SKM meminta agar masyarakat selalu proaktif dalam melaporkan temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kami dari pihak Puskesmas Cipayung meminta agar masyarakat selalu proaktif dalam melaporkan temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ke puskesmas dan Pemeritahan Desa agar terus terjalin dan terbina sinergitas, tentunya dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberantas wabah virus DBD di lingkungan kita dan sekitarnya.” Tandas Kapus Cipayung kepada awak media menjelaskan.

“Dan kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu membiasakan hidup bersih dengan menjalankan 3M. Hindari adanya genangan genangan air di sekitar rumah yang bisa di jadikan sarang nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Jangan terlalu lama membiarkan sampah berserakan di sekitar rumah, bersihkan dengan segera.” Pungkasnya.

 

 

•Wan

Ketum LSM Sniper Indonesia : Kejari Bekasi Segera Tuntaskan Dugaan Kasus Gratifikasi

0

BEKASI |Infokeadilan.com – Dugaan kasus gratisfikasi yang di tangani Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi masih terus bergulir. Kejari Kabupaten Bekasi di minta tegak lurus dalam menangani dugaan kasus gratifikasi yang di tanganinya dan segera di tuntaskan. Hal tersebut di ungkapkan Gunawan selaku Ketua umum LSM Sniper Indonesia.

Menurutnya, dalam mengatur sebuah negara hukum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, kepastian hukum sangat diperlukan demi terlaksananya hukum dengan baik baiknya.

“Untuk mengatur hukum sebuah negara dan demi memberikan rasa aman serta demi terciptanya kondusifitas di masyarakat maka kepastian hukum sangat di perlukan oleh sebuah negara hukum demi terlaksananya hukum dengan baik.” Ucapnya.

“Karena kepastian hukum sebagai salah satu identitas hukum yang cukup penting dinilai, dan sangat berperan dalam menjaga kesetabilan hukum yang berlaku pada sebuah pemerintahan.” Jelasnya.

Lebih lanjut Mbah Goen menjelaskan, terkait kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan oknum pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi pihak Kejari Bekasi semestinya harus sudah bisa menentukan tersangka.

“Terkait kasus dugaan perkara Gratifikasi yang melibatkan oknum pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi yang mana Kejari Kabupaten Bekasi sudah menetapkan dan menahan tersangka pihak si pemberi gratifikasi yang berinisial RS menjadi tahanan kota. Sementara untuk pihak si penerima gratifikasi masih berkeliaran bebas dan belum ada ketetapan status hukumnya.” Ungkap Mbah Goen kepada awak media, Minggu (30/6/2024)

“Saya berharap dengan telah selesainya Pemilu 2024. Kami, LSM Sniper Indonesia memohon kepastian hukum kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi yang menangani perkara tersebut untuk memberikan kepastian secara hukum yang berlaku terhadap oknum Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi yang juga sebagai calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Bekasi di Pemilihan Legislatif tahun 2024 yang diduga sebagai Penerima Gratifikasi.” Pungkasnya menegaskan.

 

•Wan

Pererat Kebersamaan STIE Indonesia Banjarmasin Salurkan Sembako Dan Khitanan Massal

0

BANJARMASIN |Infokeadilan.com – Kebahagiaan dalam suasana Perayaan 50 tahun STIE Indonesia Banjarmasin, berlanjut dengan kegiatan Khitanan Massal dan Pemberian Sembako untuk Masyarakat sekitar Kampus yang berlokasi di jalan Brigjen H Hasan Basry (Kayu Tangi) Banjarmasin. Kegiatan dilaksanakan Sabtu (29/6/2024) di lapangan dan aula Kampus.

Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina SPi MPi diwakili Asisten Satu Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr Machli Riyadi SH MH mengatakan, Pemko Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Jajaran STIE Indonesia Banjarmasin yang menggelar acara ini.

“Ini sebuah kegiatan yang membantu Pemerintah. Sebuah kolaborasi Pentahelix yang terbangun. Artinya, Pemerintah harus bekerjasama dengan Akademisi. Inilah konkritnya. Sehingga khitanan massal ini berdampak pada pengurangan kemiskinan ekstrim,” ujar Machli.

Sedangkan Ketua STIE Indonesia Banjarmasin Dr Yanuar Bachtiar SE MSi mengatakan, pihaknya berterimakasih atas partisipasi Pemko Banjarmasin khususnya Walikota dan Jajarannya yang telah memberikan paket sembako dan pihaknya menyambut baik partisipasi ini.

Dikatakan, jika ini lancar dan sukses, diharapkan bisa menjadi agenda Kampusnya setiap tahunnya.

“Seperti halnya ibadah qurban. Ibadah ini rutin kita laksanakan setiap tahunnya, yang kami sebarkan dagingnya ke berbagai panti asuhan,” ujar Yanuar.

Sehingga kegiatan Khitanan Massal dan Pembagian Sembako ini menjadi contoh yang baik. Juga apresiasi diberikan kepada para Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STIE Indonesia Banjarmasin yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Andrea Afghani SE selaku Pjs Ketua IKA STIE Indonesia Banjarmasin mengatakan, kegiatan ini dalam rangkaian HUT ke 50 STIE Indonesia Banjarmasin, yang jatuh 1 April dan dilaksanakan 27 April 2024. Sebelumnya IKA STIE Indonesia Banjarmasin sudah melaksanakan Donor Darah.

Sedangkan kegiatan Khitanan Massal dan Pembagian Sembako untuk Warga Sekitar Kampus, karena dukungan dari Pihak Kampus, Alumni dan Pemko Banjarmasin, yang diharapkan bisa berjalan setiap tahun.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan LPKNI Banjarmasin H Fikri Noor Fatiyah mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Pemko Banjarmasin dan Para Alumni yang diharapkan semuanya berjalan dengan baik dan lancar.

 

 

•Rhn/Hn/Juna