KARAWANG | Infokeadilan.com – Sarana dan prasarana pendidikan merupakan pondasi utama terciptanya kualitas belajar-mengajar yang nyaman dan aman. Namun, kondisi memprihatinkan justru terlihat di SD Negeri Sadari 2, Desa Sadari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.
Hasil pantauan di lapangan Keluarga Besar Jurnalis Karawang Bersatu (JKB) menemukan fakta, bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan parah. Atap sekolah tampak rusak, bergelombang, dan rawan ambruk. Kondisi ini jelas membahayakan keselamatan siswa maupun guru, sekaligus menghambat kelancaran proses belajar-mengajar.
Tokoh masyarakat setempat, Amir, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata.
“Sebagai masyarakat kami minta Pemkab Karawang melalui Dinas Pendidikan segera melakukan perbaikan total dan menyeluruh. Jangan menunggu sampai terjadi hal yang membahayakan kepada anak-anak di sekolah ini,” tegasnya, Kamis (25/8/2025).
Hal serupa diungkapkan Darsiwi, perwakilan wali murid. Ia menilai kondisi sekolah sudah tidak layak dipakai untuk kegiatan belajar.
“Anak-anak kami setiap hari belajar di ruang kelas yang atapnya nyaris roboh. Kami ingin Pemerintah dan Dinas Pendidikan segera melakukan pembangunan. Kami juga sebagai orangtua siswa mengharap kepada pak dewan atau ibu dewan dari dapil 3 juga untuk bisa melihat langsung kondisi ini,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Menyikapi temuan tersebut, Jurnalis Karawang Bersatu (JKB) mendesak Pemkab Karawang, Dinas Pendidikan, hingga DPRD Karawang agar segera mengambil langkah nyata.
Tidak cukup hanya janji, tetapi jika melihat kondisi seperti ini yang dibutuhkan adalah tindakan cepat berupa program pembangunan kembali SDN Sadari 2 secara total demi menjamin keselamatan dan masa depan pendidikan anak-anak.
JKB menilai, keterlambatan penanganan hanya akan memperpanjang derita siswa, guru, dan orang tua.
“Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Jika fasilitas sekolah rusak dibiarkan, sama saja pemerintah menutup jalan anak-anak untuk meraih masa depan yang layak,” tegas pernyataan JKB.
•Red

