KARAWANG |infokeadilan.com – Belum juga reda terkait kasus pembunuhan yang dilakukan BP terhadap istrinya sendiri yakni Lusi Febriani beberapa waktu lalu. Kini publik kembali dibuat geram oleh sikap pelaku saat tampil dalam konferensi pers yang digelar Polres Karawang pada Kamis 3 Juli 2025 kemarin siang di Mapolres Karawang.
Terlihat pada Kamera yang sedianya ingin mengabadikan bekas luka sayatan di tangan kiri bagus tetsebut, justru menangkap gestur arogansi dari pelaku dengan mengacungkan jari tengah dengan kondisi tangan diborgol.
Aksi ini sontak menuai kecaman dari warganet. Banyak yang menilai gestur tersebut sebagai bentuk arogansi dan tidak menunjukkan rasa penyesalan sedikitpun, bahkan diduga sikapnya tersebut dianggap menghina proses hukum.
“Sudah bunuh istrinya sendiri, masih sempat-sempatnya jari tengah. Enggak ada penyesalan sama sekali,” Tulis salah satu komentar di media sosial, seperti dilansir dari halokrw.com.
Sebelumnya, BP sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sadis terhadap istrinya di Perum Lemah Mulya Indah Kecamatan Majalaya Karawang pada 12Juni 2025 lalu.
Dari hasil penyidikan, pelaku menusuk korban sebanyak 11 kali usai cekcok soal dugaan perselingkuhan. Setelah menghabisi nyawa istrinya, BP disebut sempat mencoba melakukan bunuh diri dengan menyayat leher dan pergelangan tangannya.
Dalam konferensi pers, Wakapolres Karawang Kompol Rizky Adi Saputro, S.H., S.I.K., menyatakan bahwa pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.
Namun kini, perhatian publik beralih dari kasusnya ke sikap pelaku yang dinilai tidak menunjukkan penyesalan. Tak sedikit yang meminta agar aksi jari tengah itu juga dicatat sebagai bagian dari evaluasi psikologis terhadap pelaku. **

