Beranda blog Halaman 42

Warga Keluhkan Tiang Reklame Di Badan Jalan Palumbonsari Dinilai Persempit Jalan dan Membahayakan Pengendara

0

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Keberadaan tiang reklame berukuran besar yang berdiri kokoh di badan jalan dekat Pertigaan Lamaran, arah Rawamerta, tepat di depan Kantor Kelurahan Palumbonsari, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Kehadiran struktur tersebut dinilai semakin menyempitkan jalur lalu lintas yang sudah sempit, sehingga memicu kemacetan dan membahayakan keselamatan pengendara.

Padatnya volume kendaraan, terutama di jam-jam sibuk, ditambah dengan kondisi jalan yang menyempit akibat adanya tiang reklame tersebut, seringkali menyebabkan antrean kendaraan yang panjang dan berlarut-larut di wilayah tersebut.

Warga menilai, tiang reklame tersebut bukan hanya menjadi faktor utama penyebab kemacetan, tetapi juga sangat berbahaya karena posisinya yang berada tepat di badan jalan, sehingga mengurangi ruang gerak kendaraan yang melintas.

Menanggapi keluhan yang terus bergulir di masyarakat, Marwan Darmawan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Solidaritas RT/RW Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, angkat bicara memberikan tanggapan.

Menurutnya, keberadaan tiang reklame besar yang berdiri di bahu jalan tepat di depan akses masuk Kelurahan Palumbonsari tersebut memang sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Emang mengganggu lalu lintas, terkait adanya tiang reklame tersebut. Masyarakat yang melintas banyak yang mengeluh dan meminta agar reklame tersebut untuk dipindahkan,” ujarnya, Selasa (7/3/2026) saat dihubungi media.

Lebih jauh ia menjelaskan, karena posisinya yang berdiri kokoh dan menempati bahu jalan, kondisi ini menyebabkan lalu lintas sering tersendat dan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Karena berdiri kokoh dibahu jalan, mengalami kemacetan dan juga membahayakan pengendara karena berdiri di badan jalan,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya mewakili aspirasi masyarakat meminta kepada instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan dan Dinas Tata Ruang atau pihak berwenang, untuk segera menindaklanjuti laporan ini.

“Dan kami meminta kepada pihak terkait untuk segera menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait tiang reklame besar yang berdiri kokoh dibahu jalan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, diharapkan adanya langkah cepat dan tegas dari pemerintah daerah untuk menertibkan reklame tersebut demi kelancaran dan keselamatan bersama.

 

•Red

SMK PGRI 3 Karawang Buka Gerbang Penerimaan Siswa Baru 2026/2027, Sekolah Pusat Keunggulan Siap Cetak Generasi Unggul

KARAWANG |Infokeadilan.com – SMK PGRI 3 Karawang, yang kini berstatus sebagai Sekolah Pusat Keunggulan, kembali membuka kesempatan luas bagi putra-putri terbaik lulusan SMP/sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan siap kerja.

Dalam rangka menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Rengasdengklok ini menawarkan berbagai program keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja saat ini.

PROGRAM KEAHLIAN UNGGULAN

SMK PGRI 3 Karawang memiliki 4 jurusan andalan yang siap mencetak tenaga ahli profesional, yaitu:

✅ Teknik Mekanik Industri

✅ Teknik Sepeda Motor

✅ Teknik Kendaraan Ringan

✅ Teknik Komputer Jaringan

JADWAL PENDAFTARAN

Penerimaan siswa baru dibagi menjadi tiga tahap gelombang, sebagai berikut:

🔹 Tahap 1: Januari – Maret 2026

🔹 Tahap 2: April – Mei 2026

🔹 Tahap 3: Juni – Juli 2026

SYARAT PENDAFTARAN

Bagi calon siswa yang berminat, dimohon untuk menyiapkan berkas persyaratan sebagai berikut:

📄 Fotokopi Akta Kelahiran

📄 Fotokopi Kartu Keluarga

📄 Fotokopi KTP Orang Tua

📄 Fotokopi Kartu PIP / KIP (bagi yang memiliki)

📄 Pas Foto ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar

FASILITAS LENGKAP & MODERN

Sebagai Sekolah Pusat Keunggulan, SMK PGRI 3 Karawang didukung dengan sarana dan prasarana pendidikan yang sangat memadai demi kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar, antara lain:

🏫 Ruang Kelas Baru yang nyaman dan representatif

🔧 Ruang Praktik dengan peralatan standar industri

⚽ Lapangan Olahraga yang luas

💻 Laboratorium Komputer canggih

🕌 Sarana Ibadah

📚 Perpustakaan lengkap

🎵 Studio Musik

KESEMPATAN BEASISWA

Tidak hanya menawarkan pendidikan berkualitas, SMK PGRI 3 Karawang juga memberikan peluang bagi siswa berprestasi maupun yang membutuhkan untuk mendapatkan Beasiswa Pendidikan.

CARA PENDAFTARAN

Pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui dua cara:

💻 Secara Online: Melalui link pendaftaran yang tersedia

🏫 Secara Offline: Datang langsung ke kantor pendaftaran sekolah

🕒 Waktu Pelayanan: Senin – Sabtu, Pukul 08.00 – 15.00 WIB

HUBUNGI KAMI

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi panitia PPDB di:

📞 HP / WA: 0815 9830 191 | 0267-4421530

📧 Email: s.id/SPBsmkpgsri3karawang

📍 Alamat: Jalan Raya Rengasdengklok, Karawang

“Wujudkan Impianmu Bersama SMK PGRI 3 Karawang!”

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa, Gunawan Nilai Bentuk Komitmen Perkuat Good Governance

0

BEKASI |Infokeadilan.com – Upaya membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan elemen masyarakat terus didorong. Pertemuan dialogis antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, yang dipimpin langsung oleh Plt. Bupati beserta jajaran, dengan perwakilan mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah membuka ruang diskusi yang luas dan inklusif, memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, kritik konstruktif, serta gagasan segar secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

Ketua Umum LSM SNIPER, Gunawan, menyambut positif terobosan ini. Menurutnya, pendekatan dialogis ini merupakan perubahan positif yang mengubah pola komunikasi yang sebelumnya cenderung kaku dan satu arah menjadi lebih dinamis.

“Dialog dua arah antara pemerintah Kabupaten Bekasi dan mahasiswa Cipayung Plus merupakan langkah strategis dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Pendekatan ini mengubah komunikasi yang kaku menjadi lebih interaktif, efektif, dan partisipatif,” ujar Gunawan, Senin (6/3/2026).

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proses diskusi kebijakan tidak hanya memperkuat aspek transparansi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, karena mempertimbangkan perspektif publik yang lebih luas, khususnya dari kalangan akademisi dan pemuda.

Perlu Konsistensi, Bukan Sekadar Seremonial

Gunawan juga menekankan bahwa keberhasilan dari forum semacam ini tidak hanya diukur dari pelaksanaannya saja, melainkan dari keberlanjutan dan tindak lanjutnya.

“Yang terpenting adalah konsistensi. Dialog seperti ini harus terus dibangun agar tercipta kepercayaan publik dan kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

Melalui sinergi ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin konstruktif, sehingga mampu mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang lebih responsif, solutif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

 

•Wan

Transformasi Pelayanan RSUD Cabangbungin Dapat Apresiasi Dari Pimred Media Lorongnews

BEKASI |Infokeadilan.com – Kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, kembali mendapat sorotan positif. Pimpinan Redaksi media siber Lorongnews, Afifudin, secara resmi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas profesionalisme dan kemudahan akses layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pujian ini disampaikan menyusul pengalaman pribadi yang dialami saat keluarganya mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan tersebut. Menurutnya, transformasi yang terjadi di RSUD Cabangbungin menunjukkan komitmen serius dalam memberikan hak kesehatan yang layak bagi warga, khususnya di wilayah utara Bekasi.

“Kami memantau dan merasakan langsung bagaimana petugas di RSUD Cabangbungin melayani pasien Iqbal Ahmad (13) Anak Pimred Lorongnews dengan ramah, sigap, dan tanpa diskriminasi. Hal ini patut dicontoh oleh instansi pelayanan publik lainnya,” ujar Afifudin dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Lebih jauh, pihak Lorongnews juga menyoroti aspek penunjang lainnya, mulai dari kebersihan lingkungan rumah sakit, ketersediaan peralatan medis yang memadai, hingga kecepatan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD). Sistem administrasi yang tidak berbelit-belit juga dinilai menjadi nilai tambah yang sangat memudahkan pasien dan keluarga.

Sebagai insan pers, Afifudin menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan fakta secara objektif, baik itu kritik membangun maupun pujian atas kinerja yang baik.

“Sebagai bagian dari pilar keempat demokrasi, kami berkewajiban menyampaikan fakta objektif. Ketika ada instansi pemerintah yang bekerja dengan hati dan profesional seperti RSUD Cabangbungin, wajib kita berikan apresiasi agar menjadi motivasi untuk terus mempertahankan prestasi tersebut,” tambahnya.

Diharapkan, dengan adanya dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, RSUD Cabangbungin dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta sarana prasarana demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih sehat dan sejahtera.

RSUD Cabangbungin merupakan salah satu fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi yang berlokasi di Kecamatan Cabangbungin. Rumah sakit ini difungsikan untuk melayani kebutuhan medis masyarakat dengan berbagai layanan spesialis dan fasilitas penunjang yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

•Red

SINYAL KERAS BUPATI : ASN Mangkir Briefing, Sinyal Mutasi dan Sanksi Tegas Jadi Perhatian

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Suasana morning briefing virtual di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang mendadak memanas, Senin (6/4/2026). Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, secara terbuka meluapkan kekecewaan mendalam atas rendahnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai abai terhadap agenda strategis pemerintah daerah.

Dalam forum yang diikuti ratusan ASN lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Karawang, Aep menyoroti banyaknya pejabat struktural mulai dari Sekcam, Kabid hingga Kasi yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas.

“Ini sudah jelas di surat edaran. Saya saja sedang sakit, tapi tetap hadir karena komitmen. Kalau ingin dihargai, ya harus bisa menghargai juga,” tegasnya dengan nada tinggi.

Kemarahan itu bukan tanpa alasan. Briefing tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan penting terkait efisiensi dan efektivitas kerja. Namun ironisnya, saat pimpinan daerah telah siap, justru banyak peserta yang menunjukkan ketidaksiapan, bahkan ketidakhadiran.

Merespons hal tersebut, Bupati langsung memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk mendata dan menjatuhkan sanksi tegas.

“Dinas mana, sekcam mana yang tidak hadir, beri punishment semua,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga mengancam akan membawa persoalan ini ke forum Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) untuk proses mutasi. Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa pelanggaran disiplin tidak akan lagi ditoleransi.

“Kalau seperti ini terus, kita mutasi. Tidak ada kompromi,” tandasnya.

Menurut Aep, ketidakhadiran ASN mencerminkan lemahnya komitmen terhadap reformasi birokrasi yang sedang didorong, terutama dalam hal efisiensi dan budaya kerja yang profesional. Padahal, pada hari yang sama, ia telah menyampaikan arah kebijakan strategis, termasuk efisiensi energi dan transportasi yang hasilnya bisa menghemat anggaran hingga Rp 1–2 Miliar.

Di akhir arahannya, Bupati menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan wadah strategis.

“Ini bukan sekadar formalitas. Ini forum strategis. Kalau tidak siap, jangan jadi bagian dari sistem,” pungkasnya.

 

•Rls

Tuntut Keadilan, Gelombang Kemarahan Aparatur Desa Bergemuruh, Ribuan Massa Geruduk PT Pertiwi Lestari

0

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Gelombang massa yang luar biasa memadati kawasan Industri Artha, Telukjambe Barat, pada Senin (6/4/2026). Puluhan ribu perangkat desa se-Jawa Barat yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan gerbang PT Pertiwi Lestari.

Aksi damai ini merupakan bentuk solidaritas dan tuntutan keadilan atas insiden dugaan pemukulan serta intimidasi yang dialami oleh aparatur Desa Wanasari oleh oknum keamanan perusahaan pada akhir Maret lalu. Peristiwa tersebut dinilai telah mencederai kehormatan dan marwah lembaga desa.

Sejak pagi hari, suasana di lokasi terasa sangat hikmat namun penuh semangat. Para peserta aksi menyampaikan orasi demi orasi dari atas mobil komando, menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak manajemen perusahaan.

Ketua APDESI Jawa Barat, Sukarya WK, menegaskan bahwa aksi ini bukan dilakukan secara emosional semata. Pihaknya mengaku telah berupaya menempuh jalur komunikasi formal jauh sebelum aksi digelar.

“Kami sudah dua kali melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan dalam kurun waktu 10 hari, namun tidak ada tanggapan,” ujarnya tegas di hadapan ribuan massa.

Ia juga membenarkan adanya dugaan keterlibatan oknum sekuriti dan kelompok tertentu dalam insiden pengeroyokan tersebut. Menurutnya, aparat desa selama ini selalu mengedepankan cara-cara persuasif, namun respons yang dingin dan tidak profesional dari perusahaan memicu kekecewaan mendalam hingga berujung pada aksi ini.

Sementara itu, perwakilan dari APDESI Kabupaten Garut menekankan bahwa permasalahan ini harus diselesaikan melalui ranah hukum yang jelas.

“Ini negara hukum. Perusahaan harus memproses sekuriti yang melakukan pemukulan terhadap aparat Desa Wanasari. Kami menunggu itikad baik dari perusahaan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh rekan perangkat desa untuk tetap solid dan tidak gentar menghadapi segala bentuk intimidasi. Bahkan, pihaknya memberikan peringatan keras jika tuntutan mereka kembali diabaikan.

“Kalau tidak digubris, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar. Semangat kami lahir dari kebersamaan, sekuat teriknya matahari siang ini,” lanjutnya.

Diketahui, APDESI memiliki jaringan yang sangat luas hingga mencakup lebih dari 70 ribu desa di seluruh Indonesia. Dalam aksi kali ini, hampir seluruh perwakilan desa se-Jawa Barat hadir menunjukkan dukungan, termasuk dari unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Sebagai informasi, bentrokan awal terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026. Insiden ini dipicu oleh sengketa aset berupa 12 kabel optik milik desa yang berada di dalam kawasan perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Pertiwi Lestari belum memberikan keterangan resmi maupun respons terhadap tuntutan yang diajukan oleh massa aksi.

 

•Agus Sofyan

Soliditas Pimpinan Jadi Inspirasi, Wabup Naik Kereta, Sekda Pakai Motor, Bupati Gunakan Mobil Listrik

KARAWANG |Infokeadilan.com – Memulai awal bulan dengan semangat baru, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh SE, memimpin Apel dan Briefing Staf secara daring pada Senin pagi. Dalam kesempatan tersebut, beliau kembali menegaskan komitmen seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyukseskan program efisiensi yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah secara aktif mengurangi penggunaan energi, baik BBM maupun listrik, yang kita harap dapat secara signifikan menghemat anggaran,” ujar Bupati Aep dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa keseriusan dalam menerapkan pola hidup hemat ini tidak hanya sebatas instruksi, melainkan sudah dipraktikkan langsung oleh seluruh pimpinan daerah sebagai contoh nyata.

“Hari ini Pak Wabup bekerja naik kereta api, dari kemarin Pak Sekda bekerja naik motor, dan saya sendiri menggunakan mobil listrik pribadi untuk ke kantor,” ungkapnya.

Menurut Bupati Aep, soliditas dan kekompakan yang terjalin mulai dari tingkat pimpinan tertinggi hingga staf lapangan harus menjadi inspirasi dan tauladan bagi seluruh masyarakat. Hal ini dinilai menjadi modal utama dalam menghadapi situasi ke depan yang diprediksi semakin penuh tantangan.

“Soliditas dan kekompakan dari jajaran pimpinan hingga staff harus menjadi inspirasi, tauladan serta modal utama dalam menghadapi situasi kedepan yang kian tidak mudah dan penuh tantangan,” tegasnya.

 

•Red

Transformasi Budaya Kerja, Bupati Karawang Ajak ASN Jadi Contoh Pola Hidup Hemat

KARAWANG |Infokeadilan.com – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, memberikan arahan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk melaksanakan gerakan penghematan energi secara masif dan terstruktur. Instruksi ini disampaikan langsung saat beliau memimpin Apel Rutin yang berlangsung di Plaza Pemda, Senin (6/4/2026).

Dalam amanatnya, Bupati Aep menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam efisiensi penggunaan sumber daya. Salah satu langkah strategis yang ditawarkan adalah perubahan pola perjalanan dinas maupun perjalanan pulang-pergi kantor dengan memanfaatkan moda transportasi yang lebih efisien, khususnya bagi pegawai yang domisilinya memungkinkan.

“Saya mengajak seluruh ASN ini untuk hemat energi, hemat BBM. Saya bilang naik sepeda, silahkan buat yang suka naik sepeda tapi bukan berarti yang jaraknya 15-20 kilo datang ke kantor, nanti bapak ibu capek bagaimana mau kerja,” ujar Bupati dengan nada bijak dan humanis.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa gerakan hemat energi ini merupakan bentuk tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia. Ia berharap seluruh jajaran ASN Karawang dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola hidup hemat, tanpa mengesampingkan integritas dan profesionalisme dalam bekerja.

Tegaskan Produktivitas Tetap Maksimal

Di kesempatan yang sama, Bupati Aep juga menyoroti implementasi kebijakan Work From Home (WFH) yang tertuang dalam surat edaran terbaru. Ia menegaskan bahwa fleksibilitas lokasi kerja bukanlah alasan untuk menurunkan kinerja.

“Ini semua sudah ada di surat edarannya kemarin, jadi mari saya mengajak seluruhnya untuk meningkatkan kinerjanya termasuk pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Transformasi budaya kerja ini diharapkan dapat berjalan selaras, menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, dan tetap memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.

 

•Red

Dukung Program Ketapang, Pemerintah Kelurahan Mekarjati bersama Pemdes Purwamekar Giat Bersihkan Saluran Irigasi

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dalam rangka mendukung program strategis ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, dengan memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan. Salah satu fokus utama yang digaungkan adalah upaya menjaga kelancaran aliran air dengan mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran irigasi, Minggu (5/4/2026)

Merespons cepat arahan tersebut, Pemerintah Kelurahan Mekarjati bergerak cepat dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Desa Purwamekar. Langkah nyata ditunjukkan dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembersihan saluran air yang menjadi sumber kehidupan bagi para petani.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Lurah Mekarjati bersama Kepala Desa Purwamekar beserta jajarannya, menuju titik-titik lokasi yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

“Kami dari jajaran Kelurahan Mekarjati akan selalu mendukung di setiap program ketahanan pangan untuk para petani,” ujar Yono, Lurah Mekarjati, saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (6/3/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pembersihan ini sangat krusial mengingat aliran air di beberapa titik sempat terhambat.

“Dengan cara membersihkan saluran irigasi yang memang terlihat laju airnya lambat karena banyaknya sampah dan eceng gondok. Hal ini menyebabkan pasokan air untuk petani berkurang atau terlambat sampai ke lahan pertanian,” jelasnya.

Melalui sinergi antar wilayah ini, diharapkan saluran irigasi kembali bersih dan lancar, sehingga kebutuhan air bagi pertanian dapat terpenuhi dengan baik demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

 

•U. Supriyadi

Preman Pelaku Penganiayaan Pesta Pernikahan Di Purwakarta Berhasil Ditangkap Polisi, Ternyata Residivis

PURWAKARTA |Infokeadilan.com  – Tim penyidik Satreskrim Polres Purwakarta berhasil mengungkap fakta terbaru dan mengamankan pelaku utama dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang warga bernama Dadang (58) di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka.

Tersangka yang berhasil diamankan bernama Yogi Iskandar (36). Penangkapan dilakukan pada Senin (6/4/2026) di wilayah Kabupaten Subang, setelah sebelumnya pelaku sempat melarikan diri pasca kejadian.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, mengungkapkan bahwa pelaku ternyata memiliki rekam jejak kriminal. Yogi diketahui merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan yang pernah divonis hukuman tiga tahun penjara pada tahun 2007 silam.

Selain itu, terungkap pula bahwa pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Kondisi inilah yang diduga menjadi salah satu latar belakang yang memicu tindakan nekatnya meminta-minta uang kepada korban saat acara hajatan berlangsung.

Peristiwa naas tersebut bermula pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban sedang menggelar resepsi pernikahan anaknya. Tiba-tiba Yogi datang dalam kondisi diduga kuat sedang di bawah pengaruh minuman keras dan meminta sejumlah uang sebesar Rp 500 ribu.

Awalnya permintaan tersebut sempat dituruti dengan pemberian uang sebesar Rp 100 ribu. Namun, pelaku menolak dan terus meminta jumlah yang lebih besar, hingga akhirnya memicu keributan di lokasi acara.

Dalam kondisi emosi yang memuncak dan tidak stabil, pelaku kemudian melakukan penganiayaan secara keji menggunakan potongan bambu dan kekerasan fisik hingga korban tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.

Selain menangkap pelaku utama, pihak kepolisian juga turut menyita sejumlah barang bukti penting di lokasi, di antaranya potongan bambu yang digunakan sebagai senjata, pakaian korban dan pelaku, rekaman video kejadian, serta botol bekas minuman keras.

Tidak hanya itu, petugas juga berhasil mengamankan seorang tersangka lain yang berinisial K (35) yang diduga turut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan intensif.

Atas perbuatannya, Yogi Iskandar dijerat dengan pasal penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

•Aping/Edi Bahar