Peringati Hari Santri, Kepsek SMAN 5 Karawang : ​Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

KARAWANG, Infokeadilan.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober, SMA Negeri 5 Karawang menggelar serangkaian kegiatan keagamaan dan kebudayaan di lingkungan sekolah. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa kuat ketika seluruh siswa dan tenaga pendidik mengenakan busana khas santri, para siswa pria tampak anggun mengenakan sarung, sementara siswi mengenakan gamis, Kamis (22/10/2026).

​Rangkaian acara diawali dengan pembinaan keagamaan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dilanjutkan dengan pembacaan kuliah tujuh menit (kultum) oleh perwakilan siswa, serta unjuk bakat dan kreasi seni Islami dari organisasi Kerohanian Islam (Rohis) SMAN 5 Karawang.

​Kepala SMAN 5 Karawang menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi sejarah sekaligus fondasi penting pembentukan karakter generasi muda.

​”Peringatan Hari Santri Nasional di SMA Negeri 5 Karawang diawali dengan pembinaan dari guru PAI, kultum siswa, serta penampilan kreasi dari Rohis. Seluruh siswa hari ini mengenakan pakaian santri dan megikuti rangkaian acara dengan penuh antusias,” ujarnya.

​Lebih lanjut, pihak sekolah menegaskan pentingnya meneladani semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 sebuah tonggak sejarah yang membakar semangat para santri dan ulama dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

​”Banyak tokoh-tokoh besar bangsa yang lahir dari rahim pesantren dan tradisi santri, yang kini menduduki posisi-posisi strategis dalam pembangunan nasional. Sejarah mencatat bahwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari bertujuan untuk menjaga NKRI. Kami berharap dari SMAN 5 Karawang kelak lahir ‘santri-santri modern’ yang siap meneruskan estafet kepemimpinan bangsa dan membawa Indonesia menuju era Indonesia Emas,” tambahnya.

​Melalui kegiatan ini, SMAN 5 Karawang berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai religiusitas, nasionalisme, dan integritas kepada para peserta didik agar siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan spiritualitas bangsa.

 

•U.Supriyadi

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI