Beranda blog Halaman 50

WASPADAI IKLAN PALSU LEBARAN, Diskominfo Karawang : Jangan Mudah Tergiur Malvertising Berbahaya Siap Mengincar Pengguna Internet

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman malvertising atau iklan berbahaya yang mulai banyak muncul seiring dengan kedatangan Lebaran 1447 Hijriah. Peringatan ini disampaikan melalui kanal media sosial resmi instansi sebagai bagian dari program edukasi literasi digital yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan siber.

Momen Lebaran yang selalu diikuti dengan lonjakan promosi dan penawaran menarik ternyata menjadi peluang bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan iklan palsu. Malvertising sendiri adalah bentuk kejahatan siber yang menyamar sebagai iklan digital menarik, seperti penawaran voucher THR gratis, diskon hingga 90%, atau tiket mudik dengan harga sangat murah.

“Ketika diklik, iklan tersebut bisa mengarahkan pengguna ke situs tiruan yang dirancang untuk mencuri data pribadi, atau bahkan menyebarkan malware yang dapat merusak perangkat serta mencuri informasi sensitif,” jelas pihak Diskominfo Karawang, Jum’at (20/03/2026).

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian materi, tetapi juga risiko serius kebocoran data seperti nomor rekening, informasi identitas pribadi, hingga kata sandi akun penting.

Untuk menghindari ancaman tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dan tidak mudah tergiur oleh penawaran yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

– Selalu verifikasi kebenaran alamat situs (URL) sebelum mengklik atau melakukan transaksi

– Utamakan penggunaan aplikasi resmi dari penyedia layanan dibandingkan tautan yang tidak dikenal

– Jangan sembarangan memasukkan data pribadi dan sensitif pada situs yang tidak memiliki kredibilitas jelas

Kampanye literasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dalam beraktivitas online, terutama di tengah tingginya intensitas penggunaan internet selama musim Lebaran. Diskominfo Karawang berkomitmen untuk terus memberikan edukasi agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan bijak dan aman, sekaligus meminimalkan potensi kejahatan siber di lingkungan masyarakat.***

Festival Ngadulag Zona 2 Digelar di Cikampek, Jatisari Sabet Juara Utama

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dalam rangka menyambut malam takbiran 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Karawang menyelenggarakan Festival Ngadulag sebagai wujud syiar agama dan pelestarian budaya lokal khas daerah. Untuk Zona 2, acara berpusat di halaman Kantor Kecamatan Cikampek pada hari Jum’at (20/03/2026) malam mulai pukul 20.00 WIB, dengan meriah dan penuh ketertiban.

Festival yang menampilkan parade seni tabuh bedug ini diikuti oleh perwakilan dari 10 kecamatan, yaitu Cilamaya Wetan, Telagasari, Lemahabang, Tempuran, Cilamaya Kulon, Cikampek, Jatisari, Tirtamulya, Banyusari, dan Kotabaru. Setiap kecamatan mengirimkan satu kelompok yang terdiri dari satu vokalis dan lima pemusik, dengan ketentuan hanya menggunakan alat musik tradisional seperti bedug, rebana, gendang, dan gong tanpa campuran alat musik modern. Setiap tim diberikan waktu maksimal lima menit untuk menunjukkan kreativitas dengan nuansa Islami dalam penampilannya.

Camat Cikampek, Adi Firmansyah, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar perlombaan.

“Festival Ngadulag merupakan bentuk syiar Islam sekaligus upaya bersama untuk melestarikan budaya tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat Karawang,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan di satu lokasi bertujuan untuk meminimalkan kemacetan dan menjaga keamanan pada malam yang penuh berkah tersebut, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas acara.

Tema yang diusung pada Festival Ngadulag tahun ini adalah “Dengan Gema Takbir Mari Lestarikan Budaya Ngadulag Dalam Semangat Persatuan Untuk Karawang Maju,” yang mengedepankan pentingnya memelihara warisan budaya bedug dan memperkuat tali persaudaraan masyarakat.

Setelah melalui penilaian dewan juri tingkat kabupaten, Kecamatan Jatisari berhasil meraih juara pertama dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp5.000.000. Di posisi kedua adalah Kecamatan Telagasari dengan hadiah Rp3.000.000, sedangkan juara ketiga diraih oleh Kecamatan Lemahabang Wadas dengan hadiah Rp2.000.000.

Sekretaris Kecamatan Cikampek, H. Ari Maulana, S.KM., M.M., menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lokasi, area parkir, hingga aspek keamanan yang dilakukan melalui koordinasi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait.

Selain sebagai ajang kompetisi, Festival Ngadulag juga berperan sebagai sarana silaturahmi antarwarga dan wadah untuk mengembangkan kreativitas generasi muda, khususnya remaja masjid, dalam mengemas seni tabuh bedug secara variatif dan harmonis.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap acara ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah untuk menjaga semangat kebersamaan, memperkuat identitas budaya religius, dan menghadirkan malam takbiran yang aman, tertib, serta penuh makna.

 

•Edo Bahar

Hari Nyepi dan Akhir Ramadhan, Bupati Karawang Sampaikan Pesan Ketenangan dan Keberagaman untuk Bangsa

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Saat bulan suci Ramadhan memasuki penghujungnya dan umat Hindu di seluruh Indonesia merayakan Hari Nyepi, momen ini membawa pesan mendalam tentang makna ketenangan, introspeksi, dan pentingnya keharmonisan di tengah keberagaman bangsa. Hal ini disampaikan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh SE yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, Kamis (19/03/2026).

Dalam pesannya, ia menekankan bahwa hening yang menjadi ciri khas Hari Nyepi dan suasana khusyuk selama Ramadhan memiliki makna yang sama kuatnya dalam mengajak manusia untuk merenung.

“Di penghujung bulan suci Ramadhan, hadirnya Hari Nyepi menjadi pengingat indah tentang makna ketenangan, introspeksi, dan saling menghormati,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat bukanlah hal yang harus memecah belah. Sebaliknya, perbedaan tersebut bisa menjadi kekuatan yang besar jika diisi dengan sikap saling memahami.

“Dalam heningnya Nyepi dan khusyuknya Ramadhan, kita belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan sebuah kekuatan untuk saling memahami,” jelasnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga sikap toleransi dan selalu mengutamakan kebersamaan sebagai dasar kekuatan bangsa.

“Mari kita jaga toleransi, saling menghargai dan selalu mengutamakan kebersamaan. Indonesia kuat bukan karena sama, tetapi karena kita mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada seluruh umat Hindu yang merayakan Hari Nyepi. Tak hanya itu, ia juga mengucapkan selamat bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah di penghujung bulan Ramadhan.

“Selamat Hari Nyepi bagi yang merayakan, dan selamat menjalankan ibadah di penghujung Ramadhan. Semoga damai selalu menyertai kita semua,” pungkasnya.***

Kondisi Terkini Arus Mudik 2026 Di Jalur Arteri Karawang Arah Cikampek Terpantau Ramai Lancar

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Jalur Arteri Karawang arah Cikampek menjadi salah satu jalur yang dilalui banyak pemudik yang kembali ke daerah asalnya. Meskipun volume kendaraan tercatat tinggi, aliran lalu lintas tetap berjalan lancar tanpa terjadi kemacetan signifikan, Rabu (18/03/2026) malam.

Berdasarkan hasil pantauan tim media di lokasi, terlihat antrian kendaraan yang cukup padat dengan sebagian besar merupakan pengendara roda dua yang sedang melakukan perjalanan mudik.

Rizky Pratama salah seorang pemudik yang berasal dari Jakarta bertujuan ke Jawa Tengah saat di minta tanggapan terkait kondisi lalu lintas di jalur tersebut mengatakan.

“Awalnya saya khawatir akan mengalami kemacetan panjang karena keluar kota pada malam hari ini, tapi rupanya aliran kendaraan tetap lancar, ini sangat membantu saya bisa cepat sampai di rumah,” ujar Rizky sambil beristirahat sebentar di pinggir jalan.

“Saya melihat ada beberapa petugas yang mengatur lalu lintas di beberapa titik, itu membuat perjalanan jadi lebih nyaman dan terasa aman.” tambahnya.

Sementara itu, pihak petugas lalu lintas memberikan himbauan serta pesan keselamatan bagi seluruh masyarakat dan pemudik yang menggunakan jalur tersebut.

“Kami mengimbau seluruh pengendara untuk selalu menjaga jarak aman antar kendaraan, tidak mengemudi dalam kondisi kantuk, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.” Pesannya.

“Untuk pemudik khususnya, mohon untuk tidak terburu-buru dalam berkendara, selalu patuhi rambu lalu lintas, dan segera berhenti untuk beristirahat jika merasa lelah. Keselamatan Anda adalah prioritas utama kami,” tandasnya.

Dilokasi menunjukkan pengendara yang tertib mengikuti aliran kendaraan, serta petugas yang siap membantu dan mengarahkan lalu lintas agar tetap terkontrol.

•Tim/Red

Ramadhan 1447 H, Masjid Besar Asy-Syuhada Cikampek Timur Santuni 64 Anak Yatim dan 41 Dhuafa

0

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Masjid Besar Asy-Syuhada Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang menggelar kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama pada Rabu (18/03/2026). Kegiatan bertema “Sambut Ramadhan dengan Penuh Kebaikan, Berbagi Kebahagiaan bersama Anak-anak Yatim” berlangsung dengan khidmat dan penuh kedekatan kebersamaan.

Acara dihadiri oleh berbagai tokoh dan pihak terkait, antara lain Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Besar Asy-Syuhada H. Muktar Ependi, AKP Abdul Wahab Sya’roni, S.H (Kanit Reskrim Polsek Cikampek), jajaran pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para ustadz dan ustadzah.

Pada kesempatan tersebut, panitia menyalurkan bantuan santunan kepada 64 anak yatim dan 41 kaum dhuafa, sebagai wujud kepedulian sosial yang diwujudkan di bulan suci Ramadhan.

Ketua DKM H. Muktar Ependi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang telah menjadi bagian dari tradisi masjid.

“Alhamdulillah, di bulan suci Ramadhan ini kita bisa berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DKM H. Agung Lukman Faisal menegaskan pentingnya menjaga semangat kepedulian terhadap sesama, terutama di momentum penuh berkah ini.

“Kami berharap kegiatan santunan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya anak yatim dan dhuafa. Semoga apa yang diberikan menjadi amal kebaikan bagi seluruh jamaah dan donatur,” ungkapnya.

AKP Abdul Wahab Sya’roni turut mengapresiasi langkah positif yang dilakukan oleh masjid.

“Kegiatan seperti ini sangat positif, tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Selain penyerahan santunan, acara juga diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustadz Abdulrahman. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ibadah serta perhatian terhadap sesama.

“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Jangan pernah ragu membantu sesama, karena setiap kebaikan yang kita lakukan akan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan prosesi pemberian santunan secara langsung kepada para penerima dan buka puasa bersama, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

 

•Edi Bahar

Transaksi Motor Berujung Bencana, Persahabatan Terbengkalai, Pekerja SPPG Pancawati 2 Diserang Fasilitas Di Rusak

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Insiden pengrusakan dan serangan terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancawati 2, berlokasi di Jalan Pohon Miring, Dusun Bakan Jati, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Selasa malam (17/03/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Peristiwa tersebut diduga berasal dari permasalahan pribadi yang sudah berlangsung lama antara korban dan salah satu pelaku, terkait transaksi sepeda motor senilai Rp15 juta. Kedua pelaku datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam jenis parang (bedok), dan salah satu yang berinisial (R) diduga melakukan penyerangan terhadap (YS), pekerja di SPPG Pancawati 2.

“Permasalahan itu sudah lama, terkait motor. Saya sempat menegur, namun pelaku tidak menerima. Diduga juga ada pihak lain yang memanas-manasi hingga akhirnya mereka datang membawa senjata tajam dan menyerang,” ujar YS kepada awak media pada Rabu (18/03/2026).

Korban berhasil melakukan perlawanan di dalam area SPPG sehingga terhindar dari luka serius akibat tusukan, meskipun tetap mengalami luka sabetan. Selain menyerang, kedua pelaku juga merusak fasilitas SPPG, di antaranya kaca pintu dapur sebelum keluar dari lokasi. Tak lama kemudian, mereka diamankan oleh warga sekitar.

Saat ini, korban telah melaporkan kejadian ke pihak kepolisian dan menjalani visum medis di Polres Karawang. Sementara itu, pelaku (R) dalam kondisi kritis dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini, termasuk untuk mengklarifikasi motif secara menyeluruh serta keterlibatan pihak lain yang mungkin terlibat.***

Gubernur Jabar Minta Hentikan Aktivitas Penyapu Koin di Jembatan Sewo Selama 15 Hari, Berikan Bantuan Sebagai Kompensasi

0

INDRAMAYU |Infokeadilan.com  – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Kuwu Desa Sukra, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (18/3/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengatur tradisi penyapu koin di kawasan Jembatan Sewo, perbatasan Subang-Indramayu, menjelang perayaan Idul Fitri.

Dalam pertemuan, Gubernur memberikan instruksi kepada Kuwu dan perangkat desa setempat untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga yang biasanya beraktivitas sebagai penyapu koin di sepanjang jalan protokol perbatasan tersebut. Pendataan ini bertujuan agar pemerintah dapat menyalurkan bantuan dana kompensasi atau “uang lebaran” secara tepat sasaran.

Sebagai bentuk kompensasi atas bantuan yang akan diberikan, Dedi Mulyadi meminta secara tegas agar aktivitas menyapu koin di Jembatan Sewo dihentikan seluruhnya selama 15 hari ke depan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan warga dan pengguna jalan, mengingat volume kendaraan yang mulai meningkat menjelang hari raya.

“Kami ingin warga tetap bisa merayakan lebaran dengan layak tanpa harus bertaruh nyawa di jalanan. Oleh karena itu, saya minta selama 15 hari ke depan tidak ada aktivitas menyapu koin. Sebagai gantinya, pemerintah akan hadir memberikan santunan,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan perangkat desa.

Langkah persuasif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan kemacetan panjang yang kerap terjadi di titik tersebut. Pihak Desa Sukra menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan validasi data warga agar proses distribusi bantuan dapat berjalan cepat sebelum hari raya tiba.

Kunjungan ditutup dengan peninjauan singkat ke titik-titik rawan di perbatasan untuk memastikan koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Desa berjalan harmonis demi kenyamanan masyarakat Jawa Barat.

 

•Ismail

Sertijab Kades Cikampek Selatan 2026–2034 Berlangsung Khidmat, Edi Suparjono Siap Bawa Perubahan Positif Meskipun Anggaran Terbatas

KARAWANG |Infokeadilan.com – Serah terima jabatan (sertijab) Kepala Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, telah resmi digelar dengan khidmat pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di Gedung Unggun Desa Cikampek Selatan. Pada acara tersebut, Penjabat (Pj) Kepala Desa Asep Sopandi menyerahkan amanah kepemimpinan secara resmi kepada Kepala Desa terpilih, Edi Suparjono, untuk masa bakti periode 2026 hingga 2034.

Acara yang menjadi tonggak awal pemerintahan baru ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat terkait. Antara lain Camat Cikampek Adi Firmansyah, SH., MM., Sekretaris Kecamatan Ari Maulana, SKM., MM., serta jajaran pejabat kecamatan meliputi Kasi Pemerintahan Hj. Fatmawati, SH., Kasi Trantib Ade Saprudin, SE., dan unsur perangkat kecamatan lainnya.

Turut menghiasi momen tersebut juga unsur Forkopimcam yang terdiri dari Danramil/Babinsa dan Kapolsek/Bhabinkamtibmas, Ketua beserta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa lama dan baru, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala RT/RW, serta perwakilan lembaga desa seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Prosesi sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara resmi dan penyerahan inventaris serta aset desa dari pihak lama kepada kepala desa terpilih, sebagai bentuk kelengkapan transisi kepemimpinan yang akuntabel.

Dalam sambutannya, Camat Cikampek Adi Firmansyah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pj Kepala Desa Asep Sopandi atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin. Sementara itu, ia juga menyampaikan pesan penting dari Bupati Karawang kepada kepala desa yang baru.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Asep Sopandi atas seluruh kontribusinya bagi kemajuan Desa Cikampek Selatan. Bagi Bapak Edi Suparjono sebagai kepala desa baru, harapannya adalah dapat menjunjung tinggi semangat gotong royong, rangkul seluruh lapisan masyarakat, dan terus berinovasi dalam menjalankan tugas meskipun di tengah dinamika pengelolaan anggaran,” ucapnya.

Sementara itu, Edi Suparjono menyampaikan rasa syukur karena proses sertijab berjalan lancar dengan didampingi Camat, unsur Muspika, serta dinas terkait. Ia menegaskan komitmen untuk melanjutkan program pembangunan yang telah dirintis sebelumnya, dengan penyesuaian sesuai kondisi anggaran yang ada.

“Alhamdulillah, acara hari ini berjalan sesuai rencana. Saya hanya akan melanjutkan perjuangan dan program pembangunan yang telah dimulai oleh Bapak Asep Sopandi, dengan tetap mematuhi aturan dan tatanan yang berlaku. Kami menyadari bahwa APBDes tahun ini mengalami pemangkasan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian yang cermat untuk memastikan setiap anggaran memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran, Edi tetap menunjukkan optimisme dalam membawa kemajuan bagi desa yang dipimpinnya. “Visi dan misi kami ke depan adalah menjadikan Desa Cikampek Selatan lebih maju, meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman, tentram, dan kondusif bagi seluruh warga,” pungkasnya.

Kegiatan sertijab ini diharapkan menjadi awal baru yang penuh harapan bagi pemerintahan Desa Cikampek Selatan dalam menyelenggarakan pembangunan berkelanjutan dan pelayanan publik yang lebih baik kepada seluruh masyarakat.

 

•Edi Bahar

Menapak Jejak Siliwangi di Tanah Sejarah, PSIB Karawang Teguhkan Jati Diri

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Di sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan bangsa, Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok, pelantikan pengurus DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Karawang periode 2026–2031 berlangsung dengan nuansa berbeda, Selasa (17/3/2026).

Tak sekadar seremoni organisasi, acara ini menjadi pertemuan antara sejarah, nilai perjuangan, dan harapan masa depan.

Di tempat yang erat kaitannya dengan detik-detik menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, para tokoh PSIB berkumpul, seakan menegaskan kembali bahwa perjuangan tidak pernah benar-benar usai—ia hanya berganti bentuk.

Ketua DPC PSIB Karawang, H. Maslani, yang juga menjabat Wakil Bupati Karawang, berdiri di hadapan para undangan dengan nada penuh optimisme. Ia menyadari, amanah yang diembannya bukan sekadar jabatan organisasi.

“Insya Allah amanah ini saya terima dan akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan organisasi dan masyarakat Karawang,” ujar Maslani.

Pelantikan ini, menurutnya, sempat tertunda selama beberapa bulan. Namun justru penantian itu menjadi ruang untuk mempersiapkan langkah yang lebih matang.

“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki. Kita harus maju bersama,” katanya menegaskan.

Di sela suasana formal, Maslani sempat mencairkan suasana dengan cerita pribadinya. Ia mengaku telah tinggal di Karawang sejak 2001.

“Saya sudah 25 tahun di Karawang, sudah minum air Karawang, walaupun bahasa Sunda belum lancar,” ucapnya sambil tersenyum, disambut tawa ringan para hadirin.

Sementara itu, Ketua DPD PSIB Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) H. Kemal Hendrayadi, S.I.P., membawa para hadirin menengok lebih jauh ke belakang—ke akar sejarah Siliwangi yang membentuk identitas organisasi.

“Siliwangi adalah napak tilas perjuangan, dari Tanggul Buana hingga Masjid Agung Karawang. Ini bukti sejarah yang harus kita jaga,” ujarnya.

Bagi Kemal, nama Siliwangi bukan sekadar simbol. Ia adalah representasi nilai yang diwariskan dari masa Kerajaan Pajajaran hingga perjuangan kemerdekaan.

Ia mengingatkan bahwa organisasi ini memiliki perjalanan panjang sejak 1922, dari pencak silat hingga terlibat dalam dinamika perjuangan bangsa melalui TKR yang kini menjadi TNI.

Namun, di tengah perkembangan zaman, ia menegaskan satu hal yang tidak boleh hilang: keseimbangan antara nilai budaya dan struktur organisasi.

“Kultur adalah jati diri kita, sedangkan struktur adalah posisi kita dalam organisasi. Keduanya harus berjalan bersama,” tegasnya.

Kemal juga menggarisbawahi empat nilai utama yang harus dijaga setiap anggota: kepatuhan, kesetiaan, keteguhan, dan keikhlasan.

“Berorganisasi di Siliwangi harus dimaknai sebagai ibadah,” tambahnya.

Suasana menjadi lebih reflektif ketika putri pendiri PSIB, Edeh L. Puradireja, menyampaikan sambutannya. Dengan nada penuh penghormatan, ia mengajak seluruh hadirin untuk tidak melupakan sejarah panjang yang melatarbelakangi lahirnya organisasi.

“Saya masih sangat bangga dengan sejarah dan perjuangan yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujarnya.

Ia kemudian mengisahkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun tentang Ama R. Oetje Poeradireja dan perannya menjelang Proklamasi Kemerdekaan.

Kisah itu, meski tidak banyak tercatat dalam buku sejarah arus utama, menjadi pengingat bahwa peran tokoh lokal tidak bisa dipandang sebelah mata.

Lebih dari itu, Edeh menekankan nilai pengabdian tanpa pamrih yang menjadi fondasi perjuangan.

“Beliau menolak gaji sebagai veteran. Yang penting Indonesia merdeka dan kemerdekaan itu harus dijaga,” tuturnya.

Di tengah dinamika organisasi masa kini, ia mengingatkan agar nilai-nilai itu tidak luntur.

“PSIB harus menjunjung silih asih, silih asah, silih asuh, dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh, mulai dari jajaran pengurus PSIB Jawa Barat hingga tokoh masyarakat dan ulama.

Kehadiran mereka mempertegas bahwa PSIB bukan hanya organisasi, tetapi juga bagian dari jaringan sosial dan budaya masyarakat.

Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, momentum ini menjadi titik awal untuk memperkuat peran PSIB di tengah masyarakat—sebagai penjaga nilai, penguat persatuan, sekaligus mitra dalam pembangunan daerah.

Dari Rengasdengklok, pesan itu terasa jelas: sejarah bukan untuk dikenang semata, tetapi untuk dijaga dan dilanjutkan.

 

•Red

Bapenda Karawang Perkuat Tata Kelola Pajak, Sosialisasikan Perubahan Aturan Air Tanah dan Reklame

KARAWANG |Infokeadilan.com – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melaksanakan kegiatan sosialisasi regulasi pajak daerah terkini, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola fiskal daerah, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi pendapatan daerah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Jum’at (13/03/2026) untuk Pajak Air Tanah dan Senin (16/03/2026) untuk Pajak Reklame, diharapkan memastikan pemahaman yang komprehensif bagi seluruh pemangku kepentingan terkait perubahan kebijakan pajak yang berlaku.

Pajak Air Tanah: Lebih Adaptif dengan Penyesuaian Tarif

Sosialisasi Pajak Air Tanah mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 98 Tahun 2018, yang menetapkan dan mengundangkan Tata Cara Perhitungan Nilai Perolehan Air Tanah sebagai Dasar Penetapan Pajak Air Tanah. Peraturan ini merupakan bentuk penyempurnaan mekanisme penagihan yang lebih adaptif terhadap dinamika pemanfaatan sumber daya alam.

Sebagai poin penting, terjadi penyesuaian substansial pada besarannya tarif Penyesuaian Harga Air Baku (HAB), yang menjadi salah satu komponen perhitungan pajak. Harga Air Baku kini ditetapkan sebesar Rp2.500,00 per meter kubik. Sebelumnya, penyesuaian terakhir dilakukan pada tahun 2013 melalui Perbup No. 41 Tahun 2013 dengan nilai Rp4.159 per meter kubik.

“Perbup No. 16 Tahun 2026 ini bukan kelanjutan dari Perda No. 17 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, melainkan telah melalui kajian dan konsultasi dengan pihak independen,” jelas Sekretaris Bapenda Karawang, Ade Sudrajat, S.H., M.M.

Pajak Reklame: Tata Kelola yang Lebih Jelas dan Berkeadilan

Sementara itu, untuk Pajak Reklame, Pemerintah Kabupaten Karawang menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Reklame, yang merupakan upaya pembaruan menyeluruh terhadap tata kelola pemungutan pajak sektor ini.

Reklame yang dimaksud adalah segala bentuk corak atau ragam karya yang dirancang untuk tujuan komersial, memperkenalkan, menjanjikan, atau mempromosikan agar menarik perhatian umum terhadap barang, jasa, orang, atau badan, baik yang dapat dilihat, dibaca, didengar, dirasakan, maupun dinikmati oleh umum. Besaran Nilai Sewa Reklame (NSR) sebagai dasar pengenaan pajak ditetapkan berdasarkan Nilai Kontrak Reklame.

“NSR yang ditetapkan dalam Perbup No. 18 Tahun 2026 khusus untuk reklame yang diselenggarakan sendiri, namun tidak memiliki atau tidak diketahui Nilai Kontraknya dan dianggap tidak wajar,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan agar pelaku usaha memperhatikan aspek keindahan, keamanan, dan ketertiban umum dalam pemasangan reklame, serta mematuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 3 Tahun 2019 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame. Sebelum memasang reklame, pihak terkait diwajibkan menyelesaikan pengurusan izin melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta membayar pajak daerah ke Bapenda. Pelanggaran akan dikenai penertiban oleh Pemkab Karawang melalui Satpol PP.

Dorong Partisipasi Aktif untuk Pembangunan Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Narasumber dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karawang turut memberikan paparan terkait prosedur perizinan.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan wajib pajak untuk memahami perubahan regulasi ini, mematuhi ketentuan perizinan serta kewajiban perpajakan, dan berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan pajak. Setiap kontribusi pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkas Ade Sudrajat.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung secara interaktif dan mendapatkan respons positif dari peserta, yang terdiri dari pelaku usaha, penyelenggara reklame, serta wajib pajak pengguna air tanah. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi tanya jawab terkait implementasi regulasi baru.

 

•Red