KARAWANG |Infokeadilan.com — Kondisi saluran drainase yang berada di bawah pintu masuk belakang Pasar Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendapat sorotan. Saluran yang diduga mengalami penyumbatan tersebut membuat air berwarna hitam dan berbau tidak sedap meluber hingga ke badan jalan.
Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah warga dan pengguna jalan yang setiap hari melintas maupun beraktivitas di sekitar pasar. Mereka menilai, persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pihak pengelola pasar agar tidak menimbulkan gangguan yang lebih serius.
“Musim kemarau saja air sampai meluber ke jalan. Bagaimana kalau musim hujan? Kami khawatir kondisi ini justru semakin parah,” ujar salah seorang warga berinisial L yang kerap melihat kondisi tersebut ketika ke pasar.
Menurutnya, genangan air yang diduga meluber ke jalan juga membuat permukaan menjadi licin sehingga berpotensi membahayakan para pengunjung pasar, khususnya masyarakat yang hendak berbelanja maupun pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Warga berharap pihak pengelola pasar lebih intens dan segera melakukan pemeriksaan dan normalisasi saluran drainase, sehingga aliran air dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Tak hanya itu ia juga menilai, persoalan drainase di kawasan pasar tidak terlepas dari tingginya aktivitas dan volume limbah yang dihasilkan setiap hari. Dirinya juga menyebut bahwa saluran air di lingkungan pasar memiliki beban yang jauh lebih besar dibandingkan saluran drainase di kawasan permukiman.
“Saluran drainase pasar sering tidak berfungsi optimal karena mungkin disebabkan oleh penumpukan limbah organik, sampah, serta kurangnya pemeliharaan secara berkala,” ungkapnya, Kamis (20/8/2026).
Adanya persoalan tersebut muncul juga dugaan dikarenakan sisa minyak goreng, lemak daging, sisa makanan, hingga berbagai limbah dari aktivitas pedagang kuliner berpotensi menempel dan mengendap di dalam saluran. Kondisi tersebut dapat semakin parah apabila bercampur dengan sampah plastik, tali rafia, bekas kemasan, tanah, pasir, serta sisa sayuran dan buah-buahan.
Di area pasar basah, limbah seperti bulu ayam, sisik ikan dan sisa potongan hewan juga berpotensi masuk ke saluran drainase. Jika tidak ditangani secara rutin, berbagai material tersebut dapat menyumbat kisi-kisi maupun mempersempit kapasitas saluran akibat sedimentasi.
Selain faktor sampah dan limbah, kondisi teknis infrastruktur juga perlu menjadi perhatian. Kapasitas saluran yang tidak sesuai dengan debit air, kondisi pipa atau konstruksi yang sudah mengalami kerusakan, serta kemiringan saluran yang dinilai kurang optimal dapat menyebabkan air tidak mengalir dengan baik dan akhirnya menggenang.
Minimnya pengerukan lumpur serta pengangkatan endapan secara berkala juga berpotensi memperburuk kondisi saluran. Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, saluran yang kapasitasnya telah berkurang akibat sedimentasi akan lebih mudah meluap ke area jalan maupun koridor pasar.
Selain mengganggu aktivitas perdagangan, genangan air limbah yang berwarna keruh dan berbau juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan. Air yang tergenang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk serta menarik keberadaan tikus dan berbagai organisme pembawa penyakit.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan langkah penanganan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pedagang, khususnya yang bergerak di bidang kuliner dan pasar basah, perlu didorong untuk mengelola limbah sebelum dibuang ke saluran drainase, termasuk penggunaan penyaring lemak atau grease trap pada saluran pembuangan tertentu.
Di sisi lain, pihak pengelola pasar juga dinilai perlu melakukan pemeriksaan dan pembersihan drainase secara berkala, termasuk pengerukan sedimentasi, pengangkatan sampah, serta pengecekan kondisi konstruksi saluran.
Penambahan tempat sampah terpilah di sejumlah titik strategis juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah ke saluran air. Edukasi kepada para pedagang dan pengunjung pasar mengenai pentingnya menjaga kebersihan drainase juga perlu dilakukan secara konsisten.
Jika hasil pemeriksaan teknis menunjukkan kapasitas saluran sudah tidak memadai, pemerintah daerah bersama pengelola pasar dapat mempertimbangkan evaluasi dan peningkatan infrastruktur, termasuk kemungkinan memperbesar dimensi saluran atau menggunakan box culvert yang disesuaikan dengan kebutuhan debit air di kawasan pasar.
Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani ketika terjadi genangan atau keluhan mencuat. Pemeliharaan drainase secara rutin dinilai penting agar kawasan Pasar Pemda Cikampek tetap bersih, aman, nyaman, serta tidak menimbulkan risiko bagi pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.
Sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan maupun penjelasan terkait dengan munculnya dugaan dugaan ini.
•Edi Bahar

