Soroti Undangan Seribu Lebih HRD, Askun : Itu Data Lama, Disnakertrans Harus Lakukan Verifikasi Ulang

KARAWANG |infokeadilan.com  – Langkah Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk mengumpulkan lebih dari seribu perusahaan dalam agenda strategis ketenagakerjaan, Kamis (31/7/2025), justru tercoreng oleh insiden memalukan, yakni dengan adanya undangan perusahaan yang telah lama tutup.

Salah satu perusahaan yang tercantum dalam undangan resmi Bupati Karawang adalah PT Besco Indonesia, sebuah perusahaan yang telah menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya sejak Agustus 2023. Ironisnya, undangan tersebut justru dikirim hampir setahun setelah perusahaan menyelesaikan seluruh kewajiban hukum dan bisnisnya.

Mantan General Manager PT Beesco Indonesia yang juga seorang praktisi hukum, Asep Agustian SH.MH., menyebut kejadian ini sebagai bukti lemahnya akurasi data di tubuh Disnaker Karawang.

“Perusahaan kami sudah tidak beroperasi, semua urusan telah dituntaskan, tapi masih saja diundang secara resmi oleh pemerintah daerah. Ini jelas data lama yang tak diperbarui, memalukan dan bisa menimbulkan kesalahpahaman,” Ungkap Asep, yang akrab disapa Askun, saat diwawancarai pada Kamis (31/7/2025).

Ia mengaku heran jika dirinya hadir dalam agenda tersebut, bisa saja muncul tanda tanya dari pihak lain.

“Kalau perusahaan sudah tutup, kenapa masih diundang? Itu bisa menimbulkan asumsi keliru,” Timpalnya.

Ia menegaskan bahwa kekeliruan ini bukan berasal dari pihak perusahaan, melainkan dari instansi pemerintah yang tidak melakukan pembaruan data.

Askun meminta agar Disnakertrans Karawang segera melakukan verifikasi ulang seluruh database perusahaan aktif agar insiden serupa tidak terulang.

“Agenda besar bisa jadi terlihat tidak profesional hanya karena kelalaian administratif,” Ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya akurasi data dalam menunjang kebijakan strategis kepala daerah.

“Jangan hanya kerja Asal Bapak Senang. Bupati sudah bekerja keras membangun komunikasi dengan dunia industri, tapi kalau datanya kacau, semuanya bisa berantakan,” Tegasnya.

Meski demikian, Askun tetap memberikan apresiasi terhadap inisiatif Bupati Karawang yang berani mempertemukan langsung pemerintah dengan ratusan perusahaan untuk meningkatkan serapan tenaga kerja lokal. Namun ia menyayangkan rendahnya kualitas data pendukung yang berpotensi merusak citra dan semangat baik dari agenda tersebut.

 

•Red

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI