Terhimpit Antara Dua Rumah, Hunian Umar Di Karawang Barat Rapuh Dan Khawatir Roboh

KARAWANG |Infokeadilan.com – Pembangunan dan penataan wilayah Kabupaten Karawang terus berkembang pesat, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak warga yang tinggal dalam kondisi hunian tidak layak. Salah satunya adalah Umar, seorang warga yang menetap di Jatimulya 1 RT 003/001 Kelurahan Mekarjati Kecamatan Karawang Barat, yang menghadapi masalah berat dengan rumahnya yang sudah rapuh bertahun-tahun.

Rumah yang ditempati Umar bersama istri dan anaknya kini hanya bisa bertahan karena terhimpit oleh dua rumah di sisi kiri dan kanannya. Tanpa adanya kedua bangunan tersebut, menurut Umar, rumahnya sudah pasti roboh mengingat struktur utama sudah mengalami kerusakan parah, mulai dari penyangga kayu yang patah hingga kemiringan pada seluruh bagian bangunan.

Saat ditemui awak media pada Kamis (01/01/2026), Umar menunjukkan kondisi rumah yang jelas tidak layak untuk dihuni. Selain kerusakan pada struktur penyangga, genting atap juga penuh dengan retakan yang menyebabkan kebocoran setiap kali ada curah hujan.

“Maaf pak, bukan kami tidak ingin memperbaiki rumah sendiri, tapi jaman sekarang bagi kami ingin membuat rumah itu amat sulit, maklumlah pak kami hanya pekerja serabutan yang tak tentu penghasilannya,” ujar Umar dengan mata berkaca-kaca saat menjelaskan kendala ekonomi yang dihadapinya.

Situasi menjadi lebih mengkhawatirkan saat cuaca ekstrem tiba. Ketika angin kencang bersamaan dengan hujan deras mengguyur pada malam hari, Umar terpaksa menyuruh keluarga untuk mencari perlindungan sementara di tempat lain.

“Mau bagaimana lagi pak, karena belum ada tempat yang enak meskipun kalau hujan pada bocor kami tetap bertahan. Tapi kalau ada hujan dan angin malam hari mah istri sering saya suruh keluar dan numpang dulu di rumah tetangga atau saudara yang dekat, karena khawatir rumah ambruk pak,” jelasnya sambil menunjukkan bagian-bagian rumah yang sudah mulai melorot.

Menurutnya, kerusakan pada rumah bukan hanya terjadi baru-baru ini, melainkan akibat usia bangunan yang cukup lama tanpa pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh. Bahkan sebagian material kayu yang digunakan sebagai penyangga sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan berat.

“Ya sebenarnya kalau ga ada rumah di samping kiri dan kanan mah rumah saya ini sudah roboh pak, karena ada rumah ini jadi rumah saya tertahan, sebenarnya bangunan rumah saya sudah miring dan sebagian kayu kayunya juga sudah ada yang patah juga pak,” ucapnya.

Di tengah kesulitan yang dihadapi, Umar masih menyimpan harapan untuk bisa memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarganya.

“Ya mau gimana lagi pak, belum punya uang mau diperbaiki juga. Semoga harapan saya punya rumah yang lebih layak untuk anak dan istri saya dapat segera terwujud,” pungkasnya dengan penuh harapan.

Kondisi yang dialami Umar menjadi bukti bahwa perlu adanya perhatian lebih terhadap penyediaan tempat tinggal layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Karawang, agar pembangunan yang terus berkembang benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

•Red

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI