Berita  

Perangi Aksi Kriminalitas Yang Diduga Dipicu Karena Penyalahgunaan Obat Terlarang Di Kalangan Remaja Dan Pelajar, Forum Aktivis Karawang Dan Forum Karawang Utara Bersatu Layangkan Surat Ke APH

Foto : Ilustrasi

KARAWANG |Infokeadilan.com – Meningkatnya kasus tawuran dan aksi kriminalitas hingga melibatkan remaja dan pelajar di wilayah Rengasdengklok mendapat tanggapan serius dari para aktivis dan sejumlah forum yang ada di Karawang.

Guna menciptakan kondusifitas lingkungan sekitar khususnya wilayah Karawang Utara, Forum Aktivis Karawang dan Forum Karawang Utara Bergerak kirimkan surat terbuka kepada Muspika Rengasdengklok untuk mengurangi dan memerangi agar kasus tawuran dan kriminalitas yang melibatkan remaja dan pelajar di wilayah Karawang Utara tak lagi terjadi.

Surat tersebut menyoroti bahwa salah satu penyebabnya adalah penjualan obat terlarang dan minuman alkohol yang bebas dijual di kios-kios warung.

Menurut forum aktivis tersebut, penjual obat-obatan terlarang kebanyakan bukan merupakan penduduk asli Karawang,

“Sebagian adalah orang dari Aceh dan juga pribumi. kami memohon kepada jajaran Muspika Rengasdengklok, termasuk Camat, Kapolsek, dan Danramil, agar segera mengambil tindakan tegas dalam memberantas dan menutup aktivitas penjualan obat terlarang dan minuman alkohol di kios-kios sekitar Rengasdengklok Raya, tandasnya dalam surat terbuka (04/05/2024).

Surat tersebut juga di tembuskan kepada Bupati Karawang, Kapolres Karawang, Dandim Karawang, dan Kejari Karawang. Diharapkan tindakan cepat dari pihak berwenang dapat meminimalisir kasus tawuran dan pembacokan di wilayah tersebut, yang diyakini sebagai dampak dari peredaran obat-obatan terlarang dan minuman alkohol di kalangan remaja.

Sebelumnya media Infokeadilan.com memberitakan tentang kasus pembacokan di Karawang yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Aksi pembacokan tersebut diduga akibay pengaruh dan penyalahgunaan obat terlarang di kalangan remaja dan pelajar menjadi pemicu utama. Pada Kamis malam, 02 Mei 2024, di Jalan Desa Segaran, seorang pemuda bernama Afit Faturohman (15 tahun) tewas dalam serangan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal. Menurut Danramil 0402, serangan tersebut terjadi tanpa alasan yang jelas.

Kemudian sebulan yang lalu, terjadi kejadian tragis di Rengasdengklok-Tanjungpura, Desa Karyasari, di mana dua remaja yang sedang mengarak bedug terpaksa untuk dilarikan ke Rumah Sakit Proklamasi setelah diserang secara tiba-tiba oleh seorang pria yang diduga dalam keadaan mabuk. Serangan terjadi pada pukul 22.00 WIB, Selasa (09/04/2024), saat mereka sedang melakukan kegiatan mengarak bedug di wilayah tersebut.

Masyarakat Karawang semakin geram dengan penjualan obat terlarang yang semakin terang-terangan, Sehingga Para Aktivis dikarawang turun untuk menyuarakan dalam bentuk kepedulian terhadap Karawang tercinta.

Selanjutnya tentang kejadian di wilayah desa Mekarpohaci Kecamatan Cilebar yang viral dengan aksi ibu ibu yang menggerebeg salah satu kios yang di duga menjual obat obatan terlarang sehingga memicu kekesalan di kalangan penduduk setempat, karena desa mereka menjadi pusat peredaran obat keras.

Sejumlah ibu rumah tangga (emak – emak) di Desa Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar, menghancurkan dan membakar saung yang diduga sebagai tempat transaksi obat terlarang. Mereka menuntut penjual obat meninggalkan desa mereka dan meminta polisi untuk bertindak menangkap pengedar. Tindakan ini menarik perhatian warga Karawang lainnya yang juga merasa marah karena desa mereka juga terkena dampak peredaran obat keras.

Dengan adanya sejumlah informasi terkait hal tersebut di harapkan kepada Aparat Penegak Hukum untuk menindak tegas terhadap oknum pelaku yang tidak bertanggung jawab yang merusak generasi penerus bangsa.

 

•Red/Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *