Beranda blog Halaman 65

Sinergi TNI-Polri dengan Pemerintah dan Masyarakat Gelar Jum’at Bersih di Cipayung Cikarang Timur

0

BEKASI |Infokeadilan.com – TNI-Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat kembali terwujud dalam kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) yang digelar di jalan raya Cipayung Kampung Buniherang, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jum’at (13/2/2026)

Kegiatan yang dimulai pada pukul 07.00 WIB tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI, yang berasal dari instruksi Presiden Republik Indonesia terkait percepatan aksi kebersihan lingkungan sebagai bagian dari penguatan ketahanan kesehatan nasional. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan Jumat Bersih dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Timur, Kompol Sugiharto, S.H., didampingi oleh Danramil 08/Lemah Abang Mayor Inf. Sukoco, anggota Polres Metro Bekasi Kompol Bowo Lesmono, S.H., perwakilan Muspika Cikarang Timur sekaligus Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur H. Aris Sadikin Asnawi, S.E., serta Kepala Desa Cipayung H. Ajan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel gabungan TNI-Polri, aparatur kecamatan, perangkat desa, serta masyarakat setempat yang bergotong royong membersihkan area jalan raya dan sekitarnya.

H. Aris Sadikin menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti membersihkan lingkungan, tetapi juga sebagai upaya untuk menanamkan kembali jiwa gotong royong di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, kami ingin menanamkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Gotong royong adalah budaya yang harus terus kita jaga,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Timur Kompol Sugiharto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergitas antara TNI-Polri dan pemerintah desa dalam menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai kebutuhan dan budaya sehari-hari, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan.

“Kami sangat mengapresiasi kebersamaan ini. Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah desa menjadi contoh positif dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan,” ucap Kompol Sugiharto.

Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan Cikarang Timur diharapkan dapat terus berlanjut secara rutin melalui kegiatan-kegiatan serupa. Dengan semangat gotong royong, Gerakan Indonesia ASRI di Desa Cipayung diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh aktivitas masyarakat.

•Wan

Jembatan Curug Klari Resmi Dibuka, Bupati Harap Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Jembatan Curug Klari secara resmi dibuka untuk umum oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh SE pada Jum’at (13/2/2026).

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat dan mendorong perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya saat peresmian, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh SE menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan.

“Jembatan Curug Klari bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung jalan, melainkan merupakan simbol dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan mempermudah akses bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Belaiu mengajak kepada para pengguna jalan untuk dapat menggunakan jembatan dengan bijak dan bertanggung jawab.

“Kami berharap kepada seluruh pengguna jalan untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas, serta merawat fasilitas ini dengan baik agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Selain itu, Bupati juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan kelancaran akses transportasi, diharapkan dapat mempermudah pergerakan barang dan jasa, serta membuka peluang baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar wilayah Curug Klari,” jelasnya.

Acara peresmian juga diisi dengan peninjauan langsung kondisi jembatan oleh Bupati dan tim teknis, dan acara gunting pita sebagai tanda bahwa jembatan telah siap digunakan untuk umum.

 

•Red

UPTD Puskesmas Cabangbungin Luncurkan Program “Pelayan Hati” Perawat Datangi Rumah, Layani dengan Kepedulian

0

BEKASI |Infokeadilan.com – Program inovasi “Pelayan Hati” merupakan upaya keperawatan kesehatan masyarakat yang secara khusus menyasar keluarga dengan risiko tinggi atau Keluarga Mandiri 3 dan 4 yang memiliki anggota dengan kondisi kesehatan seperti hipertensi, diabetes melitus, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kanker, ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, tuberkulosis (TBC), serta keluarga perokok.

Kegiatan program ini mencakup serangkaian layanan keperawatan, mulai dari pengkajian, diagnosa, pemberian tindakan, edukasi kesehatan, hingga evaluasi secara berkala. Perawat UPTD Puskesmas Cabangbungin telah dibagi menjadi penanggung jawab dengan wilayah binaan di masing-masing desa, sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Dengan adanya program inovasi ‘Pelayan Hati’, kami berharap dapat meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) UPTD Puskesmas Cabangbungin sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Kepala Puskesmas Cabangbungin, H. Norsan, SKM, MM., Jum’at (13/2/2026).

Sarni, salah satu warga Kampung Cangkring RT 10 Kadus 03 Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin, menyampaikan apresiasi. “Saya ucapkan terima kasih kepada pegawai UPTD Puskesmas Cabangbungin yang turun langsung mengecek kesehatan saya,” ucapnya.

 

•Red

Dukung Demokrasi Desa, Warga Pantai Sederhana Tekan BPD untuk Pemilihan Langsung per KK

0

BEKASI |Infokeadilan.com – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Membangun Desa (AMMD) Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, melakukan audiensi di kantor desa pada Jum’at (13/2/2026) siang. Mereka mengajukan tuntutan agar pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tahun 2026 dilakukan secara langsung per kepala keluarga (KK).

Aksi yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut penuh ketegangan. Warga datang membawa dokumen dukungan yang telah ditandatangani sekitar 700 kepala keluarga, kemudian bergantian menyampaikan aspirasi dengan nada tegas tentang pentingnya sistem pemilihan langsung agar harapan mayoritas warga bisa terefleksi dengan baik.

“Kami menolak sistem perwakilan tokoh desa. Pemilihan BPD harus per kepala keluarga agar aspirasi warga benar-benar didengar,” tegas Suheru AS, perwakilan warga.

Kekecewaan mendalam terlihat pada wajah warga karena Ketua BPD dan Kepala Desa tidak hadir dalam pertemuan tersebut, padahal sebelumnya Aliansi Masyarakat Membangun Desa telah mengirimkan surat resmi untuk meminta pertemuan.

Menurut warga, ketidakhadiran kedua pihak ini menunjukkan kurangnya responsif terhadap aspirasi yang diajukan masyarakat.

“Setiap kali kami melakukan audensi di kantor desa, kepala desa dan ketua BPD tidak pernah mau menghadapi masyarakat. Hingga kami menilai seolah-olah kepala desa lepas tanggung jawab,” tambah Suheru AS.

Meski tanpa kehadiran kedua pihak kunci tersebut, Ketua Panitia Pengisian Anggota BPD menyampaikan kesiapan untuk mengikuti upaya tindak lanjut tuntutan warga.

“Kami menerima semua masukan warga dan akan menyampaikannya kepada kepala desa. Semua opsi pemilihan akan dibahas secara transparan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Hasil dari audiensi tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara resmi yang menyatakan:

“Berdasarkan audensi Aliansi Masyarakat Membangun Desa dengan Panitia Pengisian Anggota BPD, warga meminta pemilihan anggota BPD dilakukan secara langsung per kepala keluarga. Panitia pengisian anggota BPD menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi ini kepada kepala desa sebagai dasar penyusunan Peraturan Desa (Perdes) terkait mekanisme pemilihan. Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pengisian Anggota BPD Tahun 2026, berita acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, akan diadakan perubahan.”

Warga menegaskan bahwa langkah mereka didasarkan pada prinsip demokrasi dan keterbukaan. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, anggota BPD harus dipilih secara demokratis oleh warga melalui mekanisme yang diatur dalam Peraturan Desa.

Peristiwa ini mencerminkan kesadaran politik masyarakat desa yang semakin tinggi dalam mengawal proses demokrasi di tingkat lokal, meskipun diwarnai dengan kekecewaan atas ketidakhadiran pihak yang berwenang.

Dengan berita acara yang telah disepakati bersama, warga berharap mekanisme pemilihan anggota BPD tahun ini benar-benar bisa mencerminkan kehendak mayoritas, sekaligus menjadi contoh bagi transparansi dan partisipasi aktif masyarakat di wilayah lain.

 

•Red

Tolak Wacana Polri Dibawah Kementrian, Ketum LSM SNIPER : Polri Tak Boleh Dibawah Kementerian Manapun, Jaga Amanat Reformasi

0

BEKASI |Infokeadilan.com – Ketua Umum LSM SNIPER INDONESIA, Gunawan, dengan tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu. Ia menegaskan bahwa posisi Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia sesuai dengan amanat reformasi.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Gunawan menyampaikan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden telah diatur secara jelas dalam sistem ketatanegaraan Indonesia pascareformasi. Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya besar reformasi 1998 untuk memisahkan fungsi pertahanan dan keamanan, sekaligus memperkuat profesionalisme institusi kepolisian.

“Polri tidak boleh ditempatkan di bawah kementerian mana pun. Posisi Polri sudah jelas berada langsung di bawah Presiden. Itu adalah amanat reformasi yang harus kita jaga bersama,” tegas Gunawan, Jum’at (13/2/2026).

Ia menilai, apabila Polri ditempatkan di bawah kementerian tertentu, hal tersebut berpotensi mengganggu independensi dan profesionalitas institusi dalam menjalankan tugas penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.

Gunawan juga mengingatkan bahwa semangat reformasi menuntut adanya pemisahan yang tegas antara institusi militer dan kepolisian, demi menciptakan tata kelola keamanan yang demokratis.

Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, Polri berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Ketentuan ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menyatakan bahwa Polri bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Gunawan menambahkan, stabilitas keamanan nasional sangat bergantung pada independensi dan netralitas Polri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap konsisten menjaga marwah institusi kepolisian sesuai dengan cita-cita reformasi.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan amanat reformasi tidak mundur. Polri harus tetap profesional, mandiri, dan berada langsung di bawah Presiden,” pungkasnya.

 

•Wan

17 Titik MPBG Beroperasi di Kotabaru, Rakor BGN Dorong Sinergi Lintas Sektoral untuk Turunkan Stunting

0

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Pemerintah Kecamatan Kotabaru menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Gizi Nasional (BGN) lintas sektoral guna memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi (MPBG) serta percepatan penurunan angka stunting. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kotabaru pada Rabu (12/02/2026) ini menghadirkan berbagai unsur terkait untuk memastikan program berjalan dengan optimal.

Rakor yang dipimpin oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) BGN Kotabaru menghadirkan peserta dari OPD terkait, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, serta sejumlah stakeholder lainnya. Di antara mereka adalah Camat Kotabaru Hj. Idah Hamidah, SE., Kapolsek Kotabaru Iptu Suherlan, perwakilan Danramil Kotabaru, Korcam BGN Kotabaru Arsad Fany Ibrahim, Korwil BGN Kotabaru Robi Semdri Adi, S.IP., Korwil BGN Kabupaten Karawang, para Kepala Desa se-Kecamatan Kotabaru, Kepala Puskesmas, unsur pendidikan, organisasi profesi, pengelola SPPG, dan tenaga ahli gizi.

Seluruh Desa di Kotabaru Sudah Miliki MPBG yang Beroperasi

Dalam kesempatan tersebut, Korcam BGN Kotabaru Arsad Fany Ibrahim menjelaskan bahwa tujuan utama rapat koordinasi ini adalah memperkuat kerja sama lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan program MPBG.

“Kegiatan hari ini kami adakan untuk menyatukan langkah bersama teman-teman dari berbagai instansi dan stakeholder. Tujuannya agar pelaksanaan MPBG bisa berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ucap Arsad.

Ia menambahkan bahwa realisasi program di Kecamatan Kotabaru telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Saat ini sudah ada 17 titik MPBG yang telah direalisasikan. Alhamdulillah, setiap desa di Kotabaru telah memiliki bangunan dapur yang telah beroperasi untuk mendukung program ini,” jelasnya.

Menurut Arsad, capaian ini menjadi dasar yang kuat dalam mendukung gerakan gizi nasional dan upaya penekanan angka stunting di wilayahnya.

Sinergi Jadi Kunci, Hindari Miskomunikasi

Camat Kotabaru Hj. Idah Hamidah menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara semua pihak pelaksana program.

“Kecamatan tidak dapat menjalankan program ini sendirian. Dibutuhkan koordinasi yang solid antara berbagai tingkat pemerintah, mulai dari pusat hingga desa, serta unsur kesehatan dan pihak terkait lainnya,” tegas Idah.

Ia juga mengingatkan agar seluruh elemen bekerja dengan pemahaman yang sama untuk menghindari kesalahpahaman di lapangan.

“Kita harus menjaga agar tidak terjadi miskomunikasi. Kepala desa, tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan semua pihak memiliki peran yang tak tergantikan. Semua kita memiliki tujuan yang sama: meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Menurut Camat, program gizi nasional bukan hanya urusan administrasi semata, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

TNI-Polri Siap Dukung Pengawalan

Kapolsek Kotabaru Iptu Suherlan menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pelaksanaan program ini. “Kami siap memberikan dukungan penuh dan mengawal jalannya program agar berlangsung dengan aman dan lancar. Sinergi antar instansi adalah kunci utama untuk mencapai keberhasilan yang diharapkan,” terangnya.

Rakor ini diharapkan mampu menyamakan persepsi dan langkah seluruh pihak terkait dalam menerapkan kebijakan dan implementasi program MPBG serta BGN di lapangan. Dengan 17 titik yang telah beroperasi di seluruh desa, Kecamatan Kotabaru beroptimisme bahwa program gizi nasional akan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya.

 

•Edi

Perwakilan Manajemen Bantah Isu Fasilitas Diskotik Di Theater Night Mart Akan Beroperasi, Perizinan Masih Ditempuh dan Dalam Pengawasan

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Kabar yang beredar mengenai rencana beroperasinya Theater Night Mart di Jalan Tuparev Karawang yang disebut-sebut akan menyertakan fasilitas diskotik, karaoke, serta menyediakan wanita penghibur, dinyatakan sebagai informasi tidak benar atau isapan jempol belaka.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Nando, perwakilan manajemen Theater Night Mart, dalam agenda uji publik terkait proses perizinan yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang pada hari Kamis (12/2/2026).

Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Baperida), serta aliansi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam Karawang.

“Tidak benar kami akan ada Diskotik dan Karaoke di Theater Night Mart. Pihak kami hanya mengajukan perizinan untuk usaha restoran dan bar saja,” jelas Nando.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Karawang, H. Rusman, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan izin Surat Izin Lokasi Fasilitas (SLF) maupun Perizinan Bangunan Gedung (PBG) untuk Theater Night Mart. Seluruh proses perizinan masih dalam tahap evaluasi yang terus dilakukan secara cermat.

“Namun jika pengajuannya memang hanya untuk restoran dan bar, maka akan kami pertimbangkan. Dengan catatan, jika di kemudian hari pemilik usaha melanggar perjanjian atau komitmen yang telah disepakati, kami tidak segan-segan untuk segera mensegel Theater Night Mart,” tegasnya.

 

•Red

Optimalisasi Satu Data Indonesia, Diskominfo Karawang Gelar Rakor Fokus Statistik Sektoral dan Geospasial

0

KARAWANG |Infokeadila.com – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satu Data Indonesia Tingkat Kabupaten pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula 1 Bapperida ini dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Karawang, Poltak SML Toruan.

Dalam sambutannya, Poltak menegaskan pentingnya rakor ini untuk memperkuat penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) di wilayahnya, khususnya pada aspek statistik sektoral dan data geospasial. Menurutnya, kebijakan SDI mengharuskan pemerintah daerah untuk menyajikan data yang tidak hanya tersedia, namun juga berkualitas tinggi.

“Data harus konsisten antar-perangkat daerah, memiliki standarisasi yang sama, metadata yang jelas, serta dapat dengan mudah dibagikan dan digunakan bersama,” jelasnya.

Acara ini diikuti oleh pengelola data dari berbagai organisasi perangkat daerah dan kecamatan se-Kabupaten Karawang. Selain itu, juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang.

Pihak Diskominfo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah hadir. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan dapat tercapai kesepahaman bersama dan langkah-langkah konkrit untuk mewujudkan SDI yang terpadu.

“Saya berharap, seluruh perangkat daerah dan kecamatan semakin memahami, mengedepankan, menerapkan, serta memaksimalkan implementasi optimalisasi Satu Data Indonesia. Ini sangat krusial bagi kita semua dalam mendukung terwujudnya data yang terintegrasi dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang,” tutupnya.

 

•Red

Primaya Hospital Karawang dan Bekasi Barat Gelar Seminar Hari Kanker Sedunia Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Lewat Edukasi dan Kolaborasi

0

KARAWANG |Infokeadilan.com – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Primaya Hospital Karawang bekerja sama dengan Primaya Hospital Bekasi Barat menyelenggarakan seminar bertajuk “Kualitas Hidup Lebih Baik untuk Penderita Kanker” di Ballroom Hotel Mercure Karawang pada hari Rabu, 11 Februari 2026. Acara yang bertujuan mengedukasi masyarakat sekaligus menginspirasi para pengidap dan penyintas kanker ini menghadirkan tiga pakar kesehatan ternama dari kedua rumah sakit.

Narasumber yang hadir meliputi dr. Deden Djatnika, Sp.PD-KHOM (Spesialis Penyakit Dalam, Primaya Hospital Karawang); dr. Nurhayati, Sp.P(K) Onk. FISR (Spesialis Paru dan Onkologi, Primaya Hospital Karawang); serta dr. Fauzan Herdian, Sp.Onk.Rad (Onkologi Radiasi, Primaya Hospital Bekasi Barat). Mereka membagikan wawasan terkait penanganan medis dan upaya pemulihan yang dapat meningkatkan harapan hidup bagi para penderita.

Sebanyak seratus peserta dari berbagai kalangan menghadiri acara ini, antara lain perwakilan HRD perusahaan kawasan industri, penyintas dan penderita kanker, komunitas terkait, serta tenaga kesehatan di Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Direktur Primaya Hospital Karawang, dr. Winardi Fadilah, MMRS., AIFO-K, menyoroti bahwa stigma yang menimpa penderita kanker seringkali menjadi beban tambahan yang memperburuk kondisi kesehatan mereka.

“Stigma terhadap kanker kerap kali lebih menyakitkan daripada penyakit itu sendiri, bahkan bisa membuat kondisi pasien yang awalnya stabil menjadi menurun. Namun di era modern ini, kanker bukan lagi penyakit yang harus ditakuti secara berlebihan – banyak kasus di mana penyintas dapat kembali menjalani kehidupan normal setelah mendapatkan penanganan yang tepat,” jelas dr. Winardi.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu para penderita kanker tetap aktif dan tidak terlihat berbeda dari orang lain dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kami berusaha memastikan bahwa pasien kanker dapat hidup dengan layak seperti masyarakat pada umumnya, tanpa harus terlihat sebagai ‘penderita’ yang terpencil. Pengecualian hanya berlaku untuk kasus tertentu yang memerlukan penanganan khusus, seperti kanker otak atau gangguan ginjal yang membutuhkan terapi dialisis,” tambahnya.

Menurut dr. Winardi, peningkatan kualitas hidup pasien menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di Primaya Hospital Karawang dan Bekasi Barat.

“Kami berfokus pada pemberian perawatan yang tidak hanya efektif secara medis, tetapi juga mendukung kesejahteraan secara menyeluruh. Kedua rumah sakit telah menyiapkan sumber daya yang memadai untuk memastikan para pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat, guna membantu mereka kembali ke kehidupan yang sehat dan produktif,” pungkasnya.

 

•Red

Dukung Instruksi Presiden dan Program ASRI Jelang Bulan Ramadan, Muspika Kecamatan Kotabaru Giat Bersihkan Lingkungan

0

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Pemerintah Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, menggelar aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bentuk konkrit penindakan Instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pemeliharaan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kegiatan yang juga menjadi bagian dari Program Aman, Sehat, Bersih, dan Indah (ASRI) digelar di halaman Kantor Kecamatan Kotabaru pada hari Rabu, (12/2/2026).

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Camat Kotabaru Hj. Idah Hamidah, SE., Danramil Cikampek 0406 Kapten Inf. Encep Sumarna, perwakilan Polsek Kotabaru, dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Forum Koordinasi Pimpinan Camat (Forkopimcam), seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kotabaru, serta anggota Linmas.

Dalam sambutannya, Hj. Idah Hamidah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi yang erat antara Muspika dan seluruh komponen masyarakat dalam mendukung program pembangunan daerah.

“Pada hari ini, kami bersama unsur Muspika, serta perwakilan TNI dan Polri, melaksanakan program ASRI yang telah dirumuskan bersama. Kami bersyukur dapat bersinergi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) terkait, DLHK, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mewujudkan Karawang yang lebih maju,” ungkapnya.

Camat Kotabaru juga menekankan bahwa kegiatan kebersihan ini diselenggarakan menjelang kedatangan bulan suci Ramadan, dengan harapan menciptakan lingkungan yang higienis dan mencegah munculnya berbagai penyakit menular.

“Kegiatan gotong-royong ini kami lakukan dalam rangka menyambut Ramadan. Semoga wilayah Kecamatan Kotabaru terbebas dari ancaman penyakit, dan melalui Program ASRI, kita dapat mewujudkan lingkungan yang benar-benar aman, sehat, bersih, dan indah,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat sementara, namun akan dijalankan secara berkelanjutan di berbagai titik strategis.

“Kami berkomitmen agar program ini berlangsung terus-menerus, bukan hanya pada hari ini saja. Rencananya, kegiatan berikutnya akan digelar di kompleks Polsek Kotabaru dan kemudian di Koramil. Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh dinas dan jajaran yang ada di wilayah Kecamatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapten Inf. Encep Sumarna menyatakan dukungan penuh TNI terhadap gerakan kebersihan lingkungan yang selaras dengan arahan Presiden.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari polusi. Kehadiran TNI, Polri, dan masyarakat bersama-sama merupakan bukti dari rasa kebersamaan dan kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Danramil.

Ia juga menegaskan bahwa Instruksi Presiden harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.

“Sejalan dengan arahan Presiden, kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan dan diwujudkan dalam bentuk kerja konkret, bukan hanya sebatas wacana. Kita berharap kebersihan lingkungan dapat menjadi budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Polsek Kotabaru juga menyampaikan komitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan Program ASRI.

“Kami dari Polsek Kotabaru siap sepenuhnya untuk bekerja sama dengan Muspika dalam mewujudkan kesuksesan Program ASRI di Kecamatan Kotabaru,” ucapnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang solid ini, Pemerintah Kecamatan Kotabaru berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi masyarakat, sekaligus mendukung visi pembangunan Kabupaten Karawang yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

 

•Edi