Beranda blog Halaman 5

SPPG Mekarjati Beroperasi, Direktur Utama Firmansyah : Siap Sediakan Layanan Gizi Sekaligus Buka Lapangan Kerja

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Berdirinya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekarjati di bawah pengelolaan Firmansyah selaku Direktur Utama, membawa dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar. Beralamat di Kampung Jarakosta, Kelurahan Mekarjati, lembaga ini tidak hanya hadir untuk melayani kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan bekerja bagi warga setempat.

Firmansyah selaku pengelola sekaligus pimpinan SPPG Mekarjati menjelaskan bahwa pendirian lembaga ini dilandasi keinginan untuk turut mendukung upaya peningkatan kualitas gizi warga sekaligus menggerakkan roda perekonomian di lingkungan sekitar.

“Kami menghadirkan SPPG Mekarjati dengan dua tujuan utama. Pertama, membantu memenuhi kebutuhan gizi yang sehat dan terukur bagi masyarakat, khususnya anak usia sekolah, ibu hamil, serta kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Kedua, kami ingin keberadaan usaha ini memberikan manfaat langsung bagi warga, salah satunya dengan menyerap tenaga kerja dari lingkungan Kelurahan Mekarjati. Hingga saat ini, kami telah melibatkan sejumlah warga untuk membantu proses pengolahan, pengemasan, hingga penyaluran makanan, sehingga dapat menambah penghasilan keluarga mereka,” ungkapnya, Sabtu (20/6/2026)

Ia menambahkan bahwa dalam setiap kegiatan operasional, pihaknya selalu menjaga standar kebersihan, kualitas bahan baku, serta kandungan gizi dari setiap hidangan yang disajikan.

“Kami pastikan setiap makanan yang dihasilkan memenuhi ketentuan kesehatan dan standar gizi yang berlaku, sehingga aman dikonsumsi dan memberikan manfaat terbaik bagi yang membutuhkannya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar lembaga ini dapat terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kami berharap ke depannya SPPG Mekarjati dapat memperluas jangkauan pelayanan, menyerap lebih banyak tenaga kerja lagi, serta menjadi mitra terpercaya dalam mendukung program kesehatan dan gizi di tingkat kelurahan hingga kabupaten. Semoga kehadiran kami senantiasa membawa kebaikan, kemajuan ekonomi warga, dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Kehadiran dapur pelayanan ini pun disambut baik oleh warga sekitar, yang menilai langkah ini merupakan wujud nyata upaya pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik dari sisi pelayanan sosial maupun peningkatan taraf hidup.***

Bupati Karawang Lantik 151 Pejabat, Tegaskan Rotasi Berdasarkan Kinerja dan Bebas dari Praktek Transaksional

KARAWANG |Infokeadilan.com – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, secara resmi mengambil sumpah jabatan sekaligus melantik pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pemerintah Daerah II, pada Jum’at (19/6/2026).

Sebanyak 151 pejabat mendapatkan amanah baru dalam pelantikan kali ini. Rinciannya meliputi 12 pejabat administrator, 21 pejabat pengawas, 3 orang yang diberikan tugas tambahan sebagai kepala puskesmas, 7 koordinator wilayah pendidikan, serta 108 orang pejabat pada jabatan fungsional.

Pengangkatan dan penempatan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor: 800.1.3.3/Kep.1028-bkpsdm/2026, yang mengatur mengenai pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan administrator, jabatan pengawas, serta pemberian tugas tambahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang atas kelancaran seluruh rangkaian proses pengelolaan kepegawaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa setiap rotasi dan mutasi yang dilakukan murni berlandaskan pada penilaian kinerja yang objektif dan sistem merit.

“Rotasi dan mutasi adalah hal yang wajar dalam birokrasi. Ini merupakan bentuk amanah yang kami berikan kepada Bapak dan Ibu sekalian sebagai penghargaan atas kinerja yang telah ditunjukkan selama ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam setiap proses pengisian jabatan. Ia menegaskan bahwa birokrasi di Karawang bersih dari segala bentuk praktik transaksional.

“Saya tegaskan dengan tegas: tidak ada jual beli jabatan. Jika Bapak dan Ibu memiliki rezeki lebih, alangkah lebih baik disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, bukan untuk urusan kedudukan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Karawang yang telah berkomitmen menyukseskan program sosial kemanusiaan “ASN Berbagi”.

Bupati berharap semangat kepedulian tersebut terus dipelihara, sehingga kehadiran pemerintah dapat benar‑benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menutup arahannya, Bupati mengingatkan bahwa pemenuhan hak‑hak ASN oleh negara harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban secara optimal, terutama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.***

MI Al Hikmah Gelar Acara Kenaikan Kelas, Ketua LPM : Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkarakter

KARAWANG  |Infokeadilan.com – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hikmah menggelar acara kenaikan kelas sebagai wujud syukur atas berakhirnya tahun ajaran dan pencapaian belajar para siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Al Hikmah, Iplik RT 04/12, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (20/6/2026).

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh sejumlah tokoh dan unsur masyarakat. Turut hadir Kepala Sekolah MI Al Hikmah, Zaenal Mutaqin, S.Pd., Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Mekarjati, Karsum, Dewan guru dan guru, Ketua beserta segenap pengurus Komite MI Al Hikmah, Ketua RW 11, Juki, Ketua RW 12, Sayim, tokoh agama, tokoh masyarakat, para Ketua RT, orang tua siswa, serta warga sekitar.

Dalam sambutannya, Ketua LPM Mekarjati, Karsum, menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya kepada seluruh jajaran pendidik dan pengelola madrasah atas dedikasi dan kerja keras yang telah dicurahkan selama satu tahun ajaran.

“Pendidikan di lingkungan madrasah seperti ini memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya mencerdaskan akal pikiran, tetapi juga menanamkan nilai‑nilai keimanan dan akhlak mulia sejak dini. Kami sangat mengapresiasi perjuangan para guru yang telah membimbing dan mendidik putra‑putri kita dengan penuh kesabaran dan ketulusan,” ujarnya.

Ia juga berharap agar lembaga pendidikan ini terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Semoga MI Al Hikmah senantiasa menjadi wadah yang melahirkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Kami dari LPM Mekarjati senantiasa mendukung setiap langkah positif demi kemajuan pendidikan di wilayah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MI Al Hikmah, Zaenal Mutaqin, S.Pd., dalam kesempatan yang sama menyampaikan laporan singkat mengenai perkembangan sekolah dan hasil belajar siswa selama tahun ajaran berjalan. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari orang tua siswa, komite sekolah, serta masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan anak‑anaknya kepada lembaga tersebut.

“Keberhasilan siswa tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan anak‑anak kami,” tegasnya.

Acara kenaikan kelas ini ditutup dengan penyerahan raport dan penghargaan kepada siswa yang berprestasi, sebagai bentuk motivasi agar mereka lebih giat belajar di jenjang berikutnya. Dan diharapkan momen ini menjadi semangat baru bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri dan meraih cita‑cita yang luhur.***

Ketum Percasi Karawang Sambut Kepulangan Kontingen Kejurda Jabar 2026, Bryan Ukir Sejarah Raih Medali Emas

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Kontingen Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Karawang secara resmi kembali ke daerah setelah mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Sukabumi pada 15 hingga 19 Juni 2026.

Kepulangan rombongan disambut dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, mengingat salah satu atlet muda andalan berhasil mempersembahkan medali emas yang sangat dinantikan bagi daerah. Keikutsertaan dalam ajang ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang digulirkan Percasi Karawang, guna mengasah kemampuan atlet dan mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

Ketua Umum Percasi Kabupaten Karawang, Fernando Doklas Pangaribuan, S.Kom., menyampaikan apresiasi setinggi‑tingginya atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, official, serta jajaran pengurus yang telah mengawal keberhasilan kontingen dalam ajang tersebut.

“Segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pada tanggal 15 hingga 19 Juni 2026, kita telah mengikuti Kejuaraan Daerah tingkat Provinsi Jawa Barat. Malam ini, kami dapat menyampaikan kabar yang membanggakan: telah lahir atlet Percasi Karawang yang berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan ini,” ujar Fernando dalam acara penyambutan, Jum’at (19/6/2026).

Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih oleh atlet bernama Bryan tersebut merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga catur di Karawang, sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh atlet untuk terus mengukir prestasi.

“Kami semua merasa sangat bangga dan menghargai sepenuhnya capaian ini. Ini adalah prestasi bersejarah bagi Percasi Karawang. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pengurus, pelatih, official, dan semua pihak yang telah meluangkan waktu dan tenaga demi kemajuan olahraga catur di daerah ini,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Fernando secara simbolis mengalungkan medali penghargaan kepada Bryan sebagai wujud apresiasi atas perjuangan dan hasil yang telah dicapainya.

“Harapan kami, Bryan terus mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasinya di masa mendatang, serta mampu membawa nama baik Percasi Karawang di kancah yang lebih luas. Semoga keberhasilan ini menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak atlet berprestasi dari Kabupaten Karawang,” tambahnya.

Sebagai informasi, kontingen yang diberangkatkan ke Sukabumi berjumlah 27 orang, yang terdiri dari 20 atlet, 2 orang wasit, 2 peserta pendidikan wasit, 2 orang official, serta 1 orang manajer tim.

Turut hadir dalam momen penyambutan tersebut, Sekretaris Umum sekaligus Pelatih Nasional Percasi Karawang, Risman L. Sipayung, SH., MA., WN., PN., didampingi jajaran pengurus lainnya.

Keberhasilan meraih medali emas ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten mulai membuahkan hasil. Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang membuka jalan bagi lahirnya atlet‑atlet catur unggulan yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Karawang hingga tingkat nasional bahkan internasional.

 

•Edi Bahar

Plt Bupati Bekasi Tinjau Lokasi Kekeringan: Normalisasi Saluran dan Penertiban Bangunan Liar Segera Dilaksanakan

0

BEKASI |Infokeadilan.com  – Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat dalam menangani permasalahan kekeringan yang berdampak luas pada ribuan hektare lahan pertanian. Melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak di Kecamatan Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi pada Jum’at (19/6/2026), Penjabat Sementara Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa pemulihan fungsi saluran irigasi serta penertiban bangunan liar akan segera dilaksanakan secara menyeluruh.

Peninjauan ini bertujuan untuk mengamati secara langsung faktor penyebab terganggunya aliran air menuju areal persawahan. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, teridentifikasi sejumlah bangunan yang didirikan tanpa izin di sepanjang bantaran saluran sekunder, sehingga menyebabkan penyempitan jalur air. Kondisi ini semakin diperparah oleh pendangkalan akibat endapan lumpur yang menghambat kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.

Akibatnya, lebih dari 1.500 hektare sawah di ketiga kecamatan tersebut mengalami kesulitan pasokan air dan tidak dapat diolah serta ditanami secara optimal. Keluhan yang disampaikan para petani terkait keterbatasan akses air pun menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Asep menyampaikan bahwa penanganan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada pengerukan saluran, tetapi juga mencakup penertiban bangunan‑bangunan yang mengganggu fungsi utama jaringan irigasi.

“Saluran irigasi ini harus dikembalikan pada fungsinya secara maksimal. Oleh karena itu, normalisasi akan dilakukan secara menyeluruh, dan setiap bangunan liar yang menghalangi aliran air akan ditertibkan tanpa kompromi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga berencana menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan langkah‑langkah penanganan di lapangan. Sinergi antar‑sektor dipandang sangat penting agar proses perbaikan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi para petani.

Diharapkan melalui upaya ini, permasalahan ketersediaan air yang dihadapi wilayah pertanian dapat segera teratasi. Dengan saluran yang kembali lancar, kebutuhan air bagi persawahan dapat terpenuhi, sehingga kegiatan bertani dapat berjalan normal dan produktivitas pangan di daerah ini tetap terjaga dengan baik.

•Wan

Ratusan Miliar Proyek BWS Kalsel III di Sungai Veteran Dinilai Gagal, Copot PPK-nya, Blacklist Kontraktornya

0

BANJARMASIN |Infokeadilan.com – Negara gelontorkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk Revitalisasi Sungai Veteran. Harapannya: Banjarmasin bebas banjir, sungai tertata, rakyat sejahtera. Realitanya? Bencana baru, “Pegiat Pengawasan Anti Korupsi Daerah mencatat pada tanggal 10 Juni 2026 sebagai bukti gagalnya tata kelola proyek di bawah Kementerian PUPR RI – DITJEN SDA – BWS Kalimantan III.

Dugaan Kegagalan Fatal Kontraktor

 di Lapangan Gagal Jaga K3 sama dengan Menyiksa Rakyat dengan Material urug dibiarkan terbuka di Jalan Veteran. Fakta dari warga, “Sejak proyek mulai, kontraktor tidak pernah menyiram jalan”. Hasilnya?, Jum’at (19/6/2026).

Bukti Debu beterbangan 24 jam. Anak batuk, mata perih, pengendara roda 2 jatuh karena jarak pandang 0 meter. Ini bukan kelalaian. Ini pembiaran yang membahayakan nyawa. Kontrak K3 dilanggar terang-terangan. Di mana nurani kontraktor?

Sementara BWS Kalimantan III Diduga Gagal Awasi sama dengan Gagal Lindungi Rakyat Sebagai Fungsi PPK dan Konsultan Pengawas BWS ada di mana? Jalan Veteran hancur lebur, aspal terkelupas, bekas galian jadi kubangan. Bukti bahwa pengawasan “hanya di atas kertas”. Proyek ratusan miliar dikawal dengan sistem “asal jalan”. BWS seharusnya jadi tameng rakyat dari kontraktor nakal. Nyatanya tameng itu bolong.

Transparansi Mati, Akuntabilitas Nol. Proyek ratusan miliar tapi papan informasi minim. Warga bertanya dibungkam. Media dilirik sinis. Ini pola kerja proyek “gelap”. Rakyat hanya disuruh menerima debu, terima jalan rusak, terima banjir. Padahal yang bayar proyek ini rakyat lewat pajak!

Upaya Konfirmasi Buntu Total – BWS & Pengawas Bungkam, Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi ke pihak Satker BWS Kalimantan III An. Anjas sudah kami lakukan maksimal. Kami bolak-balik mendatangi kantornya di Jl. Yos Sudarso No. 10 namun sulit ditemui, seakan-akan terkesan menghindar. Lewat aplikasi WhatsApp, pesan chat kami hanya dibaca saja sejak 6 Mei 2026 s/d 18 Juni 2026, telepon WA tidak dijawab.

Lebih parah lagi, Pengawasan Kontraktor tidak berada di lokasi proyek saat kami cek lapangan tanggal 10 Juni 2026. Saat menghubungi Nomor kontak WhatsApp pengawasan lapangan proyek Pak Agung, juga tidak memberikan respon, tanggapan, maupun jawaban resmi apapun. Sikap bungkam total ini menutup hak publik untuk mendapat informasi sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Tuntunan Warga, Darurat Tanpa Kompromi Kepada Kontraktor untuk  segera Hentikan arogansi. 24 jam ke depan wajib siram jalan + tutup material. 7 hari ke depan wajib overlay ulang Jalan Veteran yang kalian rusak. Ingat kalian kerja pakai uang rakyat, bukan uang pribadi!

Pernyataan tegas kepada Kepala BWS Kalimantan III, Copot PPK + konsultan pengawas yang membiarkan ini. Lakukan audit independen. Jika kontraktor tidak sanggup, putus kontrak hari ini juga + blacklist nasional. Jangan korbankan nama baik Kementerian PUPR demi 1 kontraktor.

DITJEN SDA + IRJEN PUPR diminta Segera turunkan tim khusus. Audit fisik + audit keuangan proyek ini. Ratusan miliar APBN tidak boleh jadi “debu” tanpa pertanggungjawaban.

Mendesak kepada APH Dugaan pemborosan + pengabaian keselamatan kerja sudah terang benderang. Kami siap serahkan bukti foto, video, 5 screenshot WA tidak direspon, dan kesaksian warga.

BWS dan Kontraktor, jika ratusan miliar hanya mampu menghasilkan jalan hancur dan debu yang menyesakkan dada, maka proyek ini bukan solusi. Proyek ini adalah penghinaan terhadap kecerdasan dan kesehatan warga Banjarmasin!

BWS Kalimantan III dan Kontraktor punya Dua (2) pilihan Perbaiki sekarang, atau hadapi gugatan rakyat + hukum.

“Pegiat Pengawasan Anti Korupsi Daerah Mengawal Setiap Rupiah Negara, Melindungi Setiap Nyawa Rakyat,” pungkasnya.

 

•Raihan

Sambut HUT Bhayangkara ke‑80, Polsek Pedes Laksanakan Bhakti Religi Bersihkan Masjid

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke‑80 Tahun 2026, Polsek Pedes Polres Karawang melaksanakan kegiatan bhakti religi berupa pembersihan dan perawatan lingkungan tempat ibadah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jum’at, 19/6/2026, pukul 08.15 hingga 08.45 WIB di Masjid Jamie Attaqwa, Dusun Kondang RT 01/02, Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pedes, AKP Moh. Wasis, SH., MH., didampingi sejumlah perwira dan anggota kepolisian, antara lain Kanit Kasium Aiptu Heri Joy, Kanit Intelkam Aipda Tatang, Aipda Sigit, Bripka Hoerudin, Bripka Hendrike, serta staf dan personel Polsek Pedes lainnya.

Bhakti religi yang digelar ini diwujudkan melalui kerja sama membersihkan seluruh area masjid, termasuk ruang salat, halaman, serta lingkungan sekitarnya. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan pendekatan humanis pihak kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menjadi wujud syukur dalam menyambut hari jadi institusi Polri.

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif, serta mendapatkan sambutan baik dari pengurus masjid dan warga sekitar.

Kepala Polres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, SH., SIK., M.K.P., M.SI., melalui Kapolsek Pedes, AKP Moh. Wasis, SH., MH., menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk senantiasa hadir dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat.

“Melalui kegiatan bhakti religi ini, kami ingin mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat dalam suasana apa pun. Semoga semangat pengabdian ini terus terjaga sebagai wujud pengamalan nilai‑nilai Bhayangkara,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Humas Polsek Pedes, R.S. Boedi, A.Md., S.Kom., menyampaikan keterangannya mengenai kegiatan tersebut.

“Kegiatan bhakti religi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pedes bersama seluruh jajaran anggota. Dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke‑80, kegiatan berupa kerja bakti membersihkan dan merawat sarana ibadah ini menjadi wujud nyata kepedulian serta kedekatan Polri dengan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam hal‑hal positif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian menyemarakkan HUT Bhayangkara ke‑80 yang mengusung semangat pengabdian, kedekatan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

 

•Jaong

Isu Dugaan Asusila Mengguncang Karawang, Askun Buka Suara: “Jika Ada Bukti, Laporkan Secara Resmi; Jangan Sebarkan Fitnah”

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Polemik seputar dugaan kasus asusila yang menyeret nama seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang kian menjadi sorotan masyarakat. Di tengah maraknya pemberitaan dan pendapat yang beredar di ruang publik serta media sosial, kuasa hukum sekaligus praktisi hukum senior, Asep Agustian, SH., MH., yang akrab disapa Askun, akhirnya memberikan penjelasan resmi.

Dalam keterangannya kepada awak media pada Jum’at (19/6/2026), Askun menegaskan bahwa berbagai tuduhan yang berkembang hingga saat ini masih bersifat isu dan belum melalui proses pembuktian hukum yang sah.

“Apabila benar memiliki bukti yang kuat dan jelas, silakan laporkan ke jalur hukum yang tersedia. Jangan disebarkan ke mana‑mana sehingga isu ini berkembang tak terkendali bagaikan bola salju yang makin membesar,” tegasnya.

Menurutnya, tuduhan serius seperti perbuatan asusila, pemaksaan, maupun tindak pidana lainnya tidak dapat didasarkan hanya pada narasi, dugaan, atau informasi yang beredar secara lisan. Setiap pernyataan yang memberatkan harus didukung oleh alat bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan menurut ketentuan hukum.

“Jika hanya berupa cerita dan dugaan tanpa dasar bukti yang nyata, bagaimana posisinya? Coba bayangkan jika Anda sendiri yang dituduh demikian, padahal kebenarannya belum tentu terbukti,” ujar Askun.

“Pengadilan” di Media Sosial Dinilai Lebih Berdampak

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti fenomena menghakimi secara sepihak di ruang maya yang sering mendahului proses hukum yang sesungguhnya.

“Kadang putusan hakim di pengadilan justru kalah cepat dan pengaruhnya dibandingkan penilaian di media sosial. Dampak sosial yang ditimbulkannya jauh lebih berat,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dapat merusak nama baik, mengganggu ketenangan batin, serta menghambat perjalanan karier seseorang yang telah dibangun dalam waktu bertahun‑tahun. Hal ini menjadi kritik terhadap budaya menghakimi yang kerap terjadi di dunia maya tanpa mempertimbangkan hak asasi seseorang untuk membela diri.

Tak hanya membantah tuduhan yang belum terbukti, Askun juga menyampaikan bahwa pihaknya berhak menempuh jalur hukum lebih lanjut jika nantinya tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang sah.

“Apabila terbukti tuduhan itu tidak dapat dibuktikan, maka kami akan melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran terhadap Undang‑Undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tegasnya.

Pernyataan ini membuka kemungkinan babak baru dalam penyelesaian persoalan ini, di mana bukan hanya dugaan awal yang menjadi sorotan, tetapi juga tanggung jawab hukum bagi pihak yang menyebarkan informasi tanpa dasar yang jelas.

Askun juga menegaskan bahwa hingga saat ini kliennya masih menjalankan tugas dan kewajiban jabatannya sebagaimana mestinya. Menurutnya, belum ada panggilan resmi maupun penetapan dari instansi yang berwenang yang menyatakan adanya pelanggaran hukum.

“Sampai hari ini belum ada surat panggilan atau proses resmi apa pun. Yang ada hanyalah isu yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah memberikan klarifikasi ini, pihaknya juga akan menyampaikan perkembangan persoalan kepada pimpinan daerah sebagai bentuk keterbukaan dan tanggung jawab.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas warga Karawang. Di satu sisi, masyarakat berharap setiap dugaan pelanggaran ditelusuri secara transparan dan objektif. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran agar asumsi yang berkembang tidak berubah menjadi fitnah yang merugikan pihak yang bersangkutan.

Hingga saat ini, publik masih menantikan kepastian berdasarkan fakta dan proses hukum, bukan sekadar pendapat atau kabar yang belum jelas kebenarannya.****

 

Diduga Mengantuk, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Dump Truck di Cikarang Timur

0

BEKASI |Infokeadilan.com  – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal terjadi di Kampung Buniherang, RT 04/01, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, pada Jumat (19/6/2026). Peristiwa tersebut merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi‑saksi, kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi korban yang mengantuk saat berkendara. Akibatnya, ia kehilangan kendali atas kendaraannya dan langsung menabrak sebuah truk pengangkut material jenis dump truck.

Sopir truk, Ali, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa ia telah berupaya menghindari benturan setelah melihat gerak‑gerik sepeda motor yang melaju kencang dan tidak stabil.

“Saya mengemudikan truk dengan kecepatan rendah. Namun, pengendara motor itu melaju sangat cepat dan terlihat tidak terkendali. Saya pun sempat membunyikan klakson dan mengetuk pintu kabin untuk memberi peringatan, namun tidak berhasil dihindari. Korban sebenarnya membawa helm, namun tidak dikenakan saat kejadian,” ujar Ali di lokasi.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa oleh Unit Laka Lantas Polres Metro Bekasi guna proses identifikasi lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, identitas resmi korban belum diketahui secara pasti.

 

•Wan

Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, PT Eratani Teknologi Nusantara Gelar Sosialisasi Pertanian di Mekarjati

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan para pelaku usaha tani, PT Eratani Teknologi  Nusantara menggelar kegiatan sosialisasi dan pembinaan pertanian di wilayah Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan solusi dan pendampingan nyata bagi para petani agar hasil panen dapat lebih maksimal dan bernilai ekonomi tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari PT Eratani Nusantara, Iqbal Fajarudin  S.P. yang didampingi oleh Aprilia Salsabila S.P. , Kepala Kelurahan Mekarjati, Yono, S.E., Ketua LPM Mekarjati Karsum beserta jajaran, ketua Karang Taruna Mekarjati Dede Suryani, para Ketua Kelompok Tani, Ketua Forum RW Raskam, serta para Ketua RT dan RW se‑Kelurahan Mekarjati, Jum’at (19/6/2026).

Program utama yang disosialisasikan meliputi pembinaan teknis budidaya pertanian, yaitu tata cara penggunaan sarana produksi dan obat‑obatan yang tepat sasaran, teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman yang efektif, serta penerapan metode penanaman yang baik dan benar. Tujuannya adalah mencari solusi atas permasalahan di lapangan agar kualitas dan kuantitas hasil panen dapat meningkat secara signifikan.

Dalam sambutannya, Iqbal Fajarudin selaku perwakilan PT Eratani Nusantara menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya adalah wujud komitmen perusahaan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di daerah.

“Kami hadir di sini bukan hanya sekadar berbagi ilmu, tetapi ingin menjadi mitra setia para petani. Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan hingga pemanenan dilakukan dengan standar yang tepat. Penggunaan obat‑obatan dan pengendalian hama yang benar sangat menentukan keberhasilan panen. Kami berharap ilmu yang disampaikan dapat diterapkan langsung di lahan masing‑masing,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kelurahan Mekarjati, Yono, S.E., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif tersebut.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran pendampingan teknis sangat bermanfaat untuk menambah wawasan para petani kami. Pemerintah kelurahan senantiasa mendukung setiap upaya yang bertujuan memajukan pertanian dan menyejahterakan warga,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua LPM Mekarjati, Karsum, mengungkapkan rasa terima kasih dan harapannya.

“Terima kasih kepada PT Eratani Nusantara yang telah meluangkan waktu dan perhatiannya bagi kemajuan pertanian di wilayah kami. Semoga ilmu yang disampaikan menjadi berkah dan membawa perubahan positif bagi kita semua,” ungkapnya.

Di bagian akhir acara, kegiatan diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para petani dengan antusias menyampaikan berbagai kendala yang sering dihadapi di lapangan, mulai dari serangan hama, perubahan pola cuaca, hingga penurunan kesuburan tanah. Pihak perwakilan PT Eratani Nusantara memberikan penjelasan rinci dan solusi praktis atas setiap pertanyaan yang diajukan, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para petani semakin memiliki wawasan dan keterampilan yang memadai, serta mampu mengatasi berbagai tantangan dalam bertani. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan hasil produksi, ketahanan pangan, serta kesejahteraan ekonomi keluarga petani di Kelurahan Mekarjati.***