Beranda blog Halaman 345

TMMD Ke 120 Resmi Di Tutup Pangdam III Siliwangi, PJ Bupati Bogor Ucap Terimakasih

BOGOR |Infokeadilan.com –  0621/Kabupaten Bogor gelar kegiatan penutupan TMMD Ke 120 yang di pimpin langsung oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Mohammad Fajar MPICT yabg bertempat di Kampung Rawa Gede Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, Jumat (7/6/2024)

Kegiatan dihadiri sekitar 200 peserta Nampak hadir Mayjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT. Pangdam III Siliwangi beserta Ibu Mohamad Fadjar, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu, A.P., M.Si, Beben Suhendar Anggota DPRD Kab Bogor,Kolonel Inf. Bachtiar Susanto Asintel Kasdam III/Siliwangi, Kolonel Inf Zamril Philiang S.sos Asops Kasdam III/Siliwangi beserta Istri, Kolonel Arm Bayu Argo Asmoro Aspers Kasdam III/Siliwangi beserta Istri, Kolonel Inf Donald Erickson Silitonga S.I.P, Aslog Kasdam III/Siliwangi beserta Istri, Kolonel Arm Yogo Widiatmoko S.Sos Aster Kasdam III/Siliwangi beserta istri, Kolonel Chk Abdul Azis Kakumdam III/Siliwangi beserta Istri.

Hadir juga Letkol CZI. Trisnu Novawan S.Sos, Kazidam III/Siliwangi beserta Istri, Dandim Jajaran Korem 06I/Suryakencana, Kolonel Inf. Rofiq Yusus S.Sos., M.Han. Kasrem 061/SK, Letkol Arm Afandi Pawas TMMD Kasdim 0606/Kota Bogor Para Dansat/Kabalak dan Jajarannya, Letkol CPM. Eka Ramendra Dansatpom Lanud Atang Sanjaya, Kompol Adhimas Seiyono Putra Wakapolres Bogor, Mayor Cke Rohman Khoirul amin Kasdim Dandim 0621/Kab.Bogor, Muspika Kecamatan Sukamakmur dan Kades se-Kecamatan Sukamakmur.

Mengawali sambutannya PJ. Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyampaikan ucapan terimakasih, Kami berterima kasih kepada bapak Pangdam yang telah memilih lokasi di Kabupaten Bogor ini sebagai TMMD ke -120, Ucap PJ Bupati

Lanjut PJ Bupati, disini lokasi TMMD ini bukan daerah terbelakang tapi hanya susah di jangkau. “Harapan kami dengan kegiatan ini bisa mengangkat potensi rawa gede dan dapat meningkatkan taraf ekonomi warga disini dalam Kemanunggalan TNI dan masyarakat semoga tetap dapat meningkatkan semangat gotong-royong” Tutupnya

Foto : Jajaran TNI saat foto bersama di acara penutupan kegiatan TMMD Ke 120 Kabupaten Bogor

Sementara itu Pangdam III Siliwangi menyampaikan,”yang saya hormati para peserta seluruh Forkompinda Kabupaten Bogor para tokoh agama pemuda dan Hadirin yang tidak bisa disebutkan satu persatu,

Di jelaskan Pangdam, “Dalam kegiatan TMMD ini dilaksanakan untuk mengatasi dan mempercepat pembangunan, kita melihat pembangunan masih belum terjamah di daerah pedesaan seringkali menemukan banyak kekurangan akses, baik kesehatan fasilitas air dan sarana lainya, Sebagai upaya bersama untuk dapat melakukan percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sebagaimana kita ketahui bersama juga bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral untuk membantu kecepatan pembangunan yang memerlukan pembangunan sarana, prasarana dan infrastruktur untuk mendorong serta memajukan kesejahteraan rakyat, tapi lebih penting dari itu untuk memajukan aspek fisik dan non fisik masyarakat di pedesaan Sehingga memiliki ketangguhan dan ketabahan dalam setiap dinamika di lapangan.

Di sinilah TNI hadir untuk membantu kesulitan masalah yang dihadapi khususnya oleh Pemda melalui pembangunan fisik dan non fisik untuk masyarakat sekitar, TMMD dan juga sarana terbaik untuk meningkatkan gotong-royong dan energi positif untuk mencapai sebagaimana terkandung di dalam visi TMMD yaitu Dharma Bakti untuk mewujudkan percepatan pembangunan Selama kegiatan TMMD seluruh sasaran non fisik maupun fisik telah selesai dilaksanakan 100%.

Hal ini Tentunya merupakan kerjasama yang baik antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, serta komponen masyarakat, kita terus mengajak untuk memelihara semangat kemanunggalan TNI-Polri, Pemerintah Daerah serta segenap komponen masyarakat dan bersama-sama program pemerintah untuk program percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat .

Pada kesempatan yang baik ini saya selaku pemegang Komando Kodam III Siliwangi juga selaku pengendali kegiatan TMMD ini yang ke-120, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pemerintah tingkat Jawa Barat tentunya Bapak Gubernur, kabupaten dan kota Bupati dan beserta segenap walikota dan unsur pokok Forkompinda di daerahnya yang telah menyelesaikan program TMMD.

Pangdam berharap untuk Pelihara semua program hasil TMMD dengan sebaik-baiknya dan ini sebagai momen percepatan pembangunan untuk di daerah pedesaan yang sarananya serba terbatas, “Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih penghargaan setinggi-tingginya kepada anggota yang telah melaksanakan program TMMD yang ke 120”. Ungkap Pangdam

Dalam kegiatan tersebut Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Mohammad Fadjar MPICT, memberikan paket sembako kepada warga secara simbolis dan Mesin pompa air 2 unit kepada Babinsa untuk ketahanan pangan, bantuan kepada siswa SD berprestasi, Bantuan sembako 50 paket, Bantuan alat sholat, Alqur’an dan karpet masjid, Serta Bantuan Kesehatan, Pemberian bantuan bibit ikan dan pemberian bantuan bibit tanaman.

Usai acara pemberian bantuan Sembako selanjutnya Mayjen TNI Mohammad Fadjar MPICT (Pangdam III Siliwangi) Melaksanakan Foto bersama, dilanjutkan tinjauan UMKM, pengobatan masal, layanan pajak keliling dan layanan SIM keliling.

Selain itu Pangdam Mayjen TNI Mohammad Fadjar MPICT Meninjau Lokasi Jalan yang di Cor oleh TMMD diantaranya jembatan dan bak penampungan air di Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor sekaligus Gunting Pita. Selanjutnya menuju lokasi peninjauan Rutilahu di RT 02/05 Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor.

 

 

 

Rudolf/Red

Duh Parah ! Proyek Pembangunan Rehabilitasi Saluran Drainase Pagadungan Diduga Lepas Dari Pengawasan Dinas

KARAWANG |Infokeadilan.com – Guna mendongkrak roda perekonomian masyarakat dan pembangunan infrastruktur lainnya agar lebih optimal di setiap wilayah, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas PUPR terus mengupayakan dan memaksimalkan pembenahan di segala bidang.

Salah satunya pembangunan proyek rehabilitasi saluran drainase Pagadungan tepatnya di wilayah RT 02/06 Dusun V Desa Purwasari Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang (P48301522)

Diketahui proyek rehabilitasi saluran drainase Pagadungan tersebut di kerjakan oleh CV Bintang Barat Perkasa. Nomor SPK : 027.01/06.2.01.0020.81/KPA-SDA/PUPR/2024, yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang TA 2024 dengan harga borongan sebesar Rp. 189.562.000, dan volume Panjang : 294,00 M dan Tinggi : 1,00 M, selama 60 hari kalender masa pengerjaan di duga telah menyalahi aturan dan lepas dari pengawasan dinas terkait.

Foto : Papan plang informasi proyek rehabilitasi saluran drainase Pagadungan

Hasil pantauan media ini di lokasi di temukan adanya kejanggalan. Pasalnya, tinggi dari hasil pekerjaan penurapan tersebut terlihat tidak sesuai. Padahal jelas tertulis di papan informasi proyek untuk ukuran ketinggian 1,00 M., namun faktanya di lapangan berbeda. Diduga volume tinggi ukuran penurapan tersebut jauh dari kata maksimal, sehingga ini jelas bahwa proyek pembangunan rehabilitasi saluran drainase tersebut diduga telah menyalahi aturan yang sudah di tentukan.

Untuk melengkapi data awak media coba mengkonfirmasi salah satu pekerja yang meminta namanya tidak di sebutkan, menurutnya bahwa pekerjaan rehabilitasi saluran drainase tersebut sudah berjalan lebih dari 5 hari.

“Soal pekerjaanya mah sudah lebih dari lima hari pak. Kalau mandornya saya juga kurang hapal, soalnya jarang kesini pak, dan kebetulan saya juga belum lama ikut kerja disini. Saya mah hanya kerja sesuai yang di perintahkan.” Jawabnya kepada awak media singkat, Jum’at (7/6/2024)

Ketika di tanya tentang siapa pengawas dari proyek tersebut ia mengakui tidak tau.

“Ya kalau siapa pengawasnya mah saya ga tau pak, itu yang tau mungkin pak mandor saja.” Jelasnya.

Sampai berita ini di tayangkan pihak pelaksana atau pemborong maupun mandor di lapangan belum bisa di hubungi untuk di minta penjelasanya.

Dengan munculnya tayangan berita ini, diharapkan kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Karawang di minta untuk segera melakukan sidak dan turun langsung ke lapangan.

 

•Tim

Diduga Akibat Kurang Pengawasan, Proyek Drainase Dusun Pawarengan Cikampek Kota Di Keluhkan Warga

KARAWANG |Infokeadilan.com – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas PUPR Karawang terus menerus melaksanakan pembangunan di berbagai bidang. Tidak tanggung-tanggung pemerintah menganggarkan milyaran rupiah dengan tujuan agar pembangunan bisa terus berjalan hingga selesai sehingga hasilnya dapat di rasakan oleh masyarakat agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satunya proyek pembangunan drainase jalan Cikampek yang saat ini sedang di laksanakan di dusun Pawarengan Desa Cikampek Kota Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang yang di kerjakan oleh CV Dwi Putri Abadi yang volumenya P : 99.60 M, Ukuran : 0,60 x 0,60 M’ Nomor Kontrak : 0.27/ … /0.6.01.0012.4/KPA-SDA/PUPR/2024 yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang TA 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 189.106.000.00, dengan jangka waktu pengerjaan selama 60 hari kalender terhitung sejak tanggal 31 Mei sampai dengan tanggal 29 Juli 2024 diduga lepas dari pengawasan pihak terkait.

Pantauan awak media di lokasi pekerjaan tersebut, akibat tidak adanya pengawasan mandor lapangan dan pihak terkait di temukan banyaknya keluhan keluhan yang muncul dari warga sekitar.

Inisial E menyebut, bahwa proyek pembangunan tersebut seakan tidak ada pengawasnya.

“Iya kang, saya sebagai warga sebenarnya merasa senang dengan adanya pembangunan drainase ini, karena memang disini saluran airnya kadang suka tersendat dan kurang lancar, sebab saluran yang dulu bukan dari Uditch.” Ucapnya.

Foto : Papan informasi proyek pembangunan drainase dusun Pawarengan Cikampek Kota

“Mudah mudahan kalau pakai uditch mah bisa lancar aliran airnya, karena kan tertutup atasnya. Tapi kami sebagai warga sedikit merasa kecewa kang, karena proyek pembangunan drainase ini sudah berjalan dua hari ini seolah tidak ada pengawasan kang, mandornya juga kayanya ga ada di lokasi.” Ungkapnya.

Senada dengan D, ia mengatakan bahwa proyek yang sudah berjalan selama dua hari tersebut di keluhkan juga oleh para pengguna jalan yang melintas.

“Iya kang, proyek ini sebenarnya ada pengawas dan mandornya ga sih. Coba lihat aja kang, proyek ini kan di pinggir jalan dan lokasi saluran yang di kerjakannya pas di depan rumah karena memang ada rumah rumah di pinggir jalan ini. Nah sebagian rumah ada yang terkena getaran eskavator beko yang menggali saluran, ada juga rumah warga yang retak didindingnya, mungkin karena berubah posisi tanahnya yang tergali, ada kabel listrik juga yang putus.” Ujarnya.

“Selain itu, akibat tidak ada pengawasan jalan pun jadi macet, soalnya ada alat berat di tambah adanya puing puing galian, karena tidak ada yang mengatur arus kendaraan.” Timpalnya.

“Ga tau mandornya juga, katanya sih belum datang datang ke lokasi. Untung ini juga warga sadar, ikut membantu arus kendaraan supaya tidak macet terlalu lama. Mandor dan pemborongnya mah kemana meureun, apalagi pengawasnya. Ini mah proyek seolah tidak ada pengawasnya.” Bebernya.

Terkait dengan hal tersebut kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR Karawang diminta untuk mengevaluasi dan sidak langsung ke lokasi.

Hingga berita ini di tayangkan, pihak pelaksana maupun pemborong atau mandor lapangan belum ada yang bisa di hubungi untuk di minta keterangannya.

 

 

•Di/Red

Organisasi Wanita Muslimah Indonesia Siap Tampil Mendunia

JAKARTA |Infokeadilan.com – Pepatah bilang, nikmatilah perjalanan sebuah proses. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang wanita tangguh bernama Aliefety Putu Garnida pendiri Organisasi Wanita Muslimah Indonesia sekaligus Ketua Umum. Pencapaian ini tidak semudah membalikan telapak tangan, ajang Pemilihan Wanita Muslimah Indonesia tak bisa dilepaskan sosok yang lebih akrab di panggil Mami Fie ini, Kamis (6/6/2024)

Pada awalnya Wanita Muslimah Indonesia saat masih menjadi sebuah komunitas merupakan salah satu majelis taklim pengajian di Yayasan Annida _99 yang di miliki oleh dr.Aldena Cinka Nauratefida Putty, M.A.R.S., FISQua. Yang kemudian berjalannya waktu dan proses akhirnya WMI bisa menjadi sebuah organisasi.

Dan salah satu kegiatan rutin setiap tahunnya adalah Pemilihan Wanita Muslimah Indonesia. Kegiatan beauty peagent muslimah ini menjadi awal terbentuknya organisasi WMI dan dari ajang tersebut setiap tahunnya bertambah anggota dan tercatat di seluruh Nusantara memiliki anggota 4923 muslimah yang tergabung dan ada juga perwakilan WMI di negara lain seperti Hongkong, Taiwan, Australia, Belanda, Turki serta akan dibentuk juga di Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Wanita berparas manis ini menjadikan organisasi WMI (Wanita Muslimah Indonesia) sebagai wadah silaturahmi dan berkumpulnya para wanita muslimah dari berbagai usia dan berbagai latar belakang yang tentu berbeda-beda. Namun beliau ingin mencetak wanita wanita muslimah yang kreatif inovatif dan produktif, melahirkan wanita-wanita mandiri dan berprestasi, beliau berpesan bahwa prestasi tidak hanya sekedar pintar secara akademik maupun non akademik. Prestasi memiliki arti yang berbeda pada setiap orang sehingga soft skill juga merupakan sebuah prestasi bagi seseorang.

WMI baru berjalan empat tahun, jatuh bangun dan cibiran pastilah dirasakan olehnya sebagai founder. Tapi tidak membuatnya patah semangat, baginya niat baik pasti akan berbuah baik. Peralihan masa covid pada tahun 2019 ke 2020 justru menjadikannya terinspirasi untuk membuat banyak kegiatan dan bagi wanita yang tercatat sebagai abdi negara juga berprofesi sebagai dosen ini berpendapat sebagai wanita baik sebagai ibu rumah tangga maupun wanita pekerja harus tetap survive.

Mengejar bukanlah menunggu keberuntungan. Setiap tujuan-tujuan yang dicita-citakan harus di implementasikan, maka dia mencoba membentuk organisasi tersebut dengan membuat pelatihan-pelatihan secara online dengan mengundang para pakar yang ahli di bidang masing-masing, contohnya mengundang ahli di bidang ekonomi yang melatih bagaimana berjualan melalui online, menghadirkan pakar dibidang kesehatan yang mensosialisasikan pola hidup sehat dimasa pandemi dan sebagainya, bahkan mengundang pakar hukum agar wanita-wanita yang tergabung di dalam WMI melek hukum dan memiliki pengetahuan luas tentang hukum.

Serta banyak melakukan kegiatan sosial baik ke panti jompo, anak yatim, tahanan wanita dan lain-lainnya dengan menggandeng jajaran kepemerintahan yang terkait. Hingga akhirnya WMI tercatat resmi menjadi sebuah organisasi pada tanggal 2 Mei 2020.

Namun kiprahnya di dunia keagamaan, kemanusiaan, sosial budaya, pariwisata, pendidikan, kesehatan, wirausaha dan industri kreatif pemberdayaan wanita, perlindungan anak remaja dan wanita, sudah tidak diragukan lagi. Banyak manfaat dirasakan oleh masyarakat luas dengan hadirnya organisasi Wanita Muslimah Indonesia.

“Sebagai muslimah juga perlu belajar tentang bagaimana menjadi muslimah dengan kepribadian yang terbaik. Di WMI sama-sama belajar bersosialisasi dan berbagi pengalaman yang menarik dan menginspirasi sesama wanita. Dan yang sedang menjadi primadona adalah UMKM. Sektor UMKM terbukti menjadi penggerak perekonomian Indonesia, dan di Indonesia jumlah UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh wanita terbilang sangat signifikan dan berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi. Wanita Muslimah Indonesia merupakan salah satu organisasi yang menjadi wadah UMKM yang dikelola oleh wanita yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Lanjutnya, “berbagai permasalahan yang dihadapi oleh WMI berdasarkan keluhan para anggotanya adalah kesulitan permodalan ketika UMKM ingin mengembangkan usaha mereka, terbatasnya sumber daya sehingga timbul keinginan untuk bersinergi dalam hal yang konkrit, yaitu sebagai media berbagi sumber daya (resource sharing). Perlunya badan hukum agar UMKM mampu bersaing!meningkatkan lingkup usaha dan mampu bersaing memperluas jangkauan klien/pelanggan, meningkatkan segmentasi pelanggan, misalnya perusahaan besar maupun instansi pemerintah,” ujar wanita manis yang memiliki banyak gelar kesarjanaan di belakang namanya.

Salah satu bentuk kepedulian WMI pada lintas agama adalah memberikan santunan pada banyak kaum duafa baik yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Kong Hu Chu. Kegiatan berbagi meski berbeda keyakinan adalah moment yang berkaitan dalam hari-hari tertentu agama lain.

Menurut Dr. dr.Dicky Yulius, M.A.R.S., FISQua, yang saat itu juga hadir menyatakan bahwa kiprah Organisasi WMI patut diperhitungkan mengingat semua kegiatan positifnya selalu di sambut hangat oleh banyak masyarakat. Inovatif yang dipersembahkan oleh WMI bisa menginspirasi dan mengedukasi pula komunitas ataupun organisasi lain yang berkiprah dalam kegiatan sosial.

“Dengan mengamati kegiatan-kegiatan yang di adakan oleh WMI saya yakin kedepannya WMI bisa semakin maju dan berkembang pesat baik dalam negeri maupun di luar negeri,” tutur dokter yang senang menekuni dunia pendidikan dan merupakan Founder Harmony Care serta Ketua Ikatan Ahli Manajemen Rumah Sakit Provinsi Jawa Barat.

Aliefety Putu Garnida selaku Founder sekaligus Ketua Umum Wanita Muslimah berharap, semakin banyak wanita-wanita muslimah yang bergabung menjadi bagian dari Wanita Muslimah Indonesia.

“Besar harapan kami WMI dengan misi visinya bisa diterima seluruh lapisan masyarakat dan mengedepankan kebersamaan dalam kesederhanaan. Wanita Muslimah Indonesia harus kreatif inovatif dan produktif,“ ucapnya penuh harap sambil menutup obrolan di sela-sela acara persiapan pada acara ulang tahun Wanita Muslimah Indonesia.

 

•Rudolf

Menuju Batu Bara Bersih, Polres Bersama Pemkab Batu Bara Deklarasikan Anti Narkoba

SUMUT BATUBARA |Infokeadilan.com – Polres Batubara dan Pemkab melaksanakan kegiatan deklarasi anti narkoba bersama masyarakat lintas institusi untuk memerangi Narkoba diwilayah hukum Polres Batubara, di lapangan bola kaki Blok VIII Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kamis (06/06/2024).

Kegiatan dengan tema Gebyar Menuju Batubara Bersih Narkoba diikuti oleh Polres Batu Bara, Pemkab melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pelajar, Kemanag, dan Ormas, OKP lainnya.

Sementara pembacaan ikrar diikuti oleh masyarakat yang hadir menyatakan sikap.siap untuk berkerja sama untuk memberantas Narkoba.

Kami seluruh elemen masyarakat Kabupaten Batubara menyadari bahwa Narkoba adalah perusak generasi
Indonesia mari kita berantas Narkoba.

Selanjutnya berikrar menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Yang ada di Kab Batu Bara.

Kemudian berani melaporkan segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran Narkoba. Mewujudkan Kabupaten Batu Bara Bersinar (bersih dari narkoba). Narkoba musuh kita bersama.

Acara deklarasi gebyar menuju Batu Bara Bersih dari Narkoba mari kita Ikrar bersama Polres Batu Bara.

Kegiatan tersebut dibalut dengan acara jalan santai , senam dan Lucky Draw berjalan dengan sangat antusias oleh masyarakat sekitar 4000 orang dan berjalan hingga jam 11.00 WIB.

 

•Rizky Zulianda

Kompak, Polres Batu Bara Bersama FORKOPIMDA Dan Masyarakat Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba

0

BATUBARA |Infokeadilan.com –  Ribuan masyarakat bersama Forkopimda Batu Bara kompak mendeklarasikan perang dengan Narkoba pada acara Gebyar Batu Bara Bersih Narkoba. Kegiatan itu digelar di Lapangan Bola Kaki Blok 8, Kelurahan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, pada Kamis (6/6/2024), sekitar pukul 07.00 wib.

Kegiatan itu pun turut dihadiri oleh, Pj.Bupati Batu Bara, Nizhamul, Kapolres Batu Bara, AKBP Taufik Hidayat Thayeb, Kajari Batu Bara, Dicky Oktavia, Dandim 0208/AS, Letkol. Inf. M. Bassarewan, Danyon 126/KC, Kepala BNN Batu Bara, Kepala Pengadilan Negeri, Kasat Narkoba Polres Batu Bara, AKP Ferry Kusnadi, serta ribuan masyarakat.

Setelah itu seluruh masyarakat yang hadir bersama dengan Forkopimda kompak mendeklarasikan perang dengan narkoba.

“KAMI SELURUH ELEMEN MASYARAKAT KABUPATEN BATU BARA, MENYADARI BAHWA, NARKOBA ADALAH PERUSAK GENERASI BANGSA, OLEH KARENA ITU, KAMI BERJANJI DAN BERIKRAR:

1. MENOLAK SEGALA BENTUK PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA.

2. BERANI MELAPORKAN SEGALA BENTUK PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA.

3. MEWUJUDKAN KABUPATEN BATU BARA BERSINAR (BERSIH NARKOBA).

4. NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA.

Batu Bara Bangkit, Indonesia Bersinar,” teriak ribuan massa tersebut.

Pada kesempatan itu juga, Pj. Bupati Batu Bara, Nizhamul mengungkapkan rasa bangganya kepada masyarakat karena bersedia untuk kompak menyatakan perang dengan narkoba. Maka dari itu ia pun mengungkapkan bahwa dirinya akan selalu siap untuk bergandengan tangan dengan Polres Batu Bara dalam pemberantasan narkoba.

Kegiatan itu pun dibalut dengan acara jalan santai, senam bersama dan pengundian ratusan hadiah Lucky Draw , masyarakat sangat antusias dengan acara tersebut yg di hadiri lebih kurang 4000 orang dan acara selesai hingga jam 11.00 WIB.

 

•Rizky Zulianda

Pj Gubernur Jabar Ingatkan, Di Hari Terakhir PPDB Suka Membludak Dan Jangan Sampai Eror Lagi

BANDUNG |Infokeadilan.com – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jabar mengantisipasi membludaknya pendaftar di hari terakhir agar tetap berjalan lancar ketika mengakses website resmi.

“Tanggal 6-7 Juni terakhir (pendaftaran), biasanya kalau last minute banyak yang (daftar) justru di akhir.” Ucapnya

“Jadi saya ingatkan hati hati di hari terakhir, suka banyak (membludak) karena mengejar batas waktu. Di tenggat waktu jangan sampai terjadi error (sistem down) lagi.” Tandasnya, Rabu (5/6/2024).

Untuk memastikan pelaksanaan PPDB Jabar berjalan lancar, Bey pun meninjau proses pendaftaran di SMA Negeri 19 Kota Bandung.

“Saya tadi mengecek ke SMAN 19 Bandung dan memang hari pertama mereka akui bahwa (sistem) down. Jadi banyak offline, tapi ini masih ada hari (untuk mendaftar).” Terangnya.

Bey menyebut, bahwa PPDB Jabar yang sedang berjalan masih perlu perbaikan untuk menjadi sempurna penyelenggaraannya.

Ia berharap pelaksanaan tahun ini menjadi pembelajaran agar pada 2025 bisa lebih baik karena masalahnya sudah diketahui terkait sistem.

“Ini dari awal seharusnya sudah diantisipasi, misalnya bandwith dan server yang besar. Intinya harus ada perbaikan dibandingkan tahun ini, jadi masyarakat puas.” Tutupnya menegaskan.

 

•Dan/Red

Rapat Minggon Pemdes Tirtasari Dipadu Dengan Acara Tasyakuran

KARAWANG |Infokeadilan.com – Rapat Minggon Desa merupakan rapat rutin yang diadakan untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kinerja aparatur Pemerintah Desa, dalam bidang keamanan dan ketertiban, dan informasi terkini, yang akan disampaikan kepada warga masyarakat agar mengetahui, mengerti dan memahami informasi.

Namun, rapat minggon desa Tirtasari kali ini di padukan dengan acara tasyakuran dan syukuran atas penambahan masa jabatan yang di terima oleh Tuti Komalasari Kepala Desa Tirtasari Kecamatan Tirtamulya Karawang.

Kegiatan rapat minggon yang di padukan dengan acara tasyakuran tersebut di laksanakan di rumah kediaman Kepala Desa tepatnya di Kampung Nagasari dusun Suka Ati RT 13/06 Desa Tirtasari Kecamatan Tirtamulya Karawang, Rabu (5/6/2024).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Tirtasari Tuti Komalasari, Ketua LPM dan BPD, Ketua Bumdes, Perwakilan Polres Karawang, Bhabinkamtibmas TNI AD dan Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua PKK dan Posyandu, Ketua PSM, seluruh Ketua RW, Kadus dan RT, Karang Taruna desa, serta unsur kemasyarakatan yang ada di desa Tirtasari.

Kepala Desa Tirtasari Tuti Komalasari mengucapkan syukur atas apa yang telah di capai saat ini.

Foto : Tuti Komalasari Kades Tirtasari saat memotong tumpeng di acara tasyakuran

“Alhamdulilah, di kesempatan yang baik ini saya sebagai Kepala Desa Tirtasari tentunya merasa bersyukur atas segala yang di capai hari ini. Yang pertama tentunya atas mandat SK yang telah di berikan oleh Bupati Karawang yakni penambahan masa jabatan yang saya terima. Kedua atas pencapaian pencapaian yang telah berhasil di raih desa Tirtasari serta kinerja aparatur desa mulai dari tingkat bawah sampai atas yang solid dan kompak, luar biasa menurut saya.” Ujarnya.

“Pencapaian hari ini juga tentunya atas dukungan dan doa seluruh masyarakat Tirtasari, untuk itu saya ucapkan terima kasih. Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Pusat, DPR RI, Kementrian Desa, serta Pemerintah Kabupaten Karawang dalam hal ini tentunya Pak Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh S.E, yang telah memberikan mandat SK perpanjangan masa jabatan ini.” Ucapnya.

Lebih jauh Tuti mengungkapkan tentang apa yang sudah di amanatkan melalui SK perpanjangan masa jabatan tersebut.

“Alhamdulilah SK ini sudah di terima, namun  hal ini tentunya harus di dasari dengan penuh tanggungjawab, karena ini amanah yang harus di laksanakan dalam mengemban tugas dan kewajiban untuk bisa lebih meningkatkan palayanan terhadap masyarakat, menata dan membangun program program pembangunan dengan lebih merata di segala bidang.” Ungkapnya.

“Insya Allah, dengan sinergitas dan kerjasama serta gotong royong dengan berbagai unsur desa Tirtasari bisa menjadi Desa yang Baldatun, Toyibatun, Warrobun Gofur.” Pungkasnya.

Acara rapat minggon yang di padu dengan tasyakuran tersebut di warnai dengan haul yaitu dengan pemotongan nasi tumpeng sebanyak 7 hidangan (Congcot-red) dan di akhiri dengan doa bersama.

 

•Red/Edi

Diduga Ada Unsur Sengaja, Proyek Pembangunan Rulahu Di Dusun Jamantri 1 Disinyalir Beraroma Curang

KARAWANG |Infokeadilan.com – Program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) yang selanjutnya menjadi Rumah Layak Huni (RULAHU) adalah tempat tinggal yang memenuhi standar tertentu dalam hal kualitas dan kenyamanan. Kriteria tersebut melibatkan aspek-aspek seperti keamanan, kesehatan, keberlanjutan, dan aksesibilitas.

Program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) yang kemudian menjadi Rumah Layak Huni (RULAHU) tersebut merupakan salah satu program untuk memberikan tempat tinggal yang memenuhi standar kualitas dan kenyamanan bagi masyarakat.

Namun sangat di sayangkan pembangunan Rumah Layak Huni (Rulahu) yang bersumber dari APBD Karawang Tahun 2024 oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) yang di terima salah satu warga asal

dusun Jamantri 1 RT 09/03 Desa Sabajaya Kecamatan Tirtajaya diduga tidak sesuai dengan spek.

U warga yang mendapatkan bantuan Rulahu tersebut mengungkapkan kekecewaanya, menurutnya, bantuan Rulahu yang di dapatnya seakan tidak di samaratakan. Pasalnya, dari bahan daun pintu Rulahu miliknya berbeda dengan yang lain dan di duga tidak sesuai dengan RAB.

“Dengan senang hati dan ucap Alhamdulilah saya ucapkan terima kasih kepada pak Bupati Karawang dan pak lurah, karena saya sudah di beri rumah yang bagus, saya terima kasih bangat. Tapi, saya sedikit merasa kecewa pak, soalnya pintu depan yang saya dapat berbeda dengan yang lain. Ya bagaimana saya ga kecewa coba, tetangga saya sama mendapatkan, tapi tetangga saya mah pintu depannya bagus pak, kenapa rumah saya pintu nya pake triplek.” Ungkapnya.

“Kenapa bisa beda, padahal sama dari pemerintah juga, mungkin biayanya juga sama, bahkan yang kerjanya juga sama itu itu juga, tapi ko kenapa bahan pintunya beda.” Timpalnya dengan nada kecewa, Rabu (5/6/2024)

Foto : Proyek pembangunan Rulahu yang berlokasi di dusun Jamantri 1 Desa Sabajaya

Guna melengkapi data, awak media coba menggali informasi lebih dalam terkait siapa pihak pemborong atau pelaksana proyek pembangunan Rulahu tersebut kepada sumber yang dapat di percaya.

“Ya kang, info yang saya dapat mah itu kalau ga salah proyeknya orang Cibuaya, tapi ga tau juga sih siapa, kan saya mah ga pada kenal kang.” Terang sumber yang meminta namanya tidak di publikasikan.

Terkait dengan hal itu, jelas terlihat bahwa proyek pembangunan Rulahu tersebut terkesan ada unsur kesengajaan di tutupi dan diduga melakukan kecurangan. Padahal dalam aturan yang sudah di tentukan pemerintah perihal pembangunan Rulahu harus memenuhi standar kualitas dan kenyamanan dan kriteria yang melibatkan aspek aspek keamanan, kesehatan, keberlanjutan, dan aksesibilitas.

Terpisah, Kafi selaku Pengawas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) saat dikonfirmasi mengatakan, “ga apa apa kang pintu dari triplek juga, da emang seperti itu pintunya dari triplek.” Ujarnya.

Disinggung terkait RAB dan Spek, Kafi menjawab, biasanya pintu nya bahan dari Panel, ya triplek juga ga apa apa, bilang aja suruh saya pake triplek juga ga apa apa gitu.” Jawabnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum jelas siapa pelaksana atau pemborong proyek pembangunan Rulahu tersebut.

 

 

•Red

GMPI Menilai Dinas Arsip Karawang Arogan

KARAWANG |Infokeadilan.com – Rencana Pemerintah Daerah Karawang yang akan melakukan Pembaharuan Sejarah Karawang Tahun 2024 melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan menimbulkan pertanyaan dibanyak komunitas budaya lokal.

Seperti diketahui, tahun ini Dinas Arsip dan Perpustakaan akan melakukan penyusunan ulang Sejarah Karawang. Namun sejumlah pihak menyayangkan kegiatan tersebut tidak melibatkan para penggiat sejarah dan budaya lokal, termasuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati.

Cucu Hidayat, Ketua Departemen Seni Budaya GMPI menilai Dinas Arsip dan Perpustakaan tidak memiliki kepekaan terhadap masyarakat Karawang.

“Masyarakat Karawang sangat bangga dengan sejarah dan budayanya. Karawang memiliki banyak sekali tinggalan sejarah dan cagar budaya yang luar biasa seperti Candi Jiwa, Vihara Shia Jin Kupoh, dan yang lainnya. Dan untuk melegalisasi kebanggaan tersebut maka Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi telah membentuk Tim Ahli Cagar Budaya sebagai penilai tinggalan budaya dan kesejarahan. Tim Ahli Cagar Budaya tersebut berasal dari tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas mumpuni dalam hal kesejarahan dan arkeologi. Namun sayangnya Dinas Arsip dan Perpustakaan seperti arogan dengan tidak melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya Karawang saat menyusun revisi Sejarah Karawang Tahun 2024. Dinas Arsip seolah tidak percaya masyarakat Karawang punya kemampuan dalam menata sejarah daerahnya.” Ungkapnya, Rabu (5/6/2024)

Ditambahkan oleh Cucu Hidayat bahwa GMPI melalui Departemen Seni Budaya akan mengawal ketat proses penyusunan revisi Sejarah Karawang tahun 2024.

“Kami tidak ingin ada upaya buang-buang anggaran dalam program tersebut karena bagi masyarakat Karawang, sejarah daerahnya sangat sensitif. Kami ingin tahu Sejarah Karawang seperti apa yang mau direvisi oleh Dinas Arsip. Jangan sampai salah kaprah karena penyusunannya tidak melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya Karawang ataupun tokoh sejarah lokal.” Terangnya.

Menurut Cucu, Departemen Kebudayaan GMPI akan berkoordinasi dengan semua komunitas budaya dan kesejarahan yang ada di Karawang untuk mengawal proses revisi sejarah Karawang yang dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan tersebut.

“Jika nantinya yang terjadi adalah pengaburan sejarah maka kami dan masyarakat Karawang akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.” Pungkas Cucu.

 

 

•Red