Proyek Pembangunan Saluran Drainase Di Karawang Barat Disambut Baik, Warga : Ini Sudah Lama Diharapkan

KARAWANG |infokeadilan.com – Munculnya pemberitaan di salah satu media online terkait dugaan proyek pembangunan saluran drainase U-ditch yang dikerjakan asal dan tidak sesuai di Kampung Jarakosta RT 04/08, Kelurahan Mekarjati Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang di bantah sejumlah warga dan pihak pelaksana.

Faktanya, pembangunan saluran drainase yang dikerjakan oleh CV Bintang Jagat Perkasa tersebut justru mendapat apresiasi masyarakat Jaraskosta dan perangkat kelurahan. Pasalnya, dengan adanya pembangunan tersebut warga menilai bahwa itu menjadi solusi atas permasalahan banjir yang kerap terjadi ketika musim hujan tiba.

Di ungkapkan J salah satu warga pembangunan tersebut memang sudah lama dinanti, karena aliran air kerap melimpah ke jalan ketika musim hujan.

“Dulu, sebelumnya air melimpah ke jalan, pak. Nah, sekarang kan sudah ada, selain tertata rapi, maka air juga nantinya gak akan meluap lagi ke jalan,” Ungkap J kepada awak media saat di lokasi pada Kamis (17/7/2025).

Ditempat yang sama AS warga lain mengucapkan rasa terima kasih atas pembangunan tersebut. Ia menyebut bahwa pembangunan saluran tersebut sudah lama dihapatkan.

“Intinya kami disini sebagai warga mengucapkan terima kasih kepada  pemerintah Karawang dan dinasnya, dan juga kepada pemerintah kelurahan Mekarjati yang sudah membangun saluran ini. Karena ini memang sudah lama kami inginkan.” Ujarnya menambahkan.

Sementara itu seorang pekerja di lapangan menjelaskan, pekerjaan yang sudah berjalan tersebut dikerjakan sudah sesuai ketentuan dan kesepakatan warga.

Menurutnya, teknis pada proses pengerjaan pemasangan Uditch di kerjakan dengan hati hati agar hasilnya sesuai dan tidak mengecewakan masyarakat.

“Kami bekerja sudah sesuai pak, karena kami mengerjakan sangat hati hati agar sesuai  dengan ketentuan dan keinginan warga. Coba bayangkan pak, jika hasil pekerjaan kami tidak sesuai dengan keinginan warga, sejak awal tentunya pekerjaan ini dikomplain warga pak, iya kan  ? tapi ya memang karena ini disesuaikan dengan keinginan warga, Alhamdulilah sampai saat ini antara kami para pekerja tidak ada kles di lapangan dengan masyarakat.” Jelasnya menjelaskan.

Foto : Saat pekerja mengangkat lumpur dari saluran sebelum dipasang Uditch

Sementara itu, A selaku pelaksana menjelaskan, bahwa proyek U-ditch sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya, terutama masyarakat yang memang memerlukan sistem drainase yang efektif.

“Kami sangat mendukung pembangunan ini. Banyak gang kecil di sini yang sering tergenang. U-ditch ini sangat membantu mengatasi masalah tersebut,” Jelasnya.

Lebih lanjut ia juga menegaskan terkait teknis pekerjaan yang disebut sebut asal dan tidak sesuai tersebut.

“Sebagai pelaksana dilapangan tentunya kami ucapkan terima kasih atas informasi tersebut dan kami menghargai. Namun, perlu kami klarifikasi terkait dengan asumsi yang disebutkan. Pekerjaan yang kami laksanakan ini tentunya dikerjakan bukan dengan asal dan juga bukan asal asalan, maaf coba kita pikir, kalau pekerjaan asal dan asalan maka hasilnya pun tentunya akan tidak berarturan, karena kan asal asalan. Nah, dari sini kita bisa menilai jika semua pekerjaan hanya asal asalan berati tidak ada rencana yang terstruktur dan tentunya tidak ada aturan yang harus di ikuti, kan begitu.” Tegasnya.

“Perlu kami tambahkan, bahwa dipekerjaan kami ini sebelum dipasang Uditch nya pun lumpur lumpur yang ada di got atau saluran pun kami angkat dulu, intinya kami bekerja sesuai arahan dinas. Kalau yang di sebutkan bahwa pemasangannya di genangan air itu kan beberapa hari kemarin turun hujan, dan itu sebelumnya sudah terpasang pak.” Tandasnya.

“Tapi, kami juga ucapkan terima kasih atas informasi ini. Intinya apa yang telah kami lakukan tidak seperti yang di sebutkan. Kami bekerja sesuai dengan ketentuan dan keinginan masyarakat, terima kasih.” Tutupnya.

 

•Red

 

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI