KARAWANG, Infokeadilan.com – Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cikampek Timur 2026, calon Kepala Desa nomor urut 3, Kriswanto, A.Md., terus menguatkan jalinan silaturahmi dengan masyarakat.
Langkah konsisten dalam merawat nilai-nilai kebersamaan tersebut tecermin dalam agenda tatap muka yang berlangsung hangat di halaman Majelis Ta’lim Al-Islah, lingkungan RT 01 dan RT 02 RW 01, Dusun Mekarjati (Gang Jembar), Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, Minggu (1/11/2026).
Pertemuan bertema kekeluargaan ini tak sekadar menjadi wahana menyapa warga, namun juga ajang dialog terbuka untuk menguraikan visi keberlanjutan Kriswanto dalam memajukan Cikampek Timur. Pada kesempatan tersebut, bentuk kepedulian nyata turut dihadirkan melalui penyerahan secara simbolis bantuan unit sound system untuk Mushola Al-Fajar guna mendukung kelancaran kegiatan keagamaan warga setempat.
Dalam tatanan dialog yang interaktif, Kriswanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehangatan dan dukungan moral dari masyarakat Gang Jembar. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dua arah sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan desa yang responsif.
”Terima kasih yang mendalam atas doa dan partisipasi hangat seluruh warga. Aspirasi maupun persoalan yang dihadapi masyarakat Gang Jembar adalah prioritas yang wajib kami dengarkan secara langsung. Jangan ada jarak untuk menyampaikan masukan, sebab suara warga adalah penentu arah pembangunan desa kita,” tutur Kriswanto.
Di hadapan warga yang hadir, Kriswanto turut mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara bijak pada pemungutan suara Pilkades Cikampek Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 mendatang.
”Momentum penentuan arah desa kita ada pada tanggal 22 November 2026. Saya mengajak seluruh warga untuk menyalurkan hak suaranya dengan bijak, dan dengan penuh kerendahan hati saya titip pesan untuk menyentuh nomor urut 3 pada bilik suara nanti,” ucapnya.
Sikap kedewasaan berpolitik diperlihatkan Kriswanto dengan mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menjaga suasana kondusif dan menjauhi praktik politik saling menjatuhkan. Menurutnya, kontestasi Pilkades harus dimaknai sebagai ajang adu gagasan antar-putra-putri terbaik desa.
”Seluruh kandidat baik empat calon laki-laki maupun satu calon perempuan adalah figur-figur terbaik yang memiliki niat tulus membangun Cikampek Timur. Tidak perlu ada narasi saling menjelekkan. Mari kita buktikan bahwa demokrasi di desa kita dapat berjalan anggun, aman, damai, dan sarat rasa persaudaraan,” tegasnya.
Selain menekankan pentingnya kedamaian, Kriswanto juga memberikan pemahaman edukatif mengenai mekanisme bantuan sosial (bansos). Ia meluruskan pandangan publik dengan menjelaskan bahwa penyaluran bansos merupakan ranah kebijakan pemerintah pusat dan instansi teknis terkait, sehingga kewenangan pemerintah desa sifatnya menjembatani dan mengawal secara transparan.
Menutup kegiatannya, Kriswanto menegaskan kembali komitmennya bahwa keberadaan seorang pimpinan desa harus menghamba pada kepentingan konstituennya. Kehadirannya di tengah warga Gang Jembar menjadi bukti nyata komitmen untuk mendengarkan, merawat persatuan, dan menangkal segala potensi provokasi jelang hari pencoblosan.
Melalui pendekatan yang penuh kesantunan dan keterbukaan ini, pelaksanaan Pilkades Cikampek Timur pada 22 November 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan yang amanah, tetapi juga menjadi percontohan pesta demokrasi desa yang tertib, damai, dan bermartabat.
•Edi Bahar

